[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Hendriansah, saya dari kelas 9G. Di sini saya akan menjelaskan isi PPT tentang pewarisan sifat dan bioteknologi.
[0:13]Pertama-tama tentang bioteknologi dibedakan menjadi dua, yaitu tradisional dan modern. Tradisional, pemanfaatan dalam bidang bahan makanan merupakan proses fermentasi terjadi pada bakteri dan ragi.
[0:27]Bakteri seperti pembuatan keju, pembuatan yogurt, pembuatan mentega, ragi seperti pembuatan roti, pembuatan tempe, pembuatan tapai.
[0:39]Modern, menggunakan menggunakan metode pengolahan DNA terjadi pada bakteri, tumbuhan, dan hewan.
[0:48]Bakteri dengan cara plasmin rekombinan, tumbuhan dengan cara kultur sel, hewan dengan cara transplantasi nukleus. Memiliki aplikasi praktis di kehidupan manusia dan dampak negatif di kehidupan manusia.
[1:04]Oke, kita lanjut ke pengertian bioteknologi. Upaya pemanfaatan makhluk hidup dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah untuk menghasilkan produk atau jasa yang berguna bagi manusia.
[1:17]Macam-macam bioteknologi ada tradisional dan modern.
[1:23]Produk bioteknologi tradisional ada pembuatan keju, pembuatan yogurt, pembuatan mentega, pembuatan roti, pembuatan tempe, dan juga pembuatan tapai.
[1:36]Pembuatan keju. Dalam pembuatan keju, kelompok bakteri yang dipergunakan adalah bakteri asam laktat. Bakteri ini berfungsi memfermentasi laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Bakteri asam laktat yang biasa digunakan adalah genus Lactobacillus dan Streptococcus.
[1:54]Saya tidak bisa membacanya. Lanjut kita ke ke langkah-langkah pembuatan keju.
[2:03]Susu terlebih dahulu dipanaskan hingga 90° Celsius atau dipasteurisasi sebelum kultur bakteri asam laktat diinokulasi (ditanam). Akibat aktivitas bakteri, pH menjadi turun dan mengakibatkan susu terpisah menjadi dadih padat.
[2:26]Kemudian, enzim renin dari lambung sapi muda ditambahkan untuk menggumpalkan dadih. Dadih yang terbentuk dipanaskan pada suhu 34-42°C sambil ditambahkan garam.
[2:43]Setelah itu, dadih ditekan untuk membuang air dan disimpan agar matang.
[2:54]Terus, dadih yang terbentuk ketika proses pembuatan keju dan juga proses penyimpanan keju untuk menambah cita rasa.
[3:05]Terus, sekarang ke pembuatan yogurt. Yogurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
[3:15]Ada itu ya, bakteri itu. Sorry, saya tidak bisa membacanya.
[3:21]Terus kita ke Yogurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol dari kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri.
[3:35]Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat.
[3:56]Oke, kita lanjut.
[4:01]Sekarang ada susu merupakan bahan dasar pembuatan yogurt, yogurt yang telah dikemas tersedia dalam berbagai varian rasa.
[4:11]Terus, sekarang ke pembuatan mentega. Dalam pembuatan mentega, mikroorganisme yang digunakan adalah Streptococcus lactis dan Leuconostoc cremoris yang membantu proses pengasaman.
[4:21]Setelah itu, susu ditambah dengan cita rasa tertentu, kemudian lemak mentega dipisahkan. Pengadukan lemak mentega menghasilkan mentega yang siap disantap.
[4:36]Terus, kita ke ada Pembuatan mentega, proses pembuatan mentega.
[4:49]Sekarang ke pembuatan roti. Pada pembuatan roti, biji-bijian serelia dipecah dahulu untuk dijadikan tepung terigu.
[4:58]Terigu ditambahkan air untuk mengaktifkan enzim-enzim, misalnya amilase. Amilase kemudian menghidrolisis tepung menjadi maltosa, kemudian menjadi glukosa. Setelah ditambahkan Khamir, Saccharomyces cerevisiae.
[5:21]Ada juga gandum yang diubah menjadi tepung sebagai bahan dasar pembuatan roti. Proses, ada juga proses pembuatan roti.
[5:32]Sekarang ke pembuatan tempe. Tempe dibuat dengan cara memfermentasikan kedelai yang telah dihilangkan kulitnya dengan jamur.
[5:41]Mislium jamur akan mengikat keping-keping biji kedelai membentuk produk seperti roti. Jamur yang digunakan untuk fermentasi tempe ada itu ya. Kita lanjut ke tempe.
[6:01]Proses pembuatan tempe. Sekarang ke pembuatan tapai. Tapai atau tape adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi.
[6:21]Di Indonesia dan negara-negara tetangganya, substrat ini biasanya berupa ubi singkong dan beras ketan.
[6:36]Ragi untuk fermentasi tape merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur), seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopis bulgaris, dan Pediococcus sp.
[6:51]Pembuatan tapai. Tapai yang terbuat dari singkong.
[6:56]Kita lanjut ke contoh lain produk bioteknologi tradisional. Ada kecap, kecap bahan dasarnya yaitu kedelai dan juga bakterinya saya tidak bisa menyebutkan ya, karena tidak bisa.
[7:10]Oncom ada bahan dasar, bungkil tahu, kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu. Oke, kita lanjut saja. Sekarang ke bioteknologi modern.
[7:23]Bioteknologi modern, fenotip dikode DNA, semua makhluk hidup tersusun atas DNA. Terus, rekayasa genetik.
[7:37]Ini ya fotonya ya. Terus kita ke Produk rekayasa genetik tumbuhan. Dengan rekayasa genetika, tumbuhan dapat digunakan untuk memproduksi antibodi mamalia, vaksin, hormon, enzim, berbagai macam agen terapeutik.
[7:58]Terus kita lanjut ke Manfaat, bahaya dan pencegahan bioteknologi. Manfaat bioteknologi.
[8:05]Satu, penghasil bahan makanan dan minuman. Dua, penghasil protein sel tunggal. Tiga, penghasil zat organik. Empat, penghasil energi. Lima, sebagai penghasil obat. Enam, pencerna limbah. Tujuh, pemisah logam dan bijinya.
[8:24]Lanjut, dampak positif bioteknologi. Satu, peningkatan produksi pangan. Dua, peningkatan kesehatan. Tiga, penyedia bahan bakar alternatif.
[8:41]Kita ke dampak negatif bioteknologi. Satu, di bidang etika atau moral. Ada masyarakat yang menganggap bahwa menyisipkan gen suatu makhluk hidup ke makhluk hidup bertentangan dengan nilai budaya dan melanggar hukum alam.
[8:58]Dua, di bidang sosial ekonomi. Menimbulkan kesenjangan antara negara atau perusahaan yang memanfaatkan bioteknologi dengan yang belum memanfaatkan bioteknologi (negara dunia ketiga).
[9:14]Kita lanjut ke Dampak di bidang kesehatan. Ada produk hasil rekayasa genetik yang disinyalir menimbulkan masalah serius, misalnya kematian akibat penggunaan insulin, sapi penghasil susu yang disuntik dengan hormon BGH mengandung bahan kimia yang berbahaya, tomat Flavr Savr diketahui membawa gen resisten terhadap antibiotik.
[9:44]Terus kita ke empat, dampak terhadap lingkungan. Pelepasan organisme transgenik ke alam dapat keseimbangan alam dan kelestarian organisme.
[9:57]Lanjut ya. Kita ada ini apa ini? Bahaya bioteknologi. Eh, bahaya, sorry, sorry, bahaya bioteknologi.
[10:06]Membuat senjata biologis digunakan melalui pemeliharaan bakteri dan virus yang mematikan. Memunculkan organisme strain jahat, misalnya menanamkan gen jahat pada suatu organisme agar organisme tersebut dapat menyerang pada lawan.
[10:28]Terus, mengganggu keseimbangan lingkungan, pengolahan, transplantasi inti, dan rekombinasi DNA dapat memunculkan sifat baru pada organisme yang belum pernah ada sebelumnya.
[10:42]Hukum dan nilai-nilai masyarakat, seringkali masyarakat belum bisa menerima bioteknologi yang berkaitan dengan reproduksi manusia.
[10:53]Terus kita ke pencegahan bahaya bioteknologi. Satu, harus adanya perizinan untuk melakukan rekayasa genetik.
[11:01]Dua, melarang adanya pengklonan manusia di seluruh negara (contohnya Amerika Serikat). Tiga, harus ditetapkan undang-undang peraturan pembuatan senjata biologi yang berlaku untuk semua negara di dunia.
[11:16]Empat, harus ada pembalasan kemungkinan terjadinya dampak negatif prosedur kerja di laboratorium.
[11:25]Lanjut. Pewarisan sifat. Pewarisan sifat ada kromosom, gen, hukum Mendel, dan sintesis protein.
[11:35]Gen dibagi menjadi dua, yaitu DNA dan RNA.
[11:41]Lanjut ya. Kita ke kromosom. Kromosom, istilah kromosom pertama kali dikemukakan oleh Waldeyer (1888) di mana kromosom berasal dari bahasa Latin (krom=warna, soma=tubuh, badan).
[12:04]Eksperimen T. Boveri dan W.S. Sutton (1902) membuktikan bahwa kromosom membawa material genetik.
[12:15]Benden dan Boveri (1887) menyatakan bahwa ukuran dan bentuk kromosom bervariasi pada setiap spesies makhluk hidup. Panjang kromosom antara 0,2-50 mikron dengan diameter antara 0,2-20 mikron.
[12:37]Lanjut ke gen. Gen, istilah gen dikemukakan oleh W. Johannsen (1898) untuk mengganti istilah faktor, elemen, atau determinan pada zaman Mendel.
[12:59]Menurut W. Johannsen, gen merupakan unit terkecil dari suatu makhluk hidup yang mengandung substansi genetika (hereditas).
[13:09]Dalam setiap tubuh makhluk hidup terdapat berjuta-juta sel. Dalam sel terdapat yang namanya inti sel atau nukleus. Di dalam nukleus inilah terdapat benda-benda yang mengatur seluruh kegiatan metabolisme tubuh. Benda-benda tersebut dinamakan kromosom. Di dalam kromosom inilah terdapat adanya gen.
[13:34]Gen terdiri dari protein dan asam nukleat (DNA dan RNA) serta berukuran 4-8 mikron.
[13:50]Lanjut kita ke sifat-sifat gen. Mengandung informasi genetik. Dua, tiap gen mempunyai tugas dan fungsi berbeda. Tiga, saat pembelahan sel dapat melakukan duplikasi. Empat, terdapat dalam kromosom. Lima, terbentuk dari basa nitrogen.
[14:12]Fungsi gen. Menyampaikan informasi ke generasi berikutnya. Dua, sebagai penentu sifat yang diturunkan. Tiga, mengatur perkembangan dan metabolisme.
[14:29]Materi genetik DNA dan RNA. Pengertian DNA merupakan sebuah molekul yang mampu menyimpan dan menyandi informasi genetik.
[14:43]Pengertian RNA merupakan polinukleotida yang menjadi perantara antara informasi genetik yang dibawa DNA dan ekspresi gen/fenotip yang diwujudkan dalam bentuk protein.
[15:01]Langsung kita masuk ke hukum Mendel. Hukum Mendel dibagi menjadi dua, yaitu hukum Mendel 1 dan hukum Mendel 2.
[15:09]Hukum Mendel 1. Dalam percobaan Mendel melakukan persilangan monohibrid. Mendel melakukan persilangan tanaman ercis berbiji bulat dengan tanaman ercis berbiji keriput. Semua keturunan F1-nya berupa tanaman ercis berbiji bulat.
[15:37]Selanjutnya, F1 disilangkan dengan sesamanya dan menghasilkan keturunan F2. Perbandingan fenotip F2 sama dengan 3 berbiji bulat banding 1 berbiji keriput.
[15:56]Kita lanjut ke macam-macam gen. Ada satu, ada gen resesif, dua, gen dominan, tiga, gen intermediet.
[16:06]Lanjut kita ke sintesis protein. Sintesis protein dibagi menjadi tiga, yaitu sintesis replikasi, terus sintesis transkripsi.
[16:23]Sorry, sorry, transkripsi. Terus ada translasi. Oke, lanjut kita ke sintesis protein.
[16:31]Sintesis protein. Proses sintesis atau pembentukan protein memerlukan adanya molekul RNA yang merupakan materi genetik di dalam kromosom, serta DNA sebagai pembawa sifat keturunan. Informasi genetik pada double helix DNA berupa kode-kode sandi atau kode genetik.
[16:54]Protein-protein yang terbentuk akan menyusun sebagian besar komponen di dalam tubuh. Contoh protein sebagai komponen penyusun tubuh adalah miosin, aktin, keratin, kolagen, hemoglobin, dan insulin.
[17:16]Kita lanjut ke replikasi. Replikasi adalah proses pembuatan (sintesis) DNA baru atau penggandaan DNA di dalam nukleus.
[17:29]Pada saat replikasi berlangsung, DNA induk membentuk kopian DNA anak yang sama persis, sehingga DNA induk berfungsi sebagai cetakan untuk pembentukan DNA baru.
[17:44]Lanjut kita ke B. Transkripsi. Pada tahapan ini, DNA akan membentuk RNA dengan cara menerjemahkan kode-kode genetik dari DNA. Proses pembentukan RNA ini disebut transkripsi, yang menghasilkan 3 macam RNA seperti yang telah kalian ketahui sebelumnya, yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA.
[18:10]Transkripsi terjadi di dalam sitoplasma dan diawali dengan pembukaannya rantai ganda DNA melalui kerja enzim RNA polimerase.
[18:26]Kita lanjut ke terakhir, translasi. Translasi pada prokariota yang terdiri dari satu ruang, proses transkripsi dan translasi terjadi bersama-sama.
[18:38]Translasi merupakan proses penerjemahan kodon-kodon pada mRNA menjadi polipeptida. Dalam proses translasi, kode genetik merupakan aturan yang penting. Dalam kode genetik, urutan nukleotida mRNA dibawa dalam gugus tiga-tiga. Setiap gugus tiga disebut kodon. Dalam translasi, kodon dikenal oleh lengan antikodon yang terdapat pada tRNA.
[19:14]Oke, mungkin itu saja dari saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



