Thumbnail for Kekuatan Perempuan (Official Khotbah Philip Mantofa) by Philip Mantofa

Kekuatan Perempuan (Official Khotbah Philip Mantofa)

Philip Mantofa

28m 8s3,261 words~17 min read
Auto-Generated

[0:00]Saya ajak kita semua berdoa. Tuhan Yesus, sekali lagi kami minta tuntunan-Mu. Roh Kudus, bimbing kami dan sembunyikan hamba di balik salib-Mu. Berkati kaum Hawa yang sudah kau tebus dengan darah yang mahal. Ya Tuhan, perempuan yang takut akan Tuhan tak ternilai harganya. Biarkan Tuhan Yesus menyatakan hal ini lewat sermon atau lewat khotbah yang hamba berikan. Dan biarkan kami para laki-laki juga semakin menyadari value nilai seorang wanita yang takut akan Tuhan. Sembunyikan hamba di balik salib dalam nama Yesus. Amin. Saya tergerak untuk menyampaikan sebuah pesan sederhana yang saya beri judul kekuatan perempuan. Boleh dikatakan sebagai sebuah seri tentang The, tentang Godly Women atau wanita-wanita yang takut akan Tuhan. Wanita-wanita yang diberkati. Lalu kita harus menemukan terlebih dahulu kekuatan kita masing-masing apa, termasuk kaum Hawa. Hawa yang sudah ditebus bukan yang jatuh dalam dosa itu. Hawa yang telah dibeli kembali. Tahukah para wanita, Anda sekalipun diciptakan dalam gambaran rupa Allah. Anda beda dengan kami laki-laki. Dan setiap perempuan itu, sekalipun laki-laki maupun perempuan sudah pernah jatuh dalam dosa, sudah dibeli kembali. Jadi kekuatan orisinil yang Tuhan taruh pada Adam dan Hawa itu enggak hilang, malah di-highlight karena darah Yesus. Yang diampuni itu dosanya, kegagalannya, keruntuhannya. Ya, kekurangannya, kelemahannya, tetapi kelebihannya justru menjadi-jadi. Tuhan mati untuk menebus dosa kita. Tapi Tuhan tidak menghapuskan gambaran rupa Allah semula. Tuhan enggak pernah menyesali ciptaan-Nya perdana. Apa yang baik itu yang Tuhan taruh di Taman Eden masih ada dalam dirimu, kekuatan perempuan. Wanita itu berpengaruh, betul. Wanita diciptakan sebagai kaum yang lebih lemah. Alkitab pun mengatakannya di Perjanjian Baru, tapi bukan diskriminasi terhadap wanita. Lebih lemah di situ maksudnya secara fisik. Perempuan juga punya batasan. Laki-laki juga bisa. Kalau kita mau bicara soal kelemahan kekurangan atau keterbatasan, laki-perempuan sama saja. Sehebat-hebat pria, enggak bisa mengandung bayi dia. Laki-laki biasanya kalau pegang sesuatu yang panas itu cepat sekali, tapi ternyata perempuan itu lebih tahan sakit ya. Mana panas diangkatkan, apalagi kalau cinta kasih Ibu kepada anaknya. Wah, panas pun tidak terasa seberapa. Tapi kalau papa pegang dikit yang panas sudah langsung lepas tangan. Makanya itu yang hamil itu perempuan, yang mengandung dan yang melahirkan itu wanita. Kalau laki-laki pasti mati ketika bersalin, enggak akan kuat tuh sekalipun pria tubuhnya lebih ketar, ototnya lebih bisa. Lebih tinggi biasanya juga lebih gede tulangnya, lebih tough lah ya. Tapi kelihatannya Tuhan meletakkan kekuatan yang berbeda pada seorang wanita. Yang disebut kaum lebih lemah itu hanyalah fisiknya. Justru kalau semut itu kecil, gimana dia lawan gajah? Semut harus tahu kekuatannya. Semut itu gigitannya luar biasa. Gajah tidak menggigit. Karena itu kalau kita, kalau seorang wanita diciptakan sebagai kaum yang lebih lemah secara fisik, kenalilah kekuatanmu secara emosi. Siapa bilang secara perasaan, apalagi secara rohani, Anda lebih lemah dari laki-laki? Enggak loh ya. Malah justru bisa-bisa secara bakat karunia tertentu Anda melebihi kami kaum Adam ini. Justru kalau disebut kaum lebih lemah, temukan kekuatanmu, hai perempuan. Kekuatan yang dari Taman Eden. Dan kekuatan yang dibeli baru. Kekuatan yang ditebus di Kalvari, dan kekuatan yang dari zaman kejadian. Kalau Anda menemukan ini, niscaya hidupmu tak akan pernah sama lagi. Kekuatan perempuan, buka bersama dengan saya satu figur kita pelajari hari ini, tiada duanya, Ratu Ester. Buka Ester pasal 5 ayat pertama. Ini cerita langsung aja lompat di episode berikutnya yaitu Ester menghadap raja. Ya, kita tahu background story-nya, jaga-jaga kalau tidak semuanya membaca Alkitab atau belum cukup banyak pembacaannya. Atau sudah lupa apa yang dia baca, Ester ini cerita bagaimana Tuhan memakai seorang perempuan untuk menyelamatkan satu bangsa sehingga tidak punah. Bangsa Yahudi itu mau dihabisi. Tapi Tuhan pakai seorang lakon. Lakon itu bukan seorang hero tapi heroin. Lakon itu seorang perempuan. Kok Tuhan pilih bukan laki-laki ya untuk menjadi pion-nya atau ujung tombak? Enggak tahu, itu kedaulatan. Tapi kalau saya pelajari secara manusianya, ada banyak kriteria pada Ester yang enggak bisa ditemukan pada pria. Dia punya pengaruh, kelemah lembutannya itu kekuatan. Saya rasa, saya yakin, raja tidak akan tergerak kalau itu laki-laki yang berbicara kepada dia, termasuk jikalau putra mahkota. Tapi kalau ini sang ratu, ada sesuatu dengan kelembutan wanita. Bukan dipakai untuk sedius atau untuk menjatuhkan seorang pria, tapi dipakai untuk agenda-agenda kebenaran dan keadilan. Makanya Tuhan memilih seorang perempuan. He chose His daughter instead of His son to carry out this task untuk menjalankan tugas. Untuk menyelesaikan misi yang berbahaya ini, dia pilih perempuan. Saya harap waktu Anda melihat ini, Anda melihat hubungan Anda dengan Tuhan. Sebagai putri kerajaan Allah, Anda punya advantage atau kelebihan. Dan saya harap juga ketika Anda membaca ini, Anda juga melihat hubunganmu dengan sesama, baik dalam keluarga, tempat kerja, dalam pelayanan. Anda bisa menemukan your power, oh ladies. Ya, dear wanita, Anda bisa menemukan kekuatan Anda di mana. Ayat pertama pada hari yang ketiga, Ester mengenakan pakaian ratu. Lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana berhadapan dengan pintu istana itu. Berhenti di situ. Ayat 1 pada hari yang ketiga. Kenapa hari yang ketiga? Ini ada ceritanya di pasal 4 sebelumnya, bahkan berapa ayat di atas. Ester dan seluruh bangsa Yahudi atas perintah ratu harus berpuasa tanpa makan, tanpa minum 3 hari dan 3 malam lamanya. Ester ini tidak bonek gitu lah ya kalau penggemar sepak bola di Surabaya. Bondonekat katanya atau bermodal berani saja. Jangan hanya sekadar ambisius, atau yang penting maju dulu gegabah. Kekuatan seorang perempuan terletak pada persiapannya. Catat itu. Persiapan hati terlebih dulu. Ester mempersiapkan hatinya kalau aku terpaksa mati aku mati. Hari itu dia tahu dia sedang menjalankan sebuah misi yang merisikokan nyawanya. Ada sebuah peraturan yang tidak bisa diputar balikkan. Siapapun termasuk sang ratu tidak boleh masuk ke tempat kerja atau di tahta pengadilan sang raja. Siapa berani masuk ke situ harus dibunuh. Jadi sudah peraturan dari sananya di dalam kerajaan itu sudah menjadi undang-undang dasar, sudah menjadi hukum yang tertulis. Jadi Ester tahu kalau dia tiba-tiba tampil tanpa undangan formal, dia pasti mengakhiri nyawanya. Tapi dia beranikan diri risikokan nyawanya. Dia berkata, kalau terpaksa aku mati untuk bangsaku, biarkan aku mati. Dan saya yakin 90% dia yakin dia akan mati. Karena hukum enggak bisa diubah. Apalagi itu zaman perang ya. Raja itu banyak yang mau bunuh.

[8:30]Jadi kalau orang tiba-tiba muncul di tahtanya, itu pasti sang bodyguard sebelum raja berkata, hentikan, sudah pasti membunuh dia. Itu semua tangan cepat. Semua tentara kopasus raja itu bukan main-main. Itu orang yang bisa menembak tanpa melihat ceritanya. Itu orang yang bisa main pedang tanpa harus mikir dua kali, sebelum otaknya surut, tangannya sudah ke sana dulu. Anda kata raja sayang sama dia pun, pasti enggak ada waktu. Pasti dia terbunuh. Dia tahu itu. Tapi Ester tidak peduli. Dia tahu ini misi Ilahi. Tapi dia bukan hanya sekadar yang penting kersera-sera whatever will be, will be. Dengan penuh persiapan dia. Dia puasa 3 hari 3 malam dan suruh semua bangsanya ikut puasa sama dia. Dia ada persiapan rohani. Apapun dalam hidupmu, hai wanita, jangan asal-asalan. Perempuan itu diciptakan penuh dengan perhitungan, bukan perhitungan dengan Tuhan atau perhitungan dengan orang tuanya, perhitungan dengan sesama bukan ya? Maksudnya hitung-hitungannya jalan. Buktinya laki-laki kalau mau pindah, contohnya dia dapat kerja baru nih di kota lain, dia dengan gampang aja berkata, ya, asal gajinya bertambah. Biasanya mama atau sang istri yang di rumah yang akan berpikir detail-detailnya dan berkata, tunggu dulu Papa. Anakmu gimana sekolahnya? Teman-temannya sudah akrab nih. Dia sudah keluar dari pergaulan buruk ya kan? Lalu sekarang di sekolah ini, sekolah baru apalagi di sini ada gereja kita. Kita sudah cocok di sini. Bagaimana nanti di tempat baru? Gimana dia adaptasi? Jangan-jangan nanti dia depresi lagi. Itu mama yang memikirkan. Perempuan itu kalkulatornya jalan. Laki-laki biasanya lebih gegabah. Laki-laki cenderungnya berpikiran gambar besar. Wanita pada detail-detailnya. Itulah sebabnya Ratu Ester ini yang dipilih oleh Tuhan. Karena nanti untuk memenangkan peperangan ini, jalan tikus bukan jalan raya. Wanita, ingatlah kalau Anda mau melihat berkat Tuhan, kenakan kekuatanmu. Jangan asal-asalan, sebab kekuatanmu terletak pada persiapan hati. Persiapan rohani. Minta sama Tuhan roh doa syafaat, puasa dulu. Jadi powerhouse-nya suami. Bukan jadi pemain kedua loh ya, bukan. Powerhouse-nya. Dua-dua harus berdoa supaya jangan suami istri itu enggak kompak. Malah justru kompak dalam perkara salah seperti Ananias Safira, dua-dua nanti dihukum sama Yesus Kristus. Tapi perempuan dan laki-laki sekalipun suami istri harus sama-sama berdoa, terlebih lagi sang wanita. Karena wanita itu kekuatannya pada persiapan. Itulah kekuatan perempuan. Siapkan hatimu. Kalau Anda mau menikah nih ceritanya laki-laki, Anda dengan, kalau ada yang bujangan nih yang perempuan. Jangan asal-asalan persiapan. Ingat suatu hari Anda bukanlah saja istri seseorang. Anda juga akan menjadi mama anak-anaknya.

[12:31]Anak-anak. Anda akan menjadi ibunya anak-anak suamimu. Coba bayangkan. Betapa Anda harus mempersiapkan diri bukan sebagai kelas dua, tapi menjadi powerhouse sebuah pernikahan. Persiapannya itu pada dirimu. Detail-detail itu di tangan wanita yang memikirkan yang memikir satu persatu. Karena itu jangan bodoh kalau yang bujangan. Jangan mau diajak jatuh dalam dosa seksual. Berpikirlah dengan jernih. Tapi kalau yang sudah menikah, dalam karier segala, Anda tahu enggak kekuatan perempuan itu pada persiapan? Persiapkan hatimu. Apapun yang Anda lakukan itu persiapkan 1.100%, jangan 100% saja. Persiapkan sungguh-sungguh. Ester hari itu tahu dia akan mati. Memang akhirnya plot twist-nya begini, enggak jadi, enggak jadi dibunuh. Malah dia berhasil dalam misi. Musuh orang Yahudi digantung hidup-hidup gara-gara Ester. Seluruh Israel ada hari ini gara-gara dia ketaatan dan detail pikirannya. Karena mulus caranya dan dia mengerti kekuatannya. Tuhan memakai semua kualifikasi itu, kriteria kelebihannya. Untuk menyelamatkan bangsa pilihan. Tanpa Ester, hari ini enggak ada namanya ras Yahudi. Semua akan punah, mati, anihilasi namanya. Annihilation is the erase to erase or menghapuskan sebuah ras, itu anihilasi namanya. Gara-gara Ester tidak jadi, malah Haman, musuh Tuhan, dia mati dihukum raja. Nah, kekuatan Ester hari itu di mana? Dia tahu sekalipun dia bisa aja mudah hilang nyawa. Malah justru mukjizat kalau dia luput dari hukuman mati. Tapi dia tahu dia mau mati nih. Dia berpakaian ratu setelah hari ketiga. Setelah dia puasa, lalu dia tahu puasa selesai. Dia makan dulu supaya kuat tubuh. Dia sudah buka puasa ceritanya. Sudah raup wajahnya. Jangan kusut datang ke hadirat raja. Dia datang dengan berani namun bukan berarti tanpa persiapan. Dia mempersiapkan diri. Dia mengenakan pakaian ratu. Kata mengenakan pakaian ratu situ kemungkinan besar adalah mengenakan pakaian ratu favorit raja. Kalau raja lihat itu, ingat memori mereka waktu kencan dulu. Dating kali. Itu adalah pakaian atau gaun ratu yang raja paling suka. Mama, mama kalau pakai itu, Papa suka deh. Ya kan? Dia pakai make up. Seorang wanita juga sama, sekalipun kalau ada yang kena kanker, kita doakan supaya sembuh ya. Tapi sebelum sembuh jikalau masih menunggu kesembuhan Ilahi itu tiba, tetaplah berdandan bukan untuk showkan ke orang. Tetaplah rawat tubuh dan badan. Mau sakit kek, mau sedih. Tetap rawat badannya. Bukan make up berlebihan atau pakaian-pakaian, pakai pakaian yang mahal-mahal. Relatif bagus itu. Mahal kalau taste-nya kurang, kalau seleranya buruk, mau beli baju ratusan juta pun percuma. Karena itu bicara soal mencocokkan warna. Make up enggak berlebihan. Saya ini bukan enggak ngerti dunia wanita, tapi saya biarkan bicara dari Ilham sekarang. Biarkan saya bicara dengan tuntunan. Ya kan? Anda mau make up salah, pakai bahan yang mahal juga percuma, kalau ketebalan. Atau kurang atau gimana, saya enggak ngerti. Tapi Anda harus put effort. Perhatikan tubuhmu. Ester kira dia mati, tetap dia berpakaian ratu. Dia tetap berdandan, rambutnya. Wajahnya, pakaiannya. Kalau aku mati hari ini, terpaksa aku harus dibunuh, ya sudah. Tapi aku tidak mau hidup sia-sia. Aku enggak mau setengah mati, lebih baik mati beneran daripada setengah-setengah. Banyak orang itu begitu, sudah putus asa sama hidup, sudah tidak lagi menjaga badannya, tidak lagi menjaga tubuhnya, tidak berdandan. Apa yang memuliakan Tuhan dan menghargai hidup sendiri, sudah asal-asalan. Ngapain setengah mati? Kalau mati, ya mati beneran. Kalau sudah waktunya, ya waktunya tiba. Tapi sebelum itu, sekalipun hari terakhir kita hidup. Sekalipun perempuan itu divonis tinggal 3 bulan. Pastikan 3 bulan itu 90 hari. Setiap hari itu kenakan pakaian ratu. Bicara tentang inner beauty dulu, bicara tentang kecantikan batiniah. Tapi kalau dirimu cantik di dalam batinmu, pasti Anda menghargai tubuhmu. Pasti Anda akan menghargai waktu. Pasti Anda akan mendandani dirimu. Jangan berkata, ya sudahlah, aku putus asa. Sudah biar begini aja. Muliakan Tuhan dengan tubuhmu. Saya enggak ajarkan kita untuk atau wanita untuk berlebihan ya dalam mendandani diri dengan berkepang-kepang dan jewelry. Bukan. You don't do it to show off to people, tidak melakukan itu untuk show off ke orang lain. Tapi Anda lakukan itu untuk menghargai tubuhmu dan memuliakan Tuhan serta bersyukur. Ini Ester di ayat 1. Pada hari yang ketiga, setelah setelah dia raup wajah, Ester mengenakan pakaian ratu sebelum ketemu sama raja. Pakaian ratu, pakaian favorit raja yang terkenang nostalgia 1001 memori indah dengan sang ratu kesayangannya yang menggantikan Wasti yang tidak menghargai. Perempuan, kekuatanmu pada persiapan. Whatever you do, karier kek, punya anak. Apapun juga, dengan keluarga, melayani mereka, menuntun seorang anggota keluarga untuk kenal Kristus. Ingat-ingat, preparation, preparation, preparation, preparation makes perfect. Practice makes perfect. Latihan membuat kita sempurna. Persiapan membuat kita indah khususnya bagi perempuan. Ya. Apa yang Anda mau capai dalam hidup ini? Prepare yourself. Siapkan hatimu dulu. Siapkan attitude atau sikap hati yang berkenan. Kecantikan batiniah itu melebihi dandanan luar. Ya kan? Wanita yang positively bibirnya. Cara pandangnya itu loh optimis, bukan pesimis. Enggak enak loh, ngomong sama seorang yang cakep atau cantik luar biasa seperti level Miss Universe, tetapi kalau setiap kali buka bicara, kalau setiap kali dia buka mulutnya angkat bicara, selalu negatif, negatif, negatif, negatif melulu. Tiba-tiba di-corting kecantikannya, sekalipun luarnya dia indah. Setengah jam sama orang begitu, sudah enggak kepingin ngobrol sama orang itu, sudah rasa sick atau sudah rasa muak. You see, you can be more beautiful because of your attitude and you can be much less beautiful because of your negative attitude. Karena sikap hatimu yang benar, Anda bisa jauh lebih cantik daripada aslinya. Tapi karena attitude sikap hati yang salah, Anda bisa tidak secantik asliimu. Biarkan kalau dia adalah bunga sekolah. Ya kan? Zaman dulu dia itulah kembang di sekolahnya. Wah, semua cowok kejar dia. Lihat ya, nanti kalau dia enggak happy ya. Apalagi kalau sikap hatinya salah, dia memilih kepahitan. 20 tahun kemudian atau 10 tahun deh, Anda ketemu lagi. Kok enggak secantik dulu ya? Tapi ada yang biasa-biasa, tapi menyenangkan sekali jiwanya. Lihat ya, setelah 10 tahun lagi Anda reuni, lihat, cantik bener dia. Ternyata kecantikan itu juga dari dalam. Pakaian ratu itu menunjukkan bahwa Ester menghargai badannya sekalipun dia kira hari itu dia akan jadi mayat. Itu kekuatan perempuan. Bedanya laki dan perempuan sini. Cowok kalau pergi sama-sama ramai-ramai gitu ceritanya, apalagi kalau mau olahraga segalanya, enggak masalah lah, enggak sisiran. Tapi sekali ada cewek datang, wah semua berdandan. Mulai begini-beginikan rambutnya gitu kalau lihat anak-anak muda, lucu sekali kadang-kadang. Saya baca gerak-gerik tubuh mereka. Tapi kalau cewek, ya kan, wanita pergi sama-sama ke mana-mana. Siang-siang itu makan bersama-sama Ladies Ladies tea gitu ya. Enggak ada cowoknya. Tapi mereka berdandan sungguh-sungguh karena wanita biasanya enggak berdandan buat laki-laki. Wanita berdandan bagi untuk dirinya. Saya ngomong begini untuk mengingatkan pakaian ratu itu bukanlah pakaiannya, tapi sebuah keputusan hidup untuk mempersiapkan dirinya, menampilkan terbaik. Mempersiapkan dirinya untuk menjadi yang terbaik. Itulah kekuatan perempuan. Allah sudah ciptakan pada Hawa, ditebus lagi lewat Kalvari. Lalu ayat dua. Ketika raja melihat Ester sang ratu berdiri di pelataran. Itu raja kelihatan nih. Wah, bahaya nih. Ini sudah mengerikan sekali menurut saya. Ini sudah kalau ada drum di sini sudah, sudah begitu. Ketika raja melihat Ester sang ratu berdiri di pelataran, fuh, gara-gara puasa kan, berkenanlah raja kepadanya. Untung, untung, untung. Lebih tepatnya puji Tuhan. Sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, diulurkan begini. Lalu mendekatlah Ester. Baca sekali lagi, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. Harusnya kalau saya jadi Ester, saya sudah panik. Ini mau dibunuh semua termasuk keluargaku. Sekali ada keluar titah raja dihasut oleh Haman, musuh bangsa Israel waktu itu. Kalau sampai raja memberikan signet ring atau memberikan cincin metrainya, matilah, enggak bisa ditarik kembali, raja pun enggak bisa batalkan undang-undang. Dan pada saat itu, Ester harusnya sudah masuk dalam kepanikan. Bukan hanya keluarganya, Mordekai pamannya sudah memperingatkan dia. Kalau kamu enggak mau, pertolongan datang dari tempat lain. Jangan kira kamu di istana, kamu pun akan mati. Dia pasti akan mati. Aduh, dia pasti sudah panik sekali. Nah, Ester pada waktu masuk, untung kan? Puji Tuhan, dia enggak jadi dibunuh, berkenanlah raja. Lalu raja mengulurkan tongkatnya. Tongkat itu otoritasnya. Dengan tongkat itu dia menghakimi bangsanya. Dengan tongkat itu dia memerintah negeri. Diulurkan tongkat itu. Tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester. Lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. Dia enggak berlebihan, lalu dipeluk tongkatnya. Tolong, Raja, tolong, Raja, tolong, Raja. Dan gegabah. Atau dia bahkan ingini tongkat emas yang diulurkan kepadanya. Matanya tidak mata duitan. Dan ketika Ester mendapatkan uluran tongkat itu yang artinya jangan diapa-apakan sang ratu. Dia boleh masuk kepadaku, kepada ruangan ini untuk menghadap aku. Ester menyentuh ujung tongkat itu. Dengan kata lain, Ester menyentuhnya lembut-lembut. Dari sini saya bisa lihat dan baca karakter Ester. Hari-hari ini juga ada yang namanya secara profesional ini adalah ilmu atau science untuk membaca sidik jari, tanda tangan. Bisa memberikan semacam diagnosa personality atau kepribadian anak-anak kita. Kalau kita baca Alkitab seperti ini, saya baca sekilas bisa menebak sifat Ester itu seperti apa. Hingga kita bisa belajar kekuatan perempuan. Mendekatlah Ester, waktu digituin, dia mendekat. Dia bukan wanita trauma. Dalam keadaan panik, harusnya diulurkan tongkat, dia sudah begitu. Dia menghindar. Dikira mau dipentung kali. Enggak. Wanita kalau mau diurapi oleh Allah, Anda harus move on dari segala trauma. Harus memutuskan untuk berhenti traumatis. Apa bisa, Pastor? Take charge, take ownership, belajar bertanggung jawab atas perasaanmu. Dan katakan di dalam nama Yesus, aku tutup buku. Semua trauma itu, kalau ada sisa-sisa pengampunan yang masih defisit, aku ampuni. Aku ampuni dengan iman. Toh pengampunan bukan dari saya. Pengampunan itu hanya mengalir melalui diriku. Aku mengampuni karena Yesus sudah mengampuni aku lebih dulu. Anda harus move on, harus berhenti trauma dan berkata, trauma, diam. Aku sudah selesai dengan engkau. Gerak-gerik Ester akan menentukan dia berhasil atau tidak. Dia bukan traumatis, tapi dia mendekat. Dan ketika dia mendekat, dia jamah gently atau dengan lembut saja, enggak berlebihan. Dari sini saya juga bisa melihat dan membaca, bahwa Ester itu orang yang bisa bersyukur untuk yang sedikit. Kalau saya jadi Ester, mungkin bisa saja, kalau kita jadi Ester, bisa saja kita panik. Ketika diulurkan tongkat, langsung angkat bicara, Raja, Raja, tolong, tolong, SOS, SOS. Help, help. Keluargaku mau dibunuh. Aku mau dibunuh. Seluruh bangsa Yahudi mau dibunuh. Help, help, enggak, enggak. Slowly, step by step, heart to heart. Selangkah demi selangkah, Saudara, sehati demi sehati. Dia bertindak bukan sebagai seorang yang ketakutan atau gegabah. Ester ini bijaksana, selangkah demi selangkah. Dia hati-hati membawa diri. Saya suka bahasa Indonesianya hati-hati itu dalam bahasa Inggris careful. Saya enggak suka bahasa Chinese-nya Xiaoxin. Xiao itu kecil, Sin itu, Sin itu juga kecil. Sorry, kecil itu. Sin itu hati, Xiaoxin itu artinya hati-hati. Yang arti harafiah dari dua huruf itu adalah berhati kecil. Saya enggak suka. Careful juga okelah ya. Bahasa Indonesia paling bagus. Hati-hati. Bukan berarti jadi pecundang. Pakai hati tapi dua hati. Double hati. Ya kan? Jangan gegabah, jangan takut juga. Hatimu pas-pasan aja. Semua indah pada waktunya. Kalau sekarang pertolongan Tuhan masih sedikit, bersyukurlah. Belajarlah bersabar. Jamah pelan-pelan. Jangan langsung ketika diulurkan tongkat, dikasih hati minta rempelah. Langsung ngomong apa adanya dan sebarkan isi hatinya, beberkan mentah-mentah. Bodohlah orang yang membeberkan kekesalan kekesalan hatinya seketika itu juga. Ester enggak langsung bocor mulut dan berkata, Raja, Raja, tolong hamba, tolong kami, kami dalam bahaya. No. Ester jamah ujung tongkatnya.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript