Thumbnail for Teori Masuknya Islam ke Indonesia: Arab, Persia, Gujarat & Bukti Sejarah | Part 1 by Edcent

Teori Masuknya Islam ke Indonesia: Arab, Persia, Gujarat & Bukti Sejarah | Part 1

Edcent

19m 36s2,044 words~11 min read
Auto-Generated

[0:07]Halo sobat Edsen, salam pintar. Jumpa lagi dengan saya Kak Andi, tutor sejarah Edsen.id. Kali ini kita akan membahas materi tentang perkembangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia. Yuk, saksikan bareng-bareng.

[0:38]Nah, Sobat Edsen, kali ini kita akan membahas tentang perkembangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tentang teori masuknya ajaran agama Islam di Indonesia. Tentu saja, ajaran agama Islam sebagaimana dalam pembahasan video sebelumnya ketika kita membahas tentang agama Hindu Buddha, ada teori masuknya. Nah, apa saja teori masuk yang kemudian dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan bagaimana Islam masuk ke Indonesia dan kapan sebenarnya Islam kemudian masuk dan berkembang serta menyebar di kawasan Kepulauan Indonesia. Nah, sekarang kita bahas bersama-sama.

[1:32]Terkait dengan teori masuknya ajaran agama Islam di Indonesia, setidaknya ada tiga teori utama yang dikemukakan oleh para ahli. Yang pertama adalah teori Arab, kemudian teori Persia, dan teori Gujarat. Gujarat merupakan salah satu wilayah yang terdapat di negara India. Nah, teori Arab, teori Persia, dan teori Gujarat ini sebenarnya menunjukkan bahwa yang berperan dalam penyebaran ajaran agama Islam adalah kelompok pedagang yang berasal dari Arab, berasal dari Persia, dan juga berasal dari Gujarat. Nah, sekarang kita lihat teori yang pertama yaitu teori Arab. Teori Arab ini merupakan teori yang menjadi dasar yang dikemukakan salah satunya oleh Hamka, Haji Abdul Malik Karim Amrullah untuk menyatakan dan kemudian berpendapat bahwa ajaran agama Islam dibawa masuk oleh kelompok pedagang Arab. Nah, ada beberapa bukti atau beberapa dasar yang kemudian dikemukakan oleh para sejarawan yang mendukung tentang teori Arab ini. Nah, kita lihat dulu bahwa teori Arab pendukungnya adalah salah satunya adalah Hamka. Ya, jadi Hamka berpendapat bahwa para pedagang dari Arablah yang kemudian berperan dalam penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia.

[3:16]Nah, beberapa dasar yang kemudian dikemukakan oleh para sejarawan yang mendukung teori Arab di antaranya yang pertama adalah adanya penggunaan mazhab Syafii. Di mana kita tahu bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia menganut atau menjalankan mazhab Syafii. Setidaknya ada empat mazhab yang umumnya diketahui oleh masyarakat Indonesia di antaranya ada mazhab Syafii, mazhab Hanafi, mazhab Hambali, dan mazhab Maliki. Nah, kalau kemudian ditanya sebagian besar masyarakat Indonesia akan mengatakan dan menjawab bahwa mazhab yang dijalankan yang dianut adalah mazhab Syafii. Nah, beberapa sejarawan yang yang yang mendukung teori Arab mengatakan bahwa penggunaan mazhab Syafii menunjukkan adanya pengaruh Islam yang dibawa oleh kelompok pedagang Arab. Selain itu yang juga menjadi dasar dari teori Arab adalah kenyataan adanya hubungan perdagangan yang terjalin antara orang-orang Arab dengan orang-orang Cina. Nah, jadi kelompok apa namanya perdagangan yang dijalankan oleh orang-orang Arab dengan orang-orang Cina ini yang tentunya melalui jalur laut, nantinya akan membawa ya orang-orang Arab itu kemudian berlayar menuju Cina melewati wilayah kepulauan Indonesia. Jadi kalau kemudian kita membuka peta, kemudian kita melihat rute perjalanan laut dari Arab menuju Cina, pasti akan melewati wilayah kepulauan Sumatera. Begitu ya, wilayah Kepulauan Indonesia. Nah, dengan adanya rute ya rute pelayaran dan perdagangan yang menghubungkan antara Arab dengan Cina yang melewati wilayah Kepulauan Indonesia, juga menjadi dasar, juga menjadi dasar bahwa kelompok pedagang Arablah yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Salah satu buktinya adalah ditemukannya kapal-kapal Arab di pelabuhan Kanton. Pelabuhan Kanton ini adalah pelabuhan yang terdapat di Cina. Nah, inilah kemudian yang dijadikan dasar oleh pendukung teori Arab untuk mengatakan bahwa kelompok pedagang Arablah yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Teori yang kedua adalah teori Persia. Salah satu pendukung teori Persia adalah Husein Jayadi Ningrat. Nah, jadi pendukung dari teori Persia adalah Husein Jayadiningrat. Di mana kelompok yang mendukung teori Persia ini berpendapat bahwa yang berperan penting dalam proses penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia adalah kelompok pedagang yang berasal dari Persia atau yang sekarang kita kenal sebagai wilayah negara Iran, kira-kira seperti itu. Nah, apa sih yang kemudian menjadi dasar yang dikemukakan oleh pendukung teori Persia? Adanya kesamaan tradisi yang dijalankan oleh masyarakat Indonesia dengan yang dijalankan oleh masyarakat Persia menjadi dasar teori Persia. Salah satu upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Pariaman yaitu upacara Tabuik ini menjadi sebuah penanda adanya, ya adanya pengaruh yang dibawa oleh kelompok pedagang Persia pada kelompok masyarakat Indonesia. Upacara Tabuik adalah upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Pariaman Sumatera Barat setiap tanggal 10 Muharram. 10 Muharram bagi masyarakat Persia yang mayoritasnya beraliran Islam Syiah menjadi tanggal yang sangat penting. Gitu ya, jadi adanya kesamaan tradisi atau adanya kesamaan tanggal upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Persia dan juga masyarakat Pariaman di Sumatera Barat setiap tanggal 10 Muharram menjadi dasar dari pendukung teori Persia untuk menyebutkan bahwa yang berperan penting dalam proses penyebaran Islam di Indonesia adalah para pedagang Persia. Selain upacara Tabuik ada pula upacara Tabot yang dilaksanakan oleh masyarakat di Bengkulu. Di mana upacara Tabot juga dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Oke. Nah, yang ketiga adalah teori Gujarat. Teori Gujarat dikemukakan salah satunya oleh seorang antropolog asal Belanda yang bernama Snouck Hurgronje. Nah, Snouck Hurgronje adalah salah seorang pendukung dari teori Gujarat. Nah, apa yang dimaksud dengan teori Gujarat ini? Teori Gujarat ini menyatakan bahwa yang berperan penting dalam proses penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia adalah kelompok pedagang asal Gujarat India.

[8:33]Nah, apa yang menjadi dasar yang dikemukakan oleh pendukung teori Gujarat untuk menyatakan bahwa kelompok pedagang asal Gujaratlah yang memiliki peran penting dalam proses penyebaran Islam di Indonesia? Salah satunya adalah adanya kesamaan batu nisan dari makam Sultan Malik As-Saleh.

[8:54]Nah, makan Malik As-Saleh ini ternyata berbatunisan yang sama dengan batunisan yang umumnya ditemukan di kawasan Gujarat India. Dengan kata lain, ada dugaan bahwa batu nisan yang digunakan oleh Malik As-Saleh adalah batu nisan yang dibawa, yang didatangkan dari wilayah Gujarat India. Maka adanya persamaan batu nisan yang digunakan pada makam Malik As-Saleh dengan batu nisan yang berasal dari Gujarat.

[9:56]Nah, bisa dipahami ya, teman-teman sekalian. Oke, selanjutnya kita bisa melihat tentang berita asing yang kemudian mengisahkan tentang masuknya ajaran agama Islam di Indonesia. Bagaimana kemudian ajaran agama Islam itu berkembang dan menyebar di wilayah Indonesia. Tentu saja ada beberapa berita asing yang dapat kita sebutkan berkaitan dengan masuknya Islam di Indonesia. Yang pertama adalah adanya catatan dari seorang pengembara asal Italia yang bernama Marco Polo. Marco Polo sekitar abad ke-13 pernah melakukan perjalanan ke wilayah Sumatera. Dalam catatan perjalanan yang dibukukan kemudian, Marco Polo kemudian mengatakan bahwa telah terdapat orang-orang Arab di wilayah Sumatera. Nah, kuat diduga bahwa orang-orang ini telah memeluk agama Islam dan kemudian berperan dalam proses penyebaran Islam di Nusantara khususnya di wilayah Sumatera. Kemudian yang berikutnya ada catatan yang berasal dari seorang pengembara asal Maroko yang bernama Ibnu Batuta. Ibnu Batuta adalah seorang pengembara yang pernah mengunjungi wilayah Samudra Pasai. Dalam catatannya Ibnu Batuta mengatakan bahwa Pasai merupakan sebuah kerajaan Islam yang terletak di ujung timur pantai Sumatera, kira-kira seperti itu. Oke, kemudian yang ketiga, catatan yang dibukukan oleh Tom Pires. Tom Pires ini adalah seorang pengembara yang berasal dari wilayah Portugis di mana Tom Pires pernah melakukan perjalanan ke wilayah Sumatera dan wilayah Indonesia lainnya. Dalam catatan perjalanan yang dibukukan oleh Tom Pires, dia mengatakan bahwa telah terdapat kerajaan-kerajaan Islam yang ada di wilayah Sumatera. Selain itu, catatan yang lebih tua lagi berasal dari catatan Cina yang berasal dari Dinasti Tang sekitar abad ke-7 Masehi. Nah, catatan Dinasti Tang ini kemudian menjelaskan bahwa sekitar abad ke-7 Masehi telah terdapat perkampungan orang-orang Arab di wilayah Sumatera. Nah, kuat dugaan bahwa orang-orang Arab yang ada di Sumatera itu telah memeluk ajaran agama Islam.

[12:24]Oke, sobat Edsen, selanjutnya kita akan melihat kapan sih sebenarnya Islam mulai masuk dan berkembang serta menyebar di wilayah Kepulauan Indonesia. Tadi di pembahasan awal kita sudah membahas adanya tiga kelompok pedagang yang kemudian berperan penting dalam proses penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia yaitu kelompok pedagang Arab, kelompok pedagang Persia, dan kelompok pedagang Gujarat India. Pertanyaan berikutnya adalah kapankah kemudian ajaran agama Islam itu masuk dan berkembang di Indonesia? Setidaknya ada tiga kurun waktu yang dikemukakan oleh para sejarawan untuk menjelaskan kapan Islam masuk dan kemudian berkembang serta menyebar di wilayah Indonesia.

[13:18]Yang pertama ada yang kemudian menyebutkan bahwa Islam masuk pada abad ke-7 Masehi. Ya, jadi ada yang menyebutkan bahwa Islam itu sudah masuk dan berkembang di Indonesia sejak abad ke-7 Masehi. Apa dasarnya? Kelompok yang kemudian mendukung pendapat bahwa Islam sudah masuk pada abad ke-7 Masehi ini didasarkan pada adanya catatan yang berasal dari Dinasti Tang. Dinasti Tang adalah dinasti yang kemudian pernah berkuasa di Cina. Nah, sekitar abad ke-7, Dinasti Tang ini banyak mengirimkan orang-orangnya, para pedagangnya untuk melakukan kegiatan perdagangan terutama di wilayah Asia, khususnya wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Nah, ternyata dalam salah satu catatan yang dibukukan pada masa Dinasti Tang, ada sebuah informasi yang disebutkan bahwa pada abad ke-7 telah terdapat pemukiman orang-orang Arab di wilayah Sumatera. Kuat dugaan bahwa orang-orang Arab yang ada di Sumatera itu telah memeluk ajaran agama Islam. Kenapa? Karena Islam mulai berkembang, ya, di daratan Arab sendiri, di Jazirah Arab sendiri sekitar abad ke-7. Nabi Muhammad lahir sekitar tahun 571 Masehi dan kemudian wafat sekitar tahun 632 Masehi. Berarti abad ke-7 Islam sudah ada. Nah, orang-orang Arab yang datang ke Sumatera kemudian mendirikan perkampungan di wilayah Sumatera diduga kuat adalah orang-orang Arab yang telah memeluk ajaran agama Islam. Nah, ini merupakan catatan yang dibuat oleh Dinasti Tang untuk menunjukkan bahwa pada abad ke-7 sudah ada orang-orang Islam di Sumatera. Berikutnya, ada pula yang berpendapat bahwa Islam itu sudah masuk pada abad ke-11. Jadi selain abad ke-7 ada pula yang mengatakan bahwa Islam sudah masuk pada abad ke-11 Masehi. Buktinya apa? Salah satu yang kemudian dijadikan bukti bahwa Islam masuk pada abad ke-11 adalah ditemukannya makam dari seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun. Nah, jadi penemuan makam Fatimah binti Maimun ini menjadi sebuah dasar bahwa Islam telah berkembang di Indonesia pada abad ke-11 Masehi. Di mana kemudian makam Fatimah binti Maimun ini ditemukan? Nah, Batunisan Fatimah binti Maimun ini kemudian ditemukan di daerah Leran Gresik di mana diduga Fatimah binti Maimun kemudian wafat dan dimakamkan sekitar tahun 1082 Masehi. Artinya ada bukti bahwa sudah ada orang Islam di wilayah Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa sekitar abad ke-11 Masehi. Tetapi ternyata abad ke-11 Masehi adalah masa di mana perkembangan ajaran agama Hindu Buddha masih terjadi secara luas di Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Abad ke-11 ini kira-kira merupakan perkembangan dari kerajaan Kediri. Tetapi ternyata di wilayah Gresik sudah ada seorang wanita yang kemudian dilihat dari namanya, jelas menunjukkan agamanya sebagai seorang muslim. Agamanya adalah Islam, tetapi dia kemudian dimakamkan di wilayah Pantura Jawa. Nah, inilah yang kemudian menjadi sebuah dasar keyakinan bahwa pada abad ke-11 Masehi sebenarnya sudah ada orang-orang Islam di Indonesia. Nah, yang ketiga adalah pendapat yang mengatakan bahwa Islam sudah berkembang di Indonesia sejak abad ke-13 Masehi. Oke, abad ke-7, abad ke-11, dan abad ke-13 Masehi. Apa yang kemudian menjadi dasar yang dikemukakan oleh beberapa sejarawan yang mendukung pendapat bahwa Islam sudah masuk pada abad ke-13 adalah kenyataan bahwa pada akhir abad ke-13 telah berdiri sebuah kerajaan Islam tertua di Indonesia yang kemudian dikenal bernama Samudra Pasai.

[17:42]Samudra Pasai adalah sebuah kerajaan yang terletak di pantai timur Sumatera, tepatnya di bagian utara Pantai Timur Sumatera atau masuk ke dalam wilayah Aceh sekarang. Pasai diyakini telah didirikan sekitar tahun 1285 Masehi. Nah, 1285 Masehi atau akhir abad ke-13 ini ternyata lebih tua daripada pendirian Kerajaan Majapahit yang didirikan di wilayah Pulau Jawa. Di mana Majapahit diduga berdiri pada tahun 1293 Masehi. Dengan kata lain, ketika penyebaran dan perkembangan ajaran agama Hindu Buddha masih terjadi khususnya di wilayah Pulau Jawa, Islam sudah berdiri atau kerajaan Islam sudah berdiri di wilayah Sumatera. Jadi ada tiga pendapat yang dikemukakan oleh para sejarawan untuk menyatakan kapan sebenarnya Islam masuk dan berkembang di Indonesia. Ada yang mengatakan pada abad ke-7 didasarkan pada catatan Dinasti Tang, ada pula yang mengatakan pada abad ke-11 didasarkan pada penemuan makam atau Batunisan dari Fatimah binti Maimun yang ditemukan di daerah Leran Gresik yang berangka tahun 1082 Masehi dan pada abad ke-13 dengan berdirinya sebuah kerajaan Islam pertama di Indonesia yang bernama Samudra Pasai. Menariknya diduga Samudra Pasai adalah kerajaan yang didirikan oleh seorang laksamana asal Mesir bernama Nizamuddin Al-Kamil. Bagaimana bisa dipahami?

[19:16]Oke, sobat Edsen, demikianlah pembahasan materi kita kali ini tentang perkembangan dan penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia. Khususnya tentang teori masuk dan kurun waktu masuknya Islam di Indonesia. Jumpa lagi dengan saya Kak Andi di pembahasan-pembahasan materi selanjutnya. Terima kasih, salam pintar.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript