[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil alamin, Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
[0:15]Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, kita bisa berjumpa kembali diperkuliahan hari ini.
[0:24]Para mahasiswa, hari ini saya akan mengajak Anda untuk berbicara tentang fokus group discussion atau FGD.
[0:36]Namun sebelum itu, mari kita bersama-sama untuk berdoa meminta kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala keberkahan ilmu dan kemudahan didalam menerima pelajaran hari ini.
[0:51]Untuk yang muslim, saya ingin mengajak membaca Ummul Kitab, sedangkan untuk yang non muslim bisa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
[1:03]Ala Hadinnia Walakulli, niatin Solihat Wasyafaati Rasulillah, Al Fatihah. Audzubillahiminasyaitonirojim, Bismillahirrohmanirrohim.
[1:13]Alhamdulillahirobbilalamin, Arrohmanirrohim, Malikiddin, Iyyakanakbudu Wa Iyyakanastain, Ihdinassirotolmustaqim, sirotolladzina anamtaalaihim khoirilmakhdubialaihim waladdholin.
[1:29]Amin, selesai. Terima kasih. Saudara-saudara mahasiswa, hari ini saya akan menyampaikan topik tentang metode Focus Group Discussion atau FGD yang sudah saya tulis di buku saya, Teknik Praktis Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif pada bab kesembilan.
[1:53]Focus Group atau Group Interviewing bisa disebut sebagai metode riset ataupun metode pengumpulan data. Jadi, FGD, Focus Group Discussion adalah metode pengumpulan data atau riset untuk memahami sikap dan perilaku khalayak.
[2:13]Biasanya terdiri dari 6 hingga 12 orang yang secara bersamaan dikumpulkan, diwawancarai dengan dipandu oleh moderator.
[2:26]Moderator memimpin responden atau peserta diskusi tentang topik yang dipersiapkan melalui diskusi yang tidak terstruktur.
[2:37]Moderator dapat dirangkap oleh peneliti atau diperankan orang lain. Ketika melaksanakan Focus Group Discussion, beberapa hal yang perlu diketahui periset yaitu, satu, ya, tidak ada jawaban benar atau salah dari responden.
[2:59]Setiap peserta FGD harus merasa bebas untuk menjawab, berkomentar, atau berpendapat, baik sikap yang positif ya, menyampaikan sikap yang negatif, setuju atau tidak ya.
[3:15]Asal sesuai dengan permasalahan diskusi. Dua, segala interaksi dan perbincangan harus direkam dengan baik.
[3:26]Tiga, diskusi harus berjalan dalam suasana informal. Tidak ada peserta yang menolak menjawab.
[3:36]Peserta dapat memberikan komentar, meskipun dia tidak ditanya sehingga terjadi tukar pendapat secara terus-menerus.
[3:45]Dan yang keempat, moderator harus mampu membangkitkan suasana diskusi agar tidak ada yang mendominasi pembicaraan dan tidak ada yang jarang berkomentar, apalagi diam saja.
[4:02]Nah, ini tidak boleh ada peserta atau responden yang berdiam saja selama FGD. Jadi, itu empat ya, empat fase, empat hal umum ya, yang harus diperhatikan ketika melaksanakan Focus Group Discussion.
[4:22]Kemudian, secara umum, tahapan didalam FGD adalah, satu, mendefinisikan masalah. Ya, contoh, respon publik internal terhadap pelayanan sistem informasi baru di perusahaan X.
[4:40]Nah, ini contoh ya, Anda harus mendefinisikan masalah. Artinya apa yang ingin Anda teliti, ya? Contohnya, Anda kepingin meneliti bagaimana respon publik ya, publiknya ini adalah publik internal, terhadap pelayanan sistem informasi baru di perusahaan X.
[5:03]Yang kedua, menentukan sampel. Karena FGD adalah berangkat dari paradigma konstruktivistik, ya, dan juga risetnya terbatas ya, maka jumlah peserta diskusi atau informan atau partisipan pun ya, sedikit.
[5:25]Sedikit, sekitar 10 hingga 12 orang. Atau jika lebih dari itu, kelompok diskusi bisa dibuat beberapa kelompok ya, misalnya dua atau tiga.
[5:36]Periset harus menentukan, ya, peneliti harus menentukan bahwa partisipan yang terpilih dapat dianggap mewakili beberapa orang yang lain.
[5:48]Tiga, Anda diminta untuk menyiapkan sarana atau fasilitas diskusi. Peneliti harus menentukan moderator peserta beserta panduan wawancaranya, interview guideline ya, tapi panduan ini bersifat tidak terstruktur ya.
[6:07]Nanti wawancara akan bebas ya. Ini hanya supaya Anda tidak buta di lapangan, Anda tidak bingung kira-kira saya bertanya apa gitu ya. Kemudian juga harus melengkapi dengan tape recorder, video tape recorder, kamera, alat tulis, meja kursi, bahkan makan minum untuk partisipan.
[6:30]Ya, partisipan harus diberikan ucapan terima kasih ya, kita juga harus menghormati mereka karena meluangkan waktu, meluangkan tenaga untuk hadir, sehingga minimal dikasih konsumsi, ya.
[6:44]Nah, bila perlu, ya, ini bila perlu ya, juga ditambahi penghargaan berupa uang transportasi, ya. Tetapi tentu saja ini hanya sebagai upaya kita menghormati para peserta yang sudah mengeluarkan biaya untuk hadir, ya, pada undangan FGD kita.
[7:06]Bukan berarti kita ini menyogok, menyuap, ya, kemudian mempengaruhi pendapat dari partisipan, tidak, ya.
[7:16]Karena itulah diperlukan information letter dan information consent ya, consent letter ya. Nah, saudara-saudara juga perlu ya, menyiapkan sarana fasilitas tempat yang yang enak ya, tempat diskusi yang enak.
[7:32]Ya, jangan sembarang tempat ya, karena ini terkait dengan kenyamanan diskusi. Kemudian yang berikutnya, tahap yang keempat adalah pelaksanaan diskusi. Diskusi bisa dilaksanakan di mana saja.
[7:47]Di hotel boleh, ruang pertemuan, ruang kelas, atau di rumah yang penting itu tadi ya, nyaman, ya. Dan juga mudah dijangkau oleh partisipan.
[8:00]Dan ini tentu ee bila apa, memungkinkan, ya, ini juga perlu ada diskusi dengan para peserta.
[8:10]Jadi kalau para peserta ini berasal dari satu kelompok ya, contoh misalnya dari satu perusahaan ya, ini kan bisa didiskusikan kira-kira kita FGD di mana ya? Nah, di hotel kah atau di rumah kah, ya? Ini perlu dibicarakan.
[8:27]Dan yang terakhir, tahap kelima adalah analisis dan interpretasi data.
[8:34]Saudara-saudara mahasiswa, data yang terkumpul dari diskusi berbentuk data mengenai interaksi atau non verbal communication, ya?
[8:48]Kemudian yang kedua, berupa perbincangan atau conversation atau verbal communication. Jadi ini sama dengan observasi. Anda tidak hanya membaca, Anda tidak hanya menganalisis jawaban-jawaban verbal, ya.
[9:07]Tapi juga conversation di antara semua peserta ya, dan juga bahasa non verbal selama FGD. Contoh ya, ada orang yang setiap menjawab itu memiliki intonasi yang meledak-ledak ya.
[9:30]Ada orang yang diam lebih banyak diam, ya. Ada orang yang ketika berbicara itu gerakan tubuhnya sangat aktif. Atau ada juga peserta yang sangat mendominasi.
[9:44]Ada yang sangat pasif. Nah, itulah bahasa nonverbal yang perlu dipertimbangkan karena tidak terpisah dengan jawaban verbal ya, termasuk juga cara berpakaiannya.
[9:58]Di situ Anda akan melihat ya, apakah dia orang kaya atau orang miskin, ya? Contoh, ini contoh ya. Eh ada seorang partisipan ya, ketika berbicara tentang iuran di kampung, dia mengatakan bahwa iuran di kampung itu sangat sederhana ya, gampang itu ya.
[10:14]Ya, tidak terlalu mahal, tidak terlalu memberatkan ya. Tetapi ketika dia FGD, ternyata dia pakai baju yang compang-camping misalnya ya. Nah, ini tentu diragukan ya, ee nada bicaranya tidak percaya diri misalnya, ya kan.
[10:35]Kemudian apa, emm performance dia ya kan, apakah dia tubuhnya terawat atau tidak ya kan. Nah, ini ini perlu diragukan, apa betul dia ini orang kaya atau ee tidak ya. Nah, saudara-saudara ya.
[10:50]Data conversation ini biasanya berbentuk sinopsis perbincangan ya, sementara data interaksi akan lebih mudah diamati dengan bantuan video tape recorder.
[11:06]Demikian yang ingin saya sampaikan sebagai materi hari ini. Sekali lagi, para mahasiswa saya minta untuk membaca ulang ya, materi ini di dalam buku saya, Teknik Praktis Riset Komunikasi, Kuantitatif dan Kualitatif disertai contoh praktis skripsi, tesis, dan disertasi, riset media, Public Relations, Advertising, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran.
[11:42]Edisi kedua yang diproduksi oleh Prenada Media Jakarta. Semoga bermanfaat. Mari kita tutup dengan Hamdalah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wallahul muwafiq ila aqwamit thoriq.
[12:00]Assalamualaikum.



