[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kembali lagi bersama saya Muhammad Firmansyah Maulidy. Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing materi tentang forming section yang berada di paper mesin.
[0:13]Definisi dari forming itu sendiri, yaitu forming merupakan tempat pembentukan lembaran kertas, di mana stock yang dikirim dari headbox akan disemprotkan di atas wire, sehingga terbentuk lembaran kertas yang merata.
[0:26]Dan tujuan dari proses forming ini, yaitu menerima stockenji dari headbox, mengeluarkan air dari serat yang akan menghasilkan aktivitas yang tepat, serta menghasilkan formasi serat yang bagus di seluruh lembaran kertas.
[0:41]Dan berikut pokok pembahasan yang akan saya sampaikan. Yang pertama ada proses forming, yang kedua ada proses dewatering, pembentukan kertas, hambatan dewatering, dan yang terakhir adalah parameter proses pada forming.
[0:54]Yang pertama, proses forming itu sendiri. Yaitu pada proses forming terjadi proses dewatering yang melewati lima section pada proses forming ini, yang pertama ada forming board, foil, suction box, dan vakum yang dry maupun yang wet.
[1:15]Jadi, proses mixing yang pertama ini terjadi ketika fiber jatuh di atas section 1 dan 2. Jadi, proses dewatering terjadi secara gravitasi.
[1:25]Akibat dari dewatering secara terus-menerus, fiber akan mengalami proses forming orientasi. Setelah proses forming orientasi proses forming orientasi, kandungan air akan semakin menurun yang akan menyebabkan fiber saling mengikat satu sama lain dan membentuk lembaran kertas.
[1:46]Dan stock activity pada fiber akan menurun serta proses dewatering akan semakin susah. Jadi, untuk mengatasinya, digunakanlah vacuum box itu yang pada section 4 dan 5 yang menyebabkan fiber itu akan terjadi proses drainage dan compaction dan terbentuklah lembaran kertas.
[2:04]Dan selanjutnya ada proses dewatering, yaitu proses pengeluaran air. Jadi, pada proses dewatering ini terbagi menjadi dua, yang pertama filtering dan thickening.
[2:15]Untuk yang filtering itu, selama proses penyaringan individu, individu fiber masih bebas, sehingga fiber mudah diarahkan dan lembaran kertas mudah diatur dan dibentuk.
[2:25]Sedangkan untuk proses thickening itu, thickening ini, karena sebagian besar air yang sudah keluar, maka jarak antar fiber semakin dekat dan tidak ada lagi fiber bebas yang berada di dalam larutan, sehingga proses selanjutnya menjadi pemekatan saja, seperti gambar di slide ini.
[2:44]Nah selanjutnya ada proses pembentukan kertas. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan atau empat cara untuk meningkatkan keseragaman dari distribusi fiber itu sendiri. Yang pertama ada turbulence, elongation,
[3:00]elongation, dewatering, dan oriented shear. Untuk yang pertama ada turbulence, yaitu turbulence akan terjadi sebelum stock keluar dari slice lips.
[3:09]Di mana turbulence ini akan mencegah fiber membentuk flock atau gumpalan. Bila turbulence ini terjadi sampai jet keluar dari headbox slice, maka akan menyebabkan headbox jet quality akan semakin kasar.
[3:24]Ketika jet ini menyentuh wire, juga akan menyebabkan terganggunya pembentukan formasi kertas. Yang kedua ada elongation. Jadi, elongation flow ini terjadi di dalam headbox, terutama terjadinya percepatan stock sebelum keluar dari headbox lips.
[3:42]Jadi, percepatan stock ini terjadi karena bentuk headbox yang semakin ke ujung dan semakin runcing atau semakin mengecil. Jadi, elongation flow ini akan meningkatkan formasi karena fiber flock terpecah ketika terjadi elongation flow ini sebelum keluar dari headbox.
[4:01]Dan selanjutnya ada proses dewatering. Untuk pengeluaran air dari stock melibatkan penyaringan yang diakibatkan oleh tumpukan fiber di atas wire. Jadi, pengeluaran air yang terlalu cepat akan menyebabkan sheet sealing yang mengakibatkan semakin lambatnya dewatering.
[4:26]Maka di proses selanjutnya akan semakin susah. Dan selanjutnya ada oriented shear. Oriented shear adalah perbedaan kecepatan antara stock searah tebalnya stock jet. Di mana perbedaan kecepatan ini menghasilkan fiber mengarah ke MD.
[4:40]Yang mana, ketika salah satu ujung fiber lengket di lapisan fiber yang sudah terbentuk atau di atas wire, maka ujung yang lain akan terarah searah aliran karena ujung fiber yang lain terdorong oleh kecepatan aliran jet.
[4:53]Jadi, misalkan, karena adanya perbedaan, perbedaan kecepatan stock di atas wire, wire berbeda setebal jet, maka terjadi turbulensi, sehingga fiber flock akan terpecah.
[5:08]Di mana stock jet yang menyentuh wire sama dengan kecepatan wire karena kecepatan fiber di atas jet sama, maka kecepatan fiber akan diam atau kecepatan nol terhadap fiber lain dan mudah terjadi fiber flock.
[5:22]Jadi, ketika jet menyentuh wire, kecepatan stock yang dekat dengan wire akan lebih lambat dibandingkan dengan yang jauh dari wire. Yang mana perbedaan kecepatan ini akan menimbulkan share force di dalam stock.
[5:36]Dan selanjutnya, share force yang terjadi sama arahnya dengan arah mesin. Sehingga fiber yang terarah ke arah share force, share force tersebut, yaitu machine direction. Semakin dekat fiber ke wire, maka semakin besar terjadi share force tersebut, maka semakin terarah juga fiber dibandingkan dengan fiber yang jauh dari wire.
[5:57]Dan selanjutnya ada hambatan dewatering, yaitu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yang pertama ada konsistensi stock dan komposisinya.
[6:08]Yang mana, semakin tinggi konsistensi stock yang keluar dari headbox, maka semakin tinggi juga hambatan air yang keluar dari lembaran. Dan yang kedua ada fiber properties seperti ukuran, derajat swelling, dan elastisitas.
[6:23]Jadi, di mana di fiber properties ini, dimensi ukuran fiber akan mempengaruhi ruang terbuka antara fiber. Semakin lunak fiber, maka akan semakin elastis fiber ketika saling bertempukan ketika pembentukan lembaran kertas.
[6:42]Dan ada fines, dan fines ini sendiri akan mengisi dan menutupi ruangan antara fiber, sehingga hambatan dewatering semakin tinggi, sehingga air akan susah untuk keluarnya.
[6:55]Dan yang ketiga ada karakteristik headbox jet atau jet headbox. Jadi, ketebalan headbox jet erat hubungannya dengan konsistensi, konsistensi stock yang keluar dari headbox ini.
[7:10]Dan selanjutnya ada karakteristik wire. Di mana, di sini terdapat single layer, ada single layer maupun double layer.
[7:20]Yang mana dari desain forming wire akan mempengaruhi kecepatan dari proses dewatering itu sendiri. Yang terakhir hambatannya, yaitu tekanan yang terjadi selama proses dewatering. Jadi, sifat lembaran fiber yang mudah dikompres atau dipindahkan,
[7:38]atau maksud saya dipadatkan, akan membuat mudah air dikeluarkan dari lembaran. Jadi, semakin mudah fiber yang dikompres, maka akan semakin banyak air yang akan keluar.
[7:49]Dan selanjutnya ada parameter proses forming yang bisa dikontrol. Yang pertama ada jet wire ratio dan white water consistency. Dan white water consistency ini sendiri atau WCC,
[8:14]adalah jumlah solid, yaitu solid antara fine fiber dan chemical. Jadi, pada white water yang dipisahkan dari stock pada forming section, yang apa yang sudah dipisahkan dari forming section itu sendiri,
[8:31]white water consistency akan mempengaruhi pemakaian bahan chemical, yaitu retention aid dan kecepatan dewatering pada forming. Dan sekian sharing materi dari saya. Semoga materi yang dapat saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua.
[8:51]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



