[0:02]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillahi rabbil alamin, kita berjumpa kembali di edisi serial Metodologi Riset Komunikasi. Dan pada edisi kali ini saya mengajak kita semuanya membahas kerangka pemikiran. Saudara-saudara, di dalam proposal penelitian ya, kita biasanya diminta untuk menulis atau membuat kerangka pemikiran. Nama lain kerangka pemikiran ini, ya, ada yang menyebut sebagai kerangka berpikir. Nah, ya, kerangka pemikiran atau kerangka berpikir. Nah, saudara-saudara, apa sebenarnya kerangka pemikiran atau kerangka berpikir ini? Kerangka pemikiran atau kerangka berpikir pada dasarnya adalah sebuah sarana, sebuah bagian di dalam penelitian yang kita ini diminta untuk menjawab masalah penelitian kita secara teori. Jadi kita ini kan punya masalah ya, kita punya masalah. Perumusan masalah yang ada di dalam bab 1 biasanya. Nah, di bab 2, kita diminta untuk membuat kerangka pemikiran. Yakni kita ini diminta berteori untuk menjawab masalah yang sudah kita rumuskan tadi. Kita bisa menggunakan teori-teori, kita bisa menggunakan konsep-konsep, model yang sudah kita tulis ya, di dalam bab 2. Ya, biasanya bab 2 itu ya, tinjauan pustaka. 2.1 ya, teori A, 2.2 teori B, kan biasanya begitu ya. Nah, kita diminta untuk menjawab masalah dengan menggunakan teori-teori tersebut. Nah, karena kita ini diminta menjawab masalah, maka pasti kita punya jawaban. Karena kita ini hanya diminta menjawab masalah secara teori, maka tentunya jawaban yang kita hasilkan ya, jawaban yang kita buat masih bersifat sementara. Ya, karena masih berupa jawaban-jawaban teoritis. Ya, jawaban-jawaban yang masih abstrak. Nah, karena itulah maka hasil dari kerangka pemikiran ini sebenarnya adalah jawaban sementara. Dalam bahasa Latinnya disebut hipotesis. Ya, ada juga yang menyebut sebagai asumsi penelitian. Ada juga yang menyebut proposisi awal. Nah, karena kita ini diminta untuk menjawab permasalahan proses ketika kita berteori untuk menjawab permasalahan itu pada akhirnya akan membuat sebuah kerangka di dalam pemikiran kita. Makanya disebut kerangka pemikiran atau kerangka berpikir. Saudara-saudara, narasi-narasi dalam menjawab masalah secara teori ini kemudian bisa disederhanakan dalam bentuk tabel-tabel, bagan-bagan, ya, diagram-diagram, pokoknya yang memudahkan untuk menyimplifikasi. Ya, ada bagan ya, tentang kerangka kita berpikir tadi. Tanpa bagan pun juga diperbolehkan. Nah, hasil dari kerangka pemikiran ini ya, tadi kan jawaban sementara ya. Juga hasil dari kerangka pemikiran ini adalah definisi konsep. Kita bisa menghasilkan definisi-definisi konsep dari berbagai macam teori ya, berbagai macam konsep atau model penelitian terdahulu ya, yang kita gunakan. Nah, saudara-saudara, di dalam penelitian konstruktivistik, kerangka pemikiran ini sifatnya adalah sebagai asumsi penelitian supaya peneliti ini sama sekali tidak kosong, tidak buta lapangan. Ya, terutama ketika mengumpulkan data. Jadi lebih kepada asumsi-asumsi awal ya, yang membantu peneliti nanti ya, tidak buta lapangan ketika turun lapangan. Sementara untuk penelitian positivistik ya, kerangka pemikiran ini nanti menghasilkan hipotesis yang akan diuji kebenarannya, apakah bisa diterima atau tidak di dalam pengumpulan data dan penghitungan statistik. Demikian yang saya sampaikan semoga bermanfaat ya. Selamat belajar ya, sukses selalu. Wallahul muwafiq ila aqwami thariq. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PROF RACHMAT KRIYANTONO (Prof RK) Kerangka Pemikiran
Rachmat Kriyantono
6m 23s480 words~3 min read
YouTube auto captions
Transcript source
YouTube auto captions
This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.
Pull quotes
[0:02]Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
[0:02]Alhamdulillahi rabbil alamin, kita berjumpa kembali di edisi serial Metodologi Riset Komunikasi.
[0:02]Dan pada edisi kali ini saya mengajak kita semuanya membahas kerangka pemikiran.
[0:02]Saudara-saudara, di dalam proposal penelitian ya, kita biasanya diminta untuk menulis atau membuat kerangka pemikiran.
Use this transcript
Related transcript hubs
Watch on YouTube
Share
MORE TRANSCRIPTS


