Thumbnail for Keterangan Pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jakarta, 5 Mei 2026 by Sekretariat Presiden

Keterangan Pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jakarta, 5 Mei 2026

Sekretariat Presiden

6m 58s967 words~5 min read
Auto-Generated

[0:00]Saya kebetulan dipanggil oleh Bapak Presiden untuk membahas beberapa perkembangan termasuk dalamnya adalah harga BBM terhadap ICP.

[0:15]Yang kedua juga kita membahas tentang penataan tambang ke depan yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara.

[0:27]Dan itu terkait dengan implementasi daripada pasal 33. Khususnya pertambangan-pertambangan yang baik yang lama maupun yang baru itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal.

[0:43]Dan ini kita akan memakai contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita. Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split.

[0:54]Mungkin pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta.

[1:02]Tetap konsesi tetapi kita akan mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara dan negara harus akan mendapatkan porsi yang lebih besar.

[1:12]Itu kan instrumennya aja ya. Pak untuk CNG, Pak, pengganti LPG bagaimana? Oh iya, CNG. Jadi teman-teman tahu bahwa LPG kita ini kan 75 sampai 80% kan kita masih impor.

[1:26]Kebutuhan LPG kita setiap tahun meningkat. Hari ini di Candra Asri maupun di Lote itu membutuhkan 2 sampai 3 juta ton per tahun untuk bahan baku.

[1:37]Nah, terkait dengan konsumsi rumah tangga itu kurang lebih sekitar 7 sampai 8 juta ton. Persoalannya sekarang adalah ketika gejolak politik seperti ini untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada tapi kan kita tergantung pada global.

[1:52]Maka kita merumuskan untuk mencari alternatif lain. CNG adalah salah satu alternatifnya. Nah, CNG ini kan sudah dipakai oleh hotel, restoran, MBG sudah ada.

[2:04]Tapi pada klasifikasi yang 22, 20 kg ke atas ada yang 10, 10 kg ke atas. Nah, untuk yang 3 kilo memang tabungnya masih dilakukan uji coba.

[2:16]Karena tekanannya kan besar sekali dia sekitar 200 sampai 250 bar. Nah, ini yang kita akan mencoba untuk modifikasi. Insyaallah 2-3 bulan ini kita akan dapat hasilnya kemudian kalau itu sudah dinyatakan form kita akan melakukan konversi.

[2:30]Sebab apa? CNG ini bahan bakunya ada semua di kita, C1 C2 gas. Apalagi kita kan baru menemukan gas sekitar 3000 mm di Kalimantan Timur.

[2:43]ini sebagian besar kita bisa alokasikan untuk kebutuhan dalam negeri untuk cover CNG ya. Proyeksi anggarannya berapa, Pak, untuk CNG itu, Pak?

[2:51]Gimana? Proyeksi anggarannya berapa yang diperlukan untuk peralihan secara bertahap ini, Pak? Ini kan modelnya B2B aja nantinya.

[3:00]Jadi pemerintah hanya menyiapkan terhadap gas C1 C2, kemudian instrumen ekosistem bisnisnya dia itu tidak tidak kurang atau hampir sama dengan ekosistem daripada bisnis LPG ya.

[3:19]Masyarakat mengeluhkan nih, Pak. tarif listrik naik di bulan Mei ini. Sebenarnya ada kenaikan atau enggak sih, Pak? Sampai dengan hari yang saya bicara ini dan exercise yang kami lakukan itu belum ada kenaikan tarif listrik.

[3:35]Nanti kalau ada nanti akan disampaikan ya. Indonesia bakal kerja sama nikel sama Filipina ya, Pak? Gimana? Indonesia bakal kerja sama nikel dengan Filipina itu benar enggak, Pak?

[3:47]Jadi gini, negara kita sekarang kan masuk dalam negara yang menganut mazhab hilirisasi dan industrialisasi.

[3:55]Nah, salah satu negara yang mempunyai cadangan nikel itu kan China eh apa namanya? Filipina, tapi dia kan jumlahnya enggak banyak sebenarnya.

[4:04]Nah, dalam konteks kerja sama G2G itu tidak ada, tetapi kalau memang ada B2B yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan, saya pikir opsi itu selalu ada aja ya.

[4:14]Baik, makasih ya. Pak, Pak. Pak, CNG tadi Pak, kalau jadi 3 kilo itu bakal jadi subsidi enggak, Pak? LPG? untuk yang diesel sudah menyentuh 30.000, Pak yang swasta. Ini akan mempengaruhi harga gasolin seperti Pertamax, Pak.

[4:23]Eh, sekali lagi saya katakan bahwa untuk untuk minyak subsidi baik itu bensin, solar maupun LPG tidak akan ada kenaikan.

[4:38]Saya katakan tidak akan kenaik tidak akan ada kenaikan. Namun untuk BBM yang sifatnya industri atau hanya untuk orang-orang yang mampu, itu penyesuaiannya berdasarkan harga pasar dan sesuai dengan peraturan menteri SDM tahun 2022 ya.

[4:56]Pak untuk CNG itu sudah dikaji belum, Pak, akan disubsidi kan, Pak? CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah.

[5:07]Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, dalam negeri, jadi tidak kita melakukan impor. Cost transportasinya aja udah bisa meng-cover.

[5:18]Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya. Jadi itu jauh lebih efisien. Dan kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan.

[5:30]Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG dan Pura-pura MBG sudah pakai. Akan memberdayakan warga lokal enggak, Pak?

[5:38]Oh pasti dong. Dengan kita memakai CNG, insyaallah kalau teknologinya udah ada itu mampu kita melakukan efisiensi devisa kita kurang lebih sekitar 130 triliun sampai 137 triliun.

[5:53]Dan kalau itu lebih murah itu akan mengurangi subsidi kita atau kalau kita mau membantu rakyat lagi kita akan mengurangi beban rakyat dalam konteks pembelian. Sekarang kan per tabung itu untuk LPG kan ada 18, 19, ada yang 20 bahkan ada yang lebih.

[6:09]Itulah kemunian di bulan Januari, Februari 2025, saya kan sempat dijadikan sebagai rujak waktu itu kan. Dan teman-teman media juga kan ikut memberitakan itu.

[6:19]Padahal waktu itu alat tujuan saya bagaimana subsidi ini dapat sasaran. Bagaimana hak-hak rakyat itu diberikan yang subsidi tidak bersasaran.

[6:27]Nah, tujuannya itu salah satu di antaranya adalah harganya jangan naik gitu loh. Tapi waktu itu ya sudahlah itu pengalaman 2025 di awal kan.

[6:34]Tapi 2026 saya pikir kita harus inovatif, kita mencari alternatif-alternatif yang semua sumber energinya ada di negara kita, ya. Jadi CNG enggak subsidi, Pak, kalau nanti dibikin jadi 3 kilo kayak gas melon itu, Pak?

[6:46]Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih haruslah tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu ya. Kita kok kita kita belum buat kok kalian sudah membuat vonis itu loh. Aku bingung.

[6:57]Gimana lagi, Pak, tadi Bapak bilang. Ya, hampir semua tempat yang ada sumber sumber gasnya ya. Pak, tambang nickel Weda Bay itu katanya udah kehabisan kuota produksi, Pak.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript