[0:01]Shalom, damai di hati, salam kasih, sukacita dan damai sejahtera untuk kita semua. Saat ini saya rindu lagi untuk berbagi kebenaran firman Tuhan lewat perenungan MTPJ Gemin yang terdapat dalam kitab Yesaya pasal 44 ayat 21 sampai ayat 28. Kiranya kita dapat membaca bagian firman Tuhan ini dan kita dituntun dengan tema, kembalilah kepadaku, sebab aku telah menebus engkau. Saudaraku yang dikasihi Tuhan, ada seorang anak kecil yang tersesat di sebuah pasar yang ramai. Dia menangis karena merasa sendirian. Di tengah keramaian dia berpikir bahwa orang tuanya telah meninggalkannya. Lalu ia duduk di sudut sambil menangis ketakutan. Padahal tak jauh dari situ, ayahnya sedang berlari mencari ke sana kemari, memanggil namanya dengan cemas. Bukan sang ayah yang melupakan anaknya itu, tetapi sang anak yang tanpa disadari melepaskan tangannya dari genggaman tangan ayahnya. Sehingga sang anak terpisah, mereka berjalan dengan arah yang berbeda. Tapi sang ayah tidak berhenti mencari sampai bisa menemukan anaknya kembali. Saudara, seringkali kita seperti anak itu. Saat hidup kita berada dalam tekanan, pergumulan, mungkin ada doa yang belum dijawab Tuhan. Keadaan yang begitu sulit, masalah dan persoalan yang bertubi-tubi datang silih berganti. Kita merasa Tuhan begitu jauh. Kita berpikir bahwa Tuhan mungkin telah melupakan kita. Namun firman Tuhan saat ini berkata dengan tegas, Engkau adalah hambaku. Engkau tidak akan kulupakan. Saudaraku yang terkasih dalam Tuhan, bagian firman ini disampaikan kepada bangsa Israel ketika mereka berada dalam pembuangan di Babel. Yerusalem telah hancur, bait Allah telah diruntuhkan dan mereka hidup sebagai tawanan di negeri asing. Secara lahiriah, mereka kehilangan tanah, kehilangan identitas sebagai bangsa pilihan, bahkan mungkin merasa kehilangan Tuhan. Nah di tengah keputusasaan itu, Tuhan berbicara melalui Nabi Yesaya. Tuhan memanggil mereka dengan lembut, Hai Yakub, hai Israel, Engkau tidak kulupakan. Betapa menguatkan kalimat ini. Umat mungkin telah melupakan Tuhan dengan penyembahan berhala, menyembah ilah-ilah lain dan ketidaktaatan terhadap Tuhan. Tetapi sesungguhnya Tuhan tidak pernah melupakan umatnya. Kasih Tuhan tidak berubah sekalipun manusia berubah. Dan lebih jauh Tuhan berkata, aku telah menghapus segala pelanggaranmu seperti kabut dan dosa-dosamu seperti awan. Dosa yang selama ini menjadi penghalang hubungan mereka dengan Allah tidak lagi menjadi tembok pemisah. Tuhan sendiri yang mengambil inisiatif untuk menghapus segala dosa umatnya seperti kabut pagi yang hilang ketika matahari terbit. Demikianlah pengampunan Tuhan bekerja. Ia tidak sekedar menutupi, tetapi benar-benar menghapus dan memulihkan umatnya. Saudara, seringkali kita masih hidup dalam bayang-bayang kesalahan masa lalu. Kita merasa tidak layak, tidak pantas di hadapan Tuhan. Tetapi firman ini menegaskan bahwa ketika Tuhan mengampuni, ia mengampuni sepenuhnya. Pengampunan Tuhan lebih besar daripada kegagalan kita. Pengampunan adalah inisiatif Allah dan anugerah-Nya yang besar bagi kita manusia, asalkan kita sungguh-sungguh mau berbenah diri. Memperbaiki diri dan mau sungguh-sungguh datang kepada Tuhan meninggalkan segala yang tidak berkenan dan mau berjalan di jalan yang Tuhan kehendaki. Dan sebagai umat yang telah ditebus, kita pun diajak untuk bersukacita, bersorak-sorai atas karya keselamatan yang telah Tuhan kerjakan supaya kemuliaan Tuhan nyata. Kemudian Tuhan memperkenalkan diri, Akulah Tuhan yang menjadikan segala sesuatu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan. Yang membentangkan langit dan yang menghamparkan bumi. Firman ini menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta yang berdaulat atas sejarah. Tuhan punya kuasa yang besar yang dapat menggagalkan tanda-tanda dari peramal palsu, tukang-tukang tenung atau tukang sihir. Membalikkan hikmat dunia menjadi kebodohan. Artinya bahwa hikmat dunia, segala kuasa yang ada di dunia tidak dapat melebihi, tidak dapat menandingi kedahsyatan kuasa Tuhan yang besar dan ajaib. Karena itu Saudara, jangan kita mudah terjebak pada ramalan-ramalan manusia. Karena hidup kita ditentukan oleh Tuhan, hidup kita diatur oleh Tuhan. Masa depan kita, keberhasilan kita ada di tangan Tuhan, bukan berdasarkan ramalan manusia. Ketika ada pergumulan, jangan datang pada tukang-tukang tenung, tukang sihir, tetapi datanglah kepada Tuhan. Tuhan punya kuasa yang tak terbatas yang sanggup menolong dan memberi jalan keluar atas setiap persoalan dan beban-beban pergumulan hidup dan Tuhan sanggup memulihkan keadaan kita. Walaupun terkadang jawaban Tuhan atas doa kita tidak terlalu cepat, tetapi selalu tepat pada waktunya. Selanjutnya di ayat 26, Tuhan meneguhkan firman-Nya bahwa Yerusalem akan didiami kembali. Kota-kota Yehuda akan dibangun, reruntuhan akan dipulihkan. Ini adalah nubuat pemulihan setelah pembuangan di Babel dan Allah setia menggenapi janji-Nya. Ayat 27 adalah gambaran kuasa Allah atas alam. Akulah yang berkata kepada Samudra Raya, keringlah. Nah, Saudara, bahasa ini mengingatkan pada peristiwa Laut Teberau dalam kitab Keluaran pasal 14. Ketika Allah membelah laut bagi Israel, Allah yang pernah membebaskan Israel dari Mesir, sanggup membebaskan mereka lagi dan tidak ada yang dapat menghalangi rencana Tuhan. Bahkan Tuhan menyebut nama seorang raja asing yaitu Raja Kores, Raja Persia yang membebaskan Israel dan mengizinkan kembali untuk membangun Yerusalem dan bait suci. Artinya bahwa Tuhan bekerja, Tuhan berdaulat atas sejarah dan bangsa-bangsa. Ia dapat memakai siapa saja untuk menggenapi rencana-Nya dan apa yang tampaknya mustahil bagi kita manusia. Sesungguhnya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Saudara, mungkin hari-hari ini ada di antara kita yang merasa seperti berada dalam pembuangan. Pembuangan karena pergumulan keluarga, sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, masalah kesulitan ekonomi, masalah pekerjaan, mungkin ada yang belum mendapat pekerjaan atau kehilangan pekerjaan atau juga tantangan dalam pelayanan yang terasa begitu berat. Kita sudah berdoa, tetapi belum ada jawaban dari Tuhan. Kita belum melihat perubahan, kita berharap tetapi situasi belum juga membaik. Kita bergumul dengan pasangan hidup kita, kita bergumul dengan karakter anak-anak kita yang kadangkala memberontak terhadap kita sebagai orang tua. Kita bergumul dengan berbagai persoalan hidup yang berbeda-beda. Tetapi dalam segala keadaan yang sulit sekalipun, firman Tuhan ini berbicara dengan lembut namun tegas, Engkau tidak akan kulupakan. Kembalilah kepadaku sebab aku telah menebus engkau. Saudara, Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas hidup kita. Tuhan tidak tertidur dan tidak terlelap, Tuhan tidak pernah lalai dan tidak pernah gagal menepati janji-Nya. Jika ia sanggup memulihkan sebuah bangsa dari pembuangan, maka ia juga sanggup memulihkan hidup saya dan Saudara-saudara. Tuhan sanggup memulihkan keluarga kita, Tuhan sanggup memulihkan pekerjaan kita, pelayanan kita, asal kita percaya, asal kita berharap dan tetap tunduk taat dan beriman kepada Tuhan. Bahwa tidak ada peristiwa di luar kendali Tuhan. Di kala kita mengalami kesulitan, Tuhan tidak pernah melupakan kita. Mata Tuhan tertuju kepada kita, dia selalu memperhatikan kita, dia peduli, dia mengerti isi hati kita dan sesungguhnya Tuhan sedang bekerja untuk memulihkan keadaan kita menjadi baik kembali. Karena itu jangan pernah menyerah, jangan kita berputus asa pada keadaan. Mujizat Tuhan nyata bagi setiap orang yang setia dan percaya. Jika Tuhan begitu serius membentuk kita sejak awal, sejak dari dalam kandungan, bukan tanpa tujuan. Sesungguhnya Tuhan punya rencana yang indah. Hidup kita berharga di hadapan Tuhan. Karena itu Saudara, mari datanglah kepada-Nya, serahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Bergantung, berharap dan izinkan Tuhan terus membentuk kita sesuai rencana-Nya. Tuhan yang membentuk kita sejak dari dalam kandungan adalah Tuhan yang sama yang setia memimpin kita sampai akhir hidup kita, bahkan sampai pada kekekalan. Kiranya melalui firman Tuhan ini kita kembali mempercayakan hidup sepenuhnya hanya kepada Tuhan. Jangan biarkan kesalahan masa lalu mengikat kita. Jangan biarkan beban-beban pergumulan hidup ini membuat kita menjauh dari Tuhan. Jangan biarkan keadaan membuat kita ragu akan kesetiaan Tuhan. Tuhan Tuhan membawa kita kepada satu seruan yang sangat sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Kembalilah kepadaku sebab aku telah menebus engkau. Firman Tuhan ini mengundang kita untuk mengambil satu langkah yang sangat penting, kembali kepada Tuhan. Kembali dengan penuh kerendahan hati, kembali dengan iman yang percaya akan karya penebusan-Nya. Kembali dengan keyakinan bahwa kasih Tuhan lebih besar daripada dosa kita dan anugerah Tuhan lebih kuat daripada kegagalan kita. Ingat, Saudara, Tuhan tidak pernah menutup pintu pengampunan bagi kita umatnya. Pintu pengampunan itu selalu terbuka. Tuhan menunggu kita dengan setia. Karena itu jangan tunda untuk kembali kepada-Nya. Jangan tunda untuk berbenah diri dan untuk memperbaiki diri kita. Jangan tunda untuk hidup dalam kebenaran sebab ia telah menebus kita. Ia begitu mengasihi kita dan memanggil kita untuk kembali dalam pelukan kasih-Nya. Tuhan tidak pernah melupakan kita. Itu berarti bahwa hidup kita dan masa depan kita aman dalam tangan kasih Tuhan. Amin.

Yesaya 44:21-28. Kembalilah Kepada-Ku Sebab Aku telah Menebus Engkau. MTPJ GMIM 8-14 Maret 2026
Henni Momongan
14m 1s1,307 words~7 min read
YouTube auto captions
Transcript source
YouTube auto captions
This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.
Pull quotes
[0:01]Shalom, damai di hati, salam kasih, sukacita dan damai sejahtera untuk kita semua.
[0:01]Saat ini saya rindu lagi untuk berbagi kebenaran firman Tuhan lewat perenungan MTPJ Gemin yang terdapat dalam kitab Yesaya pasal 44 ayat 21 sampai ayat 28.
[0:01]Kiranya kita dapat membaca bagian firman Tuhan ini dan kita dituntun dengan tema, kembalilah kepadaku, sebab aku telah menebus engkau.
[0:01]Saudaraku yang dikasihi Tuhan, ada seorang anak kecil yang tersesat di sebuah pasar yang ramai.
Use this transcript
Related transcript hubs
Watch on YouTube
Share
MORE TRANSCRIPTS


