Thumbnail for Keutamaan Malam Lailatul Qadar - Ust. Asep Rohmatullah, S.Pd.I | Tausiyah Ramadhan by Alhadimedia sch

Keutamaan Malam Lailatul Qadar - Ust. Asep Rohmatullah, S.Pd.I | Tausiyah Ramadhan

Alhadimedia sch

21m 20s1,597 words~8 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:11]Amma ba'du, robbirohli sodri wayasirli amri wahlul uqdata milisani yafqahu qauli.
[0:11]Puji puji serta syukur kita, marilah kita curah limpahkan kepada Allah Subhanahu wa taala.
[0:11]Yang mana telah memberikan kepada kita semuanya beribu-ribu nikmat, terutama nikmat iman, nikmat Islam dan juga nikmat ihsan.
[0:11]Tidak lupa pula selawat serta salam marilah kita curah limpahkan kepada Baginda kita Habibana wanabiyana wakarinana wa Maulana Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:11]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah, syukur alhamdulillah. Amma ba'du, robbirohli sodri wayasirli amri wahlul uqdata milisani yafqahu qauli. Puji puji serta syukur kita, marilah kita curah limpahkan kepada Allah Subhanahu wa taala. Yang mana telah memberikan kepada kita semuanya beribu-ribu nikmat, terutama nikmat iman, nikmat Islam dan juga nikmat ihsan. Tidak lupa pula selawat serta salam marilah kita curah limpahkan kepada Baginda kita Habibana wanabiyana wakarinana wa Maulana Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Alhamdulillahi rabbil alamin. Pada kesempatan kali ini kita bisa bertatap muka kembali walaupun via medsos, media sosial. Tahun kemarin kita sudah memberikan dan juga belajar bersama tentang bagaimana menyambut bulan suci Ramadan. Pada kali ini saya mengasep RT ingin memberikan atau ingin mengajak kepada jemaah medsos yang diberkahi oleh Allah. Mari kita bersama-sama meningkatkan keimanan kita dalam bulan suci Ramadan ini. Supaya apa yang kita lakukan, apa yang kita kerjakan kali ini mendapatkan keberkahan serta rida Allah Subhanahu wa taala. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahilladzi ja'ala Ramadan syahrusiam lil mukminin. Segala puji bagi Allah yang menjadikan bulan suci Ramadan ini bulan untuk berpuasa bagi orang-orang yang mukmin. Hadirin jemaah Medsos yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Dari jumlah 12 bulan yang kita punya yang ada di dalam agama kita yaitu agama Islam. Mulai dari Muharram sampai dengan Zulqadah. Ada bulan yang senantiasa diberi gelar oleh Allah Subhanahu wa taala. Apa gelarnya? Sayyidus Syuhur. Yaitu adalah tuannya, rajanya, panglimanya bulan itu adalah yaitu bulan Ramadan. Ini yang menjadikan betapa pentingnya, betapa indahnya, betapa istimewanya bulan suci Ramadan. Apa sebabnya? Apa yang menyebabkan bahwa Sayyidus Syuhur itu atau yang dimaksud dengan rajanya bulan itu atau tuannya bulan itu atau panglimanya bulan itu Ramadan, apa yang menyebabkan itu semuanya?

[3:57]Yang pertama dikarenakan bulan suci Ramadan ini adalah bulan di mana dipilih langsung oleh Allah menjadi tempat yang diturunkannya ayat-ayat suci Al-Qur'an. Sesuai dengan Quran surat Al-Baqarah ayat 186. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Syahru Ramadhanalladzi unzila fihil Quran. Hudallinnas wati minal huda wal furqon. Jemaah medsos yang sama-sama mengharapkan rida Allah Subhanahu wa taala. Mungkin ada yang sudah terbiasa dengan membaca Al-Qur'an. Ada yang baru saja ingin dan ada yang sudah menjalankan membaca Al-Qur'an. Tentunya mudah-mudahan dengan adanya kita tahu sebab menjadikannya bulan suci Ramadan itu sebagai tuan, sebagai rajanya bulan di selain bulan-bulan yang lain. Betapa istimewanya ketika seseorang mengagungkan, mengamalkan serta membaca ayat suci Al-Qur'an pada bulan suci Ramadan. Subhanallah walhamdulillah. Untuk itu yuk, kita pastabikul khairat. Ada yang namanya kalau di kampung saya itu di pesantren juga. Bahkan mungkin di kalangan teman-teman semuanya ada yang namanya Tadarus. Tadarus itu adalah membaca Al-Qur'an.

[6:09]Kalau kita analogikan sebagai hanca, hanca dalam membaca Al-Qur'an. Minimal satu hari itu satu juz atau satu surat atau terserahlah. Yang penting kita harus membaca Al-Qur'an terkhusus di bulan suci Ramadan ini. Hadirin jemaah Medsos yang diberkahi oleh Allah. Sebab yang kedua menjadikannya raja bulan di antara bulan yang lain itu adalah adanya satu malam yang bobotnya itu khairun min alfi syaharin. Kalau kita biasa sebut ya mungkin kalian juga sudah tahu teman-teman, sahabat-sahabat semua sudah tahu, yaitu adalah malam Lailatul Qadar. Ini sangat penting bagi kita untuk mengetahui Lailatul Qadar ini. Supaya kita mendapatkan keberkahan daripada malam Qadar atau Lailatul Qadar ini. Kalau kita hitung 1000 bulan itu kurang lebih 83 tahun 4 bulan, ya. 83 tahun 4 bulan. Jemaah medsos yang diberkahi oleh oleh Allah Subhanahu wa taala. Ketika kita berbicara tentang Lailatul Qadar, ada kisah mulia.

[7:58]yang mesti kita jadikan motivasi untuk kita semuanya. Suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sedang berkumpul bersama sahabat-sahabatnya. Di salah satu majelis ilmu. Wahai sahabat, saya ingin menceritakan kisah seseorang seorang laki-laki yang saleh dari Bani Israil. Sontak jawab para sahabat. Ya boleh ya Rasulullah. Saya sangat senang sekali ingin mendapatkan, mendapatkan cerita darimu. Yaitu cerita tentang lelaki saleh dari Bani Israil tersebut. Dengan rasa gembiranya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ingin menceritakan kepada sahabat atau para sahabatnya. Dahulu kala ada seorang laki-laki yang saleh dari Bani Israil. Di mana kegiatan sehari-harinya itu hanya beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Pemuda tersebut tiada lain dan tiada bukan kegiatannya itu hanya beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Ketika malam dia itu melaksanakan salat hingga subuh, hingga terbit fajar. Setiap hari itu dilakukan.

[9:55]Bahkan paginya pun setelah setelah melaksanakan salat subuh. Pemuda tersebut atau laki-laki saleh tersebut itu berperang melawan musuh-musuh Allah. Berperang melawan musuh-musuh Allah sampai tiba asar. Setiap hari seperti itu. Malam salat, siangnya berperang. Malamnya beribadah siangnya berperang semata-mata ingin mendapatkan keberkahan. Sontak langsung para sahabat terkagum-kagum dengan ceritanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Saya iri ya Rasulullah dengan pahala yang dia dapatkan, ibadah yang senantiasa dia lakukan. Ada juga yang mengatakan ya Rasulullah. Kita apakah mampu dengan beribadah seperti itu? Sedangkan pada masa sekarang ini, sedangkan kita itu kadang ada yang masuk Islamnya pun ketika dewasa. Respon para sahabat disimak oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Menyimak para sahabat dengan mengangguk-anggukkan kepalanya atas dasar kekaguman cerita daripada seorang laki-laki yang saleh dari Bani Israil tersebut. Maka dari situlah, turunlah ayat, turunlah malaikat Jibril untuk menghampiri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan

[12:00]turun ayat yaitu Quran surat Al-Qadar ayat 1 sampai 5. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Inna anzalnahu fii lailatul qadr. Wa adro kama lailatul qadr. Lailatul qadri khairum min alfi syah. Tanazzalul malaikatu warruhu fiiha bni rabbihim min kulli amrin. Salamun hatta matlail fajr. Surah Al-Qadar ayat 1 sampai 5 turunlah pada waktu itu. Hadirin jemaah Medsos yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Terjadinya malam Lailatul Qadar itu sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari nomor 1895. Sesungguhnya aku diperlihatkan dalam mimpi tentang Lailatul Qadar yang aku lupa. atau dilupakan waktunya kapan yang pastinya. Maka pada waktu itu jadilah ia sebuah hari terakhir malam yang ganjil di bulan suci Ramadan. Jadi disesuaikan dengan hadis yang barusan dibacakan. Yaitu terjadinya Lailatul Qadar itu 10 hari terakhir dalam bulan suci Ramadan. Silakan kita mudah-mudahan bisa mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Apa ciri-ciri dan apa tanda-tandanya? Bahwasanya itu Lailatul Qadar. Di sini dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad nomor 21702. Bahwasanya cirinya itu adalah, tandanya itu adalah malam yang terang seperti halnya ada bulan yang terbit. Tenang hati kita itu. Sunyi tidak panas dan tidak dingin, biasa saja adem ya. Bintang-bintang pun tidak dilamparkan pada malam itu. Karena kenapa? Saking menghormati Lailatul Qadar bintang pun tidak ada sama sekali. Di pagi harinya matahari pun akan terbit merata. Gitu. Itulah adalah ciri-ciri. ataupun ciri-ciri lainnya, ini hanya dirasakan oleh seseorang yang mukmin. Seseorang yang senantiasa dia itu khusyuk dalam beribadah pada waktu itu. Yang mana pada malam tersebut ia dapatkan berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Merasa nyaman, merasa tenang. Hanya orang-orang yang khusyuk beribadah itu dikhususkan kepada orang yang beribadah pada waktu ganjil atau 10 hari 10 hari terakhir dalam bulan suci Ramadan. Hadirin Jemaah Medsos yang berbahagia dan diridai oleh Allah Subhanahu wa taala. Hikmah ketika kita mendapatkan cerita dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentang laki-laki saleh dan juga amalannya. Yaitu yang pertama Allah Subhanahu wa taala sengaja merahasiakan kedatangan Lailatul Qadar. Supaya apa? Agar memastikan, agar umat Islam itu berbondong-bondong, bersungguh-sungguh untuk mencari dengan menggiatkan ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua, yaitu jangan sia-siakan. Di bulan Ramadan 10 hari terakhir ini kita berlomba-lomba untuk senantiasa beribadah, beribadah dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Yang ketiga terakhir dari sebab menjadikannya bulan Ramadan itu rajanya bulan di antara bulan yang lain, yaitu adalah nilai kebajikan, nilai kebaikan yang berlipat-lipat ganda yang diberikan oleh Allah kepada kita. Kalau toh misalnya. Kalau toh umatku tahu apa saja di dalamnya bulan suci Ramadan itu. Pasti dia itu meminta satu tahun itu pengin bulannya itu Ramadan terus.

[17:36]Saking istimewanya bulan suci Ramadan, saking ingin berlipat-lipat pahala dalam kebajikan yang kita lakukan. Apa sebabnya? Karena Al-Hasanah, karena suatu kebajikan di bulan suci Ramadan, yaitu bulan suci Ramadan berkumpul kebajikan di bulan suci Ramadan.

[18:07]Hal-hal positif itu berkumpul dalam bulan suci Ramadan. Yang kedua yaitu adalah Wada mustabatun. Segala sesuatu atau segala perbuatan ketaatan yang kita lakukan di bulan suci Ramadan, insyaallah dan pasti akan Allah terima. Dan pasti akan Allah terima dan diridai oleh Allah. Makanya pada kali ini silakan yuk untuk saya pribadi kita tingkatkan keimanan kita dan umumnya untuk jemaah medsos yang berbahagia. Dan yang ketiga yaitu wadah mustababatun. Segala sesuatu yang kita ucapkan, yang kita doakan, yang kita munajatkan kepada Allah, insyaallah Allah ijabah. Tapi tak catatan bukan berarti ya Allah saya minta 10 juta ya Allah langsung kena kepala. Bukan seperti itu. Tapi Allah tahu kapan diperlukan doa ketika dijabah tersebut. Dan yang terakhir Waba Maun. Segala dosa yang telah kita lakukan kita akan kita akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Jemaah medsos yang berbahagia dan diridai oleh Allah Subhanahu wa taala. Sebelum mengakhiri pada pertemuan kali ini, marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan, apa yang kita lakukan dan apa yang sudah kita lakukan di bulan suci Ramadan ini menjadikan keberkahan, menjadikan amal, menjadikan ladang kita nanti di akhirat kelak. Amin ya Allah ya rabbal alamin. Selanjutnya kita berdoa kepada Allah, mudah-mudahan siapa saja yang sedang merasakan cobaan dari Allah. Baik itu sakit, baik itu bencana pada kali ini, mudah-mudahan Allah berikan kelancaran, mudah-mudahan Allah berikan kemudahan dalam hal tersebut. Amin, amin ya Allah ya rabbal alamin. Dan yang terakhir jemaah. medsos yang berbahagia, mudah-mudahan kita berdoa semoga kita disampaikan dalam bulan suci Ramadan di tahun depan. Amin, amin ya Allah ya rabbal alamin. Terima kasih, mohon maaf apabila ada kesalahan, salahnya dari saya pribadi, benarnya dari Allah Subhanahu wa taala. Mudah-mudahan apa yang kita pelajari kita sharing ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan juga diridai serta diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Subhanallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaih. Terima kasih, Hatur nuwun. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript