Thumbnail for Rupiah Tembus Rp18.200: Persiapkan Diri untuk Badai Ekonomi by Sulianto Indria Putra

Rupiah Tembus Rp18.200: Persiapkan Diri untuk Badai Ekonomi

Sulianto Indria Putra

16m 30s2,714 words~14 min read
AI audio transcription
Transcript source

AI audio transcription

This transcript was generated from the video's audio because no usable YouTube caption track was available. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:00]Ya, ini kenaikan yang signifikan banget ya di bulan ini persis ya kita udah melemah 4% ya dari Rp17.500-an sampai ke Rp18.200-an.
[0:00]Dan dalam video ini gua pengen sharing ke kalian gimana cara menghadapi situasi seperti ini ya di mana rupiah ini terus-terusan melemah gila-gilaan.
[0:00]Dan menurut gua, gua udah bilang ya dari video gua mungkin buat editor bisa dikasih tunjuk ya beberapa bulan yang lalu ya bahwa rupiah ini akan ke Rp20.000 sebelum tahun 2030.
[0:00]Gua udah bilang ya yang namanya itu fiat currency atau mata uang itu udah pasti selalu melemah.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]per video ini kita shoot ya. Rupiah itu udah melemah sampai Rp18.181 per 1 dolar. Ya, ini kenaikan yang signifikan banget ya di bulan ini persis ya kita udah melemah 4% ya dari Rp17.500-an sampai ke Rp18.200-an. Dan dalam video ini gua pengen sharing ke kalian gimana cara menghadapi situasi seperti ini ya di mana rupiah ini terus-terusan melemah gila-gilaan. Dan menurut gua, gua udah bilang ya dari video gua mungkin buat editor bisa dikasih tunjuk ya beberapa bulan yang lalu ya bahwa rupiah ini akan ke Rp20.000 sebelum tahun 2030. Gua udah bilang ya yang namanya itu fiat currency atau mata uang itu udah pasti selalu melemah. Kenapa? Karena pemerintah Bank Sentral di luar sana, kita enggak ngomongin di Indonesia doang ya di luar negeri dan sebagainya itu bisa cetak uang terus-terusan. Jadi supply dari mata uang itu unlimited. Sedangkan demand-nya itu sangat terbatas dan kalau pakai hukum supply and demand ya itu udah pasti ya ujung-ujungnya mata uang itu akan inflated bahasanya, mata uang itu akan melemah terus-terusan. Jadi ketika lu udah tahu ya rupiah itu udah pasti melemah ke Rp20.000, nanti ke Rp25.000 nanti juga ke Rp30.000 suatu hari, ini cuma masalah kapan aja gitu kan. Yang kita berharap ya rupiah ini melemah jangan cepat-cepat ya jangan kayak sekarang karena sekarang itu kita melemah 100 perak setiap harinya ya rupiah against dolar. Nah, sebenarnya ya dalam video ini gua pengen sharing ke kalian tiga solusi yang lu bisa terapin ya ke hidup lu buat menghadapi krisis badai ekonomi seperti sekarang ya. Ini pribadi gua terapin ke diri gua ya. Jadi dalam video ini gua pengen bahas. Tapi sebelum itu ya kalian itu perlu tahu data-data yang bakal gua bagiin dalam video ini. Nah, yang kalian perlu tahu ya di saat rupiah itu melemah dan US Dolar itu menguat ini berdampak buat pebisnis, pedagang, UMKM, semuanya di luar sana. Buat gua pribadi pun sangat-sangat berdampak ya Jadi kalau kalian tahu gua itu ada build sebuah platform namanya itu content.com. Itu platform buat cipers itu cari uang gitu ya. Jadi mereka itu bisa submit video dan video ini itu ketika dapat views mereka itu bisa hasilin uang gitu. Nah, content.com ini buat nge-run ya ini kita pakai yang namanya itu API ya. Jadi kita ngambil dari luar luar negeri gitu. Kita ngambil data dari US dan ketika US Dolar ini menguat dan rupiah ini melemah cost kita itu naik ya. Jadi kita tahun ini ya kita udah cost kita, cost gua buat nge-run content.com itu udah naik 11% ya karena rupiah itu udah melemah 11%. Kita juga lihat ada data ya, pedagang tahu tempe udah mulai rasakan dampak pelemahan rupiah. Jadi misal ya tempe itu impor dari luar negeri ya. Awalnya ya buat beli 10 kali tempe ini butuh 1 dolar. Dulu 1 dolar itu Rp16.000 contohnya. Sekarang ya buat beli 10 tempe ini masih tetap sama 1 dolar. Tapi 1 tempe ya eh 1 dolar ya ini udah di Rp18.000. Jadi pedagang ini ini udah bayar 2.000 lebih banyak, alias inflasinya itu 200 perak per tempe. Gitu ya Jadi ketika kita bilang ya apakah rupiah ini melemah langsung ada dampaknya ya, pastinya langsung ada dampaknya. Dan buat ekonomi kita sekarang ya ini sangat-sangat kritis ya. Pebisnis sekarang ya margin keuntungannya itu bisa aja semakin tipis. Beberapa bisnis itu bisa aja tutup ketika rupiah itu bisa undrop bisa melemah gila-gilaan kayak sekarang. Kita lihat ya ini kinerja mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat sejak awal tahun (YTD)-nya. Jadi dari 1 Januari sampai sekarang gitu. Dolar Taiwan ya 0,2%, dolar Singapura ya ini bagus banget ya 0,6, Ringgit 3,3, Yen 3,1, dolar Hongkong 1,7, Yen 1,8 ya. Jadi yang sebelah sini itu masih dalam batas wajar ya menurut gua pribadi ya kecuali Ringgit ini. Ya, Thailand Bat ya ini 3%, Won Korea 4,8% melemah gitu ya. Peso Philippine ya 4,1%. Rupi India ya ini the second ya yang paling jelek setelah Indonesia 5,0%, ya 5% ya pelemahan. Indonesia rupiah itu 7,6. Year to date ya. Bahkan ini datanya harusnya yang up-to-date ya yang up-to-date itu 11%. Jadi rupiah ya itu memiliki kinerja paling buruk 1 Asia ini ya di tahun ini. Jadi dari sisi rupiahnya, mata uangnya, dari sisi pasar uangnya ya, pasar modalnya, dari sisi stock marketnya gitu ya, Indonesia itu juga mengalami penurunan yang paling signifikan dibandingkan dengan yang lain. Ini kalau kalian cek ya, Indonesian stocks drop nearly 39% ya from January peak ya. Jadi dari 9.000-an. Turun ke sekarang ya kurang lebih 5.400-an ini hampir 50% ya. Ini sangat-sangat mendekati 50%. Dan ini ada analisis ya dari luar negeri ya. Jadi dari Singapura ya namanya itu Mappet Mirpuri gitu ya. The next two weeks are critical, the market is looking for clear signs of fiscal discipline, policy consistency and strong commitment for macroeconomic stability. Maksudnya kayak gimana? Market sekarang atau investor asing yang di luar sana ya negara-negara luar yang berinvestasi di Indonesia itu lagi melihat ya dua minggu ke depan. Apakah Indonesia ini ya bakal ngasih regulasi-regulasi kebijakan-kebijakan fiskal yang konsisten yang disiplin ya. Karena sekarang regulasinya itu berubah-berubah ya. Bentar A bentar B gitu kan. Ketika ada suatu company yang baru untung gitu tiba-tiba dia rugi lagi gara-gara pemerintah buat kebijakan A dan sebagainya gitu ya. Dan ketika market itu mengalami penurunan cara komunikasi pemerintah gitu ya. Kita lihat strong commitment gitu ya for macroeconomic stability. Jadi menurut gua pribadi ya dari sisi pemerintah itu sekarang komunikasinya itu seperti ini ya di 9.000. Oh, kita itu baik-baik aja gitu kan. Terus saya mengalami penurunan ke 8.000. Santai ya fundamental ekonomi kita itu kuat gitu. Kita di 8.000 sebelah sini gitu ya. Nanti turun lagi ya ke 7.000 sebelah sini nih. Masyarakat tuh udah teriak-teriak ya, rupiah udah melemah gitu kan dan sebagainya. Terus di sini bilang oh santai ya fundamental kuat gitu. Kita bakalan suntikin ya, rupiah kita kita bakalan intervensi gitu. Terus saya turun lagi gitu. Sampai sekarang pokoknya kita bilangnya kita baik-baik aja, kita baik-baik aja. Menurut gua ini bukan style komunikasi yang baik ya buat masyarakat di luar sana. Karena ketika masyarakat itu udah bisa Google bisa cek sendiri ya rupiah itu melemah dan masyarakat itu merasakan sendiri dampak dari mereka pribadi, dari pribadinya itu semakin susah ya. Barang-barang di sekitarnya itu semakin mahal ya. Ini kita tuh udah enggak bisa ngomongin kita tuh masih baik-baik aja ya. Karena ketika yang di atas itu tidak bisa merasakan yang di bawah maka ini menurut gua kesenjangan yang lumayan signifikan buat pemerintah. Ini gua ngambil dari Bloomberg Terminal ya. Jadi gua ada tadi Google ya News on Indonesia ya top newsnya. Ini ada satu ya Sell Indonesia ya. Jadi di luar ya orang-orang asing itu udah mulai membentuk narasi untuk Sell Indonesia ya. Sweepstakes trading desk as Prabowo Tightens Grip gitu ya. Global investors are rapidly losing confidence in Indonesia as the nations' stocks tumble and its currency sinks to all-time lows ya. Jadi investor-investor luar ya itu udah mulai kehilangan kepercayaan terhadap Indonesia ya. Karena rupiahnya itu melemah dan stock marketnya itu menurun signifikan banget gitu ya. The benchmark stock index has tumbled to become the worst performer this year among more than 90 global gorges tracked by Bloomberg and the rupiah has weakened gitu ya. Jadi ketika kita bandingin ya, IHAG kita ya composite kita itu dibandingkan dengan 90 Global ya ditrack sama Bloomberg, ini paling jelek gitu. Foreign investors have pulled billions of dollars from Indonesian bonds and overseas investors have offloaded a net amount of Indonesian bonds and stocks, amid concerns over Indonesia economic track record and policy credibility. Ya, jadi investor-investor luar itu pada mempertanyakan kredibilitas dari Indonesia ya track recordnya itu kenapa kayak gini gitu. Jadi ketika semuanya itu lagi enggak baik-baik aja ya, tapi pemerintah itu ngomongnya oh baik-baik aja gitu ya. Ini kita lihat. Ada news ya dari Bloomberg Techno ya, Respons Purbaya ya ini Menteri Keuangan ya Pak Menteri Keuangan ya Menko soal Sell Indonesia ya. Fiskal baik ekonomi bagus. Menurut gua ini sesuatu statement yang enggak wise untuk dibilangin ya. Jadi kalau boleh kasih saran ya. Ketika ekonomi itu lagi cenderung enggak baik-baik aja gitu kan. Karena kan government spending-nya itu kan lumayan besar kan dari 5,61% ini gitu kan. Ketika kita cuma bisa berpatok ya pada GDP growth-nya itu economic growth-nya itu 5,61%. Tapi rupiah ini melemah sampai 18.200 menurut gua buat statement ya ekonomi itu bagus. Di saat pengusaha-pengusaha di luar sana itu lagi kesusahan itu bukan sebuah move yang wise. Terakhir ya sebelum gua kasih lu solusinya ya ini ada salah satu trader di luar sana ya namanya itu George. Dia head of research dari Fan K2 Asset Management ya dia ada 4.3 billion ya total ya fund yang dia manage. Setelah berpuluh-puluh tahun ya berinvestasi di sana, dia keluar ya George ini keluar dari Indonesia di 2024. Dia bilang, I have zero exposure to Indonesia he said I won't give them an opportunity. Ya, jadi investor luar yang manage AUM-nya ya aset under management-nya itu billions itu udah hilang kepercayaan terhadap Indonesia. Jadi ketika kita udah cek ya lu bisa Google di luar sana dan lu bisa lihat di luar negeri ya orang-orang itu udah mulai bercanda tentang Indonesia ini udah bukan lagi move yang baik ya. Ini udah bukan lagi Indonesia itu udah bukan baik-baik aja. Indonesia itu sedang tidak baik-baik aja sekarang. Dan gua ngomong ini bukan buat firmonger kalian, buat bukan buat tebar fair kalian. Jadi gua ngomong ini buat kasih tahu ke kalian realitanya dan terkadang realita itu memang pahit. Jadi setelah kita tahu ya bahwa sekarang ya rupiah kita itu lagi enggak baik-baik aja dan rupiah ini akan terus-terusan lemah sampai pemerintah itu melakukan kebijakan atau intervensi yang memberikan kepastiannya kepada investor-investor asing di luar sana. Gua ada tiga solusi yang kalian itu bisa langsung praktekin ya setelah kalian selesai nonton video ini gitu ya. Jadi tiga solusi ini ya. Ini yang pertama, kedua, ketiga. Solusi yang pertama ya buy strong currency ya. Buy strong fiat atau currency mata uang yang kuat gitu. Sekarang gua pengen kalian tanya ya. Ketika kita udah tahu ya yang namanya itu rupiah atau Fiat currency as a whole yaitu udah pasti melemah. US Dolar itu udah melemah ya. US Dolar itu kehilangan 99% value-nya. Kenapa? Kayak kayak yang gua bilang tadi ya. Rupiah itu atau Fiat money ya itu pasti dicetak terus ya sama Bank Sentral sama pemerintah. Dan Fiat money ya ini enggak ada dalam kendali lu. Jadi pemerintah mau besok buat kebijakan A, kebijakan B dan seterusnya gitu kan buat regulasi baru A B C dan seterusnya itu enggak bisa kendaliin. Tapi yang lu bisa kendaliin ya lu harus taruh ya mata uang lu atau uang lu di tempat yang paling kuat formatnya. Ketika lu taruh uang lu misal di Argentina gitu misalnya ya Argentina itu melemah misal 100% ya setiap tahun ya lu harus pindahin uang lu keluar dari sana. Alias beli a stronger currency kita ngomong ya. Jadi kayak US Dollar ya ini juga kuat gitu ya. Karena US Dollar itu one of the best gitu ya Swiss Frank CHF gitu ya ini juga bisa atau enggak lu bisa beli SGD. Nah, mungkin ya kalau kalian ke money changer dan sebagainya ini lumayan mahal. Jadi sebenarnya ini gua buat edukasi aja ya lu bisa beli yang namanya itu USDT. Ya ini digital digital USD. Ya ini ada di exchange-exchange kripto ya dan ini legal. Ini ada di regulated exchanges ya kalau kalian cek ya di vlog toko kripto Indodax semua itu gitu ya ini available. Nah, solusi yang pertama ini menurut gua sebenarnya ini enggak menyelesaikan masalah ya. Karena year to date ya dolar itu juga pasti melemah against aset kelas dan in the long term ya kita narik 5 tahun ke depan. Dolar itu udah pasti melemah. Tapi setidaknya ya ketika misal harusnya uang lu itu melemah 70%. Lu beli Fiat money yang lebih kuat ya melemahnya itu berkurang jadi 30% dengan resiko yang lebih rendah. Ya jadi solusi pertama ya lu beli US Dollars atau beli Fiat money yang lu rasa lebih kuat daripada Fiat money yang lu pegang sekarang gitu. Yang kedua solusinya itu masuk ke stock market atau beli asset class. Nah, ini level 2 dari level 1. Kenapa? Karena ketika lu bisa beli asset class ya, asset class itu sesuatu yang produktif dan sesuatu yang apresiasi nilainya. Ketika lu bisa beli gold ya, Bitcoin, stocks gitu kan ini kalau lu punya cash aja gitu kan. Stocks, Bitcoin, Gold dan sebagainya gitu ya. Ini mata uang lu itu bakal semakin tinggi atau kalau lu enggak bisa ngambil resiko lu bisa beli aja bonds. Gitu ya. Jadi ketika lu beli aset kelas ini tentunya di atas ini ya. Ketika aset kelas lu itu bisa menghasilkan return 5% contohnya gitu ya kan 10%, 20% setiap tahunnya. Maka lu udah menang ya. Ketika lu dapatin uang ya hal pertama yang lu harus pikirin ya itu pelemahan dari mata uangnya sendiri ya. Jadi ketika misal gua dapat uang 100 juta sekarang ya ini dalam 3 tahun kalau sekarang year to date ini melemah 11% ya. Dan ini ke depannya 3 tahun kayak gini uang Rp100 juta gua 3 tahun lagi ini bakal sisa Rp50 juta. Jadi gua harus segera pikirin cara buat dapatin apresiasi sebesar 11%. Dan itu lu bisa dapatin di stock market ya di asset classes atau enggak lu beli currency baru. Gitu ya. Jadi either lu beli gold, Bitcoin, stocks dan sebagainya gitu. Bonusnya biasanya ya apresiasinya kalau beli stocks yang di luar negeri. Jadi either lu beli Swiss Frank stocks gitu kan. Swiss stocks di luar sana lu beli SP stocks gitu. Bisa lu beli saham-saham di SG itu kalau lu punya akses ke sana gitu. Tapi intinya lu beli asset class ya dari uang yang lu punya sekarang. Karena again ya ini menurut gua temporary panik tapi in the long term ya rupiah itu pasti akan selalu melemah ya. Karena uang itu dicetak gila-gilaan terus-terusan gitu kan. Supply dan demand-nya itu supply-nya itu infinite gitu. Dan ujung-ujungnya kalau kita cek dalam sejarah ya ini bakalan long term ya gitu ya. Kita tarik 20-30 tahun ini udah pasti melemah. Jadi yang pertama itu beli strong Fiat yang kedua itu beli asset class ya, beli aset yang bisa apresiasi nilainya. Nah yang ketiga menurut gua ini merupakan advice yang paling penting yaitu cari income tambahan. Nah, ini kenapa paling penting? Karena dari semuanya ya lu harus tahu ya kayak yang gua tadi bilang yang namanya itu pemerintah pengen kebijakan buat kebijakan A B C, baik baik atau buruk gitu ya. Kita enggak ngomongin pemerintah kebijakan itu selalu buruk. Pemerintah kebijakannya itu bisa baik-baik banget gitu. Jadi mau pemerintah buat kebijakan A B C dan seterusnya gitu ya.

[15:03]Ini kita enggak enggak bisa kendaliin gitu kan. Lu mau turunin rupiah pun enggak bisa gitu kan. Kita para retail itu enggak bisa turunin rupiah. Jadi yang lu bisa kendalikan ini apa? Ya yang lu bisa kendalikan ini ketika lu dapat uang ya convert uang lu itu ke mata uang yang lebih kuat atau beli aset kelas dan cari income tambahan. Jadi ketika misal gaji lu sekarang ya misal hari ini itu Rp10 juta ya, rupiah ini melemah 11%. Maka purchasing power lu dalam USD ini melemah juga dong 11%. Ketika udah melemah 11% yang lu bisa lakukan itu apa? Ya lu harus cari income tambahan ya di luar dari jam kerja lu. Misal lu kerjanya dari jam 9.00 sampai jam 5.00 gitu kan. Ini dari jam 5.00-nya sampai jam 9.00 ya lu bisa melakukan sesuatu. Gitu ya. Lu bisa cari income tambahan, side juga tambahan gitu ya. Lu jadi content creator, ya lu jadi influencer kah gitu kan. Lu bikin bisnis sampingan, lu jadi klipper bahkan baik banget solusinya di luar sana. Jadi menurut gua ya simply kendalikan apa yang kalian bisa kendalikan aja gitu kan. Peduliin sesuatu yang kalian bisa kendalikan ya ketika rupiah ini melemah ya pemerintah pengen kebijakan bikin kebijakan A gitu kan. Ini lu enggak bisa kendalikan ya jangan habisin energi lu ke sesuatu yang udah kendalikan. Enggak usah ya spend waktu kalian buat hujat pemerintah ya. Karena menurut gua ya dari sisi pemerintah pun mereka juga sedang trying their best gua yakin mereka itu pasti mau yang terbaik buat negara kita.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript