Thumbnail for 1. Pendahuluan (Konsep Dasar Ergonomi Bagian 1) by ERK3 ITB Media

1. Pendahuluan (Konsep Dasar Ergonomi Bagian 1)

ERK3 ITB Media

3m 47s328 words~2 min read
Auto-Generated

[0:10]Apa itu ergonomi? Istilah ergonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ergon yang berarti kerja dan Nomos yang berarti aturan atau hukum. Dengan demikian, ergonomi dapat diartikan sebagai ilmu mengenai kerja. Istilah ini pertama kali tercantum dalam literatur pada tahun 1840 oleh Wojciech Jastrzebowski (pendidik dan ilmuwan Polandia). Kemudian pada tahun 1949 oleh seorang ilmuwan Inggris. Dalam literatur, istilah ergonomi juga dikenal sebagai human factors, human engineering, human factors engineering, engineering psychology. Ergonomi merupakan disiplin yang mempelajari kemampuan, keterbatasan, dan kapasitas performansi manusia (fisik dan psikis) untuk perancangan sistem kerja. Ergonomi digunakan untuk perancangan dan evaluasi sistem kerja yang dapat berupa metode kerja, lingkungan kerja, dan teknologi.

[1:17]Terdapat dua konsep penting dalam ergonomi, yaitu: 1. Fit the task to the person, not the person to the task. Atau pekerjaan hendaknya disesuaikan dengan manusia, bukan manusia yang menyesuaikan diri dengan pekerjaan. 2. Human-centered design atau perancangan yang berbasiskan manusia. Sejarah mencatat, banyak sekali permasalahan serius yang terjadi akibat tidak memperhatikan ergonomi. Misalnya, pada high risk industries seperti pada kasus Bhopal dan Chernobyl, pada bidang transportasi seperti kecelakaan kereta api maupun pesawat terbang. Pada industri, misalnya adalah pekerja yang mengalami cedera atau celaka. Penyebab dari kecelakaan-kecelakaan tersebut seringkali dianggap merupakan akibat dari human error, yaitu kesalahan yang disebabkan oleh manusia. Namun perlu diketahui bahwa human error bisa jadi diakibatkan oleh masalah-masalah pada perancangan prosedur, tempat kerja atau manajemen yang tidak memperhatikan aspek manusia. Di industri, permasalahan ergonomi dapat dikelompokkan menjadi musculoskeletal problem, cardiovascular problem, environmental problem, anthropometric problem, cognitive problem, dan psychomotoric problem. Musculoskeletal problem, yaitu permasalahan akibat beban berlebih pada sistem otot dan rangka. Can get the wheel on, don't be easy.

[3:10]Cardiovascular problem yaitu permasalahan yang berhubungan dengan proses metabolisme atau pembentukan energi. Environmental problem yaitu permasalahan akibat panas atau getaran yang berlebihan. Anthropometric problem yaitu permasalahan akibat ketidaksesuaian ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh manusia. Cognitive problem yaitu permasalahan yang terkait kelebihan atau kekurangan informasi. Dan psychomotoric problem yaitu permasalahan yang berhubungan dengan mengatur koordinasi gerakan dan kesigapan.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript