[0:07]Sahabat Aksi! Kayaknya udah pada ngantuk. Sahabat aksi! Kita selawatan bareng-bareng boleh? Aksi band siap? Sholatun bissalamil mubin. Minallahi tayyib, Ya muhammad
[0:40]Sholatun bissalamil mubin. Minallahi tayyib, Ya muhammad
[0:59]Alhamdu Lillah. Keja karta naik bus mini Berkeliling sambil tamasya. Ketemu lagi sama Rena Reni. Dahiyah kembar dari Indonesia.
[1:18]Para Dewan Juri dan komentator yang kami hormati dan semoga Allah muliakan. Dan seluruh sahabat aksi yang dirahmati oleh Allah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[1:38]Alhamdulillahi muwaffiqil mukhlishinal ula. Hamdan yuwaafi bi rahmatul mutakaamilah, was sholatu wassalamu 'alannabiyyil mukhtaril musthofa. Amma ba'du. Di dalam hidup ini kita pasti tidak terlepas dari yang namanya pujian atau hinaan. Betul sahabat aksi? Tapi terkadang orang itu tidak tahan dengan pujian, tidak kuat dengan hinaan. Dipuji sedikit, sombong, hmm. Dihina sedikit, sedih, galau, terpuruk. Yang pertama bilamana kita dipuji. Hati-hati dengan yang namanya pujian. Baginda Rasul melarang memuji secara berlebihan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "ahlaktum aw qoto'tum dhohrol rojul". Engkau sesungguhnya telah membinasakan atau memotong punggung kawanmu itu. Hadits riwayat Bukhari. Maksudnya pujian berlebihan itu menjerumuskan ke dalam kesombongan. Ingatlah hakikat pujian hanyalah milik Allah. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Quran surah Al-Qasas ayat 70. Auzubillahiminasyaitonirojim. Wa huwallahu la ilaha illah. Lahul hamdu fil ula wal akhirati walhul hukmu wa ilahi turja'un. Berdasarkan ayat ini di dalam tafsir Al Alusi dijelaskan, milik Allah segala pujian karena Allah yang Maha Agung yang telah menganugerahkan semua nikmat kepada seluruh hambanya dan selain Allah hanyalah perantara. Kemudian yang kedua, bilamana kita dihina. Dalam Quran surah Al-Mukminun penggalan ayat 96. Id'fa billati hiya ahsanul sayyiah. Dalam tafsir Al-Baidawi dijelaskan dengan memaafkan orang yang berbuat jahat dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Dalam menghadapi hinaan, contohlah akhlak Baginda Rasul. Ketika Baginda Rasul dihina oleh seorang Yahudi yang buta, tapi beliau menyiapkan makanan bahkan menyuapinya. Masya Allah. Sahabat aksi! Lalu bagaimana sih solusi untuk diri kita agar tidak lupa diri karena pujian atau teracuni karena hinaan? Yang pertama mawas diri juga rendah hati. Di zaman sekarang tidak sedikit kejadian karena kelebihan yang dia miliki sampai mengangkat dagu bahkan merendahkan orang lain. Masyaallah, kau kawanku yang dulu itu kan? Siapa ya? Sekarang makin cantik, karirmu pun sukses loh. Yailah perawatanku kan mahal. Orang tuaku kaya raya tujuh turunan. Yes, doain ya semoga aku bisa seperti kamu. Eh, don't touch me. Ikan teri makan apel. Sorry kita nggak level. Kamu tuh udah miskin, dekil. Siapa juga yang mau temanan sama kau? Astaghfirullah, nggak apa-apa. Sekarang di mata kamu aku kayak gini. Kita nggak pernah tahu. Setahun, dua tahun kemudian akan ada perubahan apa yang Allah berikan kepada kita. Bolehlah hari ini kamu merasa selangit. Hati-hati, bisa jadi besok kamu nyungsep senyungsep-nyungsepnya. Makanya jangan terlena ama pujian. Astagfirullahal azim. Ingat sahabat aksi, bila dipuji kejayaan kita. Semuanya bukan milik kita. Oleh itu sedarlah sentiasa. Semuanya dari Allah. Setuju sahabat aksi? Mantul, mantap betul. Yang kedua ikhlas karena Allah taala. Ikhlas karena Allah, bukan karena terobsesi dengan pandangan manusia. Di zaman sekarang contohnya mau bukber, mau tarawih jadi ajang pamer. Bajunya pada bagus-bagus, pada glamor-glamor. Eh, bukannya ikhlas niat ibadah dan silaturahmi malah haus akan validasi atau takut insinuasi. Naudzubillahimin. Nah, makanya sahabat aksi, kita sebagai orang yang beriman, jangan terbang karena pujian. Jangan tumbang karena hinaan. Karena apa yang terpenting di dalam hidup adalah bukanlah penilaian dari manusia, tetapi apa? Penilaian dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Wallahul muwafiq ila aqwamith thoriq, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



