[0:17]Halo teman-teman, selamat datang kembali di Gia Academy YouTube Channel. Semoga teman-teman selalu sehat dan terus semangat. Setiap hari kita melakukan rutinitas makan berikut, sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Semua kegiatan makan kita tadi tentu menghabiskan berbagai jenis makanan, sehingga terbentuk energi yang bisa kita gunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Nah, tahukah teman-teman kalau setiap makanan yang kita makan mengandung zat-zat tertentu? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, yuk kita ikuti terus video ini. Kita akan belajar zat-zat makanan yang diperlukan tubuh. Pada dasarnya, kita harus memenuhi kebutuhan energi kita dengan mengkonsumsi makanan. Zat-zat yang terkandung dalam makanan kita tadi berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tubuh dikelompokkan menjadi dua, yaitu zat makanan makro dan zat makanan mikro. Zat makanan makro yaitu zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar. Terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan air. Zat makanan mikro adalah zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit seperti vitamin dan mineral. Jadi, secara umum tubuh kita membutuhkan zat-zat berikut, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Semuanya memiliki peranan yang berbeda-beda bagi tubuh kita. Yuk kita bahas satu per satu. Pertama, karbohidrat. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang berasal dari gula. Berdasarkan gugus gula penyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan karbohidrat yang memiliki susunan molekul paling sederhana. Monosakarida mempunyai rasa yang manis dan mudah larut dalam air. Contohnya glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
[2:29]Semua jenis monosakarida ini banyak terdapat pada buah-buahan. Disakarida terdiri atas dua molekul monosakarida, memiliki rasa yang manis dan mudah larut dalam air. Contohnya laktosa, sukrosa, dan maltosa. Laktosa terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan, misalnya air susu. Sukrosa banyak terdapat dalam gula pasir yang dikonsumsi, dan maltosa terdapat di dalam biji-bijian. Polisakarida merupakan karbohidrat yang memiliki susunan molekul yang kompleks, memiliki rasa manis dan sukar larut dalam air. Contoh polisakarida adalah amilum, glikogen, dan selulosa. Amilum banyak terdapat di dalam umbi-umbian, glikogen dalam otot dan hati hewan, sedangkan selulosa di bagian serat tumbuhan. Di dalam tubuh kita, karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, mengatur proses metabolisme tubuh, menjaga keseimbangan asam dan basa, mencegah konstipasi atau susah buang air besar, membantu penyerapan kalsium, dan sebagai bahan pembentuk sel, jaringan, dan organ tubuh. Zat kedua adalah lemak. Lemak merupakan zat organik hidrofobik yang sukar larut dalam air, tetapi bisa larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform. Lemak adalah makro molekul jika dipecah akan menghasilkan tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol. Lemak sering disebut juga dengan lipid dan tersusun atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Berdasarkan komposisi kimianya, senyawa lemak dibedakan menjadi tiga macam, yaitu lemak sederhana, tersusun atas trigliserida, yaitu satu gliserol dan tiga asam lemak. Contohnya lilin, plastisin, minyak. Lemak campuran merupakan gabungan antara lemak dan senyawa bukan lemak seperti protein, fosfat, dan glukosa. Contohnya fosfolipid. Dan derivat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid, misalnya kolesterol, asam lemak, gliserol, dan sterol. Sedangkan berdasarkan ikatan kimianya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh yang bersifat nonesensial karena dapat disintesis oleh tubuh. Umumnya berwujud padat pada suhu kamar. Banyak terdapat pada daging, keju, susu dan mentega. Lemak ini berasal dari lemak hewani. Asam lemak tidak jenuh bersifat esensial karena tidak dapat disintesis oleh tubuh. Umumnya berwujud cair pada suhu kamar. Contohnya minyak kedelai, minyak kelapa, minyak goreng, dan lemak ini berasal dari lemak nabati. Bagi tubuh, lemak berfungsi sebagai penghasil energi tertinggi, pelindung tubuh dari pengaruh suhu rendah, pelarut vitamin A, D, E, dan K, pelindung bagi alat tubuh yang lunak, salah satu bahan penyusun membran sel, garam empedu, hormon, vitamin, dan asam kolat di dalam hati. Dan sebagai cadangan makanan sehingga tubuh kita bisa menahan rasa lapar. Bisa dimengerti ya? Zat makanan berikutnya adalah protein. Protein tersusun atas satu atau lebih polimer. Setiap polimer tersusun atas monomer-monomer yang disebut asam amino. Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida dan protein. Asam amino pada protein mengandung unsur nitrogen, hidrogen, oksigen, dan karbon. Asam amino dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis tubuh. Jadi, diperoleh dari luar tubuh melalui makanan. Contohnya lisin, leusin, isoleusin, metionin, treonin, dan valin. Berikutnya, asam amino semiesensial. Hanya dapat dibentuk oleh tubuh dalam kondisi tertentu, sehingga asam amino ini dapat menghemat pemakaian asam amino esensial. Contohnya arginin, histidin, tityrosin, sistin, glisin, dan serin. Terakhir, asam amino nonesensial dapat disintesis oleh tubuh dengan bahan baku asam amino lainnya. Misalnya asam glutamat, asam aspartat, glutamin, prolin, dan alanin. Berdasarkan fungsinya dalam aktivitas sel, protein dibedakan menjadi protein struktural, merupakan protein yang berfungsi membentuk struktur sel, misalnya protein perifer dan protein integral yang menyusun membran sel. Protein fungsional adalah protein yang berperan melakukan fungsi-fungsi tertentu dalam sel, misalnya homeostatis, imunitas, metabolisme, dan transpor zat. Protein fungsional dapat berupa enzim dan hormon. Bahan makanan yang banyak mengandung protein dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu protein hewani, merupakan protein yang diperoleh dari hewan seperti telur, ikan, dan daging. Dan protein nabati, protein yang diperoleh dari tumbuhan seperti tempe, tahu, kacang hijau, kacang kedelai, dan sayuran. Protein memiliki fungsi-fungsi berikut. Menyediakan energi bagi tubuh, memperbaiki dan memelihara jaringan tubuh, menyintesis zat-zat penting seperti hormon, enzim, antibodi, dan kromosom. Mendorong pertumbuhan, pembangunan, dan pemeliharaan struktur tubuh, menyeimbangkan cairan di dalam tubuh, dan berperan dalam sistem buffer atau penyangga pH yang efektif. Oke, teman-teman, sampai di sini berarti kita sudah membahas tiga bentuk zat-zat dalam makanan. Karbohidrat, lemak, dan protein. Yuk, kita lanjut ke zat berikutnya. Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh untuk memperlancar metabolisme, namun tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit, namun perannya tidak bisa digantikan oleh zat lain. Kekurangan vitamin di dalam tubuh kita disebut dengan avitaminosis. Nah, teman-teman, inilah jenis vitamin secara umum, vitamin A, B, C, D, E, dan vitamin K. Semua jenis vitamin tadi dapat dikelompokkan menjadi vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut di dalam lemak. Vitamin yang larut di dalam air terdiri dari vitamin B1, banyak terdapat di hati, daging, biji-bijian.
[9:35]Vitamin ini berfungsi untuk proses metabolisme karbohidrat. Selanjutnya vitamin B2, B3, B6, B12, dan vitamin C yang banyak terdapat di dalam jeruk, tomat, kentang, sayur. Vitamin ini berperan penting dalam pembentukan tulang. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak berupa vitamin A yang terdapat dalam buah, sayur, susu, hati yang berguna untuk kesehatan kulit dan mata. Vitamin D banyak terdapat dalam susu, minyak ikan, dan telur yang berperan penting dalam penyerapan kalsium. Vitamin E terdapat di dalam daging, sayur, dan biji-bijian, berfungsi untuk memelihara kesehatan sel darah merah. Dan vitamin K yang ada pada semua sayuran hijau, mendorong produksi aglutinogen pada darah untuk proses penggumpalan darah. Zat makanan berikutnya adalah mineral. Mineral merupakan substansi anorganik yang biasa ditemukan dalam bentuk ion. Mineral tidak mengalami proses pencernaan karena bersifat mudah larut dalam air, sehingga mudah diserap oleh jonjot usus halus. Mineral dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit, namun jika tubuh kekurangan garam mineral tertentu, dapat mengakibatkan penyakit defisiensi. Inilah bentuk-bentuk mineral yang terkandung dalam berbagai makanan. Dan berikut jenis-jenis mineral, sumber, dan fungsinya. Kalsium, fosfor, sulfur, kalium, natrium, magnesium, besi, seng, tembaga, dan mangan. Berdasarkan jumlah yang diperlukan tubuh, garam mineral dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur makro, misalnya natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium. Dan unsur mikro, misalnya seng, besi, tembaga, mangan, yodium. Dan zat yang terakhir adalah air. Air sangat dibutuhkan tubuh sebagai pelarut dalam proses metabolisme. Kandungannya sekitar 70% dari berat tubuh. Tubuh kita memerlukan kurang lebih 2,5 liter air setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dalam bentuk keringat dan urin. Keseimbangan air dalam tubuh diatur oleh beberapa kelenjar hormon, misalnya kelenjar hipofisis, anak ginjal, dan kelenjar tiroid. Dan kebutuhan air dalam tubuh dapat dipenuhi dari air minum, makanan, buah, dan sayuran. Jika tubuh kita kehilangan cairan secara berlebihan, maka dapat mengakibatkan dehidrasi. Di dalam tubuh kita, air memiliki banyak peranan penting, di antaranya untuk mengatur suhu tubuh, melindungi jaringan dan organ tubuh, membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh sel tubuh, mengangkut sisa-sisa metabolisme keluar tubuh, sebagai medium berbagai reaksi kimia di dalam tubuh, dan mengurangi beban kerja ginjal dan hati dengan membuang kotoran keluar dari tubuh. Nah, teman-teman, itulah keseluruhan zat yang terkandung dalam makanan kita. Banyak sekali ya manfaatnya bagi tubuh. Agar peranan zat makanan tidak terganggu dan dapat berfungsi maksimal, kita perlu menjaga kadarnya di dalam tubuh dengan menghitung jumlah energi yang dihasilkan makanan dan kebutuhan tubuh kita. Inilah penghitungan kalori dari bahan makanan berdasarkan nilai kalori hasil proses pencernaan. Lemak 9,3 kkal/gram, karbohidrat 4,1 kkal/gram, dan protein juga 4,1 kkal/gram. Kalori juga dapat dihitung berdasarkan berat makanan dan kandungan zat gizinya. Selain menghitung kalori, kita juga dapat menjaga pola makan dengan menu makanan seimbang. Menu makanan seimbang adalah menu makanan yang terdiri atas beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh.
[14:09]Jadi, makanan kita perlu mengandung enam unsur zat tadi sesuai kadarnya ya. Kecukupan energi setiap orang dapat diketahui dengan menghitung nilai BMI dan BMR. BMI (Body Mass Index) merupakan salah satu cara untuk mencapai kesetimbangan energi dengan memperhatikan berat dan tinggi badan dengan rumus berikut: Berat badan dalam kilogram dibagi nilai kuadrat tinggi badan dalam satuan meter. Nah, setelah mendapat nilai BMI, kita dapat mengetahui golongan berat badan kita berdasarkan tabel berikut. Kemudian BMR (Basal Metabolic Rate) merupakan kebutuhan minimal energi untuk melakukan proses tubuh vital. Meliputi mempertahankan tonus otot, sistem peredaran darah, pernafasan, metabolisme sel, dan mempertahankan suhu tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi BMR antara lain jenis kelamin, umur, berat badan, komposisi tubuh, tingkat kesehatan, suhu lingkungan, suhu, aktivitas, sekresi hormon dan status gizi. Ada beberapa cara untuk menghitung BMR, yaitu rumus BMR menurut Harris-Benedict, dan menurut standar WHO sesuai tabel berikut. Nah, agar teman-teman lebih paham, mari kita coba selesaikan contoh soal berikut. Soal pertama, terdapat beberapa jenis makanan, kita diminta mengurutkan makanan yang menghasilkan energi terbesar. Untuk menjawabnya, kita perlu tahu kandungan kalori yang dihasilkan oleh makanan-makanan tersebut. Nasi merupakan karbohidrat, kandungan kalorinya 4,1 kkal/gram. Keju mengandung lemak dengan kalori 9,3 kkal/gram. Roti adalah karbohidrat 4,1 kkal/gram. Tempe mengandung protein 4,1 kkal/gram. Kuning telur banyak mengandung lemak dengan kalori 9,3 kkal/gram. Dan tahu mengandung protein 4,1 kkal/gram. Jadi, makanan dengan energi terbesar adalah keju dan kuning telur. Jawabannya C, 2 dan 5. Soal kedua, diberikan beberapa fungsi mineral, kita diminta menentukan pernyataan yang merupakan fungsi natrium. Sebelumnya, kita sudah membahas beragam fungsi unsur mineral. Dan natrium yang dihasilkan garam memiliki fungsi-fungsi berikut. Menjaga keseimbangan asam dan basa darah, memelihara keseimbangan cairan dalam tubuh, dan mengatur transmisi rangsangan pada sistem saraf. Jadi, fungsi natrium ditunjukkan oleh nomor 2, 4, dan 5. Jawabannya D. Soal ketiga, diberikan data fisik dan aktivitas Nuri, kita diminta menentukan jumlah energi yang diperlukan Nuri dalam sehari. Untuk menghitungnya, kita perlu tentukan nilai BMR Nuri sebagai perempuan yang berumur 16 tahun berdasarkan tabel menurut Harris-Benedict. BMR = 655 + 9,6 * berat badan + 1,8 * tinggi badan - 4,7 * umur. Kita masukkan berat badan Nuri yaitu 58 kg, tinggi 165 cm, dan umur 16 tahun, sehingga diperoleh BMR 1.433,6 kkal. Untuk menghitung energi, kita kalikan BMR dengan pengali kalori berdasarkan aktivitas. Karena Nuri beraktivitas sedang, maka 1.433,6 kkal kita kali 1,7. Jadi, energi yang dibutuhkan Nuri sehari adalah 2.437,12 kkal. Jawabannya C. Oke, teman-teman, berarti di video kali ini kita sudah membahas zat-zat yang terkandung dalam makanan kita. Karbohidrat sebagai sumber energi utama tubuh, lemak sebagai sumber energi cadangan bagi tubuh, protein membentuk jaringan dan organ tubuh. Vitamin mengatur sistem metabolisme tubuh, mineral mengatur keseimbangan cairan, asam basa dan metabolisme tubuh. Air menjadi pengatur suhu dan menjadi medium reaksi kimia bagi tubuh. Bisa dipahami ya? Demikianlah pembahasan kita tentang zat-zat makanan yang diperlukan tubuh. Jangan lupa tonton terus video-video terbaru di channel kita ya. Sampai jumpa di video berikutnya.



