Thumbnail for Video 2 Pembelajaran EBT (Energi Geothermal ) by Nur _Pembelajar

Video 2 Pembelajaran EBT (Energi Geothermal )

Nur _Pembelajar

9m 35s891 words~5 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:07]Masih tetap semangat kan untuk mengeksplor lebih jauh tentang perkembangan energi baru dan terbarukan.
[0:07]Mari kita lanjut ke pembahasan kita kali ini yaitu tentang pemanfaatan energi panas bumi atau geotermal.
[0:07]Adapun capaian pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis potensi pemanfaatan energi geotermal sebagai energi alternatif.
[0:07]Seperti yang disampaikan sebelumnya, ada tiga pokok bahasan utama yang akan kita diskusikan lebih lanjut.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:07]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo sobat mahasiswa di mana pun Anda berada. Salam sehat, salam semangat, insan cerdas belajar sepanjang hayat. Masih tetap semangat kan untuk mengeksplor lebih jauh tentang perkembangan energi baru dan terbarukan. Mari kita lanjut ke pembahasan kita kali ini yaitu tentang pemanfaatan energi panas bumi atau geotermal. Adapun capaian pembelajaran pada materi ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis potensi pemanfaatan energi geotermal sebagai energi alternatif. Seperti yang disampaikan sebelumnya, ada tiga pokok bahasan utama yang akan kita diskusikan lebih lanjut. yaitu tentang pengertian dan ruang lingkup, prinsip kerja dan komponen pada energi geotermal, serta siklus geotermal Power Plant. Makin penasaran kan? Ayo tetap setia di sini, mari kita saling belajar dan berdiskusi agar bisa berkontribusi bagi Ibu Pertiwi. Sobat mahasiswa, sebelum kita berdiskusi lebih jauh tentang energi geotermal, coba Anda amati kedua ilustrasi berikut. Di sebelah kiri, maupun di sebelah kanan. Di sebelah kiri, tentu pemandangan yang sangat indah. Namun di sisi lain, di sebelah kanan, potensi yang membahayakan. Itulah keagungan ciptaan yang kuasa. Semua diciptakan secara berimbang seperti halnya deretan pegunungan. mampu memberikan malapetaka bagi peradaban ataupun sebagai anugerah indah penuh kebaikan. Dan salah satu anugerah tersebut adalah potensi energi geotermal yang dapat dikembangkan. Apa itu energi geotermal? Geotermal sendiri berasal dari dua suku kata yaitu Geo yang berasal dari kata yang artinya adalah bumi, sementara termal sendiri artinya adalah panas. Energi geotermal sendiri ini sudah dicantumkan dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 27 tahun 2003 tentang Panas Bumi. Di situ didefinisikan bahwa panas bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam apa? Di dalam air panas, uap air dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan penambangan. Nah, muncul pertanyaan dalam diri kita. Dari mana energi geotermal itu berasal? Ternyata jika ditelaah lebih jauh, energi geotermal itu sendiri berasal dari perut bumi. Karena ternyata bumi terdiri dari beberapa lapisan utama. Mulai dari lapisan permukaan keras atau kerak bumi, lapisan berikutnya adalah mantel, dan lapisan yang paling dalam itu adalah Core atau inti bumi. Yang di dalamnya terdapat suhu dan tekanan yang luar biasa bahkan diperkirakan suhu pada inti bumi mencapai 4000 derajat Celsius. Energi yang luar biasa yang dihasilkan pada inti bumi inilah yang menyebabkan berbagai aktivitas tektonik di dalam bumi. Bisa berupa gempa tektonik, erupsi dan di antaranya yang lain yang positif adalah energi geotermal itu sendiri. Nah, bagaimana dengan di Indonesia? Jika dilihat dari jika dilihat dari kondisi Indonesia, ternyata Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara kepulauan, tetapi Indonesia merupakan wilayah yang dikenal dengan istilah Ring of Fire, Cincin Api. Karena Indonesia sendiri terbentuk dari benturan tiga lempeng utama yaitu lempeng Eurasia, Hindia, Australia, dan lempeng Pasifik. Inilah yang menyebabkan terjadinya zona-zona sesar maupun pembentukan gunung berapi di wilayah Indonesia mulai dari Sabang, Aceh sampai dengan Merauke di Papua. Nah, bagaimana cara kita memahami upaya atau langkah-langkah dalam memanfaatkan energi panas bumi tersebut? Kita dapat mempelajarinya dengan berbagai macam sumber pembelajaran. Salah satu sumber pembelajaran tersebut bisa kita dapatkan dari link YouTube Ditjen Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM. Silakan nanti kunjungi di channel tersebut kemudian like and subscribe untuk pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bentuk dukungan kita dan partisipasi kita men-support energi baru dan terbarukan di Indonesia. Sobat mahasiswa, jika kita telah lebih lanjut terkait dengan video pengembangan energi baru dan terbarukan yang kita saksikan tadi. Maka muncul pertanyaan kita adalah bagaimana dengan pengembangan teknologi pembangkit geotermal? Apakah hanya ada satu siklus atau ada berbagai macam siklus ataupun juga perangkat sistem teknologi lainnya? Pada prinsipnya ada tiga tipe pengembangan energi geotermal yaitu dengan menggunakan dry steam power plant, Flash steam power plant, dan binary cycle power plant. Apa sih perbedaan di antara tiga siklus tersebut? Yang pertama, Dry Steam Power Plant. Tipe pembangkit ini merupakan tipe yang pertama kali ada. Pada tipe ini, steam itu langsung diarahkan ke turbin dan mengaktifkan generator untuk menghasilkan listrik. Kemudian sisa panas dari Production Well akan dialirkan kembali ke dalam reservoir melalui injection well. Jika kita lihat Dry Steam Power Plant digunakan jika seandainya tipe uapnya merupakan uap yang memiliki suhu yang tinggi dan tekanan yang tinggi. Bagaimana jika uapnya memiliki suhu yang tidak terlalu tinggi? Maka bisa digunakan Flash or Steam Plants. Pada siklus ini fluida yang digunakan biasanya berupa air panas yang suhunya di atas 175 derajat Celsius. Kemudian fluida panas tersebut dialirkan ke dalam tangki Flash yang tekanannya lebih rendah. Sehingga terbentuk uap panas secara cepat. Uap tersebut itulah yang dinamakan Flash. Kemudian menggerakkan turbin untuk mengaktifkan generator yang kemudian menghasilkan listrik. Siklus yang ketiga adalah Binary Cycle Power Plants. Ini menggunakan teknologi berbeda dengan dua teknologi sebelumnya. Pada siklus ini binary cycle, air panas atau uap panas yang berasal dari sumber produksi tidak pernah menyentuh turbin. Air digunakan untuk memanaskan yang disebut Working Fluid pada Heat Exchanger. Working Fluid kemudian menjadi air panas dan menghasilkan uap berupa Flash. Uap yang dihasilkan itu lalu dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator. Inilah yang menjadi perbedaan antara Binary Cycle Power Plant dengan kedua siklus yang lainnya. Sobat mahasiswa, ternyata pembahasan tentang energi geotermal masih sangat luas untuk dikaji dan didiskusikan lebih lanjut. Karena itu, yuk gabung di e-learning agar kita bisa berdiskusi dan membahas lebih mendalam tentang energi geotermal tersebut. Sampai jumpa di sesi diskusi tatap muka secara virtual. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat. Salam semangat.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript