Thumbnail for LEGENDA RORO MENDUT DRAMA MUSIKAL - KOMUNAL 2022 by PAK GURU GANTENG

LEGENDA RORO MENDUT DRAMA MUSIKAL - KOMUNAL 2022

PAK GURU GANTENG

9m 35s619 words~4 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:10]Pada suatu hari, seperti biasa Roro Mendut bersama kedua teman sebayanya pergi menjemur ikan asin bersama.
[0:10]Tak lama datanglah Adipati Brogololo 2 yang hendak menculik Mendut untuk dijadikan selirnya.
[0:10]Hingga bertemulah mereka dengan Tumenggung Wiraguna dan dipinanglah Mendut olehnya.
[1:27]Aku sengaja mengajak kalian menjemur ikan sejauh ini agar anak-anak di desa tidak mengambil ikan yang kita jemur.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:10]Pada suatu hari, seperti biasa Roro Mendut bersama kedua teman sebayanya pergi menjemur ikan asin bersama. Tak lama datanglah Adipati Brogololo 2 yang hendak menculik Mendut untuk dijadikan selirnya. Hingga bertemulah mereka dengan Tumenggung Wiraguna dan dipinanglah Mendut olehnya. Bagaimanakah kisah ini terjadi? Mari kita saksikan bersama.

[1:27]Haruskah kita menyemur ikan sejauh ini Mendut? Benar juga sepertinya kita terlalu jauh dari pedesaan. Aku sengaja mengajak kalian menjemur ikan sejauh ini agar anak-anak di desa tidak mengambil ikan yang kita jemur. Hah, mereka itu memang anak yang nakal ya. Sangat nakal.

[1:51]Tuanku, lihatlah. Di ujung sana ada seorang wanita cantik bak bidadari sedang menjemur ikan. Wah, benar Tuanku. Parasnya sungguh elok dengan tubuh bagai rusa. Sangat mempesona. Prajurit segera bawa dia kemari. Siap Tuanku.

[2:23]Tuanku, saya rasa ada yang tidak benar di ujung sana. Tuanku, wanita itu dibawa paksa oleh kelompok itu. Kita hampiri mereka.

[2:35]Hei, pemberontak, kau harus membayar semua upeti dan mati di tanganku. Aku tidak takut, coba saja kalau kau berani melawanku.

[3:32]Di kamar mewah yang disediakan Tumenggung untuknya Mendut pun terpaku pada pikirannya sendiri. Karena ia merasa sedih dan kesal. Namun di sana ia tak sendiri karena ada dua dayang yang diberikan Tumenggung untuknya. Yang lebih tua bernama Nyi Semangka, dayang masih muda bernama Genduk Duku. Sehingga Mendut pun tak bisa menangis. Tiba-tiba datanglah para selir Tumenggung untuk membujuk Mendut agar mau menjadi selirnya. Saat Nyai Ajeng dan Putri Arum Madi datang, para dayang pun memberi salam untuknya.

[4:27]Mendut tidakkah kau ingin menjadi selir Tumenggung? Tidak Nyai. Mengapa kau menolaknya? Seharusnya rakyat kecil sepertimu menerimanya dengan senang hati. Mohon ampun Nyai, namun hamba sudah memiliki kekasih yaitu putra dari Nyai Singabarong Pronocitro.

[4:55]Mengapa ditolak, Ndut? Mengapa Roro Mendut lebih memilih pria desa itu? Benar, bukankah Tumenggung lebih baik? Harta dan tahta bukanlah tujuan aku menikah. Aku ingin menikahinya karena aku mencintai kekasihku, Pronocitro.

[5:16]Hey cantik, siapkah kau menikah denganku? Tidak, aku tidak akan menjadi selirmu karena aku memiliki kekasih. Berani sekali kau bersetubuh dengan kekasihmu, jika kau tetap tidak ingin menikah denganku kau harus membayar semua upeti milik Adipati Brogololo. Bahkan aku lebih rela membayar semua upetinya daripada menikah denganmu.

[5:48]Keesokan harinya Mendut pun mengatur rencana membayar upeti dengan menjual rokok yang ia linting sendiri di pasar bersama kedua dayangnya. Ia berjalan dengan lenggokan genit, sembari membawa rokok yang dihisapnya untuk menarik kerumunan pelanggan.

[6:11]Lihat wanita itu. Wanita celaka sepertinya, untuk apa berjualan di pasar? Benar, untuk apa ia berjualan di sini? Bisa-bisa pelanggan kita direbut olehnya. Mengapa kalian berpikir seperti itu? Selama ia tak mengganggu kita, biarkanlah saja.

[6:35]Adinda, Adinda. Kakanda. Sst, pelankan suaramu Adinda. Mari ikuti Kakanda.

[6:47]Ada apa gerangan Kakanda? Hei Adinda, telah lama aku menahan rindu bertemu denganmu. Rasa rinduku sudah tak bisa ditahan oleh siapapun saat ini. Kakanda, aku pun juga ingin bertemu denganmu. Mari ikut aku, kita akan melarikan diri.

[7:13]Hey Mendut, mau ke mana kau? Siapa pria itu? Aku calon suami Mendut. Berani sekali kau membawa calon selirku. Bersiaplah untuk mati di tanganku. Aku tak takut denganmu.

[8:10]Kakanda, Kakanda, tega, sungguh tega kau membunuh orang yang aku sayangi. Hei cantik, sekarang tak akan ada lagi yang menghalangiku untuk menjadikanmu selirku. Aku tak akan pernah menjadi selir bagi orang lain. Hah, persetan.

[8:30]Lebih baik aku mati dan keris ini akan menjadi saksinya. Tidak Mendut, tidak. Taruh itu segera. Aku akan menyusul Kakanda, tak akan ada orang kaya selain dia yang mencinta.

[8:52]Oh Tuhan, seandainya aku tak memaksa Roro Mendut menjadi selirku, maka dia tidak akan nekat seperti ini. Semoga kalian tenang di sana.

[9:07]Sampai akhir Roro Mendut tetap menjaga kehormatannya dengan tak menjadi selir bagi siapapun dan tetap setia dengan kekasihnya Pronocitro. Dan janganlah kamu menjadi seorang yang suka memaksakan kehendak sendiri. Sebab hal itu dapat menghancurkan kebahagiaan orang lain.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript