Thumbnail for BELAJAR DIRECT AND INDIRECT SPEECH  (REPORTED SPEECH) by JustSpeak English Club

BELAJAR DIRECT AND INDIRECT SPEECH (REPORTED SPEECH)

JustSpeak English Club

15m 36s2,311 words~12 min read
Auto-Generated

[0:07]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Welcome back to Just Speak English Club YouTube channel. In this learning video, we're going to talk about direct and indirect speech.

[0:17]Dalam video kali ini kita akan ngebahas tentang direct and indirect speech atau dalam bahasa Indonesia biasa diterjemahkan sebagai kalimat langsung dan tidak langsung. So, tonton video ini ya sampai selesai biar ngerti.

[0:29]But as usual, I need your help to support my channel by hitting the subscribe button. Okay, thank you. Okay, now let's get started. So, what is actually direct speech? Okay.

[0:41]Direct speech sebenarnya diterjemahkan sebagai kalimat langsung ya, atau kalimat yang berasal dari kutipan asli atau dari pembicaraan atau ucapan dari seseorang. Nah, perhatikan contoh kalimat berikut ini ya.

[0:54]Orang ini misalkan si Jono. Dia berkata aku lapar banget. Untuk membuatnya dalam tulisan, biasanya kalimat langsung itu dimasukkan ke dalam tanda kutip atau diletakkan di dalam dua tanda kutip. Jadinya seperti ini. Jono berkata, "Aku lapar banget".

[1:13]Nah, ini disebut dengan kalimat direct atau kalimat langsung. Bisa ya. Nah, sedangkan indirect speech atau biasa juga kita sebut dengan reported speech dalam beberapa istilah ya.

[1:25]Diterjemahkan sebagai kalimat tidak langsung atau juga kalimat laporan. Dengan kata lain, kalimat ini atau kalimat tidak langsung ini adalah bentuk kalimat penyampaian kembali ucapan atau pendapat seseorang tanpa mengubah makna dari ucapan tersebut.

[1:48]Untuk lebih jelasnya, coba teman-teman perhatikan contoh berikut ini. Misalkan Jono berkata, aku lapar banget nih. Oke, terus ada yang nanya, eh tadi si Jono bilang apa ya? Oh, itu loh. Jono berkata kalau dia lapar, gitu loh. Nah, kalau misalkan teman-teman perhatikan terdapat beberapa perubahan ya.

[2:06]Yang paling utama adalah penggunaan kata perubahan dari kata aku, yang kata Jono aku, kemudian berubah menjadi kalimat kata dia ketika berubah menjadi kalimat tidak langsung. Nah, kalimat seperti ini terjadi perubahan bentuk ya, terutama di bagian subjek. Oke.

[2:22]Nah, itu disebut dengan kalimat tidak langsung. Pertanyaannya adalah, gimana ya bentuk kalimat tidak langsung dalam bahasa Inggris? Atau gimana ya cara ngerubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dalam bahasa Inggris? Oke deh.

[2:33]Dalam bahasa Inggris, ini cukup berbeda ya dengan bahasa Indonesia. Nah, untuk khusus bahasa Inggris biasanya untuk ngerubah ngerubah ngerubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung itu biasanya menggunakan setidaknya teman-teman harus memperhatikan empat hal, ya.

[2:48]Yang pertama adalah biasanya akan terjadi perubahan tenses. Oke, masih ingat ya tenses, teman-teman? Ya. Kemudian terjadi biasanya juga perubahan keterangan waktu. Kemudian ada lagi perubahan pronoun dan kemudian yang terakhir ada perubahan struktur kalimat. Oke.

[3:03]Sekarang kita akan bahas satu-satu maksud dari empat hal yang harus teman-teman perhatikan ini. Yang pertama terjadi perubahan tenses. Oke, untuk ngebahas sini coba deh teman-teman perhatikan tabel berikut ini.

[3:15]Nah, di sini teman-teman perhatikan, tabel pertama, dua dan tiga, ya kan. Ada present, ada past, ada past perfect. Jadi maksudnya kayak gini. Jadi kalau teman-teman itu dalam kalimat langsungnya dalam bentuk present, tensesnya, maka ketika dirubah menjadi kalimat tidak langsung, dia akan berubah menjadi past.

[3:30]Itu ya, Kak? Iya. Nah, kalau misalkan kalimat kalimat langsung dari teman-teman udah dalam bentuk past, nanti dia akan berubah menjadi past perfect dalam kalimat tidak langsung, gitu. Oke, sekarang aku terjemahin satu-satu.

[3:42]Present itu misalkan apa aja? Ya semua present ya, present tense, present future, present perfect dan seterusnya. Present continuous gitu. Misalkan nih, kalau misalkan di kalimat langsung teman-teman melihat ada di dalam kalimatnya ada predikat berbentuk is am are, maka nanti dia akan berubah menjadi was were.

[4:00]Kemudian ketika dirubah lagi misalkan ke dalam past perfect, dia akan menjadi had been. Atau misalkan teman-teman menemukan kata do atau does not, maka dia akan berubah menjadi did not verb 1 atau kemudian berubah lagi menjadi had not verb 3, gitu. Atau misalkan teman-teman ketemu dengan kelompok modal nih, misalkan ada will, can, may, shall gitu ya.

[4:18]Nah, dalam present biasanya mereka ini ketemu dengan verb 1. Nah, ketika dirubah menjadi kalimat tidak langsung, nanti dia akan berubah menjadi would, could, might, should, kemudian ditambah dengan verb 1.

[4:31]Nah, gimana kalau misalkan kalimat langsungnya dalam bentuk past future, Kak? Ya nanti dia akan menjadi past future perfect. Misalkan dia jadi would verb 1 akan menjadi would have verb 3 dan seterusnya. Sampai dengan should have verb 3. Nah, itu yang dimaksud dengan perubahan tenses.

[4:44]Bisa dipahami ya, teman-teman ya. Oke, kalau misalkan masih bingung juga nanti akan bisa dipahami ketika ada soalnya gitu atau contoh soalnya atau contoh kalimatnya. Oke. Nah, berikutnya adalah selain perubahan tenses, ketika ngerubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, teman-teman juga biasanya ngerubah keterangan waktu dan tempat.

[4:59]Maksudnya gimana Kak? Oke deh gini. Misalkan di dalam kalimat direct nanti atau kalimat langsung, teman-teman menemukan kata now. Maka ketika diubah menjadi kalimat tidak langsung, dia akan jadi then. Atau today menjadi that day gitu.

[5:12]Yesterday akan menjadi the day before atau the previous day dan seterusnya. Di sini teman-teman bisa pelajari dan bisa baca sendiri ya. Sampai dengan kata here, ada yang di bagian akhir nih ya, here. Kemudian akan nanti kalimat tidak langsungnya akan menjadi there, gitu. Berikutnya adalah akan terjadi perubahan pronoun. Masih ingat ya pelajaran pronoun? Yaps.

[5:30]Pronoun itu adalah kata ganti benda ya. Kalau misalkan lupa, teman-teman mungkin pernah mendengar kata he, she, it, I, you, we, they dan lain-lain gitu ya. Nah, perubahan pronoun ini biasanya situasional sifatnya.

[5:43]Terlihat lihat dari konteksnya atau kalimatnya seperti apa dalam kalimat langsung. Bisa aja misalkan I menjadi he dan seterusnya. Jadi kelihatan nanti saat ada kalimatnya ya. Kalimat pertamanya atau kalimat langsungnya gimana? Atau dia berbicara pada siapa dan seterusnya. Oke.

[5:58]Contoh deh. Contoh misalkan kalimatnya kayak gini. Kalimat langsungnya adalah Jono, dari Jono nih. "I am hungry now". Artinya adalah aku tuh lapar sekarang. Nah, kalau teman-teman perhatikan ya, di sini ada I sebagai subjek, kemudian M ini mewakili tenses ya kan.

[6:17]Present tense berarti ya. Kemudian ada kata now yang berarti keterangan waktu. Nah, ketika diubah menjadi kalimat tidak langsung, teman-teman harus ngecek tiga hal ini, tenses, pronoun sama keterangan waktunya. Kita lihat deh, jadinya kayak gini.

[6:30]Jono said that. Gitu kan. Jono berkata bahwa Nah, kata I, dia akan berubah menjadi Jono karena yang ngomong kan si Jono. Gitu kan. Jono berkata kalau siapa yang lapar? Si Jono. Makanya I jadi Jono, gitu ya. Kemudian kata M karena tadi udah kita sepakati bahwa present akan menjadi past, maka kata M menjadi kata was. Gitu.

[6:50]Kok enggak enggak jadi work, Kak? Iya, karena misalkan subjeknya adalah Jono. Jono itu hanya mau sama was dalam bentuk lampau. Kemudian hungry. Kemudian now, now ini adalah keterangan waktu, ya kan, ya. Maka diganti oleh kata then, gitu. Bisa dipahami ya, teman-teman ya. Oke, next, aku kasih contoh berikutnya.

[7:05]Ini kalimat langsung misalkan dari Andi. Andi berkata kayak gini. "Jack will go to Jakarta", Andi says. Nih, teman-teman perhatikan deh. Yang akan berubah tentu saja tensesnya yang tensesnya diwakili oleh kata will, ya kan ya.

[7:22]Maka, ketika menjadi kalimat tidak langsung akan jadi seperti ini. Andi said that Jack would go to Jakarta. Kata will itu present, maka berubah menjadi would dalam bentuk lampau. Gitu.

[7:34]Terakhir, aku kasih satu soal lagi atau satu kalimat lagi. Jenny misalkan berkata kayak gini. My sister died a year ago. Kalau diterjemahkan, eh adikku atau kakak perempuanku meninggal setahun yang lalu.

[7:44]Coba deh teman-teman perhatikan, apakah ada pronoun di sana? Yes, ada kata my. Kemudian kemudian ada kata died, ya kan ya. Kata died itu mewakili kata kerja kedua, ya kan. Kata kerja kedua nanti akan berubah menjadi past perfect. Kemudian a year ago, kata ago-nya akan berubah.

[8:00]Kalau misalkan bingung nanti teman-teman balik lagi ke tabel tadi ya. Di tabel tadi sudah lengkap. Jadinya akan kayak gini. Jenny berkata kalau adiknya siapa? Yang meninggal? Adiknya si Jenny. Makanya kata my menjadi her, ya kan. Jadi her sister. Kemudian died itu adalah verb 2. Maka dirubah menjadi verb 3.

[8:14]Atau had verb 3, makanya jadinya had died. A year ago itu kalau dilihat di di tabel tadi, maka muncul kata before. Ago itu akan jadi before. Makanya jadinya adalah Jenny berkata kalau her sister had died a year before. Jenny berkata kalau kakak perempuannya sudah meninggal setahun sebelumnya. Gitu.

[8:37]Itu disebut dengan perubahan tenses, perubahan pronoun dan juga perubahan keterangan waktu. Oke, Kak, masih ada satu lagi kan? Katanya empat? Oh yes. Satu lagi adalah perubahan struktur kalimat. Nah, perubahan struktur kalimat ini biasanya muncul kalau untuk kalimat tanya, kemudian kalimat perintah atau kalimat larangan.

[8:55]Oke, maksudnya gimana sih, Kak? Oke, kita lihat di kalimat tanya dulu ya. Teman-teman tentu masih ingat ya dengan kalimat tanya. Kalimat tanya itu akan dibagi menjadi dua, ya kan. Ada yes no questions dan satu lagi wh-questions.

[9:08]Yes no question di situ adalah kalimat tanya yang butuh jawaban yes dan no, gitu kan. Makanya dinamakan yes no questions. Sedangkan kalau wh-questions nanti nanti perubahannya akan jadi kayak gini. Wh-words, ya kan. Entah what, why, where, which, when dan seterusnya. Kemudian diikuti sama subjek, diikuti dengan predikat.

[9:50]Karena udah jadi pernyataan kan? Kalau misalkan wh-questions nanti nanti perubahannya akan jadi kayak gini. Wh-words, ya kan. Entah what, why, where, which, when dan seterusnya. Kemudian diikuti sama subjek, diikuti dengan predikat. Pusing, Kak. Oke, kalau misalkan teman-teman pusing perhatikan deh contoh ini.

[10:22]Ini kalimat langsung. Kalimat langsungnya misalkan diucapkan oleh Mina. Mina ini ngomong sama Anton. Dia bilang are you okay? Ini kalimat langsung ya, kan. Mina nanya ke Anton, are you okay? Apakah kamu baik-baik aja? Kata Mina kepada Anton.

[10:39]Nah, kalau diterjemahkan ke dalam kalimat, bukan diterjemahkan ya, kalau misalkan diubah menjadi kalimat tidak langsung, maka akan jadi seperti ini. Mina bertanya pada Anton apakah dia baik-baik saja? Kan kayak gitu kan? Maka teman-teman harus memasukkan rumusnya yaitu kata if atau whether yang artinya apakah.

[10:56]Kemudian diikuti oleh subjek. Subjeknya siapa? Oh, ini kan yang ngomong Mina ke Anton, dia nanya kamu, ya kan? Jadi you-nya, kata you ini berubah menjadi he yang mewakili si Anton. Kan kayak gitu. Iya, oke Kak. Lalu are jadi apa? Nah, karena are ini adalah bentuk present, maka dirubah menjadi lampau.

[11:10]Lampaunya apa dari are? Yaitu was, gitu. Kalau oke, enggak berubah. Oke. Jadinya adalah Mina asked Anton if/whether he was okay. Mina bertanya pada Anton apakah dia baik-baik saja? Itu kalimat indirect-nya atau reported speech-nya atau kalimat tidak langsungnya. Oke.

[11:30]Satu lagi Kak, kalau misalkan wh-questions gimana? Oke, seperti yang aku bilang tadi, kalau double questions, maka kalimatnya atau struktur kalimatnya akan berubah menjadi kalimat pernyataan. Rumusnya adalah wh-words ditambah subjek ditambah auxiliary. Contoh deh.

[11:44]Ini misalkan sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Roni kepada saya, misalkan. Roni nanya ke saya. "Hey, what will you do tomorrow?" katanya. Besok kamu mau ngelakuin apa? Katanya. Rencana kamu mau ngapain sih? Besok. Kata Roni. Roni anak saya, gitu.

[12:07]Maka jadinya kayak gini kalau kalimat tidak langsung. Eh, tapi sebelumnya teman-teman harus analisa dulu ya, seperti tadi. Lihat dulu tensesnya apa. Oke, tensesnya adalah will. Future kan? Maka nanti akan jadi would. Kemudian you-nya mesti adalah pronoun.

[12:15]Pronoun ini akan berubah menjadi seseorang nanti. Kemudian tomorrow adalah keterangan waktu. Oke, kita lihat deh. Jadinya akan Rony asked me what I would do the day after. Oke.

[12:28]What itu dari rumus, ya kan? Wh-words-nya, kemudian diikuti subjek. Subjeknya adalah kok I? Yes, karena dari you berubah menjadi I. Kok I? Iya, karena Roni-nya nanya ke aku. Makanya jadinya I. Roni nanya ke aku, apakah aku? Kan kayak gitu. Nah, kata will-nya berubah menjadi lampau, jadi would do. Kemudian kata tomorrow-nya menjadi the day after. Oke.

[12:50]Gimana? Pusing? Oke, maaf ya. Okelah, lanjut deh. Lanjut adalah kalimat perintah atau kalimat imperatif dan juga kalimat larangan. Kalimat perintah itu yang gimana, Kak? Kalimat perintah itu biasanya kalimat yang memerintahkan. Biasanya kalau dalam bahasa Indonesia kayak gini, "Pergi!" Itu namanya perintah. Atau, "Duduk!"

[13:08]Gitu kan, namanya kalimat perintah. Atau kalau misalkan melarang, melarang itu biasanya jangan, gitu kan. "Jangan pergi!" Gitu-gitu ya. "Jangan duduk!" Gitu. "Jangan marah!" Dan seterusnya. Gimana cara ngerubahnya ke dalam bentuk kalimat tidak langsung kalau menemukan kalimat langsungnya dalam kalimat perintah atau kalimat melarang?

[13:22]Oke, biasanya teman-teman hanya meninggal tinggal. Oh, maaf. Bepotan ngomongnya. Teman-teman hanya tinggal menambahkan kata to verb 1 nanti. Oke, contoh, Kak, contoh. Yes. Kita lihat nih.

[13:40]Ada kalimat atau kalimat perintah dari ibu saya. Kepada saya tentunya ya. Dia bilang kayak gini, "Bring this bag inside!" "Bawa tas ini masuk," katanya gitu. Oke deh, kalau kita masukkan menjadi kalimat tidak langsung, maka akan jadi kayak gini.

[13:56]My mother asked me. Ingat tadi rumusnya? Memasukkan kata to verb 1. Makanya jadinya my mother asked me to bring that bag inside. Kok pakai that, Kak? Yes, karena di kalimat langsungnya ada kata this. Ingat, di dalam tabel tadi kata this berubah menjadi that. Oke.

[14:14]Bisa, bisa. Oke. Ibu memintaku untuk membawa tasnya masuk, gitu. Larangan ya. Sekarang kita contoh yang kalimat melarang. Kalimat melarang ini contohnya kayak gini, ya. Don't make me angry, Father warned me. Misalkan. Bapak atau ayah memperingatkanku, jangan membuatku marah, kata Bapak gitu.

[14:39]Bapak bilang ke aku, jangan bikin aku marah ya, kata Bapak gitu. Kalimat tidak langsungnya kayak mana? Ingat, kalau kalimat melarang itu ciri-cirinya ada kata don't. Maka nanti dia akan berubah menjadi not to verb 1. Jadinya akan kayak gini. My father warned me not to make him angry, ya kan. Dimasukkan kata not to make. Me-nya berubah menjadi him.

[14:58]Kok jadi him, Kak? Iya, ingat. Perubahan pronoun, ya kan. Ya, me itu kan mengacu pada ayah, ya kan. Makanya kata ganti ayah itu adalah him sebagai objeknya. Angry. Ayah memperingatkanku untuk tidak membuatnya marah. Nah, itu adalah pelajaran tentang direct dirubah menjadi indirect speech.

[15:19]Syaratnya ada empat, perubahan tenses, perubahan pronoun, keterangan waktu dan satu lagi adalah perubahan struktur kalimat. Oke, teman-teman. Mudah-mudahan video pembelajaran kali ini membantu kebingungan teman-teman dalam belajar kalimat langsung dan tidak langsung. Mohon maaf kalau misalkan penjelasan yang kurang jelas.

[15:35]Teman-teman bisa memberikan komentar, bertanya di kolom komentar insyaallah akan aku balas. Oke, sampai ketemu di video berikutnya. Bye bye.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript