[0:12]Internet adalah jaringan yang sangat luas yang menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Namun, bagaimana sih cara mereka berkomunikasi? Dalam dunia jaringan, ada arsitektur yang disebut model OSI atau OSI Layer. Kembali pada era 1980-an, sebuah badan penentu standar internasional yang disebut ISO membuat sebuah model konseptual jaringan yang bernama OSI. Tujuan dari model OSI adalah sebagai satu set standar desain untuk memandu vendor dan teknisi. Sehingga komunikasi digital dan perangkat lunak yang mereka rancang dapat saling berkomunikasi satu sama yang lain. Untuk dapat memahami OSI layer, mari kita pahami layernya satu persatu. Singkat cerita, Budi ingin mengakses suatu website via laptopnya. Dengan membuka web browser lalu mengetik nama domainnya. Kita memasuki layar pertama, yaitu application layer. Saat kita mengakses website dari browser, suatu data pun dibuat. Setelah data dibuat, lanjut ke layer selanjutnya yaitu presentation layer. Layar yang memiliki tugas untuk menginskripsi data. Layer selanjutnya adalah session layer. Dari ini berfungsi sebagai layar yang memberi sesi waktu untuk membuka jalur komunikasi antara pengirim dan penerima. Sekarang sudah memasuki layer keempat, yaitu transport layer. Seperti namanya, berfungsi untuk mentransportasikan data ke penerima dengan protokol TCP ataupun UDP. Data pun akan diubah menjadi segmen sesuai protokol data unit pada transport layer. Dan inilah tugasnya si network layer, yaitu menentukan IP address sumber dan tujuan. Serta mencari rute terbaik agar pengiriman cepat dan efisien. Segmen sebelumnya akan diubah lagi menjadi paket oleh network layer untuk meningkatkan efisiensi transfer data. Kemudian ada layer data link, yaitu layer kedua paling bawah. Yang tugas utamanya adalah memberi MAC address sumber dan tujuan. Bedanya adalah MAC address berupa fisikal, sedangkan IP address berupa logical.
[2:18]Paket akan diubah lagi menjadi frame oleh data link layer. Dan yang terakhir yaitu physical layer. Yang berfungsi sebagai media untuk pengiriman data. Data yang dikirim akan selalu berupa bit, yaitu bilangan biner yang hanya terdiri dari angka nol dan satu.
[2:37]Perjalanan pun dimulai. Data dikirim oleh internet service provider yang di mana dapat mengakses server yang ada di internet. Secara otomatis dapat mencari media atau kabel mana yang akan ditempuh. Setelah data sampai di server, server akan mengkonfirmasi datanya terlebih dahulu. Kumpulan bit sebelumnya akan diubah menjadi frame lagi. Di sisi penerima, proses OC layer pun terulang kembali. Namun terbalik, data akan dikembalikan seperti semula, dari frame ke paket, paket ke segmen, lalu dari segmen ke data. Data tetap akan dikirim selama sesi komunikasi berlangsung. Setelah itu, data akan didekripsi dan dekapsulasi agar dapat dibaca oleh si penerima. Dan langkah terakhir adalah data akan dibaca oleh server.
[3:32]Aplikasi akan memproses dan membaca jenis datanya. Server membahas dengan cara menerima atau menolak permintaan klien. Pada akhirnya, Budi pun berhasil mengakses website tersebut. Dan begitulah proses OC layer dalam contoh sebenarnya. Secara singkat, fungsi setiap layer pada OC layer adalah sebagai berikut. Application layer berfungsi untuk memproses data dengan header berdasarkan protokolnya. Contohnya adalah HTTPS, DNS, SMTP dan lain-lain. Presentation layer berfungsi untuk menginskripsi dan dekripsi serta enkapsulasi dan dekapsulasi data. Contohnya adalah SSL. Session layer berfungsi untuk mengatur koneksi pengirim dan penerima dalam sesi waktu dan jalur data yang dikirim. Contohnya sesi login habis setelah FK, jadi harus login ulang. Transport layer berfungsi sebagai pengirim data. Contohnya dengan menggunakan protokol TCP atau UDP. Bedanya adalah TCP menjamin semua data sampai tujuan, namun lebih lambat dari UDP. Network layer memberikan IP address sumber dan tujuan serta menentukan rute terbaik. Contohnya adalah router. Data link layer berguna untuk memberikan MAC address sumber dan tujuan, error control, flow control dan lain-lain. Contohnya adalah switch. Physical layer berguna sebagai media dalam mengirim data. Contohnya sebagai kabel LAN atau ethernet. Pada kenyataannya, internet modern tidak berdasarkan pada model OC. Tetapi pada model TCP IP yang lebih sederhana. Namun, model OC masih sering digunakan. Karena dapat membantu memvisualisasikan dan mengkomunikasikan bagaimana jaringan beroperasi. Dan membantu trouble shooting masalah dalam jaringan. Baiklah, sekian materi dari kami. Semoga animasi ini bermanfaat dan dapat membantu kita dalam memahami OSI layer. Sampai jumpa.



