[0:04]Halo semuanya, kembali lagi bersama saya Ulfa untuk kuliah inteligensi buatan. Video ini adalah pengantar dari penjelasan mengenai Intelligent Agent, istilah yang akan kita gunakan dalam kuliah ini untuk mengacu suatu sistem yang memanfaatkan pendekatan artificial intelligence. Untuk mempelajari Intelligent Agent, lebih mudah jika kita melakukan dikotomi terlebih dulu antara agent dengan environment atau lingkungan. Beberapa peneliti ada yang tidak sepakat dengan dikotomi ini, namun pendekatan ini digunakan dalam berbagai buku acuan terkait Intelligent Agent. Dan dikotomi ini mempermudah kita dalam merancang Intelligent Agent ke depannya. Agen menangkap atau persepsi keadaan yang ada pada lingkungan melalui sensor. Keadaan apa saja yang bisa ditangkap oleh agen, bergantung dari designer Intelligent Agentnya. Artinya hal-hal yang bisa ditangkap oleh agen dari lingkungannya sudah ditentukan dari awal melalui sensor yang juga sudah didefinisikan dari awal oleh designer. Jadi sensor menempel pada agen. Nah, berdasarkan kondisi lingkungan yang ditangkap melalui sensor, Intelligent Agent mulai berproses untuk menentukan aksi apa yang seharusnya dilakukan. Kumpulan aksi yang bisa dilakukan oleh Intelligent Agent sudah didefinisikan dari awal juga oleh designer. Setelah proses penentuan aksi dilakukan, maka melalui aktuator yang menempel pada agen, dilakukanlah aksi pada lingkungan. Aksi dari agen tersebut bisa mengubah kondisi lingkungan dan perubahan tersebut ditangkap lagi oleh agen melalui sensor untuk kemudian diproses lagi dalam penentuan aksi berikutnya dan aksi pada lingkungan dilakukan melalui aktuator. Siklus ini dilakukan hingga agen mencapai goal sesuai dengan definisi dari awal. Jika agen dibentuk untuk melakukan permainan catur, maka siklus dihentikan ketika permainan catur berakhir. Jika agen dibentuk untuk membersihkan ruangan, maka siklus berhenti ketika persepsi agen melihat sudah tidak ada lagi kotoran pada ruangan. Jadi apa sih sebetulnya agen itu? Beberapa definisi Intelligent Agent banyak ditemukan di internet. Namun rangkuman definisi Intelligent Agent yang akan kita gunakan dalam kuliah ini adalah suatu entitas yang bisa dikatakan menangkap persepsi dari lingkungan melalui sensor dan melakukan aksi ke lingkungan berdasarkan hasil persepsi tadi melalui aktuator. Karena pendekatan kita adalah penyelesaian persoalan dengan bantuan komputer, maka lebih spesifik lagi bisa dikatakan sebagai agen komputasi yang bisa bertindak secara autonomus. Yang dimaksud dengan autonomus di sini adalah dari kondisi awal hingga agen mencapai tujuan atau goal, agen dapat bertindak dan memilih aksi sendiri tanpa dipandu langkah per langkah oleh manusia atau entitas lain dalam pemilihan tiap aksinya.
[3:38]Sekarang mari kita lihat contoh sensor dan aktuator untuk agen berupa manusia. Di sini sensor bisa berupa mata, telinga, hidung, sedangkan aktuator pada gen manusia adalah tangan dan kaki. Berikutnya, mari kita lihat contoh sensor dan aktuator untuk agen berupa robot Lego yang bisa menyelesaikan kubus Rubik. Di sini sensor berupa kamera yang akan membaca warna pada tiap sisi kubus Rubik. Jadi ketika pertama kali agen bekerja, agen akan memutar dan menangkap enam buah gambar yang merepresentasikan enam buah sisi kubus Rubik. Berdasarkan hasil tangkapan enam gambar berupa enam sisi Rubik, agen melakukan proses pemilihan aksi bagian mana yang harus diputar dan ke arah mana. Dan aksi tersebut dilakukan melalui aktuator yang berupa motor-motor yang terdapat pada gambar bagian aktuator. Nah, silakan dicoba untuk menentukan sensor dan aktuator dari Intelligent Agent lain. Pada video berikutnya, kita akan membahas pemodelan agen.Selamat belajar.



