[0:18]Hola semuanya. Bagaimana nih kabar kalian? Semoga dalam keadaan baik-baik saja, sehat selalu, serta dilancarkan rezekinya ya, Guys. Amin. Pada kesempatan kali ini, kita akanlah melanjutkan donghua dari Way of Choice tepatnya untuklah episode 11. Ya, untuk di episode kali ini, masihlah berada di ujian istana, tetapi berada di tahap ketiga. Untuk tahap satu, tahap kedua, Cen Chang Seng telah berhasil membuktikan kalau dia memang mempunyai kemampuan. Kalau begitu, langsung saja, kita masuk ke dalam ceritanya. Setelah terlihat adanya 16 peserta memasuki tahap ketiga, Mak Luo sebagai pemandu ujian memberitahu kepada mereka, di tahap ketiga ini akanlah menjadi ujian yang begitu kejam. 16 peserta dihadapkan dengan 16 pintu. Di belakang pintu, adanya sebuah dunia kecil yang akan bertemu dengan peserta lain. Dunia ini akan menjadi penentu kemenangan mereka. Untuk Luo Luo, dia berhadapan dengan Jenderal Becky. Sedangkan Chang Seng menghadapi Juang Wan Yu sebagai peringkat ke-11 dari daftar Qing Yun. Untuk Xiang Wan Yu, sungguhlah begitu senang. Karena lawannya hanyalah seorang kultivasi dasar. Untuk Tang 36 menghadapi Liang Ban Hu. Untuk Swan Yu Wan Po, malah menghadapi Goh Han Si, Guys. Para penonton sungguh begitu kasihan kepada Akademi Gojo karena mereka mendapati lawan yang begitu kuat. Dalam pertarungan Liang Ban Hu melawan Tang 36, dia memprovokasinya. Tanpa arahan dari Chang Seng, dia tidaklah mungkin menang menghadapi Ji Jian. Dan sekarang akanlah terbukti. Jadi ya, jika dia sadar diri, lebih baik dia haruslah mengaku kalah lebih awal. Tang 36 merasa kesal. Ternyata, untuk sekte pedang lisan memiliki murid yang begitu sombong. Apakah mereka juga diajarkan cara untuklah bersombong? Balasan dari Liang Ban Hu, dia sombong karena sudah tahu kemenangan ini akanlah dipegang olehnya. Jadi ya, lu boleh sombong jika memang memiliki kemampuan. Ya, ada benarnya.
[3:07]Sedangkan Luo Luo yang menghadapi Jenderal Becky, dia juga diremehkan. Karena untuk saat ini ya, Jenderal Becky berada di Ranah Batin. Sesuai dalam sejarahnya, tidak ada satupun orang yang berada di Ranah Duduk Meditasi, bisa mengalahkan orang yang berada di Ranah Batin, Guys. Jenderal Becky juga mengaku, biasanya orang lain akanlah khawatir karena identitas dari Luo Luo sebagai Putri Kaisar Putih. Mereka takut jika Luo Luo terluka, maka mereka juga akan mendapati masalah besar. Namun untuk dia sendiri sama sekali tidaklah peduli. Luo Luo sungguh kesal. Padahal dia adalah seorang jenderal, tetapi banyak sekali bicara.
[4:03]Ketika Jenderal Becky mengerahkan serangan pedang esnya, Luo Luo juga mengeluarkan ilmu pedang lisan yang berhasil menghancurkan serangan dari Jenderal Becky. Namun ya, untuk Xiao Song Gong sebagai Tetua pertama sekte pedang lisan, dia dibuat begitu terkejut. Ternyata, ada orang yang mampu memahami dan menggunakan sepenuhnya teknik tersebut. Tetapi kekaguman dan keterkejutan mereka hanyalah bersifat sementara. Karena bagaimanapun juga, Luo Luo hanyalah berada di Ranah Duduk Bermeditasi. Sangatlah mustahil untuk memenangkan pertarungan. Setelah mengalami bentrokan kekuatan, kondisi dari Luo Luo haruslah terluka parah. Dan kini, tubuhnya tidaklah bisa bergerak. Sedangkan ya, untuk Juang Wan Yu, dia juga meremehkan Cen Chang Seng. Dirinya sangatlah yakin kalau pertarungan ini akan dimenangkan dengan begitu mudah. Ditambah, dia memfitnah Chang Seng telah menggunakan berbagai obat agar lah Luo Luo mendekatinya. Dan untuk hari ini, dia akanlah memutus rantai tersebut. Waduh, ngadi-ngadi nih orang ya. Untuk Chang Seng akhirnya mengerti kalau dia tergila-gila dengan Luo Luo. Sehingga serangan 100 pedang cahaya dikerahkan. Xiao Song Gong sungguh begitu kagum. Ternyata ada generasi muda yang mampu untuklah menguasainya. Karena kemampuan ini adalah pedang pendamping dan jurus mematikan yang terkenal. Dan kemampuan itu adalah milik wakil kepala Zu Ang dari Akademi Tian Tao. Tetapi Xiao Song Gong bertanya-tanya, apakah mereka rela untuklah memperlihatkan kemampuan seperti ini? Karena biayanya sangatlah mahal. Berarti kemampuan 100 pedang cahaya ini adalah kemampuan tingkat tinggi yang hanya digunakan jika melakukan pertarungan serius. Pantas saja Juang Han Yu merasa akanlah menang dengan begitu mudah. Karena dengan serangan pedang cahaya ini, tidak peduli seberapa cepat lawannya, karena pedangnya jauh lebih cepat darinya. Namun terlihat, Chang Seng menghindarinya dengan begitu mudah. Dan dia sungguh tidak menyangka. Ternyata untuk Juang Han Yu malah membawa pedang Tao dari Akademi Tian Tao. Meskipun pedang ini memang sangat luar biasa, Chang Seng telah membaca dari catatan Tao, kalau pedang ini memiliki kelemahan. Jadi ya, dia mempunyai sebuah solusi. Sampailah ratusan pedang mengelilingi tubuh dari Chang Seng. Dan Juang Han Yu sudah begitu percaya diri, kalau dia menang dalam pertarungan ini. Setelah mengerahkan serangannya, dia meminta kepada seluruh panitia dalam ujian istana, umumkan tentang kemenangan dia. Lalu kita berpindah kepada Swan Yu Wan Po yang sudah sangat jelas kalau dia memang bukan tandingan dari Goh Han Si. Ya, gimana ya? Goh Han Si ini sebagai kandidat terbaik dari ujian istana. Para warga yang sedanglah main taruhan dan para murid yang sedanglah menonton merasa kasihan kepada Akademi Gojo. Karena mereka menghadapi orang yang jauh lebih kuat daripada mereka, Guys. Menurut para murid, lebih baik langsunglah mengaku kalah daripada melakukan pertarungan yang sia-sia. Bahkan ya, untuk para tetua sekte lainnya juga merasa kasihan kepada Akademi Gojo. Mengapa mereka malah mendapati lawan yang jauh lebih kuat? Bagi kepala Akademi Mau, kalau ujian kali ini sungguhlah tidak menyenangkan. Xiao Song Gong membalas, tolong jaga ucapannya. Padahal ujian istana kali ini benar-benar menyenangkan. Iya, bagi elu, karena murid-murid lu mendapati lawan yang begitu mudah, yaitu menghadapi Akademi Gojo, Guys. Untuk Sang Pemimpin Agung langsunglah tertawa. Meminta kepada mereka, janganlah berdebat. Mereka mestilah belum tahu siapa yang akan menang dalam pertarungan. Jadi saksikanlah saja sampai akhir. Kita berpindah kepada Luo Luo yang tubuhnya sudahlah mulai membeku karena telah terkena jurus pembeku tulang. Para Tetua saja menganggap kalau Luo Luo akan menjadi orang pertama yang akanlah tersingkirkan. Tetapi ya, Luo Luo teringat dengan perkataan ayahnya. Jika dia tidak bisa mencapai Ranah Kumpulan Bintang, maka dia akanlah dinikahkan dengan pewaris berikutnya. Dan itu adalah hal yang sangatlah tidak disukai oleh Luo Luo. Beruntung, Luo Luo memiliki ibu yang selalu mendukung keputusannya. Ibunya hanya terus mengingatkan, dia harus berlatih dengan sungguh-sungguh. Agar lah semua orang tidak bisa mengatur hidupnya. Karena hanya orang-orang kuat sajalah yang bisa memutuskan kehidupannya sendiri. Betul, Guys. Dan Luo Luo teringat dengan kebaikan dari Cen Chang Seng. Hanya Chang Seng sajalah yang berbeda dari semua orang yang dia temui. Semua orang yang dia temui hanya bisa berkata-kata saja, sedangkan Chang Seng, dia memberikan sebuah solusi dan memberikan sebuah tindakan. Luo Luo teringat, ketika dia terburu-buru untuklah menerobos ke Ranah Penembus Batin, Chang Seng menemukan hal baru. Dia pun membantu Luo Luo sampailah ke depan gerbang Ranah Menembus Batin. Ya, detik-detik Luo Luo akanlah menerobos. Sedangkan untuk Tang 36, dia juga mengingat masa lalu. Bersama dengan kakeknya, sekaligus guru yang mengajarkan dia berlatih pedang tentang tiga jurus pedang Wu Sui. Ternyata, tiga jurus pedang Wu Sui ini, salah satu kemampuan tingkat tinggi. Namun ya, untuk menguasainya, memang terlihat sangatlah rumit. Namun ya, jika berhasil menguasainya, semua pergerakan dari lawannya bisa untuklah dia prediksi. Wow. Awalnya, Tang 36 sudahlah putus asa. Namun dia teringat dengan perkataan dari Chang Seng. Meskipun jalan mereka ke depannya akanlah sulit, untuk dia pribadi, tidak pernah memikirkan. Kalah atau menang itu adalah urusan belakangan. Dia hanyalah fokus untuk melangkah maju. Jadi ya, permintaan Chang Seng sebelum benar-benar ujian ini dimulai, kerahkanlah semua kekuatan dan kemampuan mereka untuklah melangkah maju. Perkataan dari Chang Seng membuat Tang 36 kembali mengerahkan kekuatan penuhnya. Secara tiba-tiba, pergerakannya semakinlah cepat, membuat Liang Ban Hu sungguh begitu sangat terkejut-kejut. Kini posisinya malah menjadi seimbang. Begitu juga dengan Luo Luo, dia akhirnya berhasil melepaskan diri dari embun dingin pembeku. Ditambah, dia juga telah berhasil untuklah menerobos ke Ranah Menembus Batin. Gelo, menerobos di tengah-tengah pertarungan. Semua ini juga berkat dari Chang Seng. Dengan memberitahu kepada Luo Luo kalau dia ini setengah siluman dan setengah manusia. Tubuhnya yang istimewa memiliki cara kultivasi yang berbeda. Sedangkan untuk Swan Yu Wan Po, dia memang sudah menyadari, dirinya jauh lebih lemah daripada Goh Han Si. Beruntungnya ya, Chang Seng sudah mengatakan sedari awal, masalah menang ataupun kalah itu adalah urusan belakangan. Yang terpenting, mereka melakukan yang terbaik. Jadi ya, hati dari Swan Yu Wan Po tidaklah terbebani. Meskipun nantinya dia kalah, namun dia telah mengerahkan semua yang dia miliki. Dengan begini, kekalahannya juga tidak akanlah dia sesali. Sedangkan untuk Chang Seng, dia sama sekali tidaklah terluka. Justru Chang Seng memprovokasinya. Kalau Juang Wan Yu hanyalah mengandalkan pedang orang lain. Sedangkan dia mengandalkan sinar bintangnya. Sehingga Chang Seng mengerahkan pedang pendi di salju. Hanya dengan satu gerakan saja, ratusan pedang membeku total. Dan mereka berempat sama-sama mengucapkan, kita berempat bertarung bahu membahu, bukan hanya untuk membuktikan diri. Secara bersamaan, Tang 36 berhasil menguasai kemampuannya, yaitu tiga jurus bersatu Dewa Merah. Dan mereka berempat bersama-sama mengerahkan serangan terakhir.
[13:43]Terlihatlah hasil dari pertarungan Tang 36, Luo Luo, Chang Seng berhasil untuklah memenangkan pertarungannya. Tetapi tidak untuklah Swan Yu Wan Po. Ya, itu sudah sangatlah jelas, karena lawannya adalah Goh Han Si. Kandidat paling terkuat di dalam ujian istana. Meskipun Swan Yu Wan Po mengalami kekalahan, tetapi Akademi Gojo menang jumlah. Sedangkan untuk sekte pedang lisan hanya dua orang sajalah yang lolos. Yang tak lain adalah Goh Han Si dan Ji Jian. Dan tahap pertama telah selesai. Maka tersisa delapan besar. Mereka akanlah diundi lagi, Guys. Tetapi baru tujuh orang yang disebutkan. Ternyata, masih ada satu pertarungan yang belumlah berakhir. Yaitu pertarungan Guan Fei Bai. Untuk Ji Jian, dia sungguhlah penasaran. Mengapa Guan Fei Bai tidaklah keluar dari dunia kecilnya? Ketika dia membuka pintunya, terlihatlah Guan Fei Bai sedanglah dijantur. Dia kalah telak melawan Jie Shu. Ternyata, dia berasal dari suku siluman yang memiliki julukan sebagai serigala darah putih. Ya, kalau ini sudah pasti jelas kalah. Bisa dikatakan Swan Yu Wan Po termasuk beruntung bertemu dengan Goh Han Si. Jika bertemu dengan Ji Xu, ya, wassalam juga. Suku Beruang menghadapi suku serigala, Guys. Terlebih untuk Ji Xu ini sudahlah terkenal sebagai orang yang begitu kejam dan berdarah dingin. Sampai lupa kalau ada Ji Xu di dalam ujian ketiga. Soalnya di ujian pertamanya, dia telah memberikan sebuah token prestasi yang membuat dia lolos di tahap pertama dengan begitu mudah. Gara-gara itulah Mimin lupa tentang sosoknya. Ditambah ya, dalam episode kali ini dia tidak mendapati spotlight sama sekali ya. Okela, sepertinya cukup sampai di sini saja dulu untuklah video kali ini. Mimin mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah menonton sampai akhir. Pesan dari Mimin, tetaplah menjadi orang yang baik, walaupun itu sangatlah sulit. Cubi Continui, sampai jumpa di video berikutnya. Bye-bye.



