[0:02]Caritane wayang Jawi. Ing Praja Ngalengka. Rahwana Raja. Arane gelem nyolong Dewi Sinta.
[1:15]Anoman cancut tumandang.
[1:34]Alkisah di suatu negeri hiduplah seorang perempuan yang cantik jelita, lemah lembut serta pandai menabung bernama Sinta. Ia mempunyai seorang suami yang sangat rupawan bernama Rama. Mereka tinggal di suatu kerajaan yang sangat indah dan megah bernama Ayodya.
[2:20]Sang Dewi Katon Ngalam-ngalami, ambabar wewangine semerbak arum kembang melati.
[2:48]Wong ayu setya rumeh sono. Sasat adyaring kartika kadyo Puspita ing mendra. Kancang tebithtresna.
[3:23]Adindaku. Iya Kakanda. Cie, cie, cie.
[3:33]Adindaku, saat ini aku akan berguru ke hutan bersama Lesmana. Hm, kalau begitu aku juga ikut ya Kakanda. Tidak usah Adinda, akan lebih baik jika engkau tetap berada di istana bersama para dayang. Hmm, baiklah, Kakanda. Kakanda, pulangnya beliin seblak ya. Siap. Akhirnya Rama pun pergi berburu bersama adiknya Lesmana. Dan meninggalkan Sinta di istana Ayodya bersama para dayang istana.
[4:22]Wati. Sendiko Gusti Ayu. Kok sepi ya? Heeh, Gusti Ayu, sepi. Mmm, itu pasti karena Baginda tidak ada di sini menemani Gusti Ayu. Betul sekali itu, Gusti. Hmm, bosan nih. Bagaimana kalau kita dolanan jamuran saja, Gusti? Betul itu Gusti Ayu, kita dolanan jamuran aja, yuk. Hmm, oke. Yuhuu.
[5:01]Jamuran. Akhirnya Rama pun pergi berburu bersama adiknya Lesmana. Dan meninggalkan Sinta di istana Ayodya bersama para dayang istana.
[5:41]Ketika Sinta dan para dayang istana sedang sibuk bermain-main untuk menghilangkan rasa bosan. Tiba-tiba muncullah Rahwana beserta pasukannya. Halo. Hei, siapa kalian? Aku, siapa? Aku adalah Pulung-pulung. Pulung, pulung, pulung, pulung. Wah, ada Bos, kok bulu-bulu sih? Ups, oh iya. Prajurit, jelaskan. Siap, Bos. Asal kalian tahu ya, Bos kami adalah Bos Paduka Yang Mulia Raja Rahwana dari Negeri Alengka tercinta. Untuk apa kalian datang kemari dan mengganggu kami? Tentu saja untuk membawa Dinda Ayu Sinta pulang bersamaku ke Negeri Alengka dan menjadikannya ratu di Alengka. Hahaha. Sabar, Bos, slow, slow. Hidup Paduka Yang Mulia Raja Rahwana. Hidup! Akhirnya Rahwana dan pasukannya berhasil menculik dan membawa Sinta ke Negeri Alengka. Sekembalinya dari berburu, para dayang pun melaporkan kepada Yang Mulia Baginda Rama bahwa Gusti Ayu Sinta diculik Rahwana. Di mana Sinta-ku? Maaf, Yang Mulia Baginda Raja. Gusti Ayu diculik oleh Rahwana Raja Alengka. Apa? Kesedihan pun melanda seisi Ayodya. Begitu juga dengan Rama yang sangat berduka atas hilangnya Sinta. Rama pun memberi titah kepada Anoman untuk mencari keberadaan Sinta. Anoman. Ciiit, ciiit, ciiit. Ciiit, ciiit, ciiit. Siap, Yang Mulia Raja, hamba siap menerima titah-Mu, Yang Mulia Baginda. Baiklah, Anoman. Ku percayakan tugas ini kepadamu. Siap, Baginda. Laksanakan. Setelah mencari-cari keberadaan Sinta, Anoman pun menemukan keberadaan Sinta yang sedang ditawan oleh Rahwana di Negeri Alengka.
[8:41]Anoman pun membuat keributan dan kegaduhan di Negeri Alengka dan mendapat perlawanan oleh para prajurit Negeri Alengka dengan cara dibakar ke dalam api suci.
[10:30]Namun, dengan kesaktian yang dimiliki Anoman, Anoman berhasil lolos dari lingkaran api dan kembali pada Baginda Rama untuk menyampaikan pesan dari Gusti Ayu Sinta agar segera membebaskannya dari Rahwana.
[11:06]Bagaimana, Anoman? Siap, Paduka Yang Mulia. Gusti Ayu Sinta berada di Negeri Alengka dan dijaga ketat oleh Rahwana dan para pasukannya. Hmm, baiklah. Siapkan diri kalian. Kita akan ke Alengka, sekarang juga. Siap, Paduka Yang Mulia. Lesmana, siapkan pasukan. Siap, Yang Mulia Paduka. Pasukan, serang! Serang! Lalu bergegaslah Sang Paduka Rama bersama Anoman menuju Alengka. Sesampainya mereka di Alengka, mereka sudah disambut oleh Rahwana dan pasukannya.
[11:53]Hei, berani-beraninya kalian masuk ke kerajaanku. Kamu yang memulai, menculik Sintaku. Sinta sudah menjadi milikku. Tidak bisa. Selama ada kami, kau tidak bisa berbuat seenaknya, Rahwana. Pasukan, serang! Setelah melewati peperangan yang sangat sengit, Rahwana pun gugur dalam pertempuran melawan Rama dan Anoman.
[13:40]Akhirnya Rama dan Sinta bisa bersatu kembali dan hidup bahagia di Negeri Ayodya.



