Thumbnail for Siroh Nabawiyah || Ust. Dede Darmawan || Pesantren Ekologi by SMKN 1 Gunungputri Official

Siroh Nabawiyah || Ust. Dede Darmawan || Pesantren Ekologi

SMKN 1 Gunungputri Official

25m 24s2,367 words~12 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:15]Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammadin fatihi lima ughliqo wal khatimi lima sabaq.
[0:15]Qolallahu taala fil Qur'anil Karim wahuhu asdaqul qolin tabarukan bizzikrillahi audzubillahiminasyaitonirojim.
[1:34]Puji syukur marilah kita sama-sama panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
[1:34]Yang mana Allah Subhanahu Wa Ta'ala masih memberikan kepada kita semuanya begitu banyak nikmat, begitu banyak anugerah di antaranya yaitu anugerah sehat, anugerah kesempatan kita untuk menikmati hidup kita.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:15]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahilladzi qad wafa lilmi khoirihi walituqa. Summa sholatu wassalamu alaikiki ala Nabi Abhi Kholaiki. Muhammadin wal ali wal ashabi man atqonil Qur'ana bil I'rob. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammadin fatihi lima ughliqo wal khatimi lima sabaq. Nasiril haqqi bil haqqi wal hadi ila shirotikal mustaqim. Shollallahu alaihi wa ala alihi wa ashabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil adzim. Qolallahu taala fil Qur'anil Karim wahuhu asdaqul qolin tabarukan bizzikrillahi audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirrahmanirrahim. Laqod kaana lakum fi rosulillahi uswatun hasanah. Wa qola Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Innama bu'istu li utammima ma'rimal ahlaq.

[1:34]Puji syukur marilah kita sama-sama panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yang mana Allah Subhanahu Wa Ta'ala masih memberikan kepada kita semuanya begitu banyak nikmat, begitu banyak anugerah di antaranya yaitu anugerah sehat, anugerah kesempatan kita untuk menikmati hidup kita. Alhamdulillahirabbilalamin. Nikmat yang begitu banyak, nikmat yang begitu besar di antaranya tadi yaitu nikmat sehat wal afiat, nikmat panjang umur, terlebih nikmat yang paling agung, nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan juga nikmat Islam. Sehingga kita semuanya masih bisa melaksanakan kewajiban kita. Terlebih di bulan suci Ramadan ini yaitu melaksanakan amaliyah ibadah puasa atau ibadah saum. Mudah-mudahan amaliyah ibadah saum kita, ibadah puasa kita, diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan tentunya amaliyah-amaliyah yang lain di antaranya amaliyah sunah kita, di antaranya yaitu salat sunah tarawih, yaitu tilawah Qur'an, bersedekah dan lain sebagainya. Tentunya mendapatkan dengan tujuan lain yaitu keberkahan daripada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sholawat teriring salam, semoga Allah limpah curahkan kepada panutan kebaikan kita, teladan kita, qudwah hasanah kita, yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Yang mudah-mudahan sholawat dan salamnya ini juga tersampaikan kepada keluarganya, sahabatnya serta seluruh umatnya yang senantiasa mengikuti risalahnya sampai kepada kita semuanya selaku umatnya yang mudah-mudahan di dunia kita semuanya mendapatkan tarbiyahnya, di akhirat mudah-mudahan mendapatkan syafaatnya. Amin ya Allah ya Rabbal Alamin. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, terlebih seluruh peserta pesantren ekologi Ramadan 1447 Hijriah SMK Negeri 1 Gunung Putri yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Izinkan Alfakir pada kesempatan yang baik ini untuk mengisi kegiatan pesantren Ekologi Ramadan SMK Negeri 1 Gunung Putri menyampaikan materi tentang tiga teladan Nabi untuk pemuda zaman ini. Yang insyaallah akan Alfakir sampaikan di antaranya tiga teladan Nabi yang pertama adalah bahwa Rasulullah itu punya kesalehan dari sisi ritual, dari sisi spiritual. Yang kedua, Rasulullah punya keteladanan saleh dari sisi sosial. Dan yang ketiga, bahwa Rasulullah mempunyai keteladanan dari sisi finansial. Alfakir menyampaikan tadi di mukaddimah salah satu kutipan ayat Al-Qur'an. Audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirrahmanirrahim. Laqod kana lakum fi rosulillahi uswatun hasanah. Ma'ane wallahu a'lam bi murodihi. Sungguh telah ada di dalam pribadi Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam teladan yang baik.

[5:40]Dari ayat ini tentunya kita selaku umat Islam, siapa lagi yang mau kita contoh? Siapa lagi yang mau kita teladani? Terlebih daripada Nabi kita yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

[6:09]Yang pertama yaitu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu punya keteladanan dari sifat saleh dari sisi ritual, dari sisi spiritual. Bagaimana hubungan hamba dengan penciptanya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu merupakan pribadi gemar bertafakur, memikirkan daripada keagungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yaitu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, gemar bertafakur di gua Hira, maka dari bergemar tafakur itulah Rasulullah diturunkan wahyu oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala yaitu berupa ayat atau surah yang pertama yaitu Qur'an surat Al-Alaq. Dari sini tentunya pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita ambil. Apa? Yang pertama bahwa salat tepat waktu.

[7:39]Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh para sahabatnya, Ayyul amal ahabbu ilallah? Ya Rasulullah, amal apa? Amaliyah apa yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Rasulullah menjawab di antaranya yaitu Asolatualawaktiha.

[8:06]Salat tepat waktu, salat pada waktunya.

[8:14]Di luar daripada itu ada amaliyah yang lain. Berbakti kepada kedua orang tua dan lain sebagainya. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kesalehan spiritual ini sangat penting. Menjaga tadi kita sangat butuh atas pencipta kita bahwa yang memberikan kehidupan kita adalah pencipta kita yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terlebih di bulan suci Ramadan ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kekhususan kepada umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan adanya salat tarawih, dengan adanya qiamul lail. Bahkan dipertegas di dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Man qoma Ramadhana imanan wahhtisaban ghuufirolahu maa taqoddama min dzambihima wa taa'akhor. Bahwa barang siapa yang menghidupkan, yang menegakkan salat terlebih salat sunah ya, di bulan suci Ramadan di antaranya ada salat sunah tarawih, ada salat witir, ada salat tahajud dan lain sebagainya. Maka Allah ghuufirolahu maa taqoddama min dzambihima wa taa'akhor. Maka Allah akan berikan ampunan, akan memberikan pengampunan kepada hamba-hambanya yang senantiasa menegakkan daripada sunah-sunah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ini merupakan daripada hikmah ketika kita senantiasa dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

[9:54]Yang kedua, bahwa sesibuk apapun kita, sesibuk urusan kita harus senantiasa melibatkan pencipta kita. Siapa yang menciptakan kesibukan? Siapa yang menciptakan aktivitas kita? Tentunya ini adalah kuasa daripada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ini sangat penting, ya, bahwa kita harus mempunyai kepribadian kesalehan dari sisi spiritual. Yang ketiga, pelajaran yang dapat diambil yaitu kita tentunya kalau kita selalu menjaga hubungan baik kita sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka kita akan terhindar daripada sifat riya, sifat hubburiyasah, sifat yang cinta dengan apa? Pandangan orang lain. Dari sini tentunya kita nanti akan terhindar daripada sifat hubburiyasah, sifat sombong, sifat takabur dan juga sifat lahir. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Saleh yang pertama tadi saleh sisi dari sisi ritual atau dari sisi spiritual. Kesalehan yang kedua yang ada di dalam pribadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang mesti kita teladani yaitu saleh dari sisi sosial. Yaitu hubungan kita dengan sesama, hubungan kita dengan makhluk Allah, hubungan kita dengan makhluk sosial. Bukan hanya dengan manusia, tetapi dengan makhluk-makhluk Allah yang lain, dengan binatang, dengan tumbuhan, dengan makhluk-makhluk Allah yang lain. Tentunya kita harus senantiasa menjaga hubungan yang baik kita dengan makhluk-makhluk Allah yang lain. Kita belajar daripada sirah Nabawiyah, kita belajar daripada Tarikh daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa kesalehan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam itu sudah ada sejak kecil, sejak belia. Bahwa Rasulullah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah gelar Al-Amin, gelar yang dipercaya. Ya, tentunya gelar ini kalaupun kita cari di dunia, ya, dibandingkan dengan gelar-gelar yang lain ini hanya ada satu yang didapatkan yaitu oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Gelar pendidikan seperti gelar SPd, gelar MPd, gelar SE, gelar-gelar yang lain, gelar SH, gelar-gelar yang lain. Tentunya itu masih banyak gelar-gelar yang bisa didapatkan tetapi yang namanya gelar Al-Amin hanya didapatkan ada pada diri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pentingnya kesalehan sosial ini tentunya berdasar pada salah satu ayat Al-Qur'an. Bahwa Allah tidak memandang kita semuanya dari sisi tadi, dari sisi fisik, dari sisi harta kita, dari sisi jabatan kita. Bahwa apa yang Allah pandang yaitu ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cerminan daripada orang yang bertakwa adalah memperbaiki hubungannya dengan sesama, memperbaiki hubungannya dengan makhluk Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tidak dikatakan bahwa dia berhubungan baik dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala apabila dia tidak berhubungan baik dengan makhluk Allah Subhanahu Wa Ta'ala, terlebih dengan manusia itu sendiri. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mengutip dalam salah satu kutipan ayat suci Al-Qur'an, Innakaum inkum inkum. Bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah orang-orang yang paling bertakwa. Mudah-mudahan kita semuanya di bulan suci Ramadan berkah hikmah daripada puasa yaitu La'allakum Tattaquun. Yaitu menjadikan kita semuanya menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa. Apa hikmah yang bisa kita ambil, hikmah apa yang bisa kita ambil dari teladan Rasulullah yang mempunyai kesalehan sosial? Yang pertama, bahwa Rasulullah itu jujur dalam pergaulan, jujur dalam setiap tingkah laku, jujur dalam setiap pekerjaan, pentingnya kejujuran. Yang kedua, bahwa Rasulullah senantiasa aktif, senantiasa berbaur di lingkungan masyarakat, membantu sesama. Bahkan Rasulullah tidak memandang keyakinan, tidak memandang akidah kalau dari sisi sosial. Bahkan salah satu kisah ya, bahwa seorang kafir Quraisy yang buta yang sangat membenci Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tapi Rasulullah tidak membencinya, balik dia selalu menyuapi kafir, seorang kafir tersebut yang buta tersebut

[15:30]sampai di waktu-waktu orang kafir tersebut disuapi oleh sahabatnya, tapi berbeda suapannya. Ini bukan orang biasa. Lantas pertanyaan dari seorang kafir, siapa lantas orang yang biasa menyuapiku? Jawab si sahabat tersebut, apa? Dia adalah orang yang kamu benci, orang yang kamu cehkan yaitu siapa? Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Begitu teladan Rasulullah yang bisa kita ambil. Bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam kitab Maulid Ad-Diba', in udhiya ya'fu wala yu'aqib. Rasulullah ketika disakiti dia tidak membalasnya, ya, ini tercermin daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kenapa? Karena Rasulullah punya kesalehan dari sisi sosial. Terakhir, ini penting buat kita semuanya, terlebih buat anak-anakku sekalian, apa? Yaitu bijak dalam bermedia sosial. Zaman dulu dengan zaman yang sekarang tentunya berbeda. Kita semuanya berhubungan tidak mesti langsung face to face, tidak mesti langsung bertatap muka. Tetapi sekarang dengan adanya media sosial kita semuanya harus bijak. Ya, tidak menyebarkan informasi-informasi yang sifatnya hoax, informasi-informasi yang sifatnya miskomunikasi nanti dampaknya. Dan tentunya ini akan mengakibatkan kepada kita semuanya dampak negatifnya. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Belajar daripada kesalehan sosial Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, apa? Kita semuanya harus menjadikan orang-orang yang senantiasa bermanfaat bagi sesama. Bahkan dijelaskan di dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Khairunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah orang yang tadi bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Mudah-mudahan kita semuanya dijadikan hamba-hamba Allah yang senantiasa mempunyai kepribadian saleh dari sisi sosial. Yang ketiga, Rasulullah mempunyai kesalehan dari sisi finansial. Rasulullah merupakan teladan dari sisi kemandirian ekonomi. Rasulullah adalah seorang pedagang, Rasulullah adalah seorang penggembala. Dari sini, dari sejak Rasulullah muda, dari sejak Rasulullah di usia-usia muda, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan seorang pedagang yang sukses, pedagang yang terpercaya. Dengan tadi kepercayaan masyarakat kepada beliau. Bahkan saking cerdasnya beliau dari sisi finansial, seorang wanita yang namanya Siti Khadijah binti Khuwailid, ya, terpincut akan apa? Akan kesalehan dari sisi finansial Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ya, bahwa Islam memandang dari sisi saleh dari sisi finansial, apa? Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjelaskan di Qur'an surat Al-Jumu'ah. Auzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirrahmanirrahim. Fa idza qudiyatissholatu fantasiru fil ardi wabtaghu min fadlillahi wadzkurullaha katsiro la'allakum tuflikhun. Perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ketika kita sudah selesai melaksanakan kewajiban kita, melaksanakan amaliyah salat kita. Fantasiru fil ardi. Maka bersebarlah, maka berpencarlah di muka bumi. Carilah keutamaan, carilah fadol Allah dan berzikirlah agar kalian semuanya mendapatkan kemenangan, agar kalian mendapatkan kesenangan. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Islam tentunya sangat mementingkan bagaimana kita semuanya untuk senantiasa membekali diri kita untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Di antaranya yaitu harus diimbangi juga dengan kebahagiaan di dunia. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pelajaran apa yang bisa kita ambil, hikmah apa yang bisa kita ambil dari kesalehan finansial Rasulullah? Yang pertama, bekerjalah dengan jujur dan juga profesional. Ini sangat penting, anak-anakku sekalian, bahwa dari sini, ketika kita bekerja dengan jujur, bekerja dengan profesional, maka kita nanti akan diberikan kepercayaan oleh orang di sekitar kita. Yang kedua, ketika kita melaksanakan tadi, saleh dari sisi finansial, orangnya jujur, maka kita semuanya nanti tadi untuk menghindari riba, untuk menghindari kecurangan. Bahkan di dalam Al-Qur'an dijelaskan, Auzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirrahmanirrahim. Wahalallahul bai'a wa haromar riba. Wallahu alam bi murodihi. Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Kalau kita berpedoman daripada fikih muamalah, fikih syariah yang sudah dijelaskan oleh ulama-ulama kita, yang sudah disusun oleh ulama-ulama kita, maka kita insyaallah akan terhindar daripada sifat riba. Yang kedua, kecurangan, yang sekarang.

[21:15]Jual beli itu tidak mesti sekarang itu di pusat-pusat perbelanjaan, tidak mesti di pasar, tidak mesti di mall. Sekarang dengan aplikasi, ya, maka kita semuanya selaku apalagi kalian semuanya selaku siswa SMK yang ke depannya nanti akan tiga tujuan yang pertama adalah bekerja, melanjutkan dan juga berwirausaha. Berwirausaha ini tentunya jangan sampai dicampur adukan dengan tadi, ada muatan riba, ada muatan kecurangan. Kita belajar teladan daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Yang terakhir, yang ketiga yaitu mengelola keuangan dengan bijak dan penuh keberkahan. Anak-anakku sekalian yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Keberkahan dari sisi harta tentunya tidak dilihat daripada banyaknya, tetapi cukupnya kita dimanfaatkannya harta kita di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Buat apa banyak tapi tidak cukup, tapi cukup insyaallah ya, untuk mencapai daripada ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita semuanya bisa mendapatkan itu semuanya. Albarkah Ziyadatulkhoir, keberkahan adalah tambah-tambah kebaikan. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sebagai penutup tentunya kita semuanya terlebih anak-anakku sekalian, tiga bekal yang tentunya Alfakir tentunya juga sama, berusaha. Yang pertama apa? Kita harus mencontoh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, apa? Kesalehan dari sisi spiritual, perbaiki hubungan kita dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Perbaiki hubungan kita dengan pencipta kita yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yang kedua apa? Kesalehan dari sisi sosial. Perbaiki hubungan kita dengan sesama. Ya, tidak dikatakan orang tersebut taat kepada Allah, tidak dikatakan dia hubungan orang tersebut hubungannya baik sama Allah tapi hubungan dia dengan sesama tidak baik, apakah dikatakan baik?

[23:26]Tidak, ya. Sedangkan yang kita apa? Sedangkan yang kita sehari-hari bertemu adalah makhluk Allah. Tidak dikatakan dia cinta kepada Allah, tidak dikatakan dia hubungan baik sama Allah kalau dia hubungan dia dengan sesama tidak baik. Ini sangat penting. Yang ketiga apa? Yang ketiga tadi, kesalehan dari sisi finansial. Ini sangat penting, apalagi di bulan suci Ramadan ini. Ya, kita semuanya dirindukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dirindukan oleh surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aljannatu musytaqotun ala arba'atin nafarin. Surga sangat merindukan empat golongan. Yang pertama apa? Talil Qur'an. Yang kedua apa? Wasomin Ramadan. Yang ketiga apa? Yaitu orang yang senantiasa wa hafizul lisan. Dan yang terakhir adalah wa mu'timil ji'an. Orang yang senantiasa memberi makan kepada orang-orang yang lapar. Di antaranya yaitu kita lihat di lingkungan kita ada orang yang berbagi takjil. Tentunya ini adalah merupakan salah satu kesalehan dari sisi finansial. Memberi tidak harus punya, memberi tentunya tidak menunggu kita menjadi orang-orang yang kaya. Ya, belajarlah daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dari sini kita semuanya nanti ketika kita saleh dari sisi finansial, kita bisa berzakat, kita bisa bersedekah, kita bisa membantu sesama. Wallahu alam bi murodihi. Wallahu a'lam bissawab. Mudah-mudahan apa yang Alfakir sampaikan bermanfaat bagi anak-anakku sekalian. Terlebih kalau ada kiranya ada kutipan ayat suci Al-Qur'an, kutipan hadis, kutipan kalam ulama, kutipan syair yang tidak sesuai dengan ilmunya. Mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Wallahul muwafiq ila aqwamit thoriq. Hadanallahu wa iyyakum ajma'in wal afwu minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript