[0:00]Namaste
[0:22]Halo Movie Rangers, apa kabar kalian semua? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan. Hari ini Abang akan menceritakan film berbahasa Hindi yang berjudul Sali Mohabbat. Film ini dibintangi aktor Bollywood Radhika Apte. Oke langsung aja, Put your reset on, and listen to me.
[0:54]Pemeran-pemeran film ini antara lain Smita adalah seorang istri, Pankaj adalah suami Smita. Ratan adalah polisi bahlul, Gajendra adalah pengusaha. Suatu hari, di sebuah desa, hiduplah seorang wanita sederhana bernama Smita. Smita tinggal di rumah tua yang memiliki tanah yang luas. Rumah itu adalah peninggalan mendiang ayahnya. Smita adalah wanita yang suka berkebun. Di halaman belakang rumahnya, Smita memelihara beraneka ragam jenis tanaman. Smita merawat dan menyayangi tanaman-tanaman itu. Tetangga Smita bernama Mali adalah sahabat mendiang ayah Smita. Mali diperintahkan mendiang ayah Smita untuk menjaga Smita. Mali juga suka berkebun. Selama ini Smita mempunyai suami bernama Pankaj. Smita menikahi Pankaj karena ketampanannya. Selama ini, Pankaj hobi menghabiskan uang dengan bermain judi. Terlihat Pankaj berangkat kerja menggunakan mobil yang dibeli Smita. Setelah Pankaj pergi, Smita memasak di dapur bersama ART-nya. Ketika sedang memasak, Bibi Smita menelpon dan memberitahu putrinya bernama Shalu baru saja mendapatkan pekerjaan di desa Smita. Bibi Smita meminta izin agar Shalu menginap di rumah Smita untuk sementara waktu hingga Shalu menemukan kos-kosan yang bagus. Smita dengan senang hati mempersilakan Shalu menginap di rumahnya. Smita kemudian menyiapkan kamar untuk Shalu.
[2:22]Di sisi lain, seorang polisi bahlul bernama Ratan sedang mengantri untuk mengambil air. Setelah mendapatkan air, Ratan pulang dan mandi. Ratan bertekad untuk mencari uang lebih banyak agar ia bisa hidup sendiri dan tinggal di apartemen. Dengan begitu, Ratan tidak perlu lagi mengantri air untuk mandi. Setelah bersiap, Ratan berangkat kerja.
[2:45]Ratan mendatangi sebuah bar milik seorang pengusaha bernama Gajendra. Ratan memarkirkan motornya dan menabrak pembatas tanaman. Mali yang sedang merapikan tanaman Gajendra tidak suka melihat hal itu. Ratan lalu masuk ke dalam dan menemui Gajendra. Ratan meminta uang keamanan yang lebih tinggi kepada Gajendra. Gajendra patuh dan menurut saja. Setelah menerima uang, Ratan kembali ke kantor polisi. Gajendra tidak suka kepada Ratan yang terus meminta uang keamanan.
[3:18]Terlihat Pankaj tidak bekerja. Pankaj justru bermain judi di bar Gajendra. Karena kalah, Pankaj harus membayar. Namun, Pankaj tidak membayar karena tidak mempunyai uang. Lagi-lagi Pankaj berhutang di tempat judi Gajendra. Karena hutangnya semakin banyak, Gajendra memanggil Pankaj dan memerintahkan Pankaj untuk membayar hutang-hutangnya. Pankaj berjanji kepada Gajendra, ia akan melunasi semua hutangnya. Pankaj mengatakan ia sedang merayu Smita agar menjual rumahnya. Gajendra menasihati Pankaj agar menjual rumah Smita kepada dirinya. Jika Gajendra mendapatkan rumah Smita, Gajendra akan menjualnya ke proyek pembangunan apartemen yang sedang berlangsung. Dengan begitu, Gajendra akan semakin kaya. Pankaj dengan senang hati akan menjual rumah Smita kepada Gajendra. Pankaj lalu kembali pulang.
[4:13]Malam hari, Pankaj pulang ke rumah. Smita menyambut Pankaj dengan hangat. Mereka berdua duduk dan mengobrol. Pankaj mendesak Smita agar menjual rumahnya dan pindah ke rumah yang lebih kecil. Namun Smita menolak. Ba ji aakhir nishaani hai wo ghar. Just get out of my face. Arre jaao yaar yahan se. Bagi Smita, rumah itu adalah segalanya karena di rumah itu terdapat banyak kenangan mendiang ayahnya. Pankaj kesal karena Smita menolak. Akibatnya, penyakit asma Pankaj kambuh lagi. Pankaj bergegas mengambil inhalernya. Mereka berdua lalu beristirahat tidur. Smita mengelus kepala Pankaj karena Smita sangat menyayangi sang suami. Subuh hari, Smita membangunkan Pankaj dan menyuruh Pankaj untuk menjemput Shalu. Pankaj patuh dan menurut saja. Pankaj pergi ke stasiun untuk menjemput Shalu. Karena sudah lama tidak bertemu, Pankaj kaget melihat Shalu yang semakin cantik. Mereka berdua lalu kembali ke rumah. Setibanya di rumah, Shalu langsung memeluk Smita. Mereka bertiga kemudian makan dan mengobrol bersama.
[5:28]Setelah itu, Shalu berangkat kerja di hari pertama. Siang hari, Shalu kembali pulang. Shalu kesulitan mencari angkot yang menuju ke arah rumah Smita. Di pinggir jalan, Ratan melihat Shalu. Ratan jatuh hati atas kecantikan Shalu. Ratan lalu memberi tumpangan kepada Shalu. Mereka berdua berkenalan dan bertukar nomor telepon. Tak lama kemudian, Shalu tiba di rumah Smita. Setibanya di rumah, Shalu menemani Smita yang sedang memetik tomat.
[6:03]Besok pagi, Pankaj berangkat kerja bersama Shalu. Di dalam mobil, mereka berdua mengobrol dan menjadi dekat. Selama beberapa minggu, Pankaj terus menggoda Shalu. Shalu menanggapi godaan Pankaj dengan tangan terbuka. Di sisi lain, Shalu juga menghabiskan waktu bersama Ratan. Shalu dan Ratan kemudian menjadi sepasang kekasih. Beberapa hari kemudian, di sela-sela waktunya bekerja, Shalu dan Pankaj melakukan enjoy-enjoy di dalam hotel.
[6:36]Setelah melakukan enjoy-enjoy, Pankaj membelikan kain sari baru untuk Shalu. Ketika Pankaj membayar di kasir, Shalu menyempatkan diri menelpon Ratan. Ratan mengatakan ia sangat merindukan Shalu. Shalu membalas, ia juga sangat merindukan Ratan. Shalu kemudian menutup teleponnya. Pankaj dan Shalu lalu kembali pulang. Beberapa menit kemudian, Smita tiba di rumah dari berbelanja. Smita kaget karena melihat sesuatu yang menyakitkan.
[7:08]Smita melihat Pankaj dan Shalu melakukan enjoy-enjoy. Smita sakit hati melihat hal itu. Smita lalu merenung di halaman belakang.
[7:19]Mali yang sedang berjalan mencoba menyapa Smita, namun Smita hanya terdiam. Mali merasa ada yang tidak beres.
[7:31]Beberapa hari kemudian, Smita membuat kue untuk acara ulang tahun Pankaj. Smita merayakan hal itu di rumah bersama beberapa keluarganya. Kakak Smita bernama Usha juga turut hadir di acara itu. Usha tidak suka melihat kedekatan Pankaj dan Shalu. Usha memberitahu hal itu kepada Smita. Usha menasihati Smita agar tidak menjadi wanita yang bodoh. Smita terdiam membisu. Smita lalu menangis di halaman belakang.
[8:04]Malam hari, Shalu mengirim foto untuk menggoda Pankaj. Setelah melihat foto Shalu, Pankaj langsung keluar kamar. Pankaj ingin melakukan enjoy-enjoy dengan Shalu, tapi ternyata Smita terbangun. Akibatnya, Pankaj dan Shalu tidak bisa melakukan enjoy-enjoy. Pankaj dan Smita lalu melanjutkan tidurnya.
[8:29]Pagi hari, Shalu memberikan kain sari baru berwarna hijau untuk Smita. Smita menerima kain sari baru itu dengan cuek. Sekarang, Smita mempunyai dua kain sari berwarna hijau. Pankaj dan Smita kemudian berbicara empat mata. Pankaj mendesak Smita untuk menjual rumahnya agar Pankaj bisa melunasi hutang-hutangnya kepada Gajendra. Namun Smita tetap menolak. Pankaj marah dan pergi dari rumah. Shalu menasihati Smita agar menuruti perintah Pankaj karena Pankaj adalah suaminya. Smita semakin kesal melihat tingkah Pankaj dan Shalu.
[9:08]Malam hari, Pankaj menemui Gajendra dan mengatakan ia tidak bisa melunasi hutang-hutangnya karena Pankaj gagal merayu Smita untuk menjual rumahnya. Gajendra menyuruh Pankaj agar tidak khawatir. Gajendra akan memaksa Smita untuk menjual rumahnya. Mali menguping pembicaraan Gajendra dan Pankaj.
[9:30]Pagi hari, Mali dan Smita menanam bersama. Sembari menanam, mereka berdua mengobrol. Mali sudah tahu apa masalah rumah tangga Smita. Mali mengatakan selama ini, kita berdua merawat tanaman. Terkadang, hama datang dan merusak tanaman kita. Oleh sebab itu, kita harus menghilangkan hama itu, jika tidak ia akan merusak tanaman yang lain. Chhote se chhota paudha bhi. Smita mendengarkan nasihat Mali dengan seksama. Smita lalu merenung dan berpikir.
[10:07]Tiga hari kemudian, mereka semua beraktivitas seperti biasa. Smita memberi Pankaj sarapan. Setelah sarapan, Pankaj menunggu Shalu di dalam mobil. Tak lama kemudian, Shalu menyusul Pankaj ke dalam mobil. Smita memberikan bekal makanan kepada Shalu. Shalu berterima kasih kepada Smita. Pankaj dan Shalu lalu pergi bekerja.
[10:30]Sore hari, Smita bersantai sejenak sembari minum teh susu. Beberapa menit kemudian, Shalu datang dengan terburu-buru dan masuk ke WC. Shalu mengatakan, ia pulang lebih awal karena perutnya tidak enak. Shalu juga bolak-balik masuk WC di kantor tadi. Smita menyiapkan minuman herbal untuk menyembuhkan sakit perut Shalu. Setelah keluar dari WC, Shalu menelpon Pankaj, namun tidak tersambung. Shalu bingung mengapa teleponnya tidak tersambung. Setelah mandi dan berdandan, Smita menggunakan kain sari berwarna hijau. Smita pamit pergi untuk menghadiri acara ulang tahun keponakannya di rumah Usha. Smita pergi berjalan kaki melewati jalan pintas. Tak lama kemudian, Smita tiba di rumah Usha. Smita duduk bersama tamu lainnya dan menikmati acara.
[11:24]Di sisi lain, Ratan mengobrol bersama sahabat sekaligus atasannya bernama Sunil. Ratan bercerita tentang hubungan cintanya dengan Shalu. Ratan mengatakan ia berniat untuk menikahi Shalu. Sunil senang mendengar hal itu. Tiga jam kemudian, Sunil ditelpon dan diberitahu telah ditemukan mayat di sebuah rumah. Sunil dan Ratan langsung meluncur ke TKP. Setibanya di TKP, Ratan kaget melihat dua korban. Ternyata, dua korban itu adalah Shalu dan Pankaj. Ratan dan tim forensik langsung melakukan olah TKP. Investigasi dimulai.
[12:03]Ratan melihat rumah Smita berantakan seperti dirampok. Usha menenangkan Smita yang terus menangis. Ratan kemudian menginterogasi Smita. Setelah menginterogasi Smita, Ratan kembali pulang.
[12:23]Besok pagi, Ratan masih bersedih atas kematian Shalu. Ratan bertekad akan mencari siapa pembunuh Shalu. Ratan mendatangi tempat judi Gajendra. Ratan diberitahu, Pankaj berhutang ratusan juta di tempat judi Gajendra. Ratan menduga, Gajendra-lah yang membunuh Pankaj. Ratan lalu menginterogasi Gajendra. Gajendra mengatakan, beberapa hari yang lalu, Gajendra dan Pankaj sepakat untuk membunuh Smita agar mereka bisa menjual rumah Smita. Tadi malam, anak buah Gajendra menerobos masuk ke rumah Smita. Melihat Shalu di sana, anak buah Gajendra mengira Shalu adalah Smita. Anak buah Gajendra langsung membunuh Shalu. Anak buah Gajendra kemudian mencari surat rumah Smita, namun ia tidak menemukan surat itu. Anak buah Gajendra lalu kembali pulang. Ratan baru tahu tentang hal itu. Ratan dan Gajendra bingung, siapa yang membunuh Pankaj. Ratan akan melanjutkan investigasi.
[13:28]Ratan pergi ke proyek apartemen yang sedang berlangsung. Ratan berpikir licik dan bertekad untuk merebut surat rumah Smita lebih dulu agar Ratan bisa menjual surat rumah Smita kepada Gajendra. Dengan begitu, Ratan bisa mendapatkan uang yang banyak. Di sisi lain, orang-orang mendatangi Smita dan mengucapkan bela sungkawa.
[13:50]Di kantor polisi, anak buah Ratan menunjukkan rekaman CCTV ketika Pankaj dan Shalu check-in di hotel. Ratan kesal melihat hal itu. Ratan baru tahu jika Shalu adalah wanita gampangan. Kemudian, Ratan mendatangi Usha untuk memastikan apakah Smita berada di rumah Usha ketika pembunuhan terjadi. Usha menunjukkan foto-foto bahwa malam itu, Smita berada di rumahnya. Ratan lalu mendatangi Smita dan menginterogasi Smita. Ratan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Smita untuk mengetes apakah Smita mengetahui tentang hubungan gelap Pankaj dan Shalu. Ternyata, Smita sudah tahu tentang hubungan gelap itu. Ratan menduga, Smita membunuh Pankaj dan Shalu karena motif dendam. Ratan lalu kembali pulang.
[14:40]Sore hari, Smita dan Mali mengobrol sembari berkebun. Mali menghimbau Smita untuk berhati-hati. Mali lalu kembali pulang. Sebelum pulang, Mali memberikan tanaman berwarna ungu.
[14:56]Besok pagi, Ratan melihat hasil laporan otopsi mayat Pankaj dan Shalu. Di laporan itu tertulis, Shalu terkena diare sebelum dibunuh. Ratan juga baru tahu, Pankaj mempunyai penyakit asma. Waktu kematian Shalu dan Pankaj juga tidak sama. Shalu mati lebih dulu dari Pankaj. Ratan juga melihat foto acara ulang tahun di rumah Usha. Di foto itu, Smita menggunakan kain sari berwarna hijau, tetapi warna hijaunya tidak sama persis. Ratan pergi ke kantor Shalu untuk mencari informasi. Bos Shalu memberitahu, hari itu Shalu bolak-balik masuk ke dalam WC. Ratan kemudian pergi ke Cyber Cell. Cyber Cell mengatakan, lokasi GPS handphone Smita diketahui berada di rumahnya ketika pembunuhan terjadi. Hal itu membuktikan bahwa Smita adalah pembunuh Pankaj. Ratan menelpon Sunil dan memberitahu ia sudah berhasil memecahkan kasus pembunuhan itu. Ratan akan memberitahu Sunil nanti, siapa pembunuhnya. Sunil penasaran siapa yang membunuh Pankaj dan Shalu. Sunil menutup teleponnya karena ia harus buru-buru pergi bersama istrinya bernama Diya.
[16:09]Siang hari, teman Mali yang merupakan seorang profesor melihat rumah Smita. Profesor suka dengan rumah Smita. Profesor berniat akan membeli rumah Smita. Smita senang mendengar hal itu. Setelah melihat rumah Smita, Mali mengantar Profesor pulang. Di saat yang bersamaan, Ratan datang ke rumah Smita. Lagi-lagi Ratan memarkir motornya dan menabrak pembatas tanaman. Mali kesal melihat hal itu. Ratan masuk ke dalam dan mengobrol dengan Smita. Ratan mengatakan, Smita, kau tidak usah sok polos di depanku. Aku tahu kaulah yang membunuh Pankaj. Ratan lalu menjelaskan kronologi pembunuhan Pankaj dan Shalu. Ratan juga menunjukkan bukti foto Smita di rumah Usha. Di malam sebelum pembunuhan terjadi, Smita diam-diam memblok nomor Pankaj dan Shalu di handphone mereka berdua. Tujuannya agar besok Pankaj dan Shalu tidak bisa berkomunikasi satu sama lain. Pagi harinya, Smita memasak bekal makanan untuk Shalu. Smita mencampurkannya dengan tanaman tertentu agar Shalu sakit perut dan buang air besar. Dengan begitu, Shalu akan pulang lebih awal. Setelah berdandan dan memakai kain sari berwarna hijau, Smita pergi ke acara ulang tahun di rumah Usha untuk mengelabui polisi. Di tengah acara, Smita diam-diam pulang ke rumahnya. Smita lalu membunuh Shalu. Setelah membunuh Shalu, Smita meng-unblock nomor Pankaj di handphone Shalu. Tak lama kemudian, Pankaj datang dan melihat mayat Shalu. Pankaj kaget dan mengakibatkan penyakit asmanya kambuh kembali. Ketika Pankaj hendak menghirup inhalernya, Smita menendang jauh inhaler Pankaj dan membuat Pankaj tewas di tempat. Smita kemudian meng-unblock nomor Shalu di handphone Pankaj. Smita lalu mencuci bajunya yang terkena darah. Smita menggunakan kain sari berwarna hijau yang lain dan kembali ke rumah Usha.
[18:07]Mendengar cerita Ratan, Smita hanya terdiam. Ratan mengatakan, semua bukti yang sudah ia temukan bisa memenjarakan Smita. Jika Smita tidak mau dipenjara, Smita harus menyerahkan surat rumahnya kepada Ratan. Smita tidak bisa berkutik.
[18:29]Dua hari kemudian, Smita mengurus surat-surat rumahnya ke notaris. Ratan memantau Smita dari kejauhan. Ratan senang karena akhirnya Smita menuruti perintahnya. Setelah mengurus surat-surat, Smita kembali pulang. Smita mengemasi semua barangnya dan bersiap untuk pindah. Smita dibantu ART mengemasi barang-barangnya. Setelah mengemasi semua barangnya, Smita berterima kasih kepada ART-nya dan mengucapkan selamat tinggal. Pagi hari, Ratan berdandan rapi dan bersiap untuk menemui Smita. Sebelum pergi, Ratan mengatakan kepada sang Ibu, sebentar lagi ia akan mempunyai rumah sendiri. Sang Ibu senang mendengar hal itu. Ratan lalu pergi menemui Gajendra. Ratan mengatakan, ia sudah membeli rumah Smita. Jika Gajendra menginginkan rumah Smita, Gajendra harus membayar dua kali lipat kepada Ratan. Gajendra kesal melihat kesombongan Ratan. Ratan lalu pergi menemui Smita.
[19:29]Smita dan Ratan mengobrol di halaman belakang. Smita menyuguhkan teh susu kepada Ratan. Ratan tidak mau meminumnya karena Ratan yakin, Smita sudah meracuni teh susu itu. Smita lalu menyerahkan surat-surat rumahnya yang sudah balik nama atas nama Ratan. Namun Ratan belum tahu bahwa surat-surat itu adalah palsu. Ratan mengecek lembar per lembarnya. Sembari melihat surat-surat itu, Ratan memberitahu Smita yang membunuh Shalu adalah Gajendra. Pankaj dan Gajendra sepakat untuk membunuh Smita dan mengambil surat rumah Smita. Malam itu, anak buah Gajendra mengira, Shalu adalah Smita. Akibatnya, Shalu terbunuh. Smita marah dan baru tahu tentang hal itu. Tiba-tiba, Ratan tidak bisa berbicara dan bergerak. Ternyata, Smita memberi racun tanaman berwarna ungu di surat-surat palsu itu. Smita melihat Ratan kesakitan sembari minum teh susu.
[20:36]Tak lama kemudian, Mali datang dan membawa setengah uang hasil penjualan rumah Smita. Setengahnya lagi, Mali transfer ke rekening bank Smita. Sekarang, rumah Smita menjadi milik Profesor. Smita kemudian membakar surat-surat palsu di tangan Ratan, sedangkan Mali memasukkan Ratan ke dalam karung. Mali berpamitan kepada Smita. Mali mengatakan, Smita harus selalu waspada terhadap siapapun. Jika Smita membutuhkan bantuan, Smita bisa memanggil Mali kapan pun. Mali lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke jembatan. Mali membuang Ratan yang masih hidup ke sungai.
[21:15]Smita pergi dari rumahnya dengan penuh kesedihan karena rumah itu mempunyai banyak kenangan mendiang sang ayah.
[21:25]Setelah itu, Smita pergi ke luar kota menggunakan kereta. Smita akan memulai hidup baru di luar kota. Ketika Smita naik ke dalam kereta, Sunil turun dari kereta. Smita duduk di depan lelaki tampan bernama Vicky. Mereka berdua lalu berkenalan dan bertukar nomor handphone.
[21:48]Beberapa bulan kemudian, Smita dan Vicky menikah. Suatu hari, Smita dan Vicky diundang makan bersama di rumah salah satu keluarga Vicky. Di acara itu, ada Diya. Ternyata, Diya adalah sepupu Vicky. Smita melihat Vicky mulai mendekati sepupu Vicky yang lain bernama Malini. Smita kesal melihat hal itu. Smita lalu mengajak semua orang berkumpul di ruang tengah. Smita bercerita tentang kematian Pankaj dan Shalu menggunakan nama samaran. Smita menceritakan hal itu untuk memberi peringatan kepada Vicky. Semua orang mendengarkan cerita Smita dengan seksama.
[22:28]Barulah di sini diceritakan fakta pembunuhan Pankaj. Malam itu, Smita memblok nomor Pankaj dan Shalu agar mereka berdua tidak berhubungan. Pagi harinya, Smita memasak bekal makanan untuk Shalu hanya untuk membuat Shalu sakit perut. Smita kembali ke rumahnya untuk memergoki Pankaj dan Shalu berselingkuh. Smita ingin mengusir mereka berdua. Namun, Smita kaget dan menangis ketika melihat mayat Shalu di lantai. Smita sama sekali tidak berniat membunuh Shalu. Smita juga tidak tahu siapa yang membunuh Shalu. Smita bingung mengapa Pankaj belum pulang. Tak lama kemudian, Pankaj kembali pulang. Melihat kedatangan Pankaj, Smita bersembunyi di balik kamar. Pankaj kaget melihat mayat Shalu. Melihat Smita yang masih hidup, Pankaj mengambil pisau dan berniat untuk membunuh Smita. Namun, penyakit asma Pankaj kambuh dan membuat Pankaj tidak bisa berbuat apa-apa. Smita marah melihat Pankaj yang berniat membunuh dirinya. Smita merebut pisau itu dan menusuk jantung Pankaj hingga tewas.
[23:39]Setelah mendengarkan cerita Smita, semua orang sadar pentingnya menjaga rumah tangga masing-masing. Vicky lalu berpikir sejenak. Vicky baru sadar bahwa wanita yang Smita ceritakan itu adalah dirinya sendiri. Vicky langsung ketakutan. Mulai saat itu, Vicky tidak akan berselingkuh. Smita dan Vicky lalu berpamitan pulang. Di saat yang bersamaan, Sunil berjalan masuk ke rumah keluarga Vicky. Namun Sunil tersandung dan membuat bingkisan buah yang Sunil bawa terjatuh. Akibatnya, Sunil tidak melihat Smita. Tak lama kemudian, Smita dan Vicky tiba di rumah Smita. Rumah Smita baru dan besar. Di dalam kamar, Vicky menatap Smita dengan penuh ketakutan, sedangkan Smita menatap Vicky dengan pandangan yang sinis. Beberapa menit kemudian, Mali datang dan memberikan tanaman berwarna ungu kepada Smita.
[24:39]Besok pagi, Sunil menjenguk Ratan di panti. Ratan tidak bisa berbicara dan bergerak. Ratan menghabiskan waktunya di kursi roda. Terlihat, Ratan menulis huruf S dan berusaha memberitahu Sunil bahwa pembunuh Pankaj adalah Smita. Namun, Sunil tidak pernah sadar akan hal itu.
[25:04]HABIIISSS... Apa pesan dari film ini? Selingkuh adalah penyakit yang akan merusak segalanya.
[25:20]Oke, segitu aja video kali ini. Stay watching and see you.



