[0:00]Jaga diri dan jaga mulut agar hidup tak semraut. Mari bersama.
[0:17]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[0:29]Alhamdulillahilladzi amarna bil akhlakil karimah. Wassalatu wassalamu ala man la nabiya ba'dah. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wa mawalah. Amma ba'du. Dewan hakim yang kami muliakan dan hadirin yang kami banggakan. Kita sungguh bersyukur bahwa semakin hari kita dan para pemimpin kita semakin menyadari. Jika pembangunan apapun hanya akan menyengsarakan kita apabila tidak disertai karakter atau akhlakul karimah. Founding father Indonesia, proklamator kemerdekaan Insinyur Soekarno dengan tegas menyatakan karakter building harus diutamakan jika Indonesia benar-benar ingin menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang maju, bangsa yang terhormat, dan bangsa yang bermartabat. Namun miris hadirin, menurut data BKKBN tahun 2023 terjadi 2,4 juta kasus aborsi di Indonesia per tahun. Dan 700.000 di antaranya dilakukan oleh remaja. Ini hanya secuil fakta tentang degradasi moral anak bangsa. Oleh karena itu hadirin, pada kesempatan yang penuh berkah ini kami akan menyampaikan syarah Al-Qur'an dengan judul: Pendidikan karakter untuk penguatan jati diri bangsa. Sebagai pijakan syarah Al-Qur'an ini, mari kita dengarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an Surah At-Tin ayat 4 sampai 6 sebagai berikut. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
[3:15]Bismillahirrahmanirrahim.
[3:41]Laqad khalaqnal insana fii ahsani taqwim.
[4:17]Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.
[4:45]Illalladzina amanu wa'amilush-shalihati falahum ajrun ghairu mamnun. Hamba berlindung di bawah kuasa Allah dari godaan setan yang terkutuk.
[5:21]Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik. Lalu ia kami kembalikan ke tempat terendah. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Maka bagi mereka pahala yang tidak terputus selamanya. Dewan hakim yang kami muliakan dan hadirin yang kami banggakan. Firman Allah Subhanahu wa ta'ala yang didahului sumpah dalam ayat ini menunjukkan bahwa manusia benar-benar memiliki kelebihan dibanding semua makhluk lainnya. Demikian penjelasan Profesor Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir juz 15 halaman 589. Kemudian dalam tafsir At-Tabari jilid 12 halaman 771 disebutkan kesempurnaan manusia tidak hanya pada fisiknya. Melainkan juga pada akal pikirannya. Akal inilah yang menjadikan manusia dipercaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai khalifah di bumi. Hadirin, membangun manusia berkarakter membutuhkan waktu yang lebih lama daripada membangun sarana dan prasarana. Membangun gedung pencakar langit hanya membutuhkan waktu beberapa bulan dengan teknologi terkini. Tapi membangun manusia berkarakter tidaklah cukup waktu sesingkat itu. Mengapa demikian? Sebab karakter adalah soal hati dan jiwa. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong seseorang melakukan sesuatu dengan mudah tanpa pertimbangan pemikiran atau min ghairi hajatin ila fikri wa rawiyah.
[8:08]Dengan demikian, pendidikan karakter memerlukan penguatan iman yang mendorong seseorang melakukan pembiasaan perbuatan mulia. Hadirin, Profesor Dr. Ki Supriyoko dalam harian Kompas 5 Januari 2019 mengutip pesan Ki Hajar Dewantoro bahwa penguatan kecerdasan harus disertai penguatan karakter.
[8:37]Sebab kecerdasan tanpa karakter hanya akan menghasilkan kesengsaraan. Betul Hadirin? Terima kasih. Hadirin, cobalah kita amati sejumlah peristiwa yang sangat memprihatinkan. Pertama, Indonesia Corruption Watch mencatat jumlah penindakan kasus korupsi pada tahun 2022 sampai 2023 mencapai 579 kasus.
[9:15]Bahkan pada tahun 2024 ini, Polri berhasil membongkar kasus korupsi pertambangan timah yang merugikan negara senilai 271 triliun.
[9:33]Yang dilakukan oleh suami dari artis ternama. Masya Allah, tidak tanggung-tanggung 271 triliun. Dana itu cukup untuk membangun ribuan madrasah, pondok pesantren, dan ribuan rumah untuk guru Al-Qur'an yang sampai hari ini belum memiliki tempat tinggal. Kedua, mata kita terbelalak. Harian Kompas pada tanggal 22 Desember tahun 2023 bahkan mencatat Polri berhasil menangkap anggotanya sendiri Kasat Narkoba Polres Karawang yang mengedarkan 2000 pil ekstasi. Astagfirullahaladzim. Terlalu. Ya Allah, ampunilah kami. Jadikanlah negeri ini negeri yang bernuansa Qur'ani. Min al-khathaya.
[11:01]Melalui mimbar ini kami mengusulkan, wahai wakil-wakil kami di DPR yang terhormat, mohon segera dibuatkan undang-undang hukuman mati untuk siapapun yang mengonsumsi dan mengedarkan narkoba. Setuju? Terima kasih. Hadirin, di tengah-tengah kita banyak orang-orang yang berpendidikan tinggi. Tapi karena miskin karakter, maka kepintarannya justru digunakan untuk mengeruk kekayaan negeri. Bahkan ada orang yang selama ini kita kagumi, tiba-tiba tertangkap KPK karena kasus korupsi. Hadirin, kita amat membutuhkan generasi yang cerdas sekaligus beriman dan berkarakter. Dalam hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surah Luqman ayat 17 sampai 18 sebagai berikut. Ya bunayya aqimis-salata wa'mur bil-ma'rufi wanha anil-munkar.
[12:36]Wa'mur bil-ma'rufi wanha anil-munkari wasbir ala ma asabak.
[13:26]Walatu tu sa'ir khaddaka lin-nasi walatamshi fil-ardi maraha.
[13:54]Innallaha la yuhibbu kulla mukhtalin fakhur.
[14:36]Sadaqallahulazim. Wahai anakku, tegakkanlah shalat dan suruhlah berbuat yang makruf dan cegahlah dari yang mungkar. Serta bersabarlah atas apa yang menimpamu. Sungguh pada yang demikian itu termasuk urusan yang diutamakan. Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
[15:53]Dewan hakim yang mulia dan hadirin yang berbahagia. Ayat ini berisi pesan-pesan Luqmanul Hakim kepada anaknya agar tidak hanya berkarakter, tapi juga memperbaiki karakter masyarakat melalui amar makruf nahi mungkar serta menghadapi tantangan dengan tegar. Demikian penjelasan dalam tafsir Al-Qurtubi jilid 14 halaman 68. Karakter yang demikianlah yang ingin kita wujudkan sebagai jati diri bangsa. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Akmalul mu'minina imanan ahsanuhum khuluqo. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya. Hadis riwayat At-Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu. Maka, pendidikan karakter bisa kita lakukan melalui pendidikan formal dan informal, termasuk di dalamnya pengajaran nilai-nilai Al-Qur'an. Hadirin, Ziggler, penulis dan novel Amerika yang terkenal menyatakan, ability can take you to the top, but it takes character to keep you there. Artinya, kemampuan dapat membawa Anda ke puncak. Namun dibutuhkan karakter untuk membuat Anda tetap berada di sana. Hadirin, satu pantun dari kami. Kerja lembur di depan komputer, ditemani terang bulan rasa pandan. Agar generasi muda berkarakter, pegang teguh ayat-ayat Al-Qur'an. Dewan hakim dan hadirin yang berbahagia. Dari uraian tersebut dapat kami ambil kesimpulan sebagai berikut. Pertama, masa depan bangsa ditentukan oleh generasi yang berkarakter. Kedua, untuk membentuk karakter bisa kita lakukan melalui jalur pendidikan informal, non-formal maupun formal. Sebagai penutup, kami mengajak dewan hakim yang terhormat dan hadirin untuk bershalawat bersama. Jaga akhlak dalam hidup agar masa depan tak karut. Jaga diri dan jaga mulut agar hidup tak semraut. Mari bersama. Shallallahu Wassalama ala Nabi sayyidina Muhammadin wa alihi wasahbihi ajma'ina. Demikian syarah Al-Qur'an yang dapat kami sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Akhirul kalam, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



