Thumbnail for AMALAN UTAMA DI BULAN RAMADHAN by Lina Rosdiani

AMALAN UTAMA DI BULAN RAMADHAN

Lina Rosdiani

14m 28s1,289 words~7 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:14]Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa aalihi wa sallam.
[0:14]Rekan-rekan dan anak-anakku sekalian, kita lanjutkan materi kita tentang 10 pohon ibadah di bulan Ramadhan.
[0:14]Qiyam Ramadhan ini menjadi sangat penting buat kita karena hanya bisa kita temukan di bulan Ramadhan ini.
[0:14]Dan Qiyamul Ramadhan ini menjadi kembaran dari puasa kita di bulan Ramadhan ini.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:14]Bismillaahirrohmaanirrohiim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahilladzi syahrul Romadhonaalladzi unzila fiihil Qur'an. Hudallinnasi wa bayyinati minal huda wal furqon. Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli wa sallim ala rosulal karim wa ala aalihi wa shohbihi ajma'in. Amma ba'd. Alhamdulillah, segala puji milik Allah subhanahu wa ta'ala. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa aalihi wa sallam. Rekan-rekan dan anak-anakku sekalian, kita lanjutkan materi kita tentang 10 pohon ibadah di bulan Ramadhan. Kita akan memasuki pohon ibadah yang ketiga, yaitu Qiyamu Ramadhan. Sholat malam di bulan Ramadhan yang kita biasa disebut dengan sholat tarawih. Qiyam Ramadhan ini menjadi sangat penting buat kita karena hanya bisa kita temukan di bulan Ramadhan ini. Tidak bisa kita temukan di luar bulan Ramadhan. Dan Qiyamul Ramadhan ini menjadi kembaran dari puasa kita di bulan Ramadhan ini. Sebagaimana dua hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang mirip, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu anhu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqoddama min dzambih." Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Kemudian, hadits yang lain yang satunya lagi mengatakan, "Man qoma romadhona imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqoddama min dzambih." Barangsiapa berQiyam Ramadhan, berdiri di malam bulan Ramadhan untuk melaksanakan sholat dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Oleh karenanya, Qiyamul Ramadhan ini menjadi sangat penting buat kita. Apa hukum Qiyamul Ramadhan? Hukum Qiyamul Ramadhan adalah sunnah, namun ada juga mengatakan sunnah muakkadah. Sunnah yang sangat dianjurkan yang seyogianya kita tidak boleh tinggalkan Qiyamul Ramadhan tersebut. Lalu kemudian, kapan waktu melaksanakan Qiyamul Ramadhan itu? Nah, untuk menjawab kapan Qiyamul Ramadhan itu dilakukan, dilaksanakan, kita harus mengetahui definisi Qiyam itu sendiri. Qiyam adalah sholat yang dilaksanakan dengan rentang waktu selep as sholat isya sampai menjelang waktu subuh. Itu yang namanya Qiyam. Dan Qiyam ini di luar Ramadhan memiliki dua istilah. Yang pertama disebut dengan Qiyamul Lail, yaitu sholat malam dengan rentang waktu selepas sholat isya sampai menjelang waktu subuh tanpa didahului dengan tidur. Itu yang namanya Qiyamul Lail, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala katakan dalam surah Al-Muzammil ayat 20. A'udzubillahiminas syaitonnirojim. Inna robbaka ya'lamu annaka taqumu adna min tsulusayyail wa nisfahu wa sulusahu wa thoifatumminalladzina ma'ah. Kata Allah, "Hai Muhammad, sungguh aku tahu, sungguh Tuhanmu tahu kadang engkau terjaga di awal malam, kadang engkau terjaga di pertengahan malam, kadang juga engkau terjaga di sepertiga malam terakhir." Jadi, Qiyamul Lail itu boleh dilakukan di awal malam, di pertengahan malam, atau di akhir malam. Sementara, istilah yang kedua adalah disebut dengan tahajud. Yaitu sholat malam yang dilakukan selepas sholat isya sampai menjelang waktu subuh, namun harus didahului dengan tidur. Sebagaimana Allah sampaikan dalam surah Al-Isra ayat 79. A'udzubillahiminas syaitonnirojim. Wa minallaili fatahajad bihi nafilatallak. Asaa ayyab'asaka robbuka maqomam mahmuda. Wa minallaili dan di sebagian malam, fatahajad tidur lalu bangun.

[6:02]Tidur lalu bangun untuk melaksanakan sholat sebagai ibadah tambahan buat kalian, semoga Allah mengangkat kalian ke derajat yang lebih tinggi. Nah, bagaimana di bulan Ramadhan? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyederhanakan kedua istilah itu menjadi Qiyamul Ramadhan. Kenapa? Itu untuk memudahkan kita melaksanakannya. Itulah kecerdasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat memahami umatnya di masa yang akan datang. Karena tidak semua orang memiliki keluasan waktu, memiliki keluasan kesempatan. Bagi mereka yang memiliki keluasan waktu dan kesempatan, silakan Qiyamul Ramadhan itu lakukan selepas sholat isya tanpa harus istirahat dulu. Langsung dilaksanakan. Namun adakalanya orang karena capek, karena lelah, seharian beraktivitas sampai rumah jam 8 malam. Boleh tidur dulu, boleh istirahat dulu, lalu malamnya bangun melaksanakan Qiyamul Ramadhan. Nah, rekan-rekan anak-anakku sekalian, terjawab sudah kapan Qiyamul Ramadhan itu dilaksanakan. Qiyamul Ramadhan boleh dilaksanakan langsung selepas sholat isya tanpa didahului oleh tidur, atau boleh dilakukan tidur dulu lalu malamnya bangun untuk melaksanakannya. Boleh dilakukan di awal malam, boleh dilakukan di pertengahan malam dan boleh juga dilakukan di sepertiga malam terakhir. Dan di sela-sela Qiyamul Ramadhan kita, di sela-sela sholat tarawih kita, panjatkan do'a kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Dengan doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." Ya Allah, Engkaulah Maha Pemaaf dan Engkau sangat mencintai orang-orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku. Dan kemudian, kita akan memasuki pohon ibadah yang keempat. Pohon ibadah yang keempat adalah tilawatul Qur'an, memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim. Al-Qur'anul Karim memiliki hubungan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan. Kenapa? Karena Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan. Sebagaimana Allah jelaskan dalam surah Al-Baqarah 185, "A'udzubillahiminas syaitonnirojim." "Syahru Romadhonaalladzi unzila fiihil Qur'an hudallinnasi wa bayyinatimminall huda wal furqon."

[9:00]Bulan Ramadhan, bulan di mana diturunkannya Al-Qur'anul Karim sebagai petunjuk bagi seluruh manusia dan pembeda antara yang hak dan yang bathil. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu sangat sering, sangat banyak membaca Al-Qur'anul Karim di bulan Ramadhan ini dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Imam Zuhri rahimahullah pernah juga mengatakan bahwa amalan yang paling utama di bulan Ramadhan setelah puasa Ramadhan adalah membaca Al-Qur'anul Karim. Karena oleh karenanya, banyak para sahabat dan salafus sholeh mengkhususkan waktunya untuk memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim. Contoh misalnya Sayyidina Utsman bin Affan radiyallahu anhu itu setiap hari dia mengkhatamkan Al-Qur'an sepanjang bulan Ramadhan. Ibnu Qatadah radiyallahu anhuma setiap 10 hari sekali mengkhatamkan Al-Qur'an. Bahkan Imam Syafi'i rahimahullah 60 kali mengkhatamkan Al-Qur'an selama bulan Ramadhan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki targetan sepanjang bulan Ramadhan? Berapa kali khatam kita membaca Al-Qur'anul Karim di bulan Ramadhan itu? Seyogianya kita juga harus memiliki targetan berapa kali kita khatam Al-Qur'an sepanjang bulan Ramadhan ini sebagaimana para sahabat, sebagaimana salafus sholeh tadi. Begitu banyak keutamaan-keutamaan yang dapat kita dapatkan ketika kita membaca Al-Qur'anul Karim. Dan di antara keutamaan-keutamaan itu, satu misalnya, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sampaikan dalam sebuah haditsnya yang sangat populer. Yang disampaikan oleh Ibnu Mas'ud radiyallahu anhu.

[11:17]Rasulullah mengatakan, "Barangsiapa membaca satu huruf dalam Al-Qur'anul Karim, maka akan diberikan kebaikan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan menjadi 10 kali kebaikan. Tidaklah alif lam mim itu satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. Jadi ketika kita membaca alif lam mim, kita telah membaca tiga huruf. Berarti kita telah mendapatkan 30 kali kebaikan. Bayangkan, tiga huruf saja kita sudah mendapatkan 30 kebaikan. Bagaimana kalau satu ayat, bagaimana kalau satu halaman, bagaimana kalau satu juz dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, Al-Qur'anul Karim akan memberikan sakinah kepada yang membacanya. Sebagaimana Allah janjikan dalam surah Al-Isra ayat 82. "Wa nunazzilu minal Qur'an ma huwa syifaun warahmatullil mukminin." Aku turunkan Al-Qur'an kepada kalian sebagai obat, sebagai penyejuk hati, sebagai penenang hati dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Bahkan tidak hanya itu, Al-Qur'anul Karim akan datang di hari kiamat. Al-Qur'anul Karim akan mencari orang-orang yang membacanya. Al-Qur'anul Karim akan memberikan syafaat, akan memberikan pertolongan kepada siapa orang yang senantiasa membacanya di dunia ini. Luar biasa. Itulah beberapa keutamaan yang kita membaca Al-Qur'anul Karim. Oleh karenanya, kita juga harus membaca Al-Qur'anul Karim di bulan Ramadhan ini. Dan ternyata juga, rekan-rekan anak-anakku sekalian, membaca Al-Qur'anul Karim adalah menjadi kewajiban kita terhadap Al-Qur'anul Karim. Satu dari tujuh kewajiban kita terhadap Al-Qur'anul Karim adalah membacanya. Yang kedua menghafalnya, yang ketiga mentadabburinya, memberikan penghayatan terhadap ayat-ayat yang kita baca. Memahaminya, apa maksud dan tujuan Allah menurunkan ayat-ayat itu. Kelima, mengamalkannya, yang keenam mengajarkannya kepada orang lain dan yang ketujuh kita harus menjaga dan membela kehormatannya. Nah, rekan-rekan anak-anakku sekalian, itulah dua pohon ibadah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Mudah-mudahan, kita berdoa pada Allah subhanahu wa ta'ala, Allah senantiasa membimbing kita. Menjaga kita agar dapat memaksimalkan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan ini agar nanti ketika kita berjumpa dengan Allah subhanahu wa ta'ala, kita membawa pahala yang sebanyak-banyaknya. Demikian. Hasbunallah wanikmal wakil. Nikmal maula wanikman nasir. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript