Thumbnail for ARDIKA JUARA 1 MENDONGENG SD FLS3N NASIONAL 2025 DI JAKARTA #fls3n #fls3n2025 #lombamendongeng by KEMPHO ANTAKA

ARDIKA JUARA 1 MENDONGENG SD FLS3N NASIONAL 2025 DI JAKARTA #fls3n #fls3n2025 #lombamendongeng

KEMPHO ANTAKA

13m 24s715 words~4 min read
Auto-Generated

[0:09]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hai teman-teman. Perkenalkan nama saya Ardika. Kali ini saya akan mendongeng dengan judul Rantang Makanan Wasis. Karya Pak Anto. Al-kisah. Di sebuah negeri bernama Jaya Dwipa tinggallah raja Arip Bijaksana. Namun akhirnya raja selalu sedih karena memikirkan nasib anak-anak.

[1:19]Padahal kita sudah mendatangkan banyak makanan dari luar negeri.

[1:29]Mengapa banyak anak-anak yang terkenal stunting dan sakit-sakitan? Kita buat sayembara. Siapa saja yang bisa mengatasi masalah ini, ia akan mendapatkan sekarung emas dariku. Sang raja segera mengutus para prajurit untuk menyebarkan sayembara tersebut. Banyak orang yang mendaftar untuk ikut sayembara. Salah satunya seorang dukun.

[2:14]Mohon izin Paduka. Nama saya Mbah Karsono.

[2:27]Ini karena orang jin dan penunggu pohon besar. Saya berniat untuk mengusir jin-jin itu agar anak-anak kembali sehat. Dukun itu segera menyiapkan dupa di depan pohon besar dan siap membacakan mantra. Duk pun, duk pun, si malakan, jin, blung, blung, blung. Duk pun, duk pun, blong, blong, blong.

[3:16]Tiba-tiba angin berembus kencang. Para jin menampakkan dirinya. Namun mereka tidak pergi, justru marah dan menyerang dukun itu. Ini fitnah! Kami tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan.

[3:47]Kami tidak terima. Aku melu Pak. Aku melu Pak. Aku ikut.

[4:07]Dukun itu lari terbirit-birit. Sementara itu di sebuah desa ada seorang anak laki-laki dari keluarga yang sederhana. Anak itu bernama Wasis. Wasis terkenal sebagai anak yang mandiri dan kreatif. Setiap hari ia selalu bangun pagi.

[4:41]Azan subuh berkumandang. Wasis segera bangun dari tidurnya dan pergi ke masjid. Sebelum berangkat ke sekolah, ia dengan kedua orang tuanya sarapan bersama.

[5:24]Wah, alhamdulillah. Masakan Ibu memang selalu enak. Nasi hangat ikan mujair goreng gurih dan ada sayur asam. Hmm, sedap. Ketika perjalanan menuju ke sekolah, Wasis melihat ada prajurit yang sedang menyampaikan pengumuman.

[6:01]Pengumuman barang siapa yang bisa menyampaikan ide kepada raja dan bisa mengatasi kekurangan gizi pada anak, ia akan mendapatkan sekarung emas.

[6:21]Tantangan yang menarik. Yes, aku ada ide. Nanti aku minta tolong Ibu buat masakan yang super lezat. Singkat cerita di keesokan harinya. Ah ah ah ah. Wasis menuju ke kerajaan dengan membawa rantang makanan. Di sana dia disambut baik oleh sang raja.

[7:00]Mohon maaf Paduka. Nama saya Wasis. Saya diutus Bapak Ibu untuk mempersembahkan makanan dari desa kami. Apa maksudmu anak muda? Dulu anak-anak di desa kami tidak tumbuh seperti apa yang diharapkan. Padahal kami makan makanan yang raja bagikan. Wasis menunjukkan beberapa makanan dan membagikannya ke sang raja. Ini adalah makanan instan yang kami bagikan. Rasanya enak, disukai banyak anak-anak. Betul Paduka, justru itulah. Ketika anak-anak terbiasa dengan makanan itu, mereka jadi gampang sakit. Karena makanan itu tidak bergizi yang dibuat dari bahan tidak alami.

[8:17]Sang raja memandangi makanan yang ada di tangannya. Ekspresinya penuh penyesalan. Lalu sang raja membuka isi rantang yang dibawa Wasis. Seketika aroma masakan tercium. Oh, sudah lama aku tidak mencium aroma sayur bayam, pepes ikan, tempe bacem dan sambal terasi seperti ini.

[8:58]Sang raja tak kuasa menahan diri untuk mencicipi makanan tersebut. Bagus itu contoh yang baik, aku titahkan. Mulai hari ini, anak-anak harus kembali makan-makanan yang alami dengan gizi seimbang. Setuju! Hidup Raja! Hebat Wasis. Lamat laun anak-anak di seluruh negeri menjadi tumbuh dengan sehat. Nah, teman-teman, ayo kita makan-makanan dengan gizi seimbang. Agar menjadi anak Indonesia hebat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[9:57]Aduh, Wasis, Wasis.

[10:04]Berapa lama kamu latihan? Dua bulan. Dua bulan. Yang latih siapa? Ayah. Ayah. Mana ayahnya ada enggak? Mana ayah? Oh, itu ayahnya. Terus kalau ayah yang joget-joget gitu itu yang itu tuh tadi yang mana setan yang satu. Nah, itu. Itu gambaran siapa yang buat? Ayah saya. Ayah. Oke, terima kasih ya, sudah kasih dongeng yang bagus sore ini. Tepuk tangan dong buat namanya Dika kan? Dika, bukan Wasis. Terima kasih Dika. Silakan.

[11:53]Ini dia. Kita akan mengetahui siapakah peraih pemenang juara emas di FLSS 3N 2025. Wah. Kira-kira siapa ya? Siapa ya? Baik, langsung saja selanjutnya cabang lomba mendongeng. Selamat kepada Satria Mahardika Putra Antaka dari SD Negeri Palebon 01 Jawa Tengah.

[12:42]Dipersilakan Ibu Irene untuk kita berfoto bersama dengan juara satu atau juara emas di FLSS 3N 2025.

[12:56]Luar biasa sekali. Selamat sekali untuk kalian yang ini mengabadikan momen ini. Silakan untuk berfoto. Kalian adalah bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia yang punya bakat seni yang luar biasa. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan inspiratif ini. Sampai jumpa di FLSS 3N Dikdas 2026 dengan semangat dan karya yang lebih luar biasa.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript