[0:02]Mari kita berdoa ya. Bapak di dalam surga, kami akan belajar tentang eh meng ketika Tuhan tidak dapat dimengerti dalam hidup kami, kami rindu melalui materi ini boleh memberkati kami, materi yang akan mengubah pola pikir kami terhadap Tuhan. Biarlah hidup kami lebih percaya lagi, lebih sungguh-sungguh iman kami lebih berakar lebih dalam karena kami mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Kami mohon berkat untuk Ibu Maria yang akan membagikan supaya jadi saluran berkat Tuhan dalam segala kelemahan dan keterbatasannya, Tuhan memberikan pengurapan. Berkati anak-anak-Mu yang mengikuti materi ini di mana pun berada, Kau memberkati perekonomian, keluarga, pelayanan, segala kebutuhan-kebutuhan, Tuhan menolong. Kiranya melalui materi ini Tuhan dipermuliakan, Roh Kudus terus berkarya di dalam hati kami sepenuhnya demi Yesus Tuhan yang hidup kami sudah berdoa. Amin. Iya, kita akan mulai eh materi ini ya. Dibawakan oleh penginjil Maria. Saya langsung share eh materi ini akan ditaruh di YouTube begitu ya, jadi di direkam supaya ini bisa menjadi berkat buat banyak orang.
[1:47]Eh materi ini sangat bagus sekali ya. Mari kita mendengarkannya.
[1:57]Ya, selamat sore. Bagi yang sudah hadir. Bersyukur hari ini kita boleh bersama-sama bertemu kembali di dalam komunitas kabel. Nah buku ini sebenarnya yang saya bahas ini adalah bukan sebuah buku tapi buklet, buklet buku ya, jadi aslinya buku tapi kemudian dibikin seperti ringkasan begitu ya. Mari kita akan sama-sama melihatnya. Oke. Nah, ini adalah pengarang buku dari Ketika Tuhan Tidak Dapat Dimengerti ya. Seorang bernama James Dobson, Ph.D. lahir tahun 21 April tahun 36, meninggal tahun 21 Agustus 2025. Jadi baru saja ya. Eh pendiri Focus on the Family, maka Dr. James Dobson ini telah meninggal dunia pada usia 89 tahun. Dia dikenal akrab di kalangan terdekatnya sebagai "Doc", begitu ya. Dan kemudian beliau ini sering menayangkan siaran pertamanya, beliau ini menayangkan siaran pertama Focus on the Family pada tahun 1977, mengawali warisan panjang dalam membantu keluarga. Terus sama ya di dalam pemulihan-pemulihan konseling keluarga. Sejak saat itu, Focus on the Family telah berkembang dan memberikan dampak yang besar dengan 13 kantor global. Nah Focus on the Family Kanada adalah yang pertama didirikan pada tahun 1983 di mana menjalankan misi awal dari Dr. Dobson yaitu dalam melestarikan dan melindungi keluarga. Ini sedikit kisah cerita tentang penulisnya. Nah sebenarnya di dalam buklet ini sama dengan bukunya tapi saya bahas kali ini melalui bukletnya. Cerita itu dimulai oleh tentang seorang pemuda cerdas berusia 17 tahun yang namanya Chuck Frye ya. Dia berbakat di bidang akademis punya motivasi tinggi setelah melewati seleksi ketat, akhirnya dia diterima di Fakultas Kedokteran University of Southern California.
[4:20]Nah memang menjelang akhir kuliah tahun pertama itu Chuck itu mengalami kondisi yang tidak enak, kelelahan yang berkelelahan yang berulang-ulang begitu ya. Dan ternyata dia diperiksa dan didiagnosa menderita sakit leukemia akut. Dan akhirnya dalam waktu yang singkat Chuck ini meninggal pada bulan November. Nah kalau kita melihat ya peristiwa seperti ini gitu ya. Peristiwa yang boleh dikatakan sering terjadi ya. Sebenarnya hal itu membuat pertanyaan-pertanyaan di dalam diri manusia. Mengapa Cak ini harus mengalami kondisi demikian? Meninggal di usia muda, kemudian padahal dia punya impian dia ketika dia selesai menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran itu dia punya impian besar dia akan mengabdi ke salah satu tempat yang terpencil untuk bisa mengabdikan dirinya sekaligus juga ingin menjadi misionaris di sana. Namun ternyata Tuhan punya rencana yang berbeda dalam kehidupan Cak gitu ya. Orang berandai-andai kalau misalnya Cak diberikan kesempatan untuk melayani pasti banyak orang yang dipertobatkan. Tetapi sekali lagi itu yang ada di dalam pikiran manusia. Nah tidak seperti yang rencana Tuhan sendiri gitu ya. Nah ternyata kalau kita melihat berbagai peristiwa yang terjadi seperti ini ya peristiwa misalnya seseorang didiagnosis menderita kanker, gagal ginjal, penyakit jantung bahkan mengalami bencana alam, sindrom kematian bayi mendadak, kelumpuhan otak, perceraian, pemerkosaan, kesepian, penolakan, kegagalan, infertilitas, menjadi janda atau duda, berbagai macam penderitaan manusia menimbulkan suatu pertanyaan. Mengapa Allah mengizinkan hal ini terjadi khususnya mungkin kalau setiap kita mengalaminya. Nah memang walaupun di dalam Alkitab dikatakan Amsal 25 ayat 2A yang mengatakan Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu. Rahasiakan sesuatu. Ulangan 29 ayat 29A mengatakan hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita. Pengkhotbah juga ayat 11 pasal 11 ayat yang kelima mengatakan, sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung. Demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. Yesaya 55 ayat 8 sampai 9 pun mengatakan, sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. Demikianlah firman Tuhan, seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Termasuk juga di dalam Roma 11 ayat 33 yang mengatakan, oh alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya. 1 Korintus pasal 2 ayat 16A mengatakan sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan sehingga Ia dapat menasihati Dia? Nah Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan jelas sekali melalui ayat-ayat firman Tuhan ini sebenarnya memberikan satu kesadaran bahwa kita itu tidak punya kemampuan untuk memahami pikiran Allah yang tidak terbatas atau cara Ia campur tangan dalam hidup kita.
[8:47]Pertanyaan "Why?" akan tidak terjawab untuk sementara waktu.
[9:05]Di mana orang mengalami krisis frustrasi besar terhadap Allah. Kebingungan, ketiadaan arti. Kata kuncinya harapan kecewa.
[9:21]Nah ini kondisi yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Kalau kita melihat contoh yang menarik dari Ayub. Orang yang dikatakan takut akan Allah ini yang tidak pernah berbuat salah yang berkenan di hati Tuhan. Tetapi ia menderita serangkaian kehilangan yang mengguncangkan dalam waktu beberapa jam saja, seijin Allah. Itu ya ini atas seijin Allah waktu itu. Harus kehilangan anak-anaknya harus kehilangan harta bendanya ternaknya segala sesuatu bahkan dia mengalami kehilangan boleh dikatakan kesehatan fisiknya. Dan yang lebih parah lagi istrinya pun meminta dia untuk mengutuki Allah. Inilah Ayub yang dialami oleh Ayub. Orang yang punya kekuatan iman yang sangat tinggi dan sanggup menghadapi penyakit, kematian dan kehilangan akibat bencana segera menghadapi keadaan yang mengancam untuk menguasai dirinya. Ia mencapai titik keputusasaan dan tidak mampu menemukan Allah.
[10:49]Ia mengalami masa ketika hadirat yang Maha Kuasa tersembunyi dari pandangannya.
[11:18]Ayub 13:15, Daud Mazmur 13:1; 77:8-9, Hizkia 2 Tawarikh 32:31, Yesus Matius 27:46.
[11:47]Orang yang punya kekuatan iman yang sangat tinggi dan sanggup menghadapi penyakit, kematian dan kehilangan akibat bencana segera menghadapi keadaan yang mengancam untuk menguasai dirinya.
[12:07]Inilah kondisi yang ada terkadang itu menimbulkan pertanyaan yang begitu besar, why? Mengapa? Sepertinya Allah itu tinggal diam. Diam sesaat, sembunyi enggak tahu ke mana. Sepertinya kok Allah tidak bisa menunjukkan kuasanya. Sepertinya tidak bisa mencegah apa yang akan terjadi.
[12:39]Ternyata tidak hanya kita mungkin atau yang tadi saya sebutkan Ayub, Daud dan Yesus. Tapi ternyata sebagian besar orang beriman pun diijinkan mengalami lembah-lembah emosi dan rohani yang dirancang untuk menguji iman dalam wajah pengujian. Why? Mengapa? Orang beriman kita katakan seperti tadi siapa di situ? Elia. Musa. Yusuf. Banyak tokoh Alkitab orang-orang beriman juga mengalami yang namanya lembah emosi dan rohani. Tidak hanya juga kita, pertanyaannya why? Ternyata Allah itu dikatakan semuanya dirancang untuk menguji iman kita.
[13:41]Mengapa iman itu harus diuji karena iman itu memiliki kedudukan tertinggi dalam sistem prioritas Allah. Allah ingin melalui ujian iman yang diijinkan dialami apapun itu apapun itu pengalaman apapun itu peristiwa yang dihadapi itu membuat dia makin teguh. Karena itu yang dibutuhkan oleh orang-orang beriman ini untuk menjadi lebih kuat di dalam Tuhan. Mari kita akan melihat.
[14:16]Satu hal yang menarik ketika kita diijinkan mengalami hal tersebut. Pada dasarnya gitu ya. Kita diharapkan untuk tidak bersandar pada kesanggupan kita untuk mengerti. Amsal 3 ayat 5B mengatakan, janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, mendesak Allah memberikan jawaban.
[14:44]Namun perlunya kita mengambil pandangan yang baru dari Alkitab yaitu menyadari pencobaan dan penderitaan adalah bagian dari kondisi manusia.
[14:58]Ya kita melihat kondisi seperti Yusuf gitu ya. Stefanus, Yakobus dan Paulus.
[15:10]Menariknya mereka ini hanya memiliki iman untuk dipegang dengan mantap pada masa penganiayaan yang mereka alami. Nah kalau kita melihat juga ada tokoh-tokoh iman yang terdapat di dalam Ibrani pasal 11 itu ya khususnya pasal ayat yang ke 36 sampai 39. Di sini kita melihat orang-orang tersebut yang diijinkan mengalami pencobaan itu mereka tetap teguh, memegang iman yang sudah dipercaya itu. Walaupun mereka harus mengalami penganiayaan di dalam segala sesuatu yang Tuhan ijinkan. Menariknya di dalam booklet ini diceritakan bahwa ada empat pemahaman tentang Allah kalau dikaitkan dengan pergumulan yang kita alami. Yang pertama adalah apa? Allah itu hadir dan terlibat di dalam hidup kita bahkan ketika Ia tampak tuli atau sedang cuti panjang sepertinya Tuhan itu yaitu sembunyi cuti panjang. Nah menariknya memang Tuhan itu bekerja dan hadir itu tidak seperti apa yang kita pikirkan. Terkadang Tuhan memang sedang bekerja dengan cara-Nya sendiri yang unik bahkan ketika doa kita tampaknya memantul kembali dari alam semesta yang hampa. Kita pernah tahu sama-sama ya kadang itu loh kita itu berdoa pun itu doanya itu menurut kita itu kebaikan tapi kok sepertinya tidak ada jawaban yang sampai saat ini.
[17:03]Nah di sini dikatakan bahwa sebenarnya Allah itu hadir dan terlibat di dalam hidup kita. Untuk itu kita perlu menetapkan fondasi kita pada otoritas firman Allah yang tertulis karena sebenarnya Ia berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita. Itu Matius 18 ayat 28, 2 ayat 20, Amsal 18 ayat 24 dan 1 Petrus 3 ayat 12 ya. Menarik sekali. Tetap kita fokus saja sama firman Tuhan. Ingatlah bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Karena sebenarnya ia hadir dan terlibat di dalam hidup kita dan tanpa kita sadari sebenarnya Tuhan itu sedang bekerja dengan caranya sendiri yang unik. Yang kedua pemahaman yang perlu kita ketahui tentang Allah mengenai hal ini yaitu jadwal waktu Allah itu sempurna bahkan ketika ia kelihatannya sangat terlambat, Tuhan Yesus sama sekali tidak terlambat. Hanya kelihatannya saja ia terlambat.
[18:11]Sebenarnya ia tidak pernah terburu-buru. Yesus tiba pada saat yang tepat yang diperlukan untuk memenuhi maksud Allah persis seperti yang selalu Ia perbuat. Nah menariknya di sini dikisahkan Yohanes pasal 11 bagaimana Lazarus itu dibangkitkan. Kisah itu menarik sekali karena sebenarnya ketika kisah itu dimulai itu diawali dengan ada satu kabar ya yang disampaikan kepada Yesus bahwa Lazarus ini sakit keras gitu ya. Pada awal-awal Yohanes pasal 11 ini. Nah kita tahu sama-sama Lazarus ini kan Saudara dari Maria dan Martha yang tinggal di Betania gitu ya. Mereka itu boleh dikatakan sering dikunjungi oleh Yesus dan Yesus itu memang punya kedekatan dengan mereka bertiga ini ya. Diceritakan bahwa Lazarus ini sakit. Nah mungkin bisa jadi pertanyaan ya pertanyaan yang terjadi mungkin di antara murid-murid Yesus ini kenapa kok sahabat dekatnya Yesus ini tahu Yesus itu tahu sahabat dekatnya itu sakit. Lah kok enggak langsung pergi tapi Yesus tetap melayani orang banyak mengajar seperti tanda petik, sepertinya diabaikan. Nah singkat cerita diberitahukan ternyata Lazarus meninggal gitu ya. Nah baru setelah itu setelah empat hari boleh dikatakan Yesus ini justru akan mendatangi ke Lazarus. Dan akhirnya mendatangi Maria dan Martha gitu ya. Dan ketika melihat dia menangis gitu ya. Andainya kamu bisa datang lebih cepat Saudaraku enggak meninggal. Itu yang dikatakan oleh Maria dan Martha. Tapi menariknya sendiri, Yesus mengatakan ada karya yang besar yang akan ditunjukkan. Istilahnya apa karya besar itu? Nah setelah itu kita lihat bersama-sama bahwa akhirnya Lazarus dibangkitkan. Ada perbuatan yang akan dinyatakan, perbuatan Allah yang besar yang akan dinyatakan setelah empat hari. Mungkin di dalam pandangan orang-orang sekitar itu ketika Lazarus belum dibangkitkan bisa jadi dia Tuhan Yesus ini kok terlambat nolongnya sepertinya terlambat. Tetapi menariknya, tidak gitu ya.
[20:56]Yesus ini tahu waktu yang tepat. Dia tahu kapan dia akan melakukan pertolongan, kapan dia boleh menyatakan kuasanya. Yang terlihat ya di dalam ketika Lazarus dibangkitkan akhirnya itu menjadi berita yang luar biasa, dikenal banyak orang itu akan berbeda ketika Yesus datang ketika Lazarus belum meninggal.
[21:29]Ya ada karya Allah yang dinyatakan, ditunjukkan. Yesus campur tangan pada saat yang tepat juga demi kebaikan kita.
[21:43]Maka sebelum kita mendengar dari Dia maka bijaksanalah bila kita tidak menjadi resah dan gelisah. Intinya adalah apa? Tetap menanti. Tetap menunggu. Sambil meyakini bahwa Dia tidak pernah terlambat, ya kelihatannya saja terlambat. Tetapi ada maksud di balik semuanya. Perlu diyakini bahwa waktunya itu tepat. Tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat menarik sekali ya perkataan itu tidak pernah terlalu lambat dan tidak pernah terlalu cepat. Yang ketiga pemahaman tentang Allah dikaitkan dengan pergumulan yang kita alami adalah untuk alasan yang mustahil dijelaskan, kita adalah manusia yang sangat berharga di hadapan Allah. Konsep yang paling menakjubkan dalam Alkitab adalah Allah mengenal kita secara pribadi dan bahwa kita ada di dalam pikiran-Nya baik siang maupun malam. Menarik sekali ya perkataan ini ya. Allah mengenal kita secara pribadi karena kita ini umat-Nya.
[23:14]Karena kita ini anak-Nya gitu ya.
[23:27]Kita ada di dalam pikiran-Nya baik siang maupun malam. Menarik sekali. Perkataan Daud di dalam Mazmur 8 ayat 5 mengatakan, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya? Lukas 11 ayat 13 mengatakan, jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu apalagi Bapakmu yang di surga. Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Mazmur 103 ayat 13 mengatakan, seperti Bapak sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ada saatnya ketika Allah juga merasakan kepedihan dan penderitaan kita yang hebat dan Dia bersama-sama dengan kita. Menarik sekali ya, Dia mengingat kita enggak akan pernah meninggalkan kita. Padahal kita ini loh siapa kita ini sehingga Allah itu mengindahkan kita. Alasan yang keempat yaitu lengan kita terlalu pendek untuk bertinju dengan Allah. Jangan coba-coba. Tanpa kita sadari kita melakukan hal yang sama seperti Ayub mempertanyakan Allah atas peristiwa yang sudah dialami bahkan terkadang menuntut jawaban dari Allah.
[25:05]Padahal kita lupa pandangan kita mengenai Allah terlalu kecil bahwa kuasanya dan hikmatnya tidak mungkin dibayangkan oleh kita yang fana ini.
[25:30]Yang harus kita lakukan ya menyambut pengalaman yang tanda petik membingungkan sebagai kesempatan agar iman kita bertumbuh. Perlunya kita berpegang kuat pada iman yang kita miliki dan terus maju mencapai tujuan. Tanpa kita sadari kita melakukan hal yang sama seperti Ayub mempertanyakan Allah atas peristiwa yang sudah dialami. Bahkan terkadang menuntut jawaban dari Allah. Padahal kita lupa pandangan kita mengenai Allah terlalu kecil karena apa? Kuasanya dan hikmatnya tidak mungkin dibayangkan oleh kita yang fana ini.
[26:10]Yang harus kita lakukan ya menyambut pengalaman yang tanda petik membingungkan sebagai kesempatan agar iman kita bertumbuh. Perlunya kita berpegang kuat pada iman yang kita miliki dan terus maju mencapai tujuan. Nah waktu itu saya juga sempat merasa down. Kenapa? Karena saya mikir loh saya ini sudah meninggalkan Surabaya. Meninggalkan semua yang ada pelayanan keluarga maksudnya orang tua mengapa kok jalan panggilan ini sepertinya tertutup padahal awalnya terlihat terbuka. Nah menariknya akhirnya di dalam pergumulan akhirnya saya pindah ke satu sekolah lain gitu ya. Saya pindah ke sekolah yang lain dan di situ kemudian saya lulus akhirnya di wisuda.
[27:10]Nah ternyata saya baru menyadari rancangan Tuhan setelah berapa waktu kemudian karena ketika saya kuliah di tempat tersebut saya kenal dengan seseorang teman saya teman satu angkatan saya waktu itu yang kemudian saya tahu bahwa dia itu menduduki salah satu wakil rektor suatu sekolah STT begitu ya.
[27:35]Bagian akademik dan dia itu dia itu mencari dosen-dosen yang dibutuhkan saat itu. Nah Tuhan pakai flyer pelayanan kabel itu karena saya setiap minggu juga share ke grup alumni di sekolah itu ya. Saya share dan akhirnya dia mengetahui bahwa saya biasa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan psikologi dengan konseling. Nah kebetulan saya juga saya itu S1-nya juga psikologi dan kemudian S2-nya saya teologi. Nah akhirnya memang dibutuhkan dosen di bidang tersebut dan dia menghubungi saya. Singkat cerita saya menjadi dosen di sekolah teologia tersebut tempat teman saya melayani. Saya kemudian melihat kalau saya tidak diputus di satu tempat dan kemudian pindah ke tempat lain saya saya bisa saja tidak menjadi dosen di tempat itu ya. Ternyata Tuhan pakai sesuatu yang sepertinya itu bagi saya bagi saya itu mendatangkan hal yang tidak enak tidak nyaman. Tetapi ternyata Tuhan punya rancangan yang lebih jauh lagi masa depan yang lebih jauh lagi dengan saya tidak bisa ke tempat lain di situ saya akhirnya membuka jalan saya untuk bisa akhirnya kena dengan teman saya ini dan kemudian menjadi dosen di tempat dia pelayanan. Menarik sekali. Nah saya yakin percaya bahwa setiap kita juga kiranya juga melihatnya jangan saat ini. Mungkin saat ini tidak bisa melihat gitu loh melihat tapi kita enggak tahu rancangan ke depan Tuhan punya maksud dan rencana yang indah yang terkadang itu tidak bisa kita mengerti untuk saat ini. Ya saat ini. Seperti gambaran ini ya saya menarik ada satu gambaran ada seorang anak yang melihat mamanya menyulam tapi dari bagian bawah. Dia duduk di bawah dan melihat dia melihat kok Mama ini sulamannya dari bawah itu kelihatan benang-benang seperti semrawut begitu ya. Tetapi menariknya ketika melihat dari bagian atasnya melihat bahwa itu adalah hasil sulamannya indah. Nah memang Allah ini belum selesai masih di dalam karyanya terhadap hidup kita masing-masing. Nah jadi ya jangan sepertinya mengkotakkan Allah di dalam pikiran kita.
[30:40]Kita lupa kadang bahwa pandangan kita mengenai Allah itu terlalu kecil. Padahal kuasanya dan hikmatnya itu tidak mungkin dibayangkan oleh kita yang fana ini. Yang harus kita lakukan ya menyambut pengalaman yang tanda petik membingungkan sebagai kesempatan agar iman kita bertumbuh.
[31:07]Perlunya kita berpegang kuat pada iman yang kita miliki dan terus maju mencapai tujuan. Kita masih belum mengerti apa yang ada di depan. Yakin percaya bahwa Tuhan itu punya jangkauan panjang yang lebih dan lebih. Karyanya masih belum selesai dalam hidup kita. Masih berproses. Kapan selesainya? Ya selesai ketika Tuhan panggil kita. Menarik sekali ya. Kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego juga menjadi satu hal yang menarik gitu ya. Menarik mengapa? Dia memiliki satu iman yang boleh dikatakan iman walaupun mengapa? Lihatnya begini. Ketika mereka dihadapkan hukuman dimasukkan dalam tempat perapian yang menyala-nyala karena mereka memegang keteguhan iman untuk tetap hanya menyembah Allah, tidak menyembah patung yang didirikan oleh Nebukadnesar. Waktu mereka menghadapi ancaman itu pada mereka sudah diberikan kesempatan dua tiga kali ayo saya berikan kesempatan kamu tetap sembah patung atau tetap enggak mau sembah. Nah ketika mereka harus mengalami yang namanya dapur api itu dimasukkan di dalam dapur api, mereka mengatakan demikian. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu dan dari dalam tanganmu ya Raja. Tetapi seandainya tidak hendaklah tuanku mengetahui ya Raja bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. Nah kalau ketika Sadrakh Mesakh Abednego mengatakan hal ini apakah mereka tahu bahwa mereka akan diselamatkan dari perapian yang menyala-nyala, saya yakin mereka tidak tahu. Tetapi menariknya mereka punya iman yang luar biasa.
[33:24]Memegang iman kepercayaan mereka dan mengatakan bahwa seandainya tidak seandainya Tuhan tidak melepaskan mereka, mereka tetap hanya menyembah Tuhan.
[33:40]Menarik sekali satu iman yang luar biasa menunjukkan bahwa penyerahan diri sama sekali pada kedaulatan kehendak Tuhan adalah yang Ia inginkan dari umat-Nya. Sambil meyakini Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, tidak akan membiarkan kita luput dari kesulitan.
[34:23]Menarik sekali Tuhan memberkati setiap kita. Nah, ingatlah bahwa hidup itu adalah tantangan. Hidup memang jelasnya dirancang seperti itu. Matius 8:23-26 suatu peristiwa ketika para murid itu menghadapi angin ribut. Waktu itu Yesus tidur di buritan. Nah ketika terjadi angin ribut murid-muridnya bingung kacau dan sebagainya dan dia mengatakan Yesus tolong kami ini kami mau mati ini gitu ya istilahnya begitu ya ceritanya. Yesus mengatakan mengapa kamu tidak percaya?
[35:04]Menarik sekali Yesus itu dengan kuasanya akhirnya menghardik angin ribut itu dan akhirnya tenang. Maksudnya apa? Semua orang juga pasti kalau mengalami hal ini pasti akan namanya bingung dan ini. Menariknya Yesus itu ingin mereka itu percaya pada Tuhan. Jadi walaupun mereka mengalami angin ribut ada Tuhan yang bersama mereka. Tuhan enggak akan meninggalkan mereka. Tuhan enggak ingin mereka itu mati seperti pikiran mereka. Peristiwa lain itu Markus 6:45-50 terjadi sama. Ketika para murid itu mendayung karena angin ribut. Nah ini yang menarik adalah Yesus itu mengamati murid-muridnya berjuang melawan angin ribut itu selama 7 jam. Bayangkan ya selama 7 jam tanda petik Yesus itu sepertinya hanya mengamati dan membiarkan murid-muridnya sendiri itu berjuang. Dan akhirnya setelah 7 jam baru Yesus datang menolong mereka.
[36:18]Menarik sekali. Nah ketika Yesus mengamati itu mereka juga tetap diawasi. Tetap mereka dijaga, dilindungi. Nah kisah ini menarik karena Yesus itu mengizinkan mereka mengalaminya sebelum datang menyelamatkan. Ya sambil kita melihat bahwa apa yang kita alami itu tidak akan melebihi kekuatan kita kan. Karena pada waktunya Tuhan akan memberikan jalan keluar. Menarik sekali ya.
[36:54]Terkadang itu yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Kadang-kadang Ia membiarkan kita berjuang dengan dayung kita hingga kita menyadari kebergantungan kita kepada Dia memberi kesempatan kita bertumbuh.
[37:20]Yang pastinya kita selalu di bawah pengawasan-Nya. Dia enggak akan tinggal diam.
[37:28]Menurut waktunya dan kehendaknya yang tepat dia akan menenangkan badai dan menyelamatkan kita.
[37:59]Menarik sekali. Nah pesan Tuhan Yesus kepada Petrus, Yakobus dan Yohanes pun di Taman Getsemani di dalam Matius 26 ayat 31 mengatakan, berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, roh memang penurut tetapi daging lemah. Dalam pesan ini Yesus mengharapkan murid-muridnya untuk tetap berjaga-jaga. Ia mendorong murid-muridnya untuk menjadi kuat berusaha keras mengendalikan dorongan hati mereka. Mengapa? Karena daging yang lemah lebih peka terhadap pencobaan. Sambil menyadari kita tidak stabil secara emosi dan rohani pada saat yang bersamaan. Kita berada dalam peperangan rohani dengan musuh yang mematikan yang mengintai kita setiap saat untuk itu sedapat mungkin kita berada dalam kondisi terbaik. Sambil kita tetap bersandar kepada kekuatan Tuhan, menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan meyakini bahwa Dia tetap ada bersama-sama dengan kita. Nah pengertian yang sangat sederhana dikatakan begini. Tidak ada yang lebih Tuhan inginkan dari kita selain melatih iman kita. Iman yang menetapkan untuk mempercayai Dia walaupun Ia tidak menjawab semua pertanyaan bahkan tidak menjamin perjalanan kita bebas dari penderitaan. Ia ada di sana pada setiap kesempatan ketika kita berbelok ke arah yang salah yang perlu kita lakukan datang kepada-Nya dan minta pengampunan pada-Nya. Bisa jadi kita melakukan banyak kesalahan. Ketika kita menjalani kehidupan ini dengan banyak pergumulan yang ada. Namun jangan takut untuk menderita. Jadi jangan takut menderita karena memang ada rencana Tuhan dan itu untuk kebaikan kita. Sambil menutup dikatakan bahwa Mazmur 34 ayat 18 sampai 20, apabila orang-orang benar itu berseru-seru maka Tuhan mendengar dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang yang benar itu banyak tetapi Tuhan melepaskan Dia dari semuanya itu. Ya Tuhan memberkati setiap kita.
[40:30]Iya, Bapak Ibu, kita akan saling melengkapi materi yang kita sudah dengar, mungkin Bapak Ibu ingin nanti bertanya atau sharing.
[40:46]Kita boleh sama-sama belajar sama-sama menggumulkan tentang hal ini ya. Kenapa kalau Tuhan mengizinkan penderitaan itu ada di dalam hidup kita ya.
[41:02]Di judulan dari buklet itu adalah Ketika Tuhan Tidak Dapat Dimengerti ya.
[41:10]Jadi dalam hidup kita kadang-kadang kita enggak bisa paham ya, seperti ada kisah-kisah yang orang mengabarkan Injil ke pedalaman begitu lalu kemudian sekelompok penginjil yang muda begitu masuk ke pedalaman lalu ternyata di sana mereka malah dibunuh ya oleh suku yang ada di sana.
[41:59]Lalu kemudian tapi ternyata setelah Injil masuk ya ada orang yang masuk lalu mereka bisa terima Injil itu jadi orang-orang bahkan yang membunuh itu menjadi dipakai Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan begitu ya. Jadi dalam kalau kita melihat kisah-kisah seperti Rasul Paulus yang sudah melayani Tuhan tapi mengalami berbagai penderitaan ya. Para Rasul, para Rasul sendiri mereka meninggal ada yang mati disalibkan terbalik ya Rasul Petrus, ada yang lain meninggal karena eh apa namanya mereka mati syahid gitu ya mati seperti mati karena iman mereka ya.
[42:58]Jadi waktu kisah di tahun itu di Romawi ya di zaman Yesus telah meninggal para murid itu mereka ada yang ditangkap orang Romawi ya kemudian mereka dimasukkan ke stadion ya tempat di ke tempat yang lalu dipertemukan dengan singa lapar ya. Orang-orang Kristen itu eh ketika mereka berdiri ya di tengah-tengah stadion, tempat gladiator begitu biasanya bertempur. Nah mereka tidak lawan orang dengan orang tapi mereka dihadapkan dengan singa-singa lapar begitu ya. Mereka biasanya orang kalau takut itu bisa macam-macam sikapnya ya tapi mereka karena mereka punya iman kepada Kristus mereka tahu di dunia ini sementara saja ya. Ada kemuliaan yang besar di surga ada kehidupan kekal ada kehidupan yang indah dan mulia makanya mereka ketika singa itu mau menyerang mereka, mereka dengan gagah berani untuk menghadapi kematian itu ya. Jadi ada banyak lagi kisah-kisah eh ada yang dibakar ya karena mengikut Kristus. Ada kalau kita membaca di koran itu sekarang ya zaman sekarang ya zaman sekarang ini ada orang-orang yang karena iman mereka mereka dibunuh begitu ya di Afrika ini ada kejadian yang lagi sedang hangat-hangatnya. Jadi memang kita enggak bisa paham ya kenapa sudah ikut Tuhan.
[44:54]Malah dibunuh, malah menderita seperti eh orang-orang Kristen mula-mula itu mereka kan dianiaya secara luar biasa lalu kemudian mereka pergi menyebar ke mana-mana begitu ya ke Eropa ke Asia ke Amerika ya. Jadi Injil itu akhirnya berkembang justru di dalam konteks ada penganiayaan begitu ya. Jadi dalam kehidupan kita ini kita mengerti setelahnya tapi ada waktu kita mengalami penderitaan itu kita enggak paham ya. Nah jadi dalam kehidupan saya sendiri pun ketika saya itu melihat ke belakang ya.
[45:36]Seperti mengalami saya dibesarkan dari keluarga yang kurang memberi perhatian begitu ya sehingga saya itu kurang butuh banyak perhatian begitu. Penghargaan diri saya kurang apa nah tapi ketika saya percaya Kristus saya akhirnya menjadi orang yang suka membaca suka belajar suka cari benar seminar seperti materi seperti ini ya. Jadi satu kesukaan sukacita untuk terus belajar. Nah mungkin kalau saya dibesarkan dalam kondisi yang lancar-lancar saya tidak ada satu pergumulan untuk mencari solusi. Bagaimana solusinya ini ya. Kalau saya rendah diri harga dirinya rendah bagaimana solusinya. Nah ketika saya membaca saya mencari solusi-solusi dan itu memberkati ya dan lalu kemudian sekarang ketika saya sudah mengerti saya membagikan kepada orang lain. Lalu saya juga dibesarkan dari keluarga yang banyak perceraian di dalam keluarga itu ya keluarga besar saya itu. Akhirnya saya terbeban dalam pelayanan keluarga ya. Jadi kadang-kadang artinya Tuhan itu ada maksud ya. Roma 8:28 Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi dia ya. Jadi ada maksud Tuhan ya jadi kita boleh belajar percaya buat saya sendiri kalau Tuhan Yesus sudah mati buat kita manusia orang berdosa ini. Jadi artinya Tuhan itu kalau dia sudah memberikan semuanya nyawanya diberikan semua-semuanya tidak mungkin dia tidak mengasihi kita ciptaannya. Jadi sekarang yang dibutuhkan adalah kita belajar beriman karena ada kemuliaan yang besar dunia ini tempat yang sementara. Kita diciptakan untuk menikmati kemuliaan bersama Allah selama-lamanya. Nah itu yang paling penting sehingga kalau kita mengalami penderitaan di dunia ini kita boleh bersabar ya kita bahkan kalaupun kita tidak mendapatkan jawaban-jawaban doa kita seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego.
[48:06]Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego Bapak Ibu ya yang berkata Tuhan mampu untuk menyelamatkanku dan Tuhan mau. Tapi kalaupun tidak aku tetap berpihak sama Tuhan. Nah itu artinya Bapak Ibu kita boleh percaya iman yang dewasa itu ya sekalipun Tuhan tidak menjawab doa di dalam penderitaan kita pun kita tetap percaya bahwa dia Tuhan yang mengasihi dan baik pada kita. Saya pikir saya stop di situ ini jadi kalau ada Bapak Ibu yang ingin menambahkan boleh apakah ada rekan-rekan?
[48:57]Oke kalau memang tidak ada tidak apa-apa terima kasih.



