Thumbnail for SAVIR RAMADHAN DAY 8 - Bp. M. Zaenatul Chakim by MIN 1 Temanggung

SAVIR RAMADHAN DAY 8 - Bp. M. Zaenatul Chakim

MIN 1 Temanggung

18m 59s1,335 words~7 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:12]Kita senantiasa memanjatkan rasa puja-puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala.
[0:12]Yang mana pada kesempatan kali ini kita masih diberikan kenikmatan sehat dan sempat.
[0:12]Bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh rida dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
[0:12]Marilah kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:12]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Auzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wassalamu ala asrofil ambiya wal mursalin. Wa ala alihi wasohbihi ajmain. Selamat datang berjumpa kembali pada Savir Ramadan, MI Negeri 1 Temanggung. Semarak Virtual Ramadan tahun 1447 Hijriah, tahun 2026 Masehi. Marilah pada kesempatan yang baik ini. Kita senantiasa memanjatkan rasa puja-puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala. Yang mana pada kesempatan kali ini kita masih diberikan kenikmatan sehat dan sempat. Bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh rida dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu, kesyukuran yang diberikan kepada kita semua. Marilah kita ikrarkan dengan Bikoli Tahmid Alhamdulillahi rabbil alamin. Tak lupa selawat dan salam. Marilah kita sanjungkan kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Nabi yang sangat kita nanti-nantikan syafaatnya di yaumil kiamah. Amin Allahumma Amin. Perkenankanlah pada kesempatan kali ini kami menyampaikan tema. Puasa meningkatkan kedisiplinan. Jika kita perhatikan. Ibadah-ibadah yang Allah Subhanahu wa ta'ala wajibkan kepada kita. Seperti salat dan puasa merupakan bentuk pelatihan agar kita menjadi pribadi yang disiplin. Kesadaran akan kedisiplinan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Melainkan harus dilatih dan diasah sejak dini atau sejak kecil. Salah satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari rangkaian ibadah di bulan Ramadan. Dimulai dari puasa yang wajib. Kemudian ibadah-ibadah sunah seperti salat tarawih, i'tikaf, tadarus dan tilawah Al-Qur'an. Adalah bagaimana semua itu melatih kita untuk menjadi hamba yang lebih baik. Hikmah terbesar yang bisa kita petik adalah terbentuknya akhlak mulia. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al Imam Al Sya'Tibi dalam Kitab Al Muwafiqot bahwa seluruh syariat Islam secara keseluruhan bermuara pada akhlak mulia. Salat yang kita kerjakan, puasa yang kita jalankan, semuanya bertujuan untuk membimbing kita agar menjadi seorang yang berakhlak mulia. Terlebih di bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan aktivitas dan kegiatan ibadah. Suasana Ramadan membawa kita dalam atmosfer ibadah yang begitu kental. Kita menjalankan ibadah puasa, melaksanakan salat malam yang dikenal dengan sebutan salat tarawih. Mengikuti tadarus bersama teman-teman di masjid atau di tempat lainnya. Serta melakukan i'tikaf penghujung Ramadan.

[4:58]Semua rangkaian ibadah ini melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia. Itulah tujuan dan buah dari ibadah-ibadah yang kita jalankan. Sebenarnya seluruh rangkaian ibadah yang kita kerjakan di bulan Ramadan melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin. Hal ini terlihat dari ketentuan waktu dalam ibadah puasa.

[5:38]Misalnya waktu sahur yang lebih utama adalah yang diakhirkan menjelang terbitnya fajar.

[5:49]Kemudian waktu berbuka yang terbaik adalah dengan menyegerakannya dan tidak menundanya. Semua hal ini melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin.

[6:10]Selain itu, bulan Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk melatih anak-anak agar terbiasa berpuasa. Dahulu para sahabat melatih anak-anak mereka untuk berpuasa dengan cara yang kreatif. Mereka membuatkan mainan yang terbuat dari bulu dan memberikannya kepada anak-anak agar mereka sibuk bermain dan lupa akan rasa lapar. Dengan cara ini, anak-anak secara tidak sadar ikut berpuasa dan mampu menahan diri dari makan dan minum sejenak.

[7:02]Tentu saja ini merupakan hal yang berat bagi seorang bocah. Oleh karena itu, perlu ada pengalihan perhatian agar mereka tidak terlalu fokus pada rasa lapar dan haus. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ar Rubai bin Muawis. Beliau dan para sahabatnya membuatkan mainan untuk anak-anak mereka agar mereka teralihkan dari keinginan untuk makan dan minum. Misalnya, anak-anak bisa dibangunkan untuk sahur agar ikut makan bersama keluarga. Meskipun puasanya hanya setengah hari atau bahkan belum penuh. Saat berbuka pun mereka bisa diajak untuk ikut serta dalam kebersamaan berbuka puasa. Meskipun mereka belum menjalankan puasa sepenuhnya. Tujuan utamanya dari keterlibatan ini adalah agar mereka terbiasa dengan atmosfer Ramadan dan tidak merasa asing dengan berbagai kegiatan di dalamnya.

[8:33]Sahabat Budiman yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. Begitu juga dengan ibadah lain seperti salat tarawih, anak-anak sebaiknya dilibatkan dalam kegiatan ini. Bukan malah dimarahi atau diusir. Ramadan adalah momen yang baik untuk menanamkan nilai-nilai ibadah dan kedisiplinan dalam diri mereka. Karena anak-anak tetaplah anak-anak. Terkadang mereka tidak sepenuhnya ikut salat bersama orang dewasa. Namun setidaknya mereka merasakan atmosfer Ramadan sehingga mereka tidak merasa asing dengan suasana Ramadan dan justru merindukannya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melatih anak-anak ini sejak kecil agar terbiasa dengan ibadah-ibadah di bulan Ramadan. Latihan berpuasa juga sangat penting. Sebagaimana dalam ibadah salat, Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan untuk menyuruh atau mengajak anak-anak salat sejak usia 7 tahun. Artinya mereka perlu dilatih sebelum mencapai usia baligh. Di mana mereka benar-benar wajib mengerjakan salat dan berpuasa. Tentunya tidak bisa secara mendadak ketika mereka telah baligh, lalu kita baru menyuruh mereka berpuasa dan salat. Jika mereka tidak terbiasa sejak kecil, akan sulit bagi mereka untuk melaksanakan ibadah dengan konsisten. Ada pepatah yang mengatakan, kita bisa karena biasa. Maka manusia perlu dibiasakan agar terbiasa. Demikian juga dengan anak-anak kita.

[11:03]Momen Ramadan adalah kesempatan yang sangat tepat untuk melatih kedisiplinan serta membuat mereka akrab dan familier dengan ibadah-ibadah di bulan Ramadan. Terutama puasa yang kelak akan menjadi kewajiban bagi mereka setelah mencapai usia baligh. Para pemirsa yang Budiman yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. Selain itu, puasa juga melatih kejujuran. Ibadah ini adalah hubungan langsung antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Jika seseorang makan diam-diam, siapa yang tahu? Jika seseorang curang dalam berpuasa, siapa yang bisa mengetahuinya? Mungkin tidak ada manusia yang tahu. Tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala pasti mengetahuinya. Oleh karena itu, puasa menjadi sarana yang sangat efektif untuk melatih muraqabah atau kesadaran bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala selalu mengawasi kita. Serta menanamkan sikap amanah dan jujur kepada anak-anak. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis qudsi. Asmu wa ana ajri bih. Puasa itu untukku dan aku sendiri yang akan membalasnya. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Mengapa demikian? Karena orang yang berpuasa melakukan semata-mata karena Allah. Puasa menuntut kejujuran. Seorang anak mungkin mengaku sedang berpuasa. Tetapi diam-diam ia akan makan dan minum. Oleh karena itu, sejak dini mereka perlu dilatih untuk memiliki kesadaran muraqabah. Yakni merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Meskipun orang tua tidak tahu bahwa ia diam-diam makan dan minum, tetapi Allah mengetahuinya. Ramadan ini ibarat pesantren kilat selama 1 bulan penuh. Di mana kita semua ditempa agar menjadi pribadi yang lebih baik. Para pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. Bagaimana puasa melatih kedisiplinan? Yang pertama disiplin waktu. Puasa memaksa kita patuh pada jadwal. Sahur harus berhenti sebelum imsak dan berbuka harus menunggu magrib. Tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Ini adalah latihan manajemen waktu yang sangat ketat. Yang kedua, disiplin diri dan hawa nafsu. Puasa mendidik kita mengendalikan panca indra, menahan amarah, menjaga lisan dan perkataan kotor dan mengontrol perilaku yang tetap mulia. Ketiga, disiplin integritas atau kejujuran. Puasa adalah ibadah rahasia antara manusia dengan Allah. Seseorang bisa saja makan atau minum diam-diam tanpa ketahuan orang lain. Namun karena ia beriman, ia jujur pada diri sendiri dan Tuhan untuk tetap berpuasa. Ini memupuk kejujuran dalam bekerja dan bertindak. Keempat, disiplin ibadah. Selama Ramadan kita disiplin menjalankan salat tarawih, tadarus dan memperbanyak amal saleh yang diharapkan menjadi kebiasaan berlanjut setelah Ramadan usai.

[16:15]Para pemirsa yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. Ibadah puasa memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya disiplin pada berbagai aspek kehidupan. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang membentuk karakter disiplin dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala serta menjauhi larangannya. Disiplin dalam berpuasa dapat dilihat dari berbagai aspek. Di antaranya pertama, disiplin dalam menjalankan ibadah puasa. Mengajarkan umat Islam untuk menaati aturan Allah Subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu penting untuk memahami hukum atau aturan berpuasa agar ibadah yang dijalankan tidak sia-sia.

[17:26]Kedua, disiplin dalam pengendalian diri. Puasa juga menjadi sarana untuk melatih diri dalam mengendalikan berbagai penyakit hati. Seperti sifat sombong, iri dan dengki. Dengan menahan diri dari hal-hal tersebut, puasa menjadi lebih bermakna. Ketiga, disiplin dalam bersikap jujur. Kejujuran adalah nilai penting yang ditanamkan dalam ibadah puasa. Seseorang yang berpuasa harus jujur kepada dirinya sendiri dan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dalam menjalankan ibadahnya. Semoga semangat disiplin selama puasa ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, tetapi harus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

[18:37]Menjadikan kita pribadi yang lebih tertib, jujur dan bertanggung jawab. Demikian uraian hikmah yang bisa kami sampaikan. Kurang lebihnya kami mohon maaf, al afwu minkum. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript