[0:18]tadi kita lihat teman-teman, nah informasi umumnya adalah komponen minimum modul ajar. Kita mengklik modul ajar, teman-teman. Saya mau balik ke mari ya. Jadi perangkat ajar itu, teman-teman bisa modul ajar, ya. Ada bahan ajar, ada buku dan modul project, seperti itu teman-teman. Kita mau lihat yang pertama modul ajar. Modul ajar itu apa? Teman-teman, modul ajar itu adalah dokumen yang berisi tujuan, langkah dan media pembelajaran serta asesmen. Ingat teman-teman, di sini dia ada empat. Jadi modul ajar itu ada tujuannya, ada proses pembelajarannya, ada medianya dan ada assessment. Tetapi sebenarnya tiga saja komponennya sudah sangat-sangat cukup juga. Yaitu tujuan, kegiatan belajar mengajarnya atau langkah-langkahnya yang kedua, yang ketiga assessmentnya atau penilaiannya seperti apa. Tiga ini komponen dasar dalam sebuah modul ajar, itu sudah dikatakan modul ajar. Jadi teman-teman jangan pernah memikirkan modul ajar itu jelimet-jelimet. Tapi Bu Erlina contoh di saya itu jelimet-jelimet. Tindak, ini panduan dari langsung dari BLPT ya, Bale Layanan Platform Teknologi. Kemendibud Ristek, gitu ya, teman-teman. Jadi empat ya, setidaknya empat pun teman-teman buat boleh, ada ada rencana asesmennya juga boleh, ada medianya boleh. Tapi teman-teman ketika tidak, sebenarnya komponen bahan pokoknya itu itu adalah langkah, tujuan, langkah dan juga asesmennya gimana. Itu yang tiga itu ya, teman-teman. Nah, tetapi kalau kita mengikuti ini dia minta empat, enggak apa-apa gitu ya. Ada tujuan, ada rencana asesmennya gimana, ada langkah pembelajaran. Sebenarnya urutannya adalah setelah tujuan, ada langkah-langkah pembelajaran, ada media dan rencana asesmen, gitu ya, teman-teman. Nah, baik mari kita lihat. Sedangkan setelah modul ajar, kita kan punya modul project. Nah, ini bagian dari perangkat ajar yang kedua. Modul project bicara tentang P5, teman-teman. Project penguatan profil pelajar Pancasila ini kan pembelajaran lintas disiplin ilmu. Tujuan kita adalah bagaimana anak-anak sebenarnya membangun kemampuan untuk mengamati dan terhubung secara kontekstual ke lingkungannya dan mampu solutif di sana, gitu. Ya, sehingga terbentuk bahwa profil pelajar Pancasila itu tidak lain tidak bukan adalah muridnya kita sendiri gitu. Profil itu maksudnya terbentuk kebiasaan di diri murid atau habit-nya mereka itu memang ya seperti itu. Mereka punya kemampuan untuk mengamati, kemudian solutif dan juga memang mampu menghadapi persoalan dan mencari solusi, gitu ya. Nah, teman-teman maka project harus berangkat dari kondisi sikap atau akhlak atau perilaku dan atau permasalahan yang ada di sekitar murid. Tentu ini bicara kepada enam dimensi profil pelajar Pancasila gitu ya, teman-teman. Jadi kalau saya katakan role modelnya kurikulum merdeka itu project penguatan profil pelajar Pancasila. Sebenarnya sih profil pelajar Pancasila kita tetap sasar di kegiatan intrakurikuler. Tapi karena itu dinilai kurang, maka perlu sebuah kekhususan untuk menguatkan itu, maka dibuatlah P5, gitu ya, teman-teman. Nah, kita akan lanjut. Nah, pendidik dan satuan pendidikan ini teman-teman, ketika bicara untuk menyajikan modul project ini kita sebenarnya punya keleluasaan untuk memilih dan memodifikasi project yang tersedia. Tentu kita sesuaikan dengan kontekstualnya sekolah atau muridnya kita, gitu ya. Nah, pemerintah memang menyediakan modul-modul project ini teman-teman dan bisa langsung digunakan. Nah, kapan ini bisa kita langsung gunakan? Kapan harus dimodifikasi gitu ya? Kita kan kalau daftar kurikulum merdeka ada dua caranya, teman-teman. Satu melalui sekolah penggerak, satu melalui daftar mandiri ya. Kalau kita sekolah penggerak maka kita diharapkan wajib mengembangkan modul. Apakah itu modul ajar, apakah itu modul project? Yang kedua, kalau kita daftarnya mandiri itu kan ada tiga tahap. Ada tiga tiga tingkatan, yang pertama adalah belajar mandiri belajar.
[4:35]Kemudian adalah mandiri berubah. Yang ketiga adalah mandiri berbagi. Ketika teman-teman masih di mandiri belajar, teman-teman memang tidak boleh memodifikasi, teman-teman memang diminta untuk memakai langsung. Kenapa pakai langsung? Karena masih belajar.



