[0:01]Halo, sekarang kita akan masuk ke pengantar sosiologi bab 1. Nah, kali ini kenalan yuk sama apa sosiologi?
[0:13]Nah, ngapain sih kita sebenarnya ngapain belajar sosiologi? Salah satu tujuan mempelajari sosiologi yaitu membantu kita dalam mengembangkan kemampuan untuk secara langsung terlibat dalam kehidupan sosial dan melakukan keras balik serta menganalisis hal-hal yang terjadi.
[0:29]Nah, dalam penggunaannya, kemampuan untuk melihat berbagai kisah kehidupan dalam masyarakat seringkali disebut dengan sociological imagination atau imajinasi sosiologi.
[0:40]Nah, apa sih sociological imagination itu? Nah, sociological imagination atau imajinasi sosiologi adalah kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial sambil memperhatikan dan menganalisis hal-hal yang terjadi.
[0:57]Buat apa sih sebenarnya istilah ini ada? Nah, istilah ini dipopulerkan oleh C Wright Mills dan dimaksudkan untuk membantu manusia agar manusia tidak menyalahkan dirinya sendiri atas segala masalah yang dihadapi dan lebih memahami keadaan.
[1:17]Lahirnya sosiologi dilatarbelakangi oleh perubahan masyarakat di Eropa Barat akibat Revolusi Perancis. Dengan munculnya Revolusi Perancis, semua orang yang berharap bahwa kesamaan atau equality, persaudaraan atau Fraternite dan kebebasan atau Liberte yang benar-benar yang menjadi semboyan revolusi benar-benar akan terwujud.
[1:38]Nah, ilmuan yang sampai saat ini diakui sebagai Bapak sosiologi adalah Auguste Comte. Karena dia adalah orang pertama yang menggunakan nama sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat dan mengkajinya secara sistematis.
[1:54]Nah, sebenarnya sosiologi itu apa sih? Nah, sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata Latin Socius yang artinya teman atau masyarakat dan logos dari kata Yunani yang berarti pembicaraan.
[2:08]Diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul Course de Philosophie Positive karangan Auguste Comte yang hidup pada 1798 sampai dengan 1857 pada tahun 1839. Jadi secara harfiah sosiologi adalah ilmu yang berbicara tentang masyarakat.
[2:28]Kemudian menurut para ahli, sosiologi memiliki berbagai definisi termasuk oleh Auguste Comte yakni Bapak sosiologi dunia. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia yang senantiasa mempunyai naluri untuk hidup bersama dengan sesamanya.
[2:45]Kemudian, Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
[2:57]Kemudian, sosiologi mempunyai ciri-ciri loh. Ciri-cirinya adalah yang pertama empiris. Artinya ilmu pengetahuan tersebut tidak didasarkan pada observasi.
[3:07]Yang kedua, teoritis. Artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan.
[3:15]Yang ketiga, kumulatif. Artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaik, memperluas serta memperkuat teori-teori yang sudah lama.
[3:25]Yang keempat adalah non-etis. Artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik dan buruk masalah tersebut tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
[3:39]Kemudian secara hakikat, sosiologi adalah ilmu sosial. Di mana hal ini berarti teori yang terdapat pada sosiologi disandarkan kepada hal-hal yakni gejala sosial dalam kehidupan masyarakat yang sifatnya empiris dan bukan merupakan spekulasi.
[3:54]Dalam sosiologi digolongkan menjadi ilmu pengetahuan murni dan juga pengetahuan terapan. Nah, sosiologi merupakan pengetahuan yang abstrak dan bukan ilmu pengetahuan yang konkret.
[4:04]Artinya sosiologi adalah ilmu yang dapat berkembang menurut perkembangan zaman. Nah, objek kajian sosiologi sendiri dilihat dari sudut pandang hubungan antara manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia yang ada di dalam masyarakat.
[4:20]Jadi yang menjadi objek dalam penelitian dan kajian sosiologi adalah masyarakatnya sendiri. yang kita lihat dari sudut pandang hubungan antar manusianya dan proses yang timbul dari hubungan tersebut, bukan manusia sebagai individu.
[4:35]Yang perlu menjadi poin penting adalah pengertian bahwa manusia itu hidup bersama. Kemudian adanya kesadaran akan satu kesatuan, masyarakat adalah kesatuan sistem yang hidup bersama dan sosiologi yang mempelajari perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangun oleh mereka sendiri.
[4:53]Nah, memang apa sih kegunaan dari ilmu sosiologi? Nah, sosiologi itu berguna untuk berbagai macam hal.
[5:00]Yang pertama adalah perencanaan sosial yang merupakan kegiatan untuk mempersiapkan siswa kreatif dan aktif demi masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan.
[5:14]Kemudian, yang kedua adalah untuk penelitian. Dalam bidang penelitian, siswa belajar jujur, disiplin dan santun di dalam kehidupan sehingga sosiologi memiliki kelebihan dibanding ilmu-ilmu yang lain.
[5:27]Karena dapat memahami simbol, kata-kata, kode serta berbagai istilah yang digunakan oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris dan pemahaman pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
[5:39]Kemudian, kegunaan ilmu sosiologi adalah untuk pembangunan. Nah, pada tahap perencanaan pembangunan, sosiologi dapat berguna dalam mengadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat sehingga bisa melakukan kerja sama antar masyarakat.
[5:55]Dan yang terakhir adalah untuk memecahkan masalah sosial. Nah, di dalam mengatasi masalah sosial juga harus melakukan kerja sama dengan melihat aspek sosiologisnya dengan tidak mengabaikan aspek lain.
[6:08]Nah, sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan.
[6:21]Sekarang kenalan yuk sama beberapa tokoh sosiologi. Yang pertama, Auguste Comte. Emang Auguste Comte itu siapa sih yang tadi kita sebut-sebut?
[6:30]Nah, Auguste ini lahir di Perancis pada 19 Januari 1798. Comte merupakan tokoh yang meletak dasar yang meletakkan dasar sosiologi.
[6:41]Dalam perkembangannya, dia mampu merumuskan perkembangan atau evolusi evolusi pemikiran masyarakat. Nah, Comte itu punya teori yang di mana teori besar Comte dikenal dengan hukum tiga keadaan atau tiga stadia.
[6:56]Yaitu yang pertama, tahap Teologi. Di mana tahap Teologi adalah keadaan di mana masyarakat masih menganggap semua yang ada di dunia ini adalah karena kekuatan gaib.
[7:12]Sehingga mereka cenderung memuja makhluk gaib tersebut. Nah, pada masa ini adalah masa di mana orang mati menguasai orang hidup atau seringkali disebut sebagai animisme dan juga dinamisme.
[7:23]Kemudian, pada tahap kedua yaitu adalah tahap metafisik. Nah, pada tahap ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabkan oleh kekuatan yang berada di atas manusia.
[7:37]Pada saat ini manusia ataupun masyarakat sudah mencari penyebabnya tetapi masih digeluti dengan pemikiran gaib. Contohnya adalah fenomena Guntur yang oleh masyarakat metafisik, hal ini dipercaya karena dewa langit yang sedang marah.
[7:53]Kemudian adalah tahap positivis. Di mana tahap ini merupakan tahap di mana manusia telah sanggup untuk berpikir secara ilmiah. Pada tahap ini, berkembanglah ilmu pengetahuan.
[8:05]Nah, itulah tadi mengenai Auguste Comte. Sekarang kita lanjut mengenai Emile Durkheim. Emile Durkheim lahir di Perancis pada 15 April 1858.
[8:15]Durkheim membahas masalah pembagian kerja yang berfungsi untuk meningkatkan solidaritas. Menurutnya, unsur baku dalam masyarakat adalah faktor solidaritas.
[8:27]Dia beranggapan bahwa pembagian kerja dapat menciptakan solidaritas dalam masyarakat. Durkheim membagi solidaritas menjadi dua yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik.
[8:38]Solidaritas mekanik merupakan tipe solidaritas yang didasarkan pada persamaan. Solidaritas ini bisa dijumpai pada masyarakat yang masih sederhana atau di desa.
[8:50]Sedangkan solidaritas organik merupakan tipe solidaritas yang didasarkan pada kepentingan-kepentingan. Contohnya dapat dijumpai di masyarakat perkotaan.
[9:01]Di mana pada masyarakat perkotaan solidaritas ini bergantung pada pembagian kerja yang telah diterima oleh masing-masing individu. Karena individu yang memiliki pembagian kerja yang berbeda sehingga mereka memiliki solidaritas yang berbeda juga dengan orang-orang yang ada di desa.
[9:19]Nah, begitu. Sedangkan yang terakhir, mari kita bahas mengenai Karl Marx. Karl Marx lahir di Jerman pada 5 Mei 1818.
[9:29]Nah, sumbangan Mark terhadap sosiologi patut diperhitungkan karena dia hidup dalam masa kapitalisme yaitu masa yang kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin.
[9:42]Teorinya disebut dengan teori kelas. Nah, pada masa tersebut terjadi eksploitasi terhadap kaum proletar. Marx hadir dengan menanamkan ideologi komunis dalam masyarakat.
[9:56]Komunis adalah tatanan masyarakat tanpa kelas. Nah, dengan begitu Marx membagi masyarakat menjadi dua kelas, yaitu yang pertama adalah kelas borjuis, yaitu kelas di mana berisi orang-orang yang menguasai alat produksi dan modal.
[10:07]Sedangkan yang kedua adalah kelas proletar, yaitu kelas yang berisi orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal. Kelas ini hanya dimanfaatkan tenaganya untuk kemakmuran kelas borjuis.
[10:20]Dalam usaha untuk mendapatkan data-data sosiologi, digunakanlah beberapa metode-metode sosiologi. Nah, metode-metode ini terdapat tujuh metode.
[10:32]Yang pertama, metode statistik. Di mana metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kualitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak.
[10:42]Yang kedua, yaitu metode eksperimen. Metode ini dibentuk atas dasar kerja sama pada dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen sedangkan kelompok kedua adalah kelompok kontrol.
[10:55]Setelah itu dibandingkan antara dua kelompok tersebut. Yang ketiga adalah metode studi kasus. Metode ini digunakan untuk membentuk kepedulian dan kejujuran dengan cara menguji kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu.
[11:09]Misalnya, gerakan-gerakan buruh untuk menuntut kenaikan gaji. Kemudian, yang keempat adalah metode survei lapangan.
[11:16]Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung. Yang kelima ada metode partisipasi yang digunakan untuk membentuk kerja sama dengan peduli dan mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan kelompok.
[11:32]Yang keenam adalah metode fungsionalisme. Di mana metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
[11:45]Nah, yang terakhir adalah metode studi pustaka. Di mana metode ini merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan.
[11:58]Dalam sosiologi juga ada satu konsep yang bernama konsep realitas sosial dan budaya. Apa sih realitas sosial dan budaya itu? Nah, realitas sosial budaya dapat diartikan sebagai kenyataan kenyataan sosial budaya dalam masyarakat.
[12:13]Sedangkan masyarakat sendiri adalah sebuah sistem. Artinya masyarakat mempunyai unsur-unsur. Nah, menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, masyarakat terdiri dari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial.
[12:28]Nah, untuk mengkaji realitas sosial budaya, maka kita akan mengklasifikasikan menjadi tiga aspek tersebut. Yang pertama, mari kita masuk ke dalam struktur sosial.
[12:38]Struktur sosial adalah segmen-segmen atau bagian-bagian atau komponen-komponen dalam kehidupan sosial. Nah, ciri dari struktur yang paling pokok adalah adanya suatu posisi yang tertinggi.
[12:51]Realitas sosial budaya yang masuk dalam aspek struktur sosial antara lain yang pertama adalah nilai yang merupakan kumpulan sikap atau keyakinan terhadap suatu hal mengenai buruk, baik, benar, salah, patut atau tidak patut dalam masyarakat.
[13:07]Yang kedua adalah norma. Yang di mana norma adalah bentuk konkret dari nilai sosial. Norma mempunyai kekuatan pengikat atau sanksi. Di dalam masyarakat ada berbagai norma seperti norma agama, norma adat, norma kesusilaan, norma kesopanan dan juga norma hukum.
[13:27]Kemudian ada lembaga sosial atau pranata sosial yang merupakan suatu hubungan yang terorganisasi yang terhimpun dari nilai dan norma serta berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia atau masyarakat.
[13:40]Ada lima nih lembaga sosial dalam masyarakat, yaitu lembaga keluarga, lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, lembaga perekonomian dan juga lembaga pendidikan.
[13:52]Ada juga status dan peran yang merupakan suatu posisi suatu individu dalam masyarakat dan pola tindakan yang dilakukan yang dimiliki oleh status tertentu.
[14:04]Yang terakhir, ada penyimpangan sosial. Kata lain dari penyimpangan sosial adalah social deviation atau deviasi sosial. Bentuk perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat disebut dengan penyimpangan sosial ini.
[14:19]Kemudian, ada pula konsep perubahan sosial budaya. Perubahan sosial adalah proses pergeseran atau berubahnya struktur atau tatanan di dalam masyarakat.
[14:31]Meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
[14:40]Mencakup perubahan budaya yang ada di masyarakat di mana di dalamnya terhadap perubahan nilai-nilai dan tata cara kehidupan dari tradisional menjadi lebih modern.
[14:55]Kemudian ada hubungan nih antara realitas sosial dan budaya. Tiap unsur sosial budaya itu terkait. Nah, karena masyarakat merupakan suatu sistem yang saling berhubungan.
[15:07]Artinya setiap unsur di dalamnya saling terkait. Misalnya nilai, norma dan sosialisasi. Nilai dan norma merupakan suatu aturan yang harus diketahui oleh setiap individu dalam masyarakat.
[15:20]Karena itulah perlu adanya sosialisasi dalam masyarakat, yakni pengenalan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat terhadap setiap anggota dalam masyarakat. Nah, kemudian ada pula masyarakat dengan interaksi sosial.
[15:33]Masyarakat tercipta karena adanya interaksi dan juga sebaliknya. Tidak ada masyarakat tanpa ada adanya interaksi. Yang terakhir adalah status dan peran. Status sosial seseorang dalam masyarakat menentukan peran dia sebagai anggota dari masyarakat.
[15:50]Contohnya, seorang guru atau pendidik. Status ini mengharuskan dia untuk menjadi panutan para siswanya. Begitulah mengenai bab 1 yakni pengantar sosiologi.
[16:03]Nah, mengenai pengantar sosiologi ini mudah-mudahan dapat menghantarkan kamu belajar sosiologi secara lebih lanjut ya. Semangat!



