[0:05]Assalamualaikum Wr. Wb. Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
[0:14]Salam PMR. Siamo Tutti Fratelli, kita semua bersaudara. Selamat pagi peserta MPLS 2025. Kami dari ekstrakurikuler PMR WIRA SMAN 1 Plumbon akan mempersembahkan sebuah persembahan yang berjudul MEMORY OF SOLFERINO AND THE LADY WITH THE LAMP. Menurut kalian, apa ya hubungannya dengan kepalangmerahan? Untuk menjawabnya, ayo tonton persembahan berikut ini!!
[0:51]Pada suatu Hari Jean Henry Dunant datang ke desa Solferino di Italia untuk perjalanan Berbisnis dengan kaisar Nopoloen III. Sesampainya di Solferino betapa kagetnya dia. Pertempuran di mana-mana dan penuh darah, Henry Dunant berdiri terpaku. Ia menyaksikan ribuan prajurit terluka tergeletak tanpa pertolongan. Suara rintihan dan jeritan minta tolong terdengar di mana-mana.
[1:49]Ya Tuhan... apa yang terjadi? Luka, darah... mereka semua tergeletak... dan tidak ada satu pun yang menolong? (Tolong...) air... (tolong kami...)
[2:10]Tenang, aku di sini. Aku akan cari bantuan. Kalian tidak akan ditinggalkan. Henry berlari ke arah sebuah pemukiman terdekat. Sesampainya di sana, ia mendatangi sekelompok warga yang tengah berlindung.
[2:32]Saudara-saudara! Saya Henry Dunant. Di Solferino sedang terjadi peperangan. Mereka terluka parah dan tak ada yang merawat. Kita di sini tak bisa tinggal diam. Seorang wanita menatapnya dengan ragu. Tapi... mereka bersenjata. Bagaimana kalau kita ikut diserang? Mereka, manusia seperti kita. Mereka membutuhkan air, perban, ketenangan serta kenyamanan. Luka mereka tak mengenal seragam atau bendera. Seorang pemuda maju perlahan. Apa yang harus kami lakukan, Tuan? Ambil kain bersih, air, dan obat apapun yang kalian punya. Berikan pertolongan pertama pada mereka yang terluka. Mari kita tolong siapa pun yang membutuhkan. Kita semua saudara dalam kemanusiaan! Para warga saling menatap ragu, lalu satu per satu mengangguk. Baiklah, ayo semuanya mari kita tolong!
[3:29]Dengan keyakinan mereka berjalan bersama Henry menuju medan pertempuran, membawa harapan dan pertolongan bagi yang terluka. Cepat! Bersihkan lukanya! Dia kehilangan banyak darah! Bungkus dengan kain bersih! Obat mungkin terbatas, tapi kasih sayang dan kepedulian tak akan pernah habis. Kita butuh waktu, tapi setidaknya untuk saat ini kalian tidak sendiri, kami bersama kalian. Kami tak peduli dari tentara mana mereka berasal, yang penting mereka masih bernyawa. Tanpa Henry, takkan ada yang datang membantu kita. Terima kasih.
[4:10]Sudahlah, kami sudah tidak apa-apa, kalian pulang saja. TIDAK! SIAMO TUTTI FRATELLI (kita semua bersaudara). Sejumlah prajurit yang telah diberikan pertolongan pertama di bawa ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan ketenangan serta kenyamanan.
[4:33]Setelah situasi mulai aman hari semakin gelap. Beberapa warga memutuskan untuk kembali ke pemukiman mereka, lalu datanglah Florence Nightingale bersama beberapa perawat yang dikirim ke desa Solferino untuk merawat, memberikan kedamaian hati dan jiwa bagi tentara yang terluka.
[5:04]Malam memang gelap... namun cahaya kecil dalam lentera, seperti harapan... dalam keberadaannya, ia menemani dan membawa pertanda, badai pasti berlalu. Siapa?.... Siapa engkau? Aku hanyalah pembawa cahaya, agar kalian tahu bahwa dunia belum sepenuhnya gelap. Kalian telah berjuang, dan kini saatnya cahaya dalam damai menyembuhkan kegelapan. Bukan hanya luka yang kami obati, tetapi juga jiwa. Percayalah kebahagiaan masih menyertai kalian. Terima kasih, putri pembawa lentera. Cahaya kecilmu menyalakan harapan besar bagi kami semua. Setelah peperangan berakhir, Henry pun memutuskan untuk pulang ke negara asalnya (Switzerland). Dan Henry pun menuliskan sebuah buku yang berjudul “A Memory of Solferino”. Hari itu, di Solferino, aku melihat kemanusiaan yang terluka. Tapi, aku juga melihat cinta. Cinta dalam bentuk tangan-tangan yang merawat, cahaya yang menenangkan, dan keberanian orang biasa yang memilih peduli. Kasihi Tuhan, Kasihi sesama! Dari kesaksian itu, lahirlah sebuah gerakan yang hari ini kita kenal sebagai Palang Merah. Dan dari kisah itu, kita Palang Merah Remaja berdiri membawa semangat kemanusiaan untuk semua. Gimana? Penampilan dari mas dan mba tadi? Keren ga? Keren! Keren! Keren!
[6:54]Tepuk tangan buat mereka, dong! Jika menjumpai seseorang yang membutuhkan pertolongan pertama, maka kita harus cepat menolong, dan segera menolong. Lalu kita akan maka kita harus menolong menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), untuk mengamankan diri dan orang lain, meminta izin, memperkenalkan diri, kenali gejala dan jenis luka, lakukan tindakan pertolongan pertama pada korban. Kalian tahu enggak nilai apa saja yang ada di PMR? Tahu enggak? Yang pertama, Di PMR kita bisa berprestasi (banyak sekali Bidang perlombaan di PMR), contohnya lomba pembuatan tandu darurat, pertolongan pertama, olimpiade kepalangmerahan, dan lainnya. PMR Angkatan mba dan mas pernah berhasil mendapatkan sebagai duta donor darah pelajar sekabupaten Cirebon. Yang kedua, untuk yang berminat atau kuliah di bidang kesehatan, masuk PMR adalah pilihan tepat. Nahh siapa nihh yang cita-citanya mau jadi dokter? Aku! Perawat? Aku! Bidan? Aku! Atau di bidang kesehatan lainnya.
[8:03]Karena di sini kita belajar medis dasar, psikolog remaja, pertolongan pertama dan masih banyak lagi lohh. Yang ketiga, banyak kegiatan yang menarik dan seru, tidak cuma di sekolah saja, salah satunya yaitu kegiatan Jambara (Jumpa Bakti Gembira). Yang diadakan setiap 4 tahun sekali dan diikuti oleh berbagai unit PMR nasional maupun internasional. Yang Keempat, kita juga bisa menerapkan ilmu PMR di kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari generasi muda yang peduli dan sigap dalam kemanusiaan! Wahh, menarik gak nih?? Menarik! Menarik! Jadi, buat adik-adik yang mau bergabung ke dalam eskul PMR nanti bisa hubungin kami atau bisa juga datang ke UKS untuk daftarkan diri menjadi anggota PMR. Salam PMR! Siamo Tutti Fratelli! artinya Kita Semua Bersaudara. Tepuk PMR! PMR! PMR! PMR! Relawan Masa Depan!
[9:16]Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



