[0:40]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahilladzi ja'ala Ramadhana syahro siam. Alladzi fadhol ayam waala sa'iril ayam wassalatu wassalamu ala asrofil an'am, sayyidina Muhammadin sallallahu alaihi wasallam waala alihi wasahbihihil kirom amma ba'du. Faqolaallahu taala fil quranil karim wa huwa asqoilin, audzubillahiminassyaitonirojim, Bismillahirohmanirohim. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusiam kama kutiba alaladzina minqoblikum la'allakum tattaqun. Waqola aidon innakro makum indallohi atqokum. Qola Rasulullah sallallahu alaihi wasallam innama buitutu liutamam makarimal akhlak. Waqola doa allohumman haqqa haqqa warzuqnattibaah wanilbatila batina warzuqnajtinabah. Robbisrohli sodri wa yassrili amri wahlul uqdatan millisanifqohu qouli. Anak-anak sekalian, sebelum kita mengkaji kitab Akhlakul Lil Banin ini marilah kita membaca Fatihah. illah hadrotun niah waala kulli niyatin sholihah illah hadrotil nabiyil Musthofa Muhammadin sallallahu alaihi wasallam waala alihi wasohbihi waazwaji wa zuriyati walil baitihil kirom wailah hadroti Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani wailah hadroti Syeikh Umar bin Ahmad Baroja nafaanallohu bi'ulumihim. Syaiulillahilahum Al Fatihah. Audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirohmanirohim. Alhamdulillahi robbil alamin. Arrahmanirohim. Maliki yaumiddin. Iyyakana'budu wa iyyakanastain. Ihdinasirathol mustaqim. Shirothalladzina an'amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdolin. Amin. Mari kita lanjutkan kajian kita. Bagian ketiga bab pertama. Audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirrahmanirrahim. Wa innannasa. Sareng saenya-enyana manusia. La yanzuruna eta moal ningali itu nas ila jamali wajhika.
[3:22]Kana gindingna, kana kasepna taray anjeun. Wala jiddatisiabika jeung moal ningali kana alusna pakaian anjeun. Walakinnahum sareng tatapina ari itu nas yanzuruna eta nariringali itu nas ila akhlakika kana akhlak anjeun. Kama sapertikeun perkara qola parantos ngadawuh saha asyairu ahli syair. La tanzurunnaliaswabin alaahadin. Inrumta ta'rifuhu fanzur ilal adab. Faludu laulam tafuhminhu rowaihuhu lam yafriqinnasu bainal udi walhatobi. Yang artinya la tanzuronna ulah ningali nyaan anjeun. Liaswabin kana pirang-pirang pakaian alahadin. Kahiji jalma. Inrumta lamun ngamaksud anjeun ta'rifu eta nganyahokeun anjeun hu ka itu ahad. Fanzur maka pek ningali anjeun ilal adabi kana adabna. Faludu maka ari kayu gaharu. Laulam tafuh lamun henteu meleber minhu tina itu ud. Naon rowaihu pirang-pirang ambeuna itu ud. Lam yafrik maka moal bisa misahkeun.
[5:08]Moal bisa ngabedakeun. Saha annasu manusia bainal udi di antara kayu wal hatobi sareng suluh. Waqola akhron waqola jeung parantos ngandika, ngadawuh. Saha akhorun ahli syair anu sanes. Wama yanfaul fityana ka pirang-pirang pamuda. Naon husnu wujuhhihim. Saena pirang-pirang raraina itu fityan itu pamuda.
[5:43]Idza kanat di mana-mana buktina naon al akhlakku akhlakna itu fityan itu pamuda ghoiro hisanin eta anu henteu sae. Wakazalika jeung nyakitu deui al ilmu ari ilmu. La yanfa'u eta moal manfaat ilmu ma'asu'il khuluki sarta awon akhlak.
[6:10]Wal ilmu jeung ari jalma anu wal alimu jeung ari jalma anu berilmu anu ngarti kana ilmu. Asayyiul akhlaqi anu awon akhlakna. Makruhun eta anu pikangewa pikabenci indannasi mungguh manusia. Aksaro bari leuwih loba minal jahili tibatan anu bodo. Faalaika maka mesti ka anjeun naon an ta'taniyen ta ngenyanya nginget-nginget merhatikeun ya. Bitahdibibil akhlakika kana ngabelajar akhlak anjeun.
[6:50]Kama sapertikeun perkara ta'tani ngenyanya, merhatikeun anjeun. Sa ngenyanya atau merhatikeun. Bitolabill ulumi kana nyuprihna pirang-pirang ilmu wal ma'arifi jeung pirang-pirang kanyaho.
[7:10]Baik, kita jelaskan. Wa innannasa dan sesungguhnya manusia. La yanzuruna itu tidak akan melihat. Ila jamali wajhika kepada tampannya wajah kamu. Walajiddati siyabika dan tidak pula melihat barunya pakaian kamu. Ya. Walakinahum yanzuruna ila akhlakika tetapi manusia itu orang itu akan melihat kepada prilakunya.
[7:59]Prilakunya. Alasannya apa seseorang itu dilihat dari akhlaknya? Tidak dilihat dari rupanya seseorang itu.
[8:19]Ya. Rupa itu hanya dilihat saja kalau rupa. Tetapi kalau akhlak selain dilihat tetapi dirasakan. Nah, itu. Jadi alasan kenapa orang itu dilihat dari akhlaknya. Tidak dilihat dari rupanya seseorang itu. Nah, rupa hanya menyenangkan mata saja ya kalau mata kalau rupa. Tetapi akhlak itu bisa menentukan cara seseorang berbicara. Terus juga cara memperlakukan orang lain dan sikap saat marah atau berbeda pendapat atau menghadapi masalah. Nah, jadi orang yang bisa jadi orang bisa kagum karena rupa. Tetapi betah karena akhlak. Nah, maka yang paling baik rupanya bagus, akhlaknya juga baik atau bagus. Yang kedua, kenapa orang itu melihat akhlak, tidak melihat rupa? Karena rupa itu bersifat sementara. Ya. Nah, kalau akhlak itu lebih menetap. Ya, penampilan kan bisa berubah karena usia ya. Nah, karena sakit atau keadaan. Nah, ketika dia muda masih banyak yang suka. Tapi kalau udah tua siapa yang mau, kan? Nah, tetapi akhlak, nah, akhlak adalah kebiasaan dan karakter yang cenderung menetap. Tidak akan berubah. Sehingga lebih penting untuk hubungan jangka panjang. Ya. Dalam pertemanan, dalam kerja, dalam keluarga. Misalkan nih kalau waktu kecil dari kecil ya, kalian membiasakan akhlak yang bagus. Nah, maka sampai tua pun ya akan disayangi dan disukai terus oleh orang lain. Betul tidak? Ya, betul. Nah. Betul atau betul? Betul. Nah, itu kenapa akhlak itu sangat penting. Yang ketiga, kenapa orang itu tidak melihat rupa ya, manusia itu tidak melihat rupa tapi melihat akhlak seseorang. Yaitu di antaranya yang ketiga, akhlak itu menentukan kenyamanan dan rasa aman. Ya, manusia secara alami itu mencari atau ingin dihargai. Siapa yang enggak mau dihargai? Tentunya semua orang pasti mau dihargai. Diperlakukan baik dan tidak disakiti. Ya, betul tidak? Betul. Ya, betul. Nah, orang yang rupanya menarik tapi sikapnya kasar ya, kira-kira bagaimana? Akan membuat orang menjauh. Enggak ada yang mau main atau berteman sama dia walaupun rupanya cantik atau tampan. Tapi kalau kasar kan kita juga enggak mau berteman sama orang yang kayak gitu. Sebaliknya orang yang biasa-biasa saja rupanya tapi santun dan tulus itu justru disukai. Ya, justru disukai. Nah, maka hiasilah diri kita dengan akhlak yang baik agar orang lain suka sama kita. Ingin berteman sama kita. Nah, itu. Dan juga alasan kenapa manusia itu melihat akhlak daripada rupa. Karena dalam Islam pun ditegaskan bahwa yang dinilai itu bukan rupa, bukan. Ya, atau harta tetapi hati dan amal. Allah subhanallahu taala bersabda dalam Alquran innakromakum indallahi atqokum. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian itu adalah orang yang paling takwa. Apa itu? Takwa, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya. Ya. Malah Nabi juga bersabda, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, innallaha la yanzuru ila suwarikum wa amwalikum walakinnallaha yanzuru ila qulubikum wa a'malikum. Yang artinya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tidak. Ya. Melainkan Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian. Ya. Artinya nilai manusia itu diukur dari kualitas akhlaknya, bukan rupanya. Dalam syair dijelaskan, la tanzurunna li aswabin ala ahadin. Ya. Kamu jangan melihat baju seseorang. Inrumta ta'rifuhu fanzur ilal adabi. Apabila kalian bermaksud ya, hendak mengenalnya. Tapi fanzur ilal adabi. Tetapi lihatlah terhadap adabnya. Ya. Jadi kalau kalian ingin tahu ya, karakter seseorang apakah dia baik atau enggak. Jangan lihat rupanya atau pakaiannya. Rupanya yang cantik atau yang tampan atau pakaiannya yang keren, jangan. Lihat aja adabnya. Ya, apakah akhlaknya baik atau enggak? Ya. Apakah dia layak dijadikan teman atau tidak, pasangan atau tidak, lihat aja adabnya, kata syair. Seperti kayu gaharu, umpa perumpamaannya seperti faludulaulam tafuhminhu rowaihuhu lam yafriqunnasu bainal udi wal hatobi. Perumpamaannya kayak seperti kayu gaharu. Tahu kayu gaharu? Kayu gaharu itu adalah kayu yang suka bahan baku yang suka dibuat menjadi pewangi. Wangi ruangan. Bentuknya bisa di produknya bisa jadi dupa terus jadi parfum. Nah, kalau satu kilonya saja itu kayu gaharu mahal. Ya. Nah, kayu gaharu itu adalah kayu yang berharga bernilai. Bernilai ekonomi. Nah, seseorang tidak akan bisa membedakan apakah ini kayu gaharu atau kayu bakar. Kalau tidak mengeluarkan aroma yang wangi. Ya, bakalan susah. Ya. Orang juga seperti itu, manusia juga seperti itu. Kita tidak akan bisa memperlihatkan nilai kualitas kita ya. Kalau kita tidak memperlihatkan akhlak yang baik. Jadi manusia itu orang itu dinilai dari akhlaknya. Apakah dia orang yang terhormat? Atau apakah dia orang yang mulia itu dilihat dari akhlak-akhlaknya. Seperti kayu gaharu. Kayu gaharu mahal karena mengeluarkan wangi yang bau yang wangi. Ya. Kalau tidak mengeluarkan aroma yang wangi, ya kita enggak tahu apakah kayu ini mahal atau enggak kan? Seperti itu. Nah, oleh karena itu. Marilah kita memberikan contoh ya, kepada orang lain agar kita menjadi bisa menjadi tauladan yang baik dan juga kita bisa menjadi orang yang terhormat, orang yang mulia. Oleh karena itu ya, jadi orang itu melihat akhlak atau adab karena sebagaimana tadi akhlak itu mempengaruhi kenyamanan hidup bersama. Ya, akhlak menunjukkan juga kualitas hati kita, kualitas hidup kita, kualitas diri kita. Lalu rupa hanya menarik di awal tapi akhlak menentukan apakah seseorang dihargai dalam jangka panjang. Nah, kalau menurut kalian mana yang lebih sulit? Ya, menjaga rupa atau menjaga akhlak, kira-kira? Menjaga akhlak ya yang paling sulit. Kalau rupa sekarang banyak ya. Kosmetik, skincare. Kalau akhlak sulit ya, untuk mencari guru spiritual yang bisa melatih akhlak kita.
[18:04]Wa qola akhor dan telah berkata ahli syair yang lain. Wama yanfaul fityanu dan tidaklah memberi manfaat kepada pemuda-pemuda. Husnu wujuhhim akan ketampanan wajah-wajah mereka. Iza kanat akhlakku apabila akhlak-akhlak mereka ghoiro hisanin tidaklah baik. Wakazalika begitu juga alilmu ilmu. La yanfa'u tidak dapat bermanfaat ma'asu'il khuluki disertai akhlak yang buruk. Ya. Jadi seorang pemuda bagaimanapun tampannya. Bilamana dia tidak berakhlak yang baik ketampanannya itu tidak akan bermanfaat. Begitu juga kita. Walaupun kita banyak ilmu misalkan ya. Ilmu kita banyak. Tetapi tidak berakhlak, maka ilmu kita tidak akan bermanfaat. Kenapa seperti itu? Wal alimussayyul akhlaqi makruhun indannas. Orang yang berilmu tetapi akhlaknya jelek itu akan dibenci oleh manusia. Malah aktsaro minal jahili. Dibencinya juga melebihi orang bodoh.
[19:51]Orang kalau bodoh itu kan dibenci ya, orang bodoh itu dibenci. Nah, ada lagi yang paling lebih dibenci yaitu orang yang berilmu tapi akhlaknya buruk. Itu lebih dibenci. Alasannya kenapa? Orang yang berilmu kok, yang pintar akhlaknya jelek kok itu lebih dibenci daripada orang bodoh.
[20:19]Nah, alasannya ini adalah secara psikologis dan sosial ada beberapa alasan kenapa orang pintar tapi akhlaknya buruk sering lebih dibenci daripada orang yang kurang pintar. Ya, percuma pintar tapi akhlaknya goreng mah ya. Di antaranya satu karena ada unsur harapan yang dikhianati. Apa maksudnya? Ya, orang pintar kan itu biasanya dianggap sudah punya pemahaman lebih. Ya, dianggap tahu mana yang benar dan mana yang salah kan? Ya, mana yang baik, mana yang buruk. Dan dipercaya bisa memberi contoh, biasanya orang pintar itu. Ya. Nah, ketika orang cerdas ini justru berperilaku buruk, jadi orang lain itu merasa kecewa dan merasa dikhianati. Yang harusnya memberi contoh kepada kita ya, menjadi panutan kita, dia malah mencontoh kita perbuatan yang buruk, yang jelek. Nanti kan kita juga jadi apa? Ya, jadi merasa dikhianati. Ya, jadi kita merasa kecewa. Kok gitu sih? Nah, jadi kecewa. Tadinya saya ingin mencontoh dia ya, mengikuti dia karena dia gitu kelakuannya. Ah saya enggak jadi enggak mau ah, saya kecewa. Nah, seperti itu. Yang kedua, orang pintar itu punya pengaruh lebih besar. Orang cerdas itu biasanya lebih pandai bicara, bisa mempengaruhi orang lain dan bisa memanfaatkan sistem. Nah, kalau akhlaknya buruk itu dampaknya bisa lebih luas dan berbahaya. Ya, di Indonesia itu kenapa banyak orang yang korupsi? Siapa yang korupsi? Orang-orang pintar. Indonesia juga banyak terjadi bencana. Ulah siapa? Orang-orang pintar. Nah, orang-orang pintar yang akhlaknya jelek, akhlaknya buruk. Nah, itu. Jadi akhirnya kebenciannya juga besar. Ya, kebenciannya juga luas. Dibenci oleh seluruh warga Indonesia ya. Orang pintar tersebut. Nah, itu alasannya. Yang ketiga, dalam Islam juga ya, ilmu tanpa akhlak sangat dikecam. Karena seyogyanya dengan ilmu itu seseorang harus biasanya harus takut, bisa takut kepada Allah. Sebagaimana Allah subhanallahu taala berfirman dalam Alquran surat Al surat Fatir ayat 28, audzubillahiminasyaitonirojim. Innamallahu min ibadihil ulama. Pastinya orang yang paling banyak takutnya kepada Allah adalah hamba-hamba Allah yang alim, yang banyak ilmunya. Dan Allah juga berfirman, Allah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berfirman. Man yazdad ilman walam yazdad zuhdan lanzda minallahi bu'dan. Kata Nabi. Barang siapa yang tambah-tambah ilmunya tapi tidak tambah-tambah kezuhudannya terhadap dunia. Ya, dengan ilmunya ini malah dimanfaatkan untuk mengeruk kekaya kekayaan. Tanpa melihat aturan agama. Tanpa memperdulikan hukum agama. Ya, yang penting dapat uang bagaimanapun caranya ya, mau halal, mau haram pokoknya yang penting dapat keuntungan. Ya, lam yazdad minallahi bu'dan. Maka dia akan tidak akan bertambah-tambah kecuali dia akan semakin jauh dari Allah subhanahu wa taala. Nah. Jadi anak-anakku sekalian, pentingnya akhlak. Ya, ilmu dibarengi dengan akhlak. Fa'alaika an ta'taniya bitahdibibil akhlakika. Maka wajib untuk pada anak-anakku sekalian.
[25:02]Memperhatikan akhlak sebagaimana kalian memperhatikan ilmu dan pengetahuan. Ya. Kalian mencari ilmu dari pagi sampai malam baik di sekolah SD, di Madrasah DTA, di pengajian, di Madrasah mencari ilmu. Nah, selain ilmu juga kita harus. melatih ya, harus memperhatikan akhlak kita agar ilmu yang kita dapat bisa bermanfaat. Ya. Mudah-mudahan apa yang Bapak sampaikan.
[25:54]bisa diamalkan. Khususnya kehidupan kita sehari-hari umumnya diamalkan kepada orang lain. Hadanallahu wa iyyakum ajmain. Akhirul kalam, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Robbi fa'ana bima allamtana Robbi allimna alladzi yanfa'una Robbi fa'ana Robbi fa'ana
[26:44]Wafaqih ahlana wa qorobati lana fidina Robbi fa'ana bima allamtana Robbi fa'ana. Robbi fa'ana mugi Gusti ngarikian panjam rarasakan.



