Thumbnail for Puasa Bukan Hanya Menahan Makan, Menahan Lisan Dari Ghibah di Era Digital ||  Kamis,19 Februari 2026 by Pro 2 RRI Makassar

Puasa Bukan Hanya Menahan Makan, Menahan Lisan Dari Ghibah di Era Digital || Kamis,19 Februari 2026

Pro 2 RRI Makassar

10m 44s1,053 words~6 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:13]Bulan Ramadan itu mengantarkan kita untuk totalitas menyibukkan diri lahir dan batin.
[0:13]Dan semua orang-orang teman-teman di Pro Dua RRI ini harus menyibukkan untuk rida Allah.
[0:13]Nah, Ustaz kalau tema kita ini puasa bukan hanya menahan makan, menahan lisan dari gibah gitu.
[0:13]Tapi kan biasanya kayak di media sosial banyak di HP gitu kan muncul di media sosial tapi langsung orang komen, komen enggak bagus gitu.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]Hari ini dari santainya ditemani sama ustaz kita untuk hari ini ada Bapak Dr. Nur Daka Sag Sos. semangat ya, enggak hilang. Kamu akan ditemani di.

[0:13]Sore Ustaz. Assalamualaikum. Oh, semangat sekali Ustaz hari ini. Semangat ya Ustaz ya. Hari kedua mungkin ya. Baru hari kedua jadi semangatnya sangat luar biasa besar gitu Ustaz ya. Iya, suaranya agak berat tadi waktu baca khotbah sih. Lumayan sibuk berarti Ustaz ya. Pastinya kalau bulan Ramadan itu Ustaznya sibuk-sibuk semua kayaknya ya. Allah pula. Bulan Ramadan itu mengantarkan kita untuk totalitas menyibukkan diri lahir dan batin. Betul. Dan semua orang-orang teman-teman di Pro Dua RRI ini harus menyibukkan untuk rida Allah. Amin amin amin. Nah, Ustaz kalau tema kita ini puasa bukan hanya menahan makan, menahan lisan dari gibah gitu. Kalau misalnya istilahnya gosip lah Ustaz ya. Tapi kan biasanya kayak di media sosial banyak di HP gitu kan muncul di media sosial tapi langsung orang komen, komen enggak bagus gitu. Apakah itu betul-betul harus kita tahan juga Ustaz atau mungkin deh di HP mungkin orang enggak terlalu serius gitu Ustaz. Bagaimanakah seperti itu? Baik, saya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Subhanallah alhamdulillah. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala sayyidina Muhammad. Teman-teman Pro Dua RRI Kota Makassar, seluruh pemirsa penonton yang ada di seluruh Indonesia. Yes. Makassar. Sore ini menjelang berbuka kita membangun dialektika bersama seperti apa berpuasa dalam konteks digitalisasi hari ini. Iya. Namun saya satu ayat sebagai basic keberangkatan kita dan satu hadis agar kita lebih enak menelaah ke depan seperti apa. Allah subhanahu wa taala berfirman, ya ayyuhalladzina amanu taqullah wa qaulan sadida. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan berkatalah dengan perkataan yang benar, perkataan yang lurus. Yang kedua hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, man billahi akhir falan khairan. Siapa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik. Hendaklah memainkan jemarinya yang baik di dunia nyata. Iya. Kalau tidak mampu bermain lisan yang baik, bermain jari-jemari yang indah di TikTok, di YouTube, Twitter, Facebook dan lain sebagainya. Pilih anda diam. Karena diam itu salah satu ibadah juga untuk kebahagiaan dunia akhirat. Ini sebagai pengantar teman-teman Pro RRI dan pendengar, pemirsa, penonton Radio Republik Indonesia Kota Makassar. Iya. Nah itu jadi kalau misalnya, ee tidak bisa menahan ya Ustaz, mending lebih baik diam gitu ya. Iya, mending lebih baik mungkin tidurlah gitu ya. Lebih beramal Ustaz ya dari pada mungkin kita sembarang dibikin gitu kan setiap setiap harinya. Kalau mungkin kosong ya mending tidur lah atau mungkin ee mengerjakan amalan-amalan saleh seperti mungkin tadarusan kah atau mungkin ee menonton ini mungkin ya, menonton podcast atau ceramah agama. Mendengarkan Pro Dua apalagi ada tanya Pak Ustaz setiap jam 4 nanti bisa ya kan daripada ketak-ketik ketak-ketik gitu. Nah, tapi Pak Ustaz mungkin kalau misalnya bisa di jabarkan gitu seperti apa sih kalau dalam konteks Ramadan seberapa penting menjaga lisan dibanding memang sekedar hanya menahan lapar dan dahaga. Saya berangkat dari teori Sufistik Rabiatul Adawiyah tentang lisan ya. Iya.

[4:17]Bahwa ber Ramadan itu kata Rabiatul Adawiyah, sebagai manifestasi ibadah kepada Sang Khalik Azzawajalla. Melakukan ibadah kata Rabiatul Adawiyah itu bukan dengan hitungan-hitungan material atau melakukan ibadah ingin mendapatkan hadiah. Atau kita pilih diam karena dapat hadiah atau ingin berbicara kebaikan tapi mau dapat hadiah. Betul betul betul. Tapi Rabiatul Adawiyah sebenarnya berbicara atau diam adalah output akhirnya ingin mendapatkan hubu hubullah cintanya Allah. Jadi Rabiatul Adawiyah melakukan ibadah dia cari hanyalah kecintaan Allah. Bukan surganya yang diharapkan semata-mata mencari amaliyah Ramadan seperti tidak banyak bicara atau pilih diam atau katakanlah kita ini konteks kekinian. Iya.

[5:21]Kita juga terlalu dihinabokkan dengan bahasa-bahasa janji beragama dagang. Maksudnya kita cenderung kita bersedekah karena hanya mau dapat balasan. Betul betul betul. Kita baca Quran karena kalau kalau kalkulasi-kalkulasi ini bahkan kita buru Lailatul Qadar karena kita ingin cenderung dapatkan ribuan alfasana. Iya. Tapi kan kalau Rabiatul Adawiyah mendorong umat Islam itu bahwa melakukan ibadah karena dasar kecintaan kita kepada Sang Khalik. Sehingga tidak ada keluh kesah sebenarnya ketika mendengar aduh menjelang berbuka ini kenapa sih rasa haus sih? Heem. Rasa capek ini baru jam 10.00 siang sudah mulai gerah jangan sih. Ketika didasari basic hubullah, maka itu akan hilang secara otomatis. Heeh. Itu mungkin generasi-generasi gen Z ini untuk seperti apa dia memahami selain bahwa makan minum, menahan seksualitas dan menahan gibah. Iya.

[6:26]Karena gibah itu kan salah satu yang bisa membatalkan nilai pahala puasa. Oh, oke. Jadi enggak boleh di Pak Ustaz nih? Iya, membatalkan nilainya Pak. Tapi puasanya sah menurut ahli fikih. Karena standarisasinya puasa itu batal kalau satu. Makan minum. Iya. Makan minum. Makan minum. Dua seksualitas. Tiga melakukan kemurtadan. Oke. Keluar dari agama. Kafir ya? Atau melahirkan atau. Oke. Keluarnya dengan disengaja. Kalau tidak sengaja enggak. Sebagai contoh ada pertanyaan bisa muncul itu. Oke. Kalau tidak sengaja enggak. Sebagai contoh ada pertanyaan bisa muncul itu. Bagaimana kalau kita chat teman tadi di Jakarta atau kata di Amerika misalnya atau di Cina sana. Atau di negara jauh Rusia misalnya. Oke, itu memang sengaja ya.

[7:29]Iya. Iya. Tapi berat itu gibah. Karena hampir menghabiskan amalan puasa kita ya Ustaz ya? Iya, Pak Ustaz. Capek-capek pagi renang enggak gitu. Eh, tiba-tiba ngerumpi atau kita tadi trennya kita. Ada generasi generasi yang tidak main lisan tapi generasi main jari-jari. Jari. Jari. Berarti mana lebih dahsyat gerakan lidah dengan gerakan jari-jemari. Dulu kemarin ada yang bilang mulutmu harimaumu Ustaz. Sekarang jarimu. Harimaumu juga.

[8:04]Luar biasa. Makanya Ustaz ya. Saya karena begini bercanda sama teman-teman mahasiswa bilang jodohmu sekarang bukan di Pante Losari.

[9:32]Iya. Iya ya ya. Jodohmu sekarang ada di TikTok. Iya. Siapa tahu di TikTok. Saya tahu kan ada di situ tapi memang betul bisa jadi ee apa ya? Pedang mata dua kali ya. Bisa saja mungkin untuk kebaikan. Bisa saja mungkin untuk keburukan gitu media sosial. Iya.

[9:52]Jadi ee buat teman-teman semua jangan lupa untuk selalu apa ya? Mawas diri ya Ustaz ya namanya kalau misalnya kita menggunakan media sosial karena ee bisa jadi itu baik untuk kita menambah pahala berpuasa kita atau malah menghancurkan pahala kita gitu teman Pro Dua. Betul. Mendengarkan Pro Dua apalagi ada tanya Pak Ustaz setiap jam 4 nanti bisa ya kan. Daripada ketak-ketik ketak-ketik gitu. Iya.

[10:31]Mungkin di Facebook juga boleh langsung komen-komen atau juga live YouTube-nya kita di Pro Dua RRI Makassar. Pastinya masih bareng Pak Ustaz kita Dokter Nurdin Dakka SAG SH M.Sos.I.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript