Thumbnail for May 3, 2026 by Nur Zanah Kaluku

May 3, 2026

Nur Zanah Kaluku

9m 39s797 words~4 min read
Auto-Generated

[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan kami mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris akan mewawancarai salah satu usaha yang sedang berkembang di Bone Bolango untuk memenuhi salah satu tugas technopreneurship.

[0:20]Kali ini kami akan mewawancarai salah satu usaha yang sedang berkembang yaitu Jastip Gadon yang ada di kampus 4 Bone Bolango.

[0:31]Udah udah udah. Berhenti begitu apa sudah? Oke, sekarang sudah berhenti Pak, langsung baru langsung ini lagi. Siapa yang pertama? Siapa yang pertama? Nana.

[0:41]Tunggu satu dua sampai di satu.

[0:48]Ini tambahannya tidak dapat dengar toh suara. Ada ada tapi dikasih berhenti dulu co. lanjutnya. bisa diedit. Menurut saya sih untuk membuat tetap ramai itu dipromosi. Jadi walaupun orang mau usaha di mana kalau tidak ada promosi ya apa ya?

[1:05]Bukan ini sih tetap kita ikhtiar dengan promosi. Promosi baik itu di iklan Medsos. Kalau saya sih pakai iklan Medsos untuk bisa buat ramai begitu.

[1:17]Semua Medsos maksudnya selain. Kalau saya fokus di TikTok. Untuk saat ini kita cuma fokus di TikTok. Untuk media sosial lain belum. Yang kedua apakah ada strategis kasus contohnya seperti lokasi, waktu jualan, cara promosi yang membuat ini tetap stabil. Itu yang tadi.

[1:37]Iya kalau strateginya kita mesti tahu pasar sih. Jadi walaupun punya produk itu sih yang nomor kesekian yang paling utama kita harus mengenali pasarnya. Kita mau targetkan kita punya usaha itu di kalangan anak-anak kah, mahasiswa kah, anak sekolah atau dewasa.

[2:04]Kalau usaha kita ini mungkin yang kita targetkan itu dari remaja sampai sampai yang umur 35 tahun begitulah. Jadi mesti ada target khusus. Jadi kita tidak sembarangan.

[2:20]Apa lagi pertanyaan itu? Sudah terjawab atau masih kurang? Itu sudah, yang selanjutnya.

[2:28]Selanjutnya. Apakah penjualan ini pernah turun? Iya, apakah pernah menurun hasil penjualan dari sebelum-sebelumnya? Ya namanya usaha juga kan tetap ada turun, ada naik.

[2:43]Dan usaha juga ini belum sampai satu bulan. Baru masih baru. Jadi juga terinspirasi juga dari luar daerah yang sudah melakukan usaha ini duluan. Kita terinspirasi jadi apa ya? Awalnya cuma iseng-iseng aja sih lihat di TikTok ada ini kayaknya bagus nih dan di Gorontalo juga kan belum ada yang justif ini. Jadi berani aja mencoba. Oke, next.

[3:26]Oke, baik untuk yang selanjutnya itu apakah pernah ada keluhan pembeli biasanya kayak terkait apa? Kalau itu sih tidak sih, tidak terlalu. Paling cuma kesalahan-kesalahan sedikit. Mungkin karena ada yang belum terlalu mengenal produk brand ini.

[3:46]Mereka kira eh kadang yang produk ini sudah sekalian yang dengan misalnya kayak apa namanya mereka pesan pangsit goreng. Mereka kira sudah sekalian mie-nya. Ternyata cuma pangsit doang. Cuma di situ-situ sih untuk selama ini salahnya cuma di situ. Iya baik. Selanjutnya itu dengan adanya cabang-cabang yang cukup jauh, apakah penjualan di sini itu membantu menjangkau konsumen yang sebelumnya kesulitan akses? Bagaimana sih? Supaya kayak saya. Saya kayak saya ini saya itu suka mau makan Gacoan cuma karena jauh sekali, tidak ada transportasi baik. Jadi kayak itu bisa apa tuh? Bisa membantu.

[4:32]Justru itu kita hadir di sini. Karena karena kita lihat masalahnya karena Mie Gacoan ini kan lagi viral ya. Jadi banyak orang yang pengen makan tapi di Bone Bolango kita lihat belum ada. Jadi itu yang kita permudah. Jadi orang-orang Bone Bolango khususnya orang Bone Bolango tidak perlu lagi capek-capek ke kota, tidak perlu lagi apa namanya mau antri.

[5:01]Itu kita kasih solusi. Kita yang bawakan Mie Pedas nomor satu ke Bone Bolango. Jadi tinggal dijemput tinggal makan enak di sini. Iya masyaallah. Oke ya untuk selanjutnya Nah dari pengalaman Kakak, apakah lokasi sekitar kampus ini punya potensi pasar yang besar untuk usaha Kakak? Kalau saya lihat punya potensi sih punya potensi besar karena di sini lagi berkembang-berkembangnya kan.

[5:31]Kita di kampus ada kampus tinggal mungkin dari pemerintahnya sih yang lebih banyak melakukan event-event begitu program-program untuk menaikkan UMKM Bone Bolango. Iya betul.

[5:47]Sudah? Iya. Terus itu terus itu selanjutnya itu menurut Kak, bagaimana jika ada kompetitor lain yang mengikuti konsep jualan Kakak? Menurut saya sih lebih bagus sih makin ada kompetitor kita lebih ada tantangan begitu. Jadi lebih berpacu lagi siapa yang terbaik begitu. Makin berani makin asik. Jadi tidak ada masalah sih kalau masalah kompetitor. Biasa dalam bisnis. Kita bagaimana untuk berinovasi lagi. Kan Allah ciptakan akal, pikiran, nah itu kita untuk bisa berinovasi.

[6:40]Betul. Terus apakah di sini ada kendala untuk perizinan tempat atau bagaimana? Eh, saat ini tidak ada kendala sih kalau untuk perizinan sudah apa berkomunikasi dengan pihak yang punya mol ini ya. Iya. Jadi semua aman. Aman. Itu aman. Semua aman. Sudah, terima kasih. Itu saja cukup. Cut cut cut dulu. Cut. Oke. Baru atur ini kualitas untuk. Jangan lupa mampir.

[8:18]Tadi itu kan. Jangan lupa lihat to nya.

[9:39]Iya, jangan lupa lihat to ya. Oke guys jadi kami sudah selesai mewawancarai pemilik usaha Justip Gacoan ini. Jadi sekian dari kami. Jangan lupa mampir Jangan lupa sini. Gacoan Bone Bolango. Yes, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript