Thumbnail for HATI-HATI DENGAN LISAN! | KULTUM USTADZ HILMAN FAUZI by USTADZ HILMAN FAUZI

HATI-HATI DENGAN LISAN! | KULTUM USTADZ HILMAN FAUZI

USTADZ HILMAN FAUZI

7m 19s703 words~4 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:19]Dan jika ada di antara pemirsa yang sedang sakit, semoga Allah berikan kesembuhan dan Allah berikan kebaikan dari sakit yang sedang dirasakan.
[1:17]Kadang saat lisan kita tak terjaga, maka akan mengantarkan satu keburukan dalam diri kita.
[1:17]Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kepada kita bahwa selamatnya seseorang tergantung menjaga lisannya.
[1:17]Salamatul insan fi hifdil lisan, selamatnya manusia tergantung menjaga lisannya.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]Marilah gapai kemuliaan kemuliaan bulan Ramadan.

[0:19]Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wa sholatu wassalamu ala Rasulillah. La haula wala quwwata illa billah. Amma ba'du. Pemirsa CNN Indonesia yang dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala. Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat walafiat. Dan jika ada di antara pemirsa yang sedang sakit, semoga Allah berikan kesembuhan dan Allah berikan kebaikan dari sakit yang sedang dirasakan. Amin ya rabbal alamin. Salah satu yang harus kita jaga dalam diri kita adalah menjaga lisan. Kenapa? Karena lisan ini tak bertulang, lidah ini tak bertulang.

[1:17]Kadang saat lisan kita tak terjaga, maka akan mengantarkan satu keburukan dalam diri kita. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kepada kita bahwa selamatnya seseorang tergantung menjaga lisannya. Salamatul insan fi hifdil lisan, selamatnya manusia tergantung menjaga lisannya. Di dalam hadis yang lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Man billahi wal yaumil akhir fal khoiron au liyasmut. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata yang baik atau diam. Bayangkan. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir itu salah satu indikatornya dikaitkan dengan lisan dalam berkata. Yang baik atau diam. Maka hati-hatilah saat kita berucap, hati-hati saat kita berkata-kata. Khawatirnya menyinggung orang lain, khawatirnya menyakiti orang lain. Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun di dalam Al-Qur'an begitu mengingatkan kepada kita agar kita bicara yang benar. Auzubillahiminasyaitonirojim. Ya ayyuhalladzina amanu taqullah wa qulu qalan sadida lakumkum wayagfirlakumkum. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan berkatalah yang benar. Masyaallah. Berarti lisan ini menentukan keimanan kita. Lisan ini menentukan ketakwaan kita kepada Allah. Makin dia menjaga lisannya, makin dia beriman kepada Allah. Makin dia menjaga lisannya, makin dia bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka hendaklah sebagai seorang muslim, kita harus menjaga lisan kita agar tidak mengganggu orang lain, agar tidak menyakiti orang lain. Karena itulah ciri muslim yang baik. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Al muslimu man salimal muslimuna min lisanihi wayadihi." Seorang muslim adalah seseorang yang selamat dari gangguan lisan dan telinganya dan tangannya. Maksudnya apa?

[3:46]Dia berkata yang baik, dia berbuat yang baik, dia tidak mau menyakiti orang lain. Kenapa? Karena saat lisan ini menggores luka di hati orang lain berarti ada catatan luka yang kita torehkan di hati orang lain. Ada pepatah yang mengatakan, satu peluru hanya bisa menembak satu kepala. Tapi satu perkataan lisan kita yang menyakiti orang lain bisa menembus puluhan kepala. Nauzubillahiminzalik. Maka hati-hatilah dalam berkata-kata. Jagalah lisan kita agar kita bisa mendapatkan kebaikan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mulai saat ini bicara yang baik-baik, mulai saat ini bicara yang benar. Mulai saat ini jangan berbohong, jangan berdusta, jangan ingkar janji, jangan sumpah serapah, jangan mudah merendahkan orang lain. Jangan membicarakan aib orang lain, jangan mengolok-olok orang lain. Jangan mencaci maki di antara kita agar lisan ini terjaga sehingga kita mendapatkan kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apalagi di bulan suci Ramadan ini. Karena di antara yang merusak pahala ibadah puasa kita adalah apa? Karena lisan kita yang tidak terjaga, matanya tidak terjaga sehingga puasanya hilang esensi makna yang begitu mendalam dari puasa yang dia jalankan.

[5:37]Maka jaga lisan kita. Jangan sampai kita berbicara kemudian menyakiti hati orang lain. Termasuk juga mohon maaf, hari ini jaga jari jemari kita. Jaga agar tidak memposting sesuatu yang tidak bermanfaat. Kalau kita mau sharing, saring dulu. Ada saring sebelum sharing. Ya, pastikan kebenarannya. Jangan sampai kita menyebar sesuatu yang hoax. Ya, belum jelas kebenarannya karena khawatir jadi fitnah, khawatir jadi sesuatu yang tidak baik. Yang akan mengantarkan keburukan untuk kehidupan kita. Yang kedua, share yang bermanfaat. Kira-kira ini bermanfaat enggak ya? Kalau tidak bermanfaat, jangan di-share untuk apa? Bukankah orang yang paling baik dalam pandangan Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Maka saat kita sharing, sharing yang bermanfaat. Dan yang ketiga, sharinglah sesuatu yang tidak menyakiti hati orang lain. Insyaallah kita akan mendapatkan kebaikan dari sikap kita untuk menjaga lisan kita, menjaga jari jemari kita dari sesuatu yang akan mengantarkan keburukan untuk kita semua. Apalagi ini di bulan suci Ramadan saat kita sedang berpuasa. Jagalah lisan kita, hati-hati dengan lisan kita. Semoga Allah membimbing lisan kita untuk bicara yang baik, bicara yang benar. Robisrohli shodri wayasirli Amri wahlul uqdatan mil lisani yabqahu qauli. Amin ya rabbal alamin. Barakallah fiikum. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript