Thumbnail for PER4NG IR4N & NUBUWAT NABI! Benarkah 2029 adalah Tahun Kebangkitan Islam?! - Syekh Muhammad Alfuli by Syekh Muhammad Alfuli

PER4NG IR4N & NUBUWAT NABI! Benarkah 2029 adalah Tahun Kebangkitan Islam?! - Syekh Muhammad Alfuli

Syekh Muhammad Alfuli

19m 38s2,357 words~12 min read
Auto-Generated

[0:00]tahun-tahun besok teman-teman, bukan tahun yang biasa. Khususnya tahun 2027 dan 2029. Ketika ana baca-baca hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang akhir zaman, ana menemukan banyak sekali nubuwah Rasulullah tentang zaman kita ini. Bahkan teman-teman di salah satu hadisnya ada tanda atau arah yang jelas bahwa di tahun-tahun besok ini 2027, khususnya 2029 akan terjadi peristiwa yang besar. Mungkin itu kemenangan umat Islam, mungkin itu berakhirnya kezaliman. Allahu alam. Perhatikan hadis ini, teman-teman. Kita tahu semua bahwa umat Islam itu, sejarah umat Islam itu dibagi oleh Rasulullah lima fasa, teman-teman. Lima periode, teman-teman. Dan buat antum yang belum tahu, kita sekarang di fasa nomor 4. Ana sebutkan, teman-teman, lima-limanya buat yang belum tahu. Tetapi afwan sebelum ana sebutkan lima fasa, teman-teman, ada hal yang penting sekali yang ana mau sampaikan. Alhamdulillah, teman-teman, bidang ana adalah ilmu agama. Jadi ketika ana membaca hadis Rasulullah tentang akhir zaman dan ana berusaha untuk menafsirkannya, itu hal yang normal. Karena alat tafsir itu alhamdulillah sudah ana kuasai. Di waktu yang sama, kami tidak pernah mengatakan bahwa tafsir yang kami sampaikan itu 100% benar, 100% pasti akan terjadi. Ini namanya ijtihad untuk tafsir. Jadi, teman-teman, tidak pas sama sekali ijtihad tafsir itu yang dibuat oleh ahlinya dibilang cocoklogi. Itu tidak pas sama sekali. Kenapa? Karena kami tidak memastikan bahwa tafsir ini benar dan pasti akan terjadi. Kalau dipastikan baru itu salah, baru itu yang bisa dikatakan cocoklogi. Jadi, teman-teman, harus kita bisa bedakan antara keduanya. Apalagi ana sudah buat peraturan yang sangat jelas di channel ini, kami tidak akan menggunakan hadis dhaif sedikitpun dalam perkara akhir zaman. Semua hadis yang kami gunakan, hadis yang sahih. Jadi yang kami lakukan adalah tafsir hadisnya menggunakan bahasa Arab, dari segi bahasa, dari segi maksud, bukan menggunakan hadis yang dhaif sebagai pembenaran pendapat kami. Tidak mungkin juga, teman-teman, kita liburkan ulama atau ahli tafsir hadis dulu biar tidak dibilang cocoklogi. Teman-teman, bahasa Arab adalah alat yang bisa membantu kita untuk mendalami agama Islam dan lebih khusyuk dalam ibadah kita. Makanya kalau antum masih pemula dan mau belajar bahasa Arab, ana sangat merekomendasikan Syabab Belajar Akademi. Baik, teman-teman. Bismillahirrah, kita lanjut lima fasa umat Islam biar kita tahu apa yang akan terjadi di tahun-tahun yang akan datang. Lima fasa, teman-teman. Fasa yang pertama adalah nubuwah, yaitu kenabian. Dan ini mulai dengan terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi nabi dan rasul di umur 40. Fasa pertama ini, teman-teman, selesai dengan meninggalnya Nabi Muhammad. Kemudian setelahnya terjadi masa transisi yang singkat sebelum masuk ke fasa kedua. Masa transisi yang singkat itu namanya Saqifah Bani Saidah. Ketika orang-orang berkumpul dan memilih Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dengan naiknya Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq mulailah fasa yang kedua, yaitu Khilafah Rasyidah Ala Minhajun Nubuwah, Khilafah atau kepemimpinan yang Rasyidah di atas minhaj kenabian. Kepemimpinan ini mulai dengan naiknya Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan selesai dengan Sayyidina Al-Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Sayyidina Muawiyah bin Abi Sufyan. Dan masa transisinya teman-teman adalah 6 bulan kepemimpinan Sayyidina Al-Hasan. Kemudian dengan naiknya Sayyidina Muawiyah mulai fasa yang ketiga, teman-teman, yaitu Mulkan Adud, yakni kerajaan yang menggigit. Kerajaan yang menggigit ini mulai dengan naiknya Sayyidina Muawiyah bin Abi Sufyan dan selesai baru kemarin dengan runtuhnya Turki Usmani. Kemudian terjadi masa transisi yang sangat penting yang kita akan ceritakan sekarang. Kemudian mulainya fasa yang keempat, yaitu Mulkan Jabri. Ini fasa kita yang sekarang. Kerajaan yang memaksa. Kemudian, teman-teman, fasa yang keempat ini akan selesai dengan masa transisi baru. Kemudian mulai fasa yang kelima, yaitu kembali lagi Khilafatun Rasyidah Alal Minhajun Nubuwah, kepemimpinan yang Rasyidah yang diberi petunjuk atas Minhaj kenabian. Yang banyak orang tidak ketahui, teman-teman, Rasulullah sudah kasih tahu kita dari setiap fasa dari fasa ke fasa apa masa transisinya. Sudah disebutkan, Saqifah Bani Saidah itu sudah ada banyak tanda-tandanya dalam hadis Rasulullah. Soal Sayyidina Al-Hasan menyerahkan kekuasaan, sudah ada banyak tanda-tandanya di hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sekarang, teman-teman, apa kira-kira masa transisi dari fasa ketiga yaitu pas Turki Utsmani runtuh ke fasa yang keempat yaitu zaman kita yang sekarang? Dan apa masa transisi antara fasa yang keempat, yaitu sekarang, dan fasa yang kelima besok Insya Allah, yaitu fasanya Imam Mahdi. Baik, kita mulai dulu, teman-teman, dengan masa transisi atau peristiwa transisi yang terjadi antara fasa ketiga dan fasa yang keempat. Ana minta tolong sama admin untuk menambahkan fasa-fasanya supaya teman-teman bisa membayangkan. Jadi ada masa transisinya itu disebutkan dalam hadis Rasulullah namanya Fitnat Ash-Sarra. Fitnat Ash-Sarra itu artinya fitnah atau ujian kesenangan atau fitnah atau ujian kelapangan. Namanya menarik sekali. Kelapangan tapi fitnah, kesenangan tapi fitnah. Kenapa kira-kira? Perhatikan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di mana Rasulullah menjelaskan peristiwa transisinya dari tiga ke empat. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Fitnat As-Sarra dakhana tahta qadami rajul min ahli baiti. Yazaamu annahu minni walaisa minni, innama auliyaul muttaquun. Fitnah masa kelapangan itu, fitnah kesenangan itu, asabnya berada di bawah kaki seseorang laki-laki dari keluargaku. Dia mengira bahwa dirinya dariku, padahal ia bukan. Sesungguhnya wali-waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa. Wah, penting sekali teman-teman hadis ini. Kata Rasulullah, Fitnah Ash-Sarra itu, peristiwa transisi dari tiga ke empat akan dilakukan oleh orang dari keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Nabi Muhammad di sini bukan meragukan nasabnya, tetapi meragukan akhlaknya, kepribadiannya dan sifatnya. Bahwa sifatnya itu tidak cocok dengan sifat yang seharusnya dia punya. Dan Rasulullah mengatakan orang tersebut bukan dari saya. Tidak tergolong dari kelompok saya tapi yang kelompok saya itu adalah orang-orang yang bertakwa. Yang dimaksud di sini itu siapa? Yang dimaksud di sini wallahu alam adalah Asy-Syarif Husein. Jadi, teman-teman, di zaman Utsmaniyah itu ada satu provinsi yang namanya Hijaz yang di dalamnya ada Mekah, Madinah, dan Jeddah. Hijaz itu dipimpin oleh Syarif Husein. Namanya bukan Syarif. Syarif itu adalah gelarnya, namanya Husein. Syarif itu gelar karena dia dari keturunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dia adalah Gubernur Hijaz yang di bawah Turki Utsmani di mana dia di membaiat Turki Utsmani. Fitnah As-Sarra, peristiwa transisi tiga ke empat itu berada di bawah kakinya. Dia yang akan memulainya, teman-teman. Di mana teman-teman Syarif Husein dijanjikan oleh Inggris akan menjadi khalifah baru mengganti Turki Utsmani ketika Turki Utsmani runtuh. Inggris mengkompori dia, teman-teman. Kamu kok mau terima khalifah itu jadi non Arab. Harusnya Khilafah itu kembali lagi ke Quraisy, kembali lagi ke keluarga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan harusnya kamu yang menjadi khalifah. Maka, teman-teman, Inggris menjanjikan kalau Syarif Husein bantu di perang dunia untuk melemahkan Turki Usmani, maka dia akan diangkat menjadi khalifah oleh Inggris. Maka Syarif Husein mengkhianati baiat yang dia berikan kepada Turki Utsmani dan membuat yang namanya Revolusi Arab. Tetapi seperti biasa, teman-teman, setelah perang dunia selesai, Syarif Husein ingin menagih janji Inggris tersebut. Tetapi Inggris mengkhianati dia seperti biasa karena dia mulai ganggu Inggris. Karena Inggris sebenarnya awalnya benar. Mau angkat dia sebagai khalifah, mau kasih dia semua tanah muslimin kecuali Syam, kecuali Palestina. Seburuk-buruk Syarif Husein ya. Syarif Husein tetap ingin mempertahankan Palestina dan Syam. Maka Inggris mulai merasa terganggu dari Syarif Husein dan Inggris mulai mencari pengganti. Siapa yang bisa memimpin Hijaz?

[9:59]Penggantinya adalah Abdul Aziz Al-Saud, pendiri keluarga Saudi. Orang yang ketika namanya disebutkan di channel ini kadang-kadang bikin banyak orang sensi. Banyak orang langsung komentar bela, bela, bela. Ana enggak tahu rahasianya apa, ya. Baik, teman-teman, kita lanjut hadisnya, hadisnya belum selesai. Rasulullah memberi kita informasi tentang pengganti tersebut. Rasulullah bersabda, "Summa yastalihunnasu ala rajuli warik kadli'in ala wari." Wah, hadis ini atau bagian ini dalam hadisnya penting kita jelaskan secara pelan-pelan. Kata Rasulullah, "Kemudian manusia akan sepakat pada seorang pemimpin yang pincang seperti tulang rusuk di pinggul." Maksudnya, teman-teman, orang-orang akan sepakat memilih pengganti yang pincang. Pincang itu bukan fisiknya tetapi kepemimpinannya, sifatnya, kemampuannya. Dia itu lemah kemampuannya, kemampuannya bukan kemampuan pemimpin yang lurus yang membela hak muslimin. Seperti tulang rusuk di pinggul. Itu maksudnya apa, teman-teman? Pinggul, otot pinggul ini, teman-teman, merupakan salah satu otot yang paling kuat di badan kita. Dan tulang rusuk merupakan salah satu tulang yang paling lemah, paling mudah patah di badan kita juga. Bagaimana jika otot pinggul itu ditaruh atas tulang rusuk? Apa yang akan terjadi? Yang akan terjadi itu tulang rusuknya akan patah. Maksudnya pemimpin yang baru itu akan diberi kepemimpinan dan tanggung jawab yang lebih besar dari kemampuannya. Kemudian mulailah kesenangan dan kelapangan yang pada dasarnya merupakan fitnah dan ujian, yaitu minyak bumi di negeri Arab. Setelah Abdul Aziz bin Al-Saud memimpin, muncullah minyak bumi di negeri Arab yang membuat Arab Saudi dan negara-negara yang sekitarnya sangat kaya, teman-teman. Dikira nikmat dari Allah, tetapi ini sebenarnya ujian dari Allah. Makanya disebut fitnah kelapangan, fitnah kesenangan. Jadi, teman-teman, dengan naiknya Abdul Aziz Al-Saud mulai fasa yang keempat, yaitu mulkun jabri, kerajaan yang memaksa. Di mana Rasulullah menyampaikan kepada kita bahwa di fasa kerajaan yang memaksa itu tuntahaqul a'rad, kehormatan orang diganggu, wa tusraqu wa tunhabul amwal dan harta orang dicuri. Manusia, umat Islam tidak akan diperhatikan dan dipedulikan di fasa yang keempat ini, yaitu fasa kita. Tapi pertanyaannya, teman-teman, fasa yang keempat ini akan bertahan berapa lama? Kapan selesai? Fasa yang keempat mulai dari Abdul Aziz Al-Saud sampai detik ini. Kapan akan selesai? Ternyata teman-teman, ada satu hadis dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang isinya ada tanda penting yang perlu kita baca bersama. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Allahumma barik lana fi Syamina wa Yaminina." Ya Allah, berkahi negeri Syam kami, berkahi negeri Yaman kami. Maka sahabat kaget dan bertanya, "Wa Najdina?" Kata mereka. "Wa Najdina?" Bagaimana dengan negeri Najd, wahai Rasulullah? Maka Rasulullah mengulangi dua kalimat yang di awal lagi, "Allahumma barik lana fi Syamina wa Yamanina." Ya Allah, berkahi negeri Syam kami, berkahi negeri Yaman kami. Sahabat kaget, kenapa Najd tidak dibahas? Maka sahabat bertanya, "Wa Najdina?" Maka Rasulullah memberikan kita jawaban yang penting sekali. Kata Rasulullah, "Hunakal zalazilu wal fitan wabiha yatla'u qarnusy syaithan." Perhatikan kata qarn, teman-teman. Di sana tempatnya fitnah, tempatnya gempa bumi, dan di sana akan muncul tanduk setan, teman-teman. Jadi kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, di negeri Najd ini akan muncul banyak fitnah, banyak gempa bumi dan tanduk setan. Ini di dalam hadisnya ada pesan kepada kita sampai kapan fasa yang keempat ini akan tetap berjalan. Khususnya dengan kata qarn. Kata qarn itu kita perlu bahas dengan teliti, teman-teman. Tetapi sebelum ana menyampaikan berapa lama, ana mau menyampaikan satu hal yang sangat penting. Sayangnya, teman-teman, ada beberapa orang yang ilmunya hanya sekadar copy paste dari internet. Mereka mengatakan bahwa Najd itu adalah negeri Irak, bukan Najd, yaitu Arab Saudi. Dan tafsir ini sangat aneh dan hanya bisa disampaikan oleh pecinta Al-Saud untuk mencuci nama Saudi. Kenapa tafsirnya sangat aneh? Karena empat alasan, teman-teman. Yang pertama, ngapain sahabat bertanya tentang Irak, teman-teman? Mereka bertanya tentang Najd yang dekat dengan tempat mereka yang merupakan tempat nenek moyangnya tinggal. Jadi wajar mereka bertanya tentang dirinya sendiri, tentang sukunya sendiri, tentang tempat nenek moyangnya.

[15:04]Ngapain mereka bertanya tentang Irak yang waktu itu dikuasai oleh Persia. Alasan yang kedua, karena kata Rasulullah, Najd itu akan terjadi di dalamnya banyak fitnah, banyak ujian, dan banyak gempa bumi dan di sana akan muncul tanduk setan. Tidak mungkin yang dimaksud adalah Irak, teman-teman. Karena di hadis lain kata Rasulullah, di Irak itu akan ada pasukan Muslim. Di Syam itu akan ada pasukan Muslim, di Yaman itu akan ada pasukan Muslim. Jadi tiga tempat ini merupakan pusatnya pasukan Muslim di akhir zaman. Yang ketiga, teman-teman, karena semua hadis yang lain yang Rasulullah bahas Irak itu ada tulisannya Irak. Kenapa dengan hadis ini Rasulullah pakai kata Najd? Alasan yang keempat, teman-teman, Rasulullah menyampaikan Najd dan Najd itu jelas artinya. Ayo kita kembali ke hadisnya, teman-teman. Banyak sekali dari kita yang baca hadis ini, tapi jarang ada yang memperhatikan bahwa di dalam hadisnya sebenarnya ada durasi waktu tertentu. Wallahu alam. Karena, teman-teman, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Wabiha yazharu qarnusy syaithan." Di sana akan muncul tanduk setan. Tetapi sebenarnya kata qarn yang di sini, itu tidak selalu artinya tanduk. Salah satu artinya adalah tanduk. Tetapi punya arti yang lain, yaitu abad 100 tahun. Jadi, teman-teman, kalau antum buka kamus bahasa Arab, kata qarn tidak selalu artinya tanduk. Kadang-kadang artinya tanduk, kadang-kadang artinya 100 tahun atau abad, tergantung konteksnya. Jadi kalau kita ambil makna yang kedua ini, yaitu kata qarn artinya 100 tahun yang dimaksud oleh Rasulullah adalah 100 tahun, bukan tanduk, maka terjemahan hadisnya bakal seperti ini. Di Najd, di Najd akan ada banyak fitnah, banyak gempa bumi, dan 100 tahun dari kepemimpinan setan, 100 tahun yang penuh dengan kezaliman. Dan sekali lagi, teman-teman, ini bukan cocoklogi. Ini tidak sopan, tidak pas ijtihad disebut seperti ini. Karena sekali lagi, kami tidak memastikan bahwa ini benar 100% yang tafsir yang akan terjadi. Kami enggak memastikan. Ini bahasa Arab, murni bahasa Arab. Antum yang mungkin belum bisa bahasa Arab, tinggal buka kamus bahasa Arab-Bahasa Indonesia saja, cari kata qarn, dan antum akan melihat arti-arti yang berbeda. Maka, teman-teman, kalau kita pakai tafsir atau arti yang kedua ini, maka fasa yang keempat ini akan bertahan 100 tahun, satu abad, satu qarn, teman-teman. Mulai dengan naiknya Abdul Aziz Al-Saud sampai 100 tahun. Kapan Abdul Aziz Al-Saud naik, teman-teman? Abdul Aziz Al-Saud naik tahun 1351 Hijriyah. Berarti fasa Mulkun Jabri itu, kerajaan yang memaksa, akan bertahan sampai 1451 Hijriyah. 1451 Hijriyah itu berapa Masehi? Itu pas pertengahan tahun 2029, teman-teman. Jadi, teman-teman, wallahu alam, kalau kita pakai terjemahan yang kedua ini, maka fasa yang keempat bisa sampai tahun 2029. Dan memang sudah sangat jelas di depan mata kita bahwa tahun-tahun yang akan datang itu akan terjadi banyak peristiwa yang besar. Lihat sendiri Syekh Ahmad Yasin, pemimpin Hamas yang membuat prediksi bahwa Israel akan runtuh di tahun 2027. Apakah itu cocoklogi juga? Ketika, teman-teman, kerajaan yang memaksa itu runtuh, negara Arab akan jadi lebih peduli terhadap saudaranya di Palestina dan akan melemahkan Israel dan ini akan bisa membantu kemerdekaan Palestina. Jadi, teman-teman, yang kita bisa lakukan adalah belajar, belajar, belajar, karena dengan ilmu iman kita akan kuat dan kita akan bisa tahan dan melawan fitnah-fitnah yang akan terjadi di akhir zaman. Maka, teman-teman, teruslah menuntut ilmu, jangan bosan. Bukan hanya ilmu tentang tanda akhir zaman, itu bagian saja, ya, tapi ilmu-ilmu yang lain perlu untuk dijaga juga, teman-teman. Teman-teman, ayo kita akhiri kajian hari ini dengan doa kafaratul majlis. Subhanakallahumma wa bihamdika ashhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript