Thumbnail for Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar: Cara Umroh Sesuai Sunnah 2019 (LENGKAP) by Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam

Tata Cara Umroh dan Bacaannya yang Benar: Cara Umroh Sesuai Sunnah 2019 (LENGKAP)

Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam

8m 13s931 words~5 min read
Auto-Generated

[0:10]Panduan Singkat Umrah. Pertama, jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi, sebagaimana seorang yang mandi junub.

[0:23]Memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram. Kedua, pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyariatkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar atau niqab, yaitu penutup wajah, dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan. Ketiga, berihram dari mikat dengan mengucapkan Labbaika umrah. Yang artinya, aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah. Keempat, jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan, Allahumma mahalli haisu habastani. Yang artinya, Ya Allah, tempat tahallulku di mana saja Engkau menahanku. Dengan mengucapkan persyaratan ini, baik dalam umrah maupun ketika haji, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallul dan tidak wajib membayar dam, yaitu menyembelih seekor kambing. Kelima, tidak ada salat khusus untuk berihram. Namun jika bertepatan dengan waktu salat wajib, maka salatlah lalu berihram setelah salat. Keenam, setelah mengucapkan talbiah umrah, yaitu pada poin ketiga, dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiyah berikut ini sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Mekah. Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wanni'mata laka wal mulk la syarika lak. Yang artinya, aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Ketujuh, jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk Kota Mekah. Kedelapan, masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid, Allahummaftah li abwaba rahmatik. Yang artinya, ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Kesembilan, menuju ke Hajar Aswad lalu menghadapnya sambil membaca Allahu Akbar atau Bismillahi Allahu Akbar. Lalu mengusapnya dengan tangan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran tawaf. Ke-10, kemudian tawaf umrah tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunahkan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama, dan berjalan biasa pada empat putaran terakhir. Ke-11, disunahkan pula mengusap rukun Yamani pada setiap putaran tawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani, dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan. Ke-12, ketika berada di antara rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunahkan membaca, Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina azaban nar. Yang artinya, ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. Ke-13, tidak ada zikir atau bacaan tertentu pada waktu tawaf, selain yang disebutkan pada nomor 12. Dan seseorang yang tawaf boleh membaca Al-Qur'an atau doa dan zikir yang ia suka. Ke-14, setelah tawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke maqam Ibrahim sambil membaca, watakhidzu min maqami Ibrahima mushalla. Yang artinya, dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Ke-15, salat sunah tawaf dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Pada rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat Al-Ikhlas. Ke-16, setelah salat disunahkan minum air zamzam dan menyirami kepala dengannya. Ke-17, kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan, atau mengusapnya, atau memberi isyarat kepadanya. Ke-18, kemudian menuju ke Bukit Safa untuk melaksanakan sa'i umrah, dan jika telah mendekati Safa, membaca, Innas Safa wal Marwata min sya'airillah. Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Lalu mengucapkan, nabda'u bima bada Allahu bihi. Ke-19, menaiki Bukit Safa lalu menghadap ke arah Ka'bah hingga melihatnya jika hal itu memungkinkan. Kemudian membaca, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Lailahaillallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ala kulli syaiin qadir. Lailahaillallah wahdah, anjaza wa'dah, wa nasra abdah, wa hazamal ahzaba wahdah. Ke-20, bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan doa apa saja yang dikehendaki. Ke-21, lalu turun dari Safa dan berjalan menuju ke Marwah. Ke-22, disunahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di mas'a atau tempat sa'i bagi laki-laki. Lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya. Ke-23, setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Safa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca zikir pada nomor 19 dan berdoa dengan doa apa saja yang dikehendaki. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu putaran. Ke-24, kemudian turunlah lalu menuju ke Safa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari. Lalu naik ke Safa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Ke-25, lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah. Ke-26, ketika sa'i, tidak ada zikir-zikir tertentu. Maka boleh berzikir, berdoa, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki. Ke-27, jika membaca doa ini, Allahummaghfir warham wa antal a'azzul akram. Yang artinya, Ya Rabbku, ampunilah dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah. Tidalah mengapa, karena telah diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud dan Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa'i. Ke-28, setelah sa'i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari. Ke-29, setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah. Dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript