Thumbnail for Azab Allah bagi yang meninggalkan Sholat - Ustadz Khalid bin Walid Lc. by As Safinah

Azab Allah bagi yang meninggalkan Sholat - Ustadz Khalid bin Walid Lc.

As Safinah

9m 10s1,092 words~6 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:20]Sesungguhnya ancaman dan balasan untuk orang yang meninggalkan salat, tidak mau menjaga salatnya, ancamannya juga besar.
[0:20]Sebagaimana balasan untuk orang yang menjaga salat adalah surga, maka balasan untuk orang yang tidak mau menjaga salat adalah neraka.
[0:20]Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan Setelah menyebutkan para nabi yang mulia di dalam surat Maryam, Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian mengatakan setelah para nabi tersebut, datanglah satu kaum.
[0:20]Kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka mereka kelak akan mendapatkan kesesatan dalam hidupnya.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:20]Sesungguhnya ancaman dan balasan untuk orang yang meninggalkan salat, tidak mau menjaga salatnya, ancamannya juga besar. Sebagaimana balasan untuk orang yang menjaga salat adalah surga, maka balasan untuk orang yang tidak mau menjaga salat adalah neraka. Nauzubillah minzalik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan Setelah menyebutkan para nabi yang mulia di dalam surat Maryam, Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian mengatakan setelah para nabi tersebut, datanglah satu kaum. Satu kaum yang datang setelah para nabi. Apa ciri-ciri mereka? Allah Subhanahu Wa Ta'ala katakan, mereka suka menyia-nyiakan salat. Mereka suka meninggalkan salat. Mereka tidak mau memperhatikan salat. Mereka anggap salat ini hanyalah main-main. Mereka anggap salat itu tidak lebih penting daripada gaji dan penghasilannya. Dan mereka lebih mementingkan apa yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka mereka kelak akan mendapatkan kesesatan dalam hidupnya. Mereka akan mendapatkan kesesatan dalam hidupnya tidak tahu arah. Mereka akan mendapatkan kesesatan dalam hidupnya meskipun mungkin gajinya berlimpah, penghasilannya berlimpah tapi tidak ada keberkahan di dalamnya. Mereka tidak akan rasakan keberkahan di dalamnya. Kenapa? Salat mereka tinggalkan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala katakan, Siapa yang mau mengikuti petunjuk hidayahku, maka dia tidak akan tersesat dan dia tidak akan menderita kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tapi siapa yang mau berpaling dari peringatanku? Siapa yang mau berpaling dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Maka baginya kehidupan yang sempit dan dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta, padahal dulu di dunia dia bisa melihat. Tapi di hari kiamat dia dibangkitkan dalam keadaan buta. Maka orang ini mengatakan, Wahai Allah, kenapa Engkau bangkitkan aku dalam keadaan buta sementara dulu di dunia aku bisa melihat? Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan, Demikianlah dahulu telah datang ajakan-ajakan kami, telah datang ayat-ayat, telah kami turunkan ayat-ayat untuk mengajak kita beribadah kepada Allah. Telah diturunkan ayat-ayat untuk mengajak kita salat, telah diturunkan ayat-ayat untuk memberikan ancaman bagi orang yang meninggalkan salat. Kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tapi engkau melupakannya. Maka apa balasannya? maka pada hari ini pun engkau dilupakan. Maka pada hari ini pun engkau dilupakan, jemaah sekalian. Ketika kita meninggalkan Allah, ketika kita tidak mau salat, padahal salat itu adalah bentuk kita ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ketika azan dikumandangkan, ayo kita mendirikan salat, ayo kita menuju kepada kemenangan, kemudian kita lupa dengan Allah, kita tidak mau ingat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kelak balasannya pada hari kiamat Allah juga akan melupakan kita. Allah akan melupakan kita karena kita di dunia melupakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Balasannya al-Jaza min jinsil amal. Balasan sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kalau kita lakukan baik maka kita akan dapatkan baiknya, balasan yang baik. Kalau kita lakukan buruk maka kita akan dapatkan balasan buruknya. Kita meninggalkan salat maka balasannya Allah juga akan meninggalkan kita. Kita menjaga salat, maka balasannya juga Allah akan menjaga kita. Jemaah sekalian yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman di dalam Alquran menceritakan tentang orang-orang kafir yang dilemparkan ke dalam neraka. Setelah mereka dilemparkan ke dalam neraka, Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian bertanya, Wahai penduduk neraka, apa yang menyebabkan kalian dilemparkan ke dalam neraka saqar? Maka mereka menjawab, Mereka mengatakan karena dulu di dunia kami tidak termasuk orang yang menjaga salat. Karena dulu di dunia kami tidak termasuk orang yang suka menjaga salat. Kami lebih pentingkan gaji kami, kami lebih pentingkan penghasilan kami daripada salat, hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Berapa gaji kita? Itu pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mampu memberikan sesuatu yang lebih besar daripada itu. Tapi kadang kita lupa. Allah sudah memberikan gaji kepada kita, Allah sudah memberikan penghasilan kepada kita, lalu kita lupa dengan yang memberikan itu, kita lupa dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang memberikan itu kepada kita semuanya. Bapak Ibu jemaah sekalian yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, persoalan salat ini adalah persoalan yang sangat besar. Persoalan yang pertama kali akan dihisab oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala antara kita sebagai seorang hamba dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, hak Allah yang pertama kali akan dihisab, dihitung nanti pada hari kiamat adalah salat kita. Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah salatnya. Hubungan kita sesama manusia yang pertama kali dihisab adalah persoalan harta, persoalan darah. Kalau ada orang yang menumpahkan darah dengan seenaknya tanpa hak, tanpa cara yang hak. Tapi persoalan antara kita dengan Allah yang pertama kali dihisab, dihitung pada hari kiamat adalah salat. Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, jika salat kita baik, maka amalan-amalan yang lainnya juga akan ikut menjadi baik. Tapi jika salat kita buruk, maka amalan-amalan yang lainnya juga akan ikut menjadi buruk. Karena salat dapat mencegah kita dari perbuatan yang keji dan perbuatan yang buruk. Sesungguhnya salat ini dapat mencegah kita dari sesuatu yang buruk. Kalaupun kita terjatuh, maka dengan salat itu kita akan dibuat bisa kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bisa langsung bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kenapa? Karena kita menjaga salat kita. Jaga salat Bapak Ibu jemaah sekalian. Dunia ini sementara, tidak ada yang tahu kapan kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sementara semuanya. Mungkin kita sudah mendengarkan ada orang yang telah meninggal, sudah, dia sudah pergi, tinggal mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan dan tidak mungkin dia kembali lagi. Seandainya ada manusia yang meninggal kemudian bisa kembali lagi, maka kita bersantai-santai hari ini karena kita yakin kita bisa kembali lagi, tapi itu tidak mungkin. Tidak mungkin jika kita sudah dipanggil oleh Allah, tidak mungkin kita kembali lagi. Tidak mungkin kita kembali lagi. Dan sebelum Allah memanggil kita, maka Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk silakan salat, silakan beribadah, berbuat ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebelum datang waktunya Allah memanggil dan kita tidak bisa untuk menolak hal tersebut. Bahkan jika ada di antara kita yang mampu membangun satu bangunan yang sangat kokoh untuk melindungi dirinya dari malaikat maut, niscaya tidak akan mampu. Kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, meskipun kita berada di dalam di dalam tembok-tembok yang kokoh di dalam di dalam istana-istana yang kokoh untuk melindungi diri kita dari kematian tidak mungkin kematian akan mendatangi kita. Kematian akan mendatangi kita, tidak mungkin mereka bisa menjauh dan lari dari kematian tersebut. Maka sebelum kematian itu datang, salat, sebelum kematian itu datang, beribadah. Sebelum kematian itu datang berbuat ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena pasti akan datang kematian itu. Kita tidak tahu kapan akan datang karena itu merupakan rahasia dari Allah. Karena dia adalah rahasia, maka jangan pernah lalai. Boleh jadi ketika kita lalai tiba-tiba kematian datang. Nauzubillah minzalik. Boleh jadi ketika kita sedang lalai, tidak mau salat, tiba-tiba kematian itu datang kepada kita dan kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi pada waktu itu.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript