Thumbnail for Teknik trading Simple trendline dari pemula sampai mahir (Detail) by Rizki Aditama | Sekolah Trading

Teknik trading Simple trendline dari pemula sampai mahir (Detail)

Rizki Aditama | Sekolah Trading

10m 7s1,576 words~8 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:00]Tren di sini menunjukkan kalau kalian tarik dari bawah, kemudian yang ke-2, dia akan membuat pola di mana setiap ada garis, dia akan kesentuh atau kembali ke area sana.
[0:00]Kita gabungkan yang pertama ke yang ke-2, kemudian kita tarik di area sini biasanya ada persentuhan tren.
[0:00]Ketika kita tarik dari bawah ke atas, kita tinggal tunggu trendline itu ke break.
[0:00]Ketika trendline ini ke break, nah ini berarti tanda bahwa tren itu sudah selesai.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]Kita akan belajar bagaimana cara menarik trendline dengan benar. Trendline di sini sangat penting untuk mengetahui pembalikan harga. Jadi kita akan membahas secara detail mulai dari awal sampai advance. Kita sudah tahu bahwa trendline itu untuk menentukan tren. Jadi tren itu ada 3 seperti yang sudah kita jelaskan. Ada bullish kemudian bearish dan konsolidasi. Tren di sini menunjukkan kalau kalian tarik dari bawah, kemudian yang ke-2, dia akan membuat pola di mana setiap ada garis, dia akan kesentuh atau kembali ke area sana. Nanti kalau ini sudah selesai membentuk higher high akan ke mana? Dia akan ke area trendline-nya itu. Biasanya seperti itu. Sama juga ketika bearish, bearish juga seperti itu. Kita gabungkan yang pertama ke yang ke-2, kemudian kita tarik di area sini biasanya ada persentuhan tren. Kalau konsolidasi gimana? Yang pertama ditarik kemudian yang ke-2 juga ditarik. Ini juga bisa kayak gini. Atas juga, bawah juga bisa. Biasanya yang seperti ini orang bilang namanya "pattern". Kalau kita bilangnya cuma trendline aja. Kita taruh trend yang atas, kita taruh trendline bawah. Tinggal tunggu aja dia break-nya ke mana, break-nya ke mana. Kemudian kita entry. Jadi enggak perlu ngapalin namanya pattern. Oke pattern tadi sudah tahu. Contoh saja sekarang market sedang bullish. Oke sedang naik. Kita tarik dari trendline ke bawah, ke trendline yang ke atas. Kapankah tren ini akan selesai? Itu kita bisa identifikasi dengan trendline tadi. Ketika kita tarik dari bawah ke atas, kita tinggal tunggu trendline itu ke break. Ketika trendline ini ke break, nah ini berarti tanda bahwa tren itu sudah selesai. Kalian itu udah enggak boleh buy lagi. Ini katakanlah kalian mau buy di sini, ini sudah enggak boleh. Kalian harus cari-cari untuk namanya sell posisi. Ketika dia break re-test, kita cari sell posisi untuk lebih dalam lagi. Jadi enggak boleh buy lagi karena trennya sudah selesai itu. Ingat kita kalau mau trading itu ya follow the trend aja. Trennya bullish ya kita cari buy, buy gitu aja. Ketika dia break, ya sudah berarti bullish menjadi bearish. Kita cari yang sell lagi. Sell, sell, tinggal tarik ke trendline. Nanti kita bakalan bahas bagaimanakah sih multiple time frame di trendline dan cara menentukan trendline secara simpel-simpel banget. Oke kita contohkan di EUR/USD, sekarang di EUR/USD. Ini kalian bisa tentukan di semua time frame, entah itu daily, H4 atau H1 atau M30 dan lain-lain. Karena ini multiple time frame, bisa di semua time frame. Kalau kalian tarik garis trendline, jangan tarik kayak gini, terlalu kecil. Kalian harus kecilin tuh untuk chart-nya. Jadi jangan kayak gini, kayak gini susah nanti kalau kalian narik trendline-nya, tapi agak dikecilin sekitaran 70 candle ke belakang atau 100 candle ke belakang boleh. Nah kayak gini ini udah kelihatan bahwa udah enak kita tarik trendline. Jadi bukan sekecil ini, sebesar ini ataupun sekecil ini malah bingung nanti kalian. Jadi pastiin 70 candle an area sini. Kemudian kalian bisa lihat bahwa kita bisa tarik market structure-nya. Kalau kalian belum lihat caranya menentukan kayak gini, kalian bisa cek di market structure video. Kita bisa lihat bahwa pergerakan itu turun berarti bearish. Ketika kita mau tarik trend, ini garis trendline, kita klik yang atas kemudian di yang bawah. Intinya di sini yang pertama harus menyentuh yang ke-2, yang ke-3, ke-4, ke-5 itu biasanya mengikuti 1, 2, 3 ke-4 itu bisa dijadikan untuk konfirmasi entry. Konfirmasinya entry itu minimal berapa kalau kita? Minimal 3, ini salah satunya yaitu trendline. Kalau kalian masih bingung cara menentukannya yang mana yang bagus, bisa kalian pakai line. Saya pakai line candle, saya contohkan. Ini tadi kan candlestick, bisa pakai line kalian. Track line kita gabungin aja pucuk ke pucuk. Nanti tinggal ditarik bawah. Lebih enak di situ. Di sini kalian bisa mengetahui bahwa trendline di sini sedang apa? Sedang bearish. Kapan kita bisa sell posisi ketika menyentuh area trendline dan konfirmasi lainnya mengikuti. Kapan kita bisa buy posisi? Ketika dia itu break trendline. Karena ini lihat kita break harganya, baru kita bisa entry. Apakah entry sekarang? Biasanya itu market itu re-test terlebih dahulu. Karena market itu enggak mungkin langsung turun gini. Ya pasti turun, naik, turun, naik, turun. Nah ketika dia break, apakah langsung break atas? Ya enggak. Ini harus koreksi dulu, higher high. Nah kita cari koreksi di sini supaya stoploss-nya kecil, TP-nya bisa gede, supaya risk and reward ratio-nya bisa bagus. Ketika retest kita bisa buy posisi. Itu cara simpel untuk menentukan trendline. Kemudian ada lagi di AUD/NZD. Kita bisa lihat, ingat jangan terlalu kecil kayak gini, agak gedein. Kemudian kalian bisa tarik garis trendline dari bawah ke yang paling banyak tersentuh. Tes, tes, tes, tes, tes. Nanti ini, ini adalah harga paling penting. Karena kenapa? Dia udah masuk ke area trendline nih. Kita tinggal cek fibonacci-nya, kita tinggal cek support resistancenya, apakah ada rejection. Kalau ada kita entry, kalau enggak ada tinggal tunggu dia break, retest, kita bisa sell posisi. Itu untuk trendline. Kemudian kalau kalian lihat, sebenarnya untuk multiple time frame itu menarik trendline di sini. Kenapa? Karena walaupun tren itu bullish ya, tetapi kalau kalian lihat di time frame kecil itu dia ada ada pergerakan kecil juga. Oh, di sini apa yang kita bisa lakuin? Yaitu tarik trendline. Kalau trendline-nya ke break, berarti high di sini sudah terjadi di time frame besarnya. Ketika kita tarik di sini, higher low di time frame gede atau di time frame besar sudah jadi, kita bisa buy posisi dengan tinggi risk and reward rasio 1 banding 10, 1 banding 15, 1 banding 7. Itu bisa ketika kita bermain trendline di time frame kecil, kemudian kita lihatnya di time frame besar untuk market structure-nya. Ketika kita lihat naik di time frame kecil ya, up down, up down, up down. Ketika tarik trend line, ketika dia break re-test, kita bisa ekspektasi dia turun sampai di area trendline time frame besarnya. Jadi trendline di sini sangat-sangat penting untuk dipelajari. Saya contohkan di EUR/USD sekarang, di EUR/USD kita tahu trendline-nya masuk akal di sini kan, bearish. Kemudian kapan kita bisa entry? Jawabannya kan gitu. Kita bisa cek di time frame kecil, trendline time frame kecil yaitu H4 di bawahnya. Tadi di daily, H4, kemudian kalau kalian misalkan di H4, berarti cek di H1. Kalau di H1 cek M30, semakin ke bawah. Kita bisa lihat bahwa ketika kita tarik garis trendline di sini, dia break, dia retest, berarti trend bullish di time frame kecil. Jadi trend bullish di time frame H4 ini sudah selesai, berarti di time frame daily itu konfirmasi karena ini sudah valid. Udah di time frame kecil, udah break trendline. Ini berarti konfirmasi untuk sell posisi. Ini kalau di time frame kecil juga trendline, break retest, break retest. Sama, semua itu hampir sama konsepnya. Break retest kita bisa entry. Break retest kita bisa entry.

[7:19]Makanya dari kemarin kalau enggak salah 1 bulan yang lalu kita EUR/USD ada sell posisi, ya ini gara-garanya. Kita tarik garis trendline, oh masuk akal, kita daily kemudian di H4 kita cek, H1 kita cek trendline-nya, masuk akal juga dia break kita bisa entry. Kapan kita mau selesai untuk buy posisi? Ya ketika trendline di sini ke break. Ketika trendline di sini ke break, ya jangan sell posisi lagi tapi cari untuk buy posisi. Contoh di sini ada bearish, bearish market di sini. Kemudian kita tarik garis trendline, dia break area trendline, retest. Kapan kita bisa entry? Ketika dia retest di time frame kecil itu ada naik turun naik turun kayak gini juga. Tarik aja garis trendline di situ. Ketika trendline-nya ke break, kita bisa buy posisi karena itu konfirmasi untuk entry-nya. Itu kan gampang. Kalau trendline susah bagaimana? Trendline-nya susah, contoh di USD/CAD sekarang daily. Kita biasa dari bawah yang pertama ke-2, kemudian yang ke-2 ke yang ke-3, kemudian yang ke-3 ke yang ke-4. Ini yang jarang sekali terjadi. Tapi biasanya ada kayak gini, seperti kipas jadinya. Nah ini buat apa? Jadi kalau misalkan dia break di area trendline sini, retest, kemungkinan dia akan melanjutkan ke area trendline selanjutnya. Jadi bisa seperti support dan resistance, karena trendline di sini juga support resistance sebenarnya. Support resistance di sini apa sih? Adalah area penting. Area yang diingat support resistance, supply demand, trendline, fibonacci, semuanya itu hanya mencari namanya area penting. Kira-kira area pentingnya itu di mana? Cara-caranya itu banyak, tapi salah satunya yaitu pakai trendline ini. Apakah menaruh trendline harus tarik dari bawah? Apakah dari atas? Biasanya kalau bullish kita tariknya dari bawah, kalau bearish kita nariknya dari atas. Tapi kita juga bisa narik keduanya kayak gini. Jadinya nanti menarik. Kita bisa tahu nanti mental-mentalnya itu di mana. Contoh ini di CHF/JPY kita tarik aja ke sini. Kemudian kita copy, kita tarik lagi di sini yang di atas. Kita bisa tahu dia pergerakannya itu bagaimana sih? Jadi kan lebih kelihatan bahwa oh ternyata market itu memang bullish di area kotak yang sudah kita tentukan tadi. Oke, untuk konsolidasi juga sama. Ketika kita tarik garis trend, contoh ini trend. Kemudian kalian bisa lihat di time frame kecil ini trend yang garis bawah, trend daily contoh. Kemudian ini di time frame H4. Kita bisa lihat bahwa oke di time frame H4 membentuk ini trendline yang garis lurus. Ini pattern apa itu enggak perlu diingat. Yang penting ketika dia break, ya sudah kita bisa entry itu aja. Jadi sebenarnya pattern itu hanya untuk mempermudah kalian untuk mengingat ini harga akan ke mana. Tapi kalau ingin konfirmasi, tinggal tunggu dia break saja. Untuk lebih lengkap tentang trendline, kalian harus tahu market structure. Jadi kalian harus cek video kita market structure di sini. Silakan lihat di sini dan bye bye.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript