[0:10]Hai semuanya, kembali lagi di channel Portal Edukasi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas rangkuman materi IPA kelas 7 Bab 1, yaitu tentang Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah. Materi ini sudah kurikulum merdeka ya. Mari kita mulai dengan, apa itu Sains? Sains ada di mana-mana dalam kehidupan kita, seperti air, sistem tubuh manusia, energi, bunyi, cahaya, listrik, tumbuhan, tata surya, dan lain-lain. Nah, kata lain untuk IPA adalah Sains.
[0:47]Ada beberapa cabang ilmu sains, seperti Biologi, ilmu tentang makhluk hidup, Fisika, ilmu tentang gejala dan fenomena alam serta sifat benda-benda di sekitar kita, Kimia, ilmu tentang berbagai hal mengenai materi, Geologi, ilmu mengenai Bumi dan perubahannya, Astronomi, ilmu tentang planet, bintang dan alam semesta, Ekologi, ilmu tentang interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya. Nah, beberapa dari cabang ilmu sains tersebut masih ada cabangnya lagi. Cabang Biologi, ada Zoologi yaitu ilmu tentang binatang, Botani, ilmu tentang tumbuhan, Entomologi, ilmu tentang serangga, dan Mikrobiologi, ilmu tentang makhluk hidup yang sangat kecil, yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop.
[1:46]Untuk cabang Fisika ada Mekanika, yaitu ilmu tentang gerak benda, Elektronika, ilmu tentang arus listrik dan magnet, serta Optika Geometris, yaitu ilmu tentang alat optik. Untuk cabang Kimia ada Farmasi, ilmu tentang obat-obatan, Radiokimia, ilmu tentang zat-zat radioaktif, Kimia Organik, tentang bahan-bahan kimia yang ada pada makhluk hidup, serta Kimia Anorganik, tentang bahan kimia dalam benda-benda. Untuk cabang Geologi ada Vulkanologi, yaitu ilmu tentang gunung berapi, Seismologi, yaitu ilmu tentang gempa bumi, dan Palentologi, yaitu ilmu tentang fosil. Jadi apa sih sebenarnya sains itu? Sains adalah ilmu pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik. Orang yang khusus melakukan penelitian bagi pengembangan ilmu Sains disebut ilmuwan Sains. Banyak ilmuwan Sains, seperti Thomas Edison, Wright bersaudara, Galileo Galilei, Charles Darwin, B.J. Habibie, dan lain-lain. Selanjutnya, Laboratorium IPA. Laboratorium adalah tempat untuk melakukan penelitian. Laboratorium biasanya digunakan untuk melakukan percobaan atau eksperimen. Tentunya dalam laboratorium IPA ada alat-alat khusus. Mari kita pelajari bersama. Nah, perhatikan gambar di bawah ini. Untuk mengukur bahan, kita bisa menggunakan gelas ukur dan spatula. Untuk mencampur bahan, ada beberapa alat nih, seperti kaca arloji, gelas kimia, tabung reaksi, dan labu Erlenmeyer. Untuk mengamati benda yang sangat kecil, kita tahu menggunakan mikroskop. Untuk mengukur tingkat ketelitian sampai 100 mm, kita bisa menggunakan vernier caliper. Untuk pengamanan, pasti menggunakan kacamata ya. Nah, untuk mengukur bahan bisa menggunakan neraca pegas dan termometer. Untuk mengamankan atau menjepit alat lain, kita bisa menggunakan statif, segitiga porselen, bosshead, tang krusibel, dan klaim.
[4:06]Kemudian biasanya suatu ruangan laboratorium dilengkapi dengan simbol-simbol seperti di bawah ini nih. Yang pertama, simbol kayak api itu mudah terbakar, kemudian ada api lagi tapi lingkaran, mudah teroksidasi. Kemudian ada gambar kayak ikan mati, berbahaya bagi lingkungan, terus ada kayak explosion gitu, itu mudah meledak. Ada gambar tengkorak artinya beracun, ada tanda X artinya iritasi. Kemudian ada kayak simbol tangan kayak gitu, kena tetesan dan melepuh, itu korosif. Ada tanda seru, artinya berbahaya. Nah, ada baiknya kalian hafalkan setiap gambar tersebut sehingga tahu maknanya ya! Pada tingkatan SMP, kalian akan melakukan berbagai percobaan dengan menggunakan api, larutan asam yang bersifat korosif dan berbagai zat kimia yang beracun. Korosif artinya dapat merusak jaringan hidup seperti kulit manusia.
[4:59]Selanjutnya, berikut ini adalah contoh yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan di laboratorium IPA. Kayak yang pertama itu saling mengingatkan, kemudian yang kedua itu rambutnya kalau bagi perempuan diikat, jadi tidak terurai. Yang ketiga menggunakan kacamata agar aman, yang keempat itu ditutup ya, jadi baunya tidak keluar. Sedangkan berikut ini contoh yang TIDAK BOLEH DILAKUKAN di laboratorium IPA. Yang pertama, asal main campur semua bahan-bahan nih, bahaya banget. Yang kedua dilempar-lempar bahannya dimainin. Yang ketiga, malah dihirup, ya pasti mabok lah. Kemudian yang yang keempat itu malah ngebuang sisa-sisa praktik itu ke Wastafel. Itu bahaya banget. Apalagi yang kelima ini sengaja malah mencipratkan ke teman, jangan pernah ya. Mari kita bahas kemudiannya yaitu merancang percobaan. Sebagai calon Ilmuwan (aamiin) kita harus mengenal istilah metode Ilmiah. Metode ilmiah adalah cara atau pendekatan yang dipakai dalam penelitian suatu ilmu. Nah, ada tahapan-tahapan dalam metode ilmiah, yaitu melakukan pengamatan atau observasi, membuat hipotesis dan mengidentifikasi variabel, membuat rancangan percobaan, melakukan eksperimen atau percobaan, mengumpulkan dan menyajikan data, menarik kesimpulan. Semuanya harus wajib kudu fardu ain dilakukan secara berurutan ya! TIDAK BOLEH DIACAK! Nah kita akan bahas satu per satu agar lebih jelas ya! Pengamatan adalah hal-hal atau kejadian yang kalian ingat. Dalam pengamatan kita menggunakan panca indra kita. Seperti melihat keadaan sekitar apakah ada yang aneh atau tidak, mencium bau sekitar apakah ada bau menyengat atau tidak, atau mungkin mendengar suara di sekitar ketika malam apakah ada suara aneh seperti srek-srek-srek. (Terus ada ketawa nyaring). Nah setelah mengamati keadaan sekitar, barulah kita menentukan masalah yang dihadapi. Dalam konteks percobaan IPA, masalah ini dapat dituliskan dalam bentuk pertanyaan atau dalam bentuk pernyataan untuk diuji, yang disebut juga dengan tujuan percobaan. Tujuan percobaan haruslah dapat diuji, dapat dilakukan dan bukan merupakan pendapat pribadi. Maksudnya dari dapat diuji adalah berdasarkan fakta ya. Nih perbedaannya, contoh yang bisa diuji. Apakah tanaman yang terkena cahaya matahari langsung akan menghasilkan warna bunga yang lebih cerah dibandingkan yang tidak terkena matahari? Sedangkan contoh yang tidak bisa diuji karena pendapat: Saya memang paling tampan/cantik di seluruh jagat multiverse ini. Langkah selanjutnya adalah menulis hipotesis. Hipotesis merupakan perkiraan sementara atau dugaan dari jawaban terhadap tujuan percobaan yang akan diselidiki. Ingat bahwa hipotesis itu harus logis atau masuk akal. Hipotesis semakin lengkap apabila didukung oleh alasan dari segi ilmu Sains atau ilmiah. Sebagai contoh hipotesis yang baik: Bunga yang terkena sinar Matahari secara langsung akan terlihat lebih cerah. Ini masuk akal karena dengan cahaya Matahari segala sesuatu akan lebih terlihat cerah. Berbeda dengan contoh hipotesis yang buruk berikut ini: Saya sudah pasti paling tampan/cantik karena saya anak Mami~ Nah itu udah ngaco banget ya. Setelah menentukan hipotesis maka kita mulai dengan menentukan variabel-variabel. Suatu variabel adalah faktor, kondisi, unsur, yang dapat berupa angka atau jenis-jenis yang menentukan dalam suatu percobaan. Ada tiga macam variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol. Variabel bebas adalah faktor, hal, atau unsur yang dianggap dapat menentukan variabel lainnya. Variabel terikat adalah gejala yang muncul atau berubah dalam pola yang teratur dan biasa diamati atau karena berubahnya variabel lain. Variabel kontrol adalah faktor yang dibuat tetap sama selama percobaan. Selanjutnya prosedur percobaan. Masih ingat tentang teks prosedur? Yap yang isinya urutan-urutan itu loh~ Nah prosedur percobaan juga sama, yaitu urutan-urutan dalam percobaan yang akan kita lakukan. Nah tahapan untuk merancang suatu percobaan yaitu: Menentukan tujuan percobaan berdasarkan pengamatan keadaan sekitar, Menuliskan hipotesis atau dugaan sementara hasil percobaan, Mengidentifikasi variabel-variabel terkait dalam percobaan, Mendaftarkan alat dan bahan yang dibutuhkan, Menuliskan prosedur percobaan. Selanjutnya kita akan membahas tentang pengukuran. Ketika melakukan pengamatan kita pasti mencatat hal-hal penting ya kan? Nah dalam sebuah pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan kualitatif dan pengamatan kuantitatif. Pengamatan kualitatif itu disampaikan secara deskripsi dengan menggunakan kata-kata saja. Sedangkan pengamatan kuantitatif dinyatakan dalam angka-angka. Dalam pengamatan kuantitatif nanti akan berkaitan erat dengan pengukuran. Pengukuran sendiri akan berkaitan erat dengan besaran dan satuan dalam Sains. Besaran adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang bisa diukur dan memiliki nilai. Besaran dibagi menjadi dua yaitu Besaran Pokok dan Besaran Turunan. Besaran Pokok adalah besaran yang dijadikan dasar untuk menetapkan besaran lainnya. Besaran pokok berdasarkan Satuan Internasional ada 7 macam yaitu: Panjang (l): satuannya adalah meter (m), Massa (m): satuannya adalah kilogram (kg), Waktu (t): satuannya adalah sekon (s), Suhu (T): satuannya adalah Kelvin (K), Jumlah Zat (n): satuannya adalah mol (mol), Kuat Arus Listrik (I): satuannya adalah Ampere (A), Intesitas Cahaya (lv): satuannya adalah Kandela (Cd).
[11:27]Nah, untuk yang ini penulisannya huruf besar dan huruf kecil itu enggak boleh salah ya. Karena seperti t kecil itu artinya waktu, T besar artinya suhu. N kecil itu adalah jumlah zat sedangkan N besar adalah Newton. Jadi kalian harus hati-hati ketika menuliskan simbol dari besaran ataupun satuan ya. Besaran Turunan adalah besaran yang ditetapkan berdasarkan besaran pokok. Nah, contoh besaran turunan yaitu Kecepatan dengan v kecil, satuannya adalah m/s. Untuk luas L besar, satuannya adalah m². Untuk volume bisa dituliskan dengan V besar, satuannya adalah m³. Massa jenis bisa dituliskan dengan rho, satuannya adalah kg/m³. Gaya bisa dituliskan dengan F besar, satuannya adalah kg/m/s². Untuk percepatan A kecil, satuannya adalah m/s². Sekali lagi, untuk besaran turunan pun juga hati-hati ketika menuliskan simbolnya. Seperti yang kita bisa lihat, V kecil itu kecepatan, sedangkan V besar volume. Nanti kemudian ada A kecil itu percepatan, A besar itu adalah luas penampang, itu nanti ada di kelas 8 kalau tidak salah. Jadi jangan sampai salah untuk menuliskannya. Selanjutnya hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pengukuran yaitu: selalu perhatikan bahwa alat ukur yang digunakan selalu pada angka 0 sebelum kalian mulai mengukur. Pastikan alat ukur yang digunakan sudah mengukur secara tepat. Selalu catat pengukuran disertai satuannya. Hindari kesalahan paralaks, di mana pengamatan tidak dilakukan sejajar dengan skala benda terukur. Segera mencatat hasil pengukuran. Cairan biasanya memiliki bentuk yang tidak rata atau cembung sehingga dalam mengukur volume cairan, selalu bacalah skala pada sisi cembung cairan tersebut. Kemudian kita akan masuk ke pelaporan hasil percobaan. Setelah melakukan pengukuran dalam penyelidikan, hasilnya perlu kita tunjukkan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh pembaca. Bisa menggunakan tabel atau grafik. Nah, tabel tahu kan? Seperti di bawah ini.
[13:44]Atau grafik seperti ini.
[13:50]Namun apabila menggunakan grafik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan: Gunakan grafik batang bila variabel bebasnya tidak berupa angka, namun bila berupa angka gunakan grafik garis.
[14:03]Variabel bebas ditempatkan pada garis yang mendatar (sumbu-x) sedangkan variabel terikat pada garis yang tegak (sumbu-y). Berilah label untuk kedua sumbu pada grafik. Skala pada grafik harus memiliki rentang yang sama. Berilah judul di bagian atas grafik tersebut. Untuk memudahkan kita dalam menampilkan grafik atau tabel, kita bisa gunakan komputer atau laptop kita. Dengan bantuan Microsoft Excel semua menjadi lebih mudah daripada gambar manual pakai tangan tentunya. Setelah menyajikan data, tentunya kita perlu menyimpulkan hasil percobaan kita. Inilah bagian akhir dari suatu penelitian, yaitu menulis kesimpulan dari data percobaan. Kesimpulan hendaknya menjawab tujuan percobaan yang telah dirumuskan dan berdasarkan pola yang terlihat pada grafik hasil percobaan. Dalam kesimpulan kita harus menyertakan apakah hasil percobaan sesuai dengan hipotesis yang telah dibuat di awal atau tidak. Jika hasil percobaan sesuai dengan hipotesis, maka istilahnya hipotesis diterima. Namun jika hasil percobaan tidak sesuai dengan hipotesis, maka istilahnya hipotesis ditolak. Dalam percobaan perlu diingat bahwa sebuah hipotesis TIDAK HARUS SELALU SAMA dengan hasil percobaan ya! Setelah panjang kali lebar akhirnya kita selesai melakukan percobaan (ceritanya begitu). Selanjutnya adalah melaporkan hasil percobaan tersebut. Nah bagian-bagian dari suatu laporan percobaan adalah: Tujuan Percobaan, Hipotesis, Variabel, Alat dan Bahan, Prosedur, Pengumpulan & Pengolahan Data Percobaan, Kesimpulan. Urutan di atas tidak boleh diacak ya. Nah ya, mungkin cukup sekian, terima kasih telah menyimak video pembelajaran ini hingga selesai. Semoga bermanfaat untuk kita semua, jangan lupa like, comment, and subscribe.



