Thumbnail for Ustadz Hanan Attaki Terbaru 2018 Khusus Anak Muda! Hukum Berpacaran by Mutiara Islam

Ustadz Hanan Attaki Terbaru 2018 Khusus Anak Muda! Hukum Berpacaran

Mutiara Islam

8m 35s1,129 words~6 min read
AI audio transcription
Transcript source

AI audio transcription

This transcript was generated from the video's audio because no usable YouTube caption track was available. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:05]Sehingga kalau ada yang nanya ke saya, "Ustaz, apa hukumnya pacaran?" Saya akan menjawabnya dari angle dai, bukan angle hakim.
[0:05]Jadi saya bukan meng-campaign hukum pacaran, tapi justru mengajak orang pacaran setelah nikah.
[0:05]Boleh saya cerita pacarannya Nabi dengan Aisyah setelah nikah, pacaran saya dengan istri saya setelah nikah.
[0:05]Ke mana-mana pegangan tangan, kita seru-seruan nonton bareng, romantis-romantisan, gombal-gombalan.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:05]Saya meng-campaign kepada anak-anak muda, bukan pacaran haram. Saya bukan seorang hakim, jadi saya tidak men-judge. Saya bukan seorang penceramah yang bentuknya fatwa, tapi saya seorang dai. Nahnu duat wala qudhat. Kami adalah seorang dai, bukan para hakim. Sehingga kalau ada yang nanya ke saya, "Ustaz, apa hukumnya pacaran?" Saya akan menjawabnya dari angle dai, bukan angle hakim. Kalau angle hakim, pacaran haram. Kalau angle dai, pacaran boleh tapi setelah nikah. Jadi saya bukan meng-campaign hukum pacaran, tapi justru mengajak orang pacaran setelah nikah. Boleh saya cerita pacarannya Nabi dengan Aisyah setelah nikah, pacaran saya dengan istri saya setelah nikah. Ke mana-mana pegangan tangan, kita seru-seruan nonton bareng, romantis-romantisan, gombal-gombalan. Naik mobil kesasar sama istri saya mau pulang, kata istri saya, "Loh, kok lurus enggak belok kanan?" "Aduh, iya ya, aku kalau jalan sama kamu suka kesasar." "Kenapa?" "Soalnya pengennya ke hati kamu." Itu kan adegan Nabi banget. Nabi kalau minum tuh satu gelas berdua dengan Aisyah. Di rumah Nabi itu gelas cuma ada satu loh. Tidak ada gelas mamah, papah itu bid'ah. Jadi enggak ada gelas mamah, gelas papah, enggak ada cuma satu, gelas kita. Itu kan angle-angle kehidupan daily-nya Nabi yang jarang dibahas. Nabi kalau minum gantian, kadang Aisyah duluan. Kalau Aisyah duluan minum, Nabi akan lihat mana bekas lipstiknya Aisyah. Maka Nabi akan minum dari bekas bibirnya Aisyah. Dibalik gini, "Ah ini minum." Kalau Nabi duluan minum, maka Nabi akan menyisakan setengah buat Aisyah. Maka mereka selalu minum satu gelas berdua, gantian. Pernah Nabi baru pulang kerja, macet-macetan, capek gitu ya, sore. Aisyah ngelihat Nabi capek pulang, langsung bikinin air manis pakai gula. Salah yang ditaruh malah bukan gula, garam. Dikasih ke Nabi. Biasanya kalau Nabi minum duluan kan disisain setengah. Pas Nabi minum, "Makasih ya Aisyah, alhamdulillah, bismillahirrahmanirrahim." minum. Pas minum, "Eh, sebentar ini asin ya?" Akhirnya Nabi pas tahu ini asin, tadi wajah beliau mau berubah langsung dinetralkan lagi biar Aisyah enggak kaget. Akhirnya Nabi minum gelug-gelug-gelug dihabisin sama Nabi enggak disisain. Aisyah agak dikit sebel gitu bete. Kok dihabisin sih enggak disisain buat gua gitu. Akhirnya Aisyah ambil gelasnya ke belakang, penasaran, kok Nabi enggak biasanya ngabisin air enggak disisain buat saya? Ada dikit banget diminum sama Aisyah, ternyata asin. Nangis Aisyah. Masyaallah, Nabi itu kalau airnya manis disisain buat saya, tapi kalau airnya asin dihabisin sendiri enggak dikasih sisain. Itulah cowok sejati tuh, cowok keren.

[3:09]Cowok keren itu, asinnya kehidupan dimakan sendiri. Manisnya kehidupan berbagi. Setuju Ibu-ibu? Ini yang kita bahas tentang sirah Nabi, sarirah Nabi, surah Nabi. Kita membahas sirah itu bukan hanya dari angle penampilan, tapi juga hal-hal yang seru dalam kehidupan Nabi. Gimana Nabi ngelamar? Nabi itu kita bahas tentang pacaran Nabi setelah menikah, supaya anak-anak muda bukan mau menikah tapi meninggalkan pacaran dan bersabar deh. Nanti setelah menikah kalian bakalan ngerasain pacaran yang lebih seru daripada sebelum nikah. Itu campaign saya. Jadi saya enggak pakai bahasa pacaran haram, enggak. Sama kayak gerakan subuh berjamaah, itu beda banget dakwah kita dengan dakwah teman-teman. Kalau dakwah-dakwah teman-teman gerakan salat subuh berjamaah itu kan berangkat dari idealisme ya. Siapa yang mau salat subuh berjamaah? Ya udah sadar. Kalau kita bahasanya bukan salat subuh berjamaah. Program salat subuh berjamaah kita hashtag-nya apa? Sunrise Lovers. Jadi angle yang dilihat itu yang buat anak muda itu entertain, senang, cari sunrise. Yang dipakai kemudian brand ambassadornya anak-anak parkour. Mereka ngetrek di atas gedung, pas sunrise kita posting, "Sunrise Lovers, Sunrise Hunter." Sehingga orang-orang rajin salat subuh gara-gara ngejar sunrise. Gitu cara campaign ke anak mudanya. Ini revolusi dakwah yang kita lakukan di Indonesia. Akhirnya viral 3 tahun terakhir kemudian muncullah tren baru. Tren hijrah di mana taklim itu dipenuhi anak-anak muda. Sekarang Rabu malam kita sengaja bikin weekday, bukan weekend, karena kita pengen merubah sebuah kebiasaan, perilaku anak muda. Jadi kita bermain dengan perilaku, bukan hanya dengan sebuah event. Perilaku anak muda yang kita bentuk, apa perilakunya? Biasanya anak muda main kalau pulang kuliah, pulang sekolah, pulang kerja, suka nanya mau nongkrong di mana? Pulang kerja mau nongkrong di mana? Biasanya nongkrongnya kalau enggak di bir house, nongkrongnya di kafe. Nongkrongnya atau mainnya di skatepark, mainnya di mall atau berenang di kolam renang. Dari lima ini mungkin cuma satu doang yang negatif, bir house-nya yang lain buat saya enggak negatif. Saya juga nongkrong di kafe, saya juga main ke mana, nonton di mana gitu misalnya. Ini pertanyaan anak muda yang secara perilaku sama. Pulang kantor, eh kita nonton di mana ya, ada film apa ya? Pulang kantor, eh kita nongkrong di mana ya? Pulang kantor, eh kita jalan ke mana ya? Bareng teman-temannya. Kita rubah sedikit perilakunya. "Eh, kita taklim di mana?" Pulang kerja taklim. Makanya taklim kita dibikin habis Magrib, weekday, di pusat Kota Bandung di Masjid Trans yang semuanya aksesnya gampang di situ. Pertanyaannya, gimana bikin mereka nyaman nongkrong di taklim, bukan menghadiri taklim tapi nongkrong di taklim. Berarti taklim ini dikemas menjadi tempat tongkrongan. Kita sediakan di masjid itu Wi-Fi gratis. Kita sediakan di masjid itu apa? Kopi kualitas barista. Apalagi kopi Jawa Barat sekarang menjadi kopi nomor satu terbaik di dunia. Beberapa kali olimpiade kopi dunia di Atlanta, Jawa Barat itu masuk enam besar. Eh 10 besar. Dari 10 itu enam kopi Jawa Barat. Enam. Enam kopi Jawa Barat. Akhirnya kita coba campaign kopi, terus ada anak-anak muda yang kreatif bikin namanya Ipok Ale. Ipok Ale itu kebalikan dari Kopi Heula. Dibalik jadi Ipok. Ipok Ale kan dia anak gaul Sunda itu suka dibalik-balik ya. Jadi Kopi Heula itu ngopi dulu dibalik jadi Ipok Aleh. Dia punya kayak gerobak gitu anak motor. Dia bikin kopinya kopi komunitas, kualitasnya terbaik yang 1 kilo harganya Rp2 juta. Tapi dia jual secangkir cuman Rp10.000. Kenapa? Karena kita kerja sama dengan pemerintah bikin edukasi kopi ke anak-anak muda. Mereka punya kebun kopi sendiri, ada berapa ribu batang kopi. Akhirnya mereka dari hulu ke hilir sendiri, jadi murah dan produktif. Mulailah mereka merasakan apa? Taklim itu bukan lagi majelis tapi tongkrongan. Sehingga yang datang ke taklim kita ukuran berhasil dakwah kita itu lihat, kalau cewek jilbab enggak nih? Kalau jilbabnya udah lebar, cadaran, berarti dakwah kita enggak berhasil soalnya udah pada salehah. Tapi kalau yang datang ke taklim kita justru belum berjilbab atau kagok pakai jilbabnya masih diikat terus gatal-gatal, berarti dakwah kita kena nih. Dan alhamdulillahnya banyak yang datang ke taklim kita itu enggak pakai jilbab, masih pakai pakaian kantor, maaf ya mungkin pakai rok pendek, datang ke masjid, terus pakai mukena di masjid karena dia malu gitu. Keluar pakai, buka lagi mukena biasa lagi, "Snapgram, eh gua lagi di taklim Ustaz Hanan." Dan mereka pride dengan taklim. Kita bangun dari mulai interest, respect, trust, join, pride. Itu ada tahapan-tahapannya. Mereka udah sampai ke tingkat respect apa? Pride dengan taklim. Eh gua lagi di taklim. Sampai yang datang juga ada yang tokoh-tokoh anak-anak main banget.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript