[0:04]Perkenalkan nama saya Cahyanti Putri dengan NIM 44431910. Saya Sasa Safina dengan NIM 4443190046. Nama saya Cindi Cecilia dengan NIM 4443190043. Saya Nurul Salamda dengan NIM 44431952. Saya Maulina Khairunisa dengan NIM 444319008. Kami dari kelas 6C Ilmu Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Di sini kami akan mempresentasikan bagaimana cara budidaya ikan yang baik dan benar. Selamat menyaksikan. Prosedur pembudidayaan ikan yang baik. Akuakultur berkontribusi terhadap kesejahteraan pembudidaya ikan dalam menjamin ketersediaan pangan, rumah tangga, gizi, dan juga sektor ekonomi. Untuk menghasilkan ikan yang berkualitas, proses budidaya harus dilakukan dengan baik dan benar yang meliputi Satu, lokasi. Budidaya harus dilakukan pada lingkungan yang sesuai dengan resiko yang kecil terhadap paparan bahan kimia, fisika maupun biologi. Dua, suplai air. Sumber air yang digunakan memiliki kualitas air baik yang sesuai dengan jenis ikan yang dibudidaya dan jauh dari ancaman polusi. Tiga, tata letak dan desain. Area budidaya hanya diperuntukkan untuk pembudidayaan ikan dengan desain dan tata letak yang dapat mencegah adanya kontaminasi. Empat, kebersihan fasilitas dan perlengkapan. Kolam budidaya memiliki lokasi yang terpisah dari bahan kimia, fisika dan biologi serta memiliki fasilitas lengkap dengan resiko minim kontaminasi. Lima, persiapan wadah. Budidaya dilakukan menggunakan wadah yang sesuai dan kokoh serta hanya menggunakan pupuk dan probiotik yang dianjurkan. Enam, pengelolaan air. Proses pengolahan dilakukan dengan menggunakan filter air serta melakukan monitoring kualitas air secara rutin untuk memastikan bahwa kualitas air telah sesuai.
[2:03]Tujuh benih. Benih yang digunakan harus memiliki kondisi yang sehat dan berasal dari unit pembenihan bersertifikat CPIB dan tidak mengandung penyakit berbahaya. Delapan, pakan. Pakan yang digunakan harus memiliki sertifikat atau surat jaminan dari institusi serta aman dari zat berbahaya untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan ikan. Sembilan, penggunaan bahan kimia, biologi dan obat ikan. Penggunaan bahan kimia, biologi serta obat-obatan harus memiliki nomor registrasi dari DJPB dan penggunaan obat atau dosis dilakukan dengan pengawasan sesuai petunjuk maupun instruksi. 10. Penggunaan es dan air. Air harus memiliki kualitas yang baik untuk penanganan hasil dan pembersihan, sedangkan es digunakan untuk menyimpan ikan pasca panen agar tidak mengalami kerusakan. 11. Panen. Panen dilakukan secara tepat dan higienis agar dapat menjaga kualitas ikan. 12. Pembuangan limbah. Pembuangan limbah dilakukan dengan memisahkan jenis limbah yang berbentuk cair, padatan dan zat berbahaya untuk diolah dan dibuang dengan cara higienis dan saniter untuk mencegah kontaminasi. Semoga video ini bermanfaat dan dapat dipahami. Terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



