[0:05]Halo, selamat pagi semuanya. Hari ini kita akan belajar tentang current liabilities. Kalau kita bicara tentang current liabilities, kita pasti akan ingat dengan kewajiban kita yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Nah, apa saja yang kemudian kita akan pelajari hari ini? Kita langsung lihat ya learning objektif dari MOOC kita kali ini. Topik yang pertama ini membahas tentang current liabilities sehingga mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan akan bisa mendeskripsikan dan mengilustrasikan current liabilities yang berhubungan dengan accounts payable, kemudian juga current portion of long-term debt, dan notes payable. Selain itu juga kita akan membahas tentang sistem penggajian, employer liabilities untuk payroll. Dan di learning objektif ketiga, kita akan membahas tentang bagaimana sistem akuntansi untuk penggajian. Yang terakhir, selain membahas tentang liabilities, current liabilities, juga kita akan membahas tentang bagaimana kita memperlakukan contingent liabilities dan menjurnal untuk product warranty. Oke, yang pertama apa itu current liabilities? Kalau kita bicara tentang current liabilities, kita tidak akan bisa terhindar dari pembahasan terkait dengan lender atau borrowers. Jadi, company atau bank yang kemudian meminjamkan uang itu kita sebut sebagai kreditor atau lender. Kemudian individu atau company yang kemudian menerima pinjaman itu tadi disebut sebagai debitor atau peminjam. Ya. Debt atau eh kewajiban, ini dicatat sebagai liabilities oleh debitor atau si peminjam. Kalau jatuh temponya lebih dari 1 tahun, maka kita golongkan sebagai long-term liabilities. Namun kalau jatuh temponya kurang dari 1 tahun dan akan dibayar menggunakan current aset, maka kita golongkan sebagai current liabilities. Nah, contoh yang pertama dari current liabilities adalah account payable. Account payable ini muncul dari transaksi pembelian secara kredit. Jadi saat kita sebagai perusahaan kemudian membeli kepada supplier secara kredit, maka muncul account payable. Atau kemudian kalau kita membeli bahan habis pakai. Eh, kemudian transaksi kita secara kredit, maka itu juga muncul account payable. Kita bisa lihat di sini, account payable ini memiliki presentase terbesar dari total current liabilities. Mostly di atas 50%. Nah, contoh current liabilities yang berikutnya adalah current portion of long-term debt. Jadi, long-term debt yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun itu enggak akan selamanya dia menjadi long-term debt. Dia pasti suatu saat saat dia akan segera jatuh tempo kurang dari 1 tahun, dia akan berubah menjadi current liabilities juga, gitu ya. Atau kita biasa sebutnya current portion of long-term debt. Ya, current portion of long-term debt. Jadi yang memang jatuh temponya lebih dari 1 tahun akan tetap menjadi long-term liabilities. Namun yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun, dia akan menjadi current portion of long-term debt. Nah, yang installment yang due after coming year itu tetap sebagai long-term liabilities.
[3:47]Jadi yang memang jatuh temponya lebih dari 1 tahun akan tetap menjadi long-term liabilities. Namun yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun, dia akan menjadi current portion of long-term debt. Yang berikutnya contoh dari current liabilities adalah short-term notes payable. Notes payable ini muncul dari transaksi pembelian merchandise atau other aset secara kredit. Jadi mirip ya, sama yang account payable tadi. Atau notes payable ini juga muncul untuk kemudian membayar account payable, karena mungkin dia tidak memiliki uang yang cukup untuk bayar account payable sehingga kemudian dia ganti menjadi notes payable. Oke. Nah, kemudian apa dong bedanya account payable dengan notes payable? Kalau untuk account payable ini, jadi kalau account payable itu adalah oral promises, kalau notes payable ini adalah written promises. Dan biasanya kalau account payable ini enggak ada jangka waktu yang pasti kapan harus dibayar. Umumnya sih kalau untuk account payable itu kurang dari 30 hari. Dan. Nah, tapi kalau notes payable, dia akan jelas kapan kapan akan membayar, kemudian biasanya juga akan ada bunganya. Oke. Nah, ini adalah contoh dari transaksi debitor dan kreditor, ya, borrower dan lender. Nah, kita lihat di sini tanggal 1 Mei, Bowden purchase merchandise on account from Coca-Cola Co, $10,000, 2/10, N/30.
[5:27]The merchandise cost Coca-Cola Co $7,500. Maka jurnal di borrower atau di Bowden itu adalah merchandise inventory to account payable senilai $10,000 dan di kreditor atau si Coca-Cola itu adalah account receivable to sales senilai $10,000.
[6:21]Dan kita lihat di sini ada jurnal tambahan yaitu cost of merchandise sold to merchandise inventory, means ini adalah sistem persediaan yang digunakan pada kreditor adalah sistem perpetual. Nah, di tanggal 31 Mei, Bowden issued a 60-day, 12% notes senilai $10,000 untuk Coca-Cola on account. Nah, jurnal di borrower yaitu account payable to notes payable dan di kreditor pun akan muncul notes receivable to account receivable. Di Juli tanggal 30, Bowden ini membayar untuk Coca-Cola the amount due on the notes of Mei 31st. Nah, maka di situ akan muncul notes payable and interest expense to cash. Beban bunganya dihitungnya bagaimana? Dikalikan saja 12% dikalikan dengan 60 kemudian dikalikan dengan $10,000 dibagi dengan 360 hari. Nah, dan di kreditor ini karena dia menerima cash, maka cash-nya didebit pada interest revenue and notes receivable. Nah, yang berikut ini adalah salah satu juga yang kemudian mengakibatkan munculnya notes payable. Jadi notes payable tadi kita sudah bahas muncul karena transaksi pembelian secara kredit, kemudian juga untuk satisfy the account payable gitu ya, untuk menggantikan atau membayar account payable. Nah, yang kemudian transaksi lain yang memunculkan notes payable adalah transaksi pendanaan. Jadi, perusahaan ini bisa meminjam ke bank dan kemudian muncul di situ ada notes payable. Dia bisa issued a note gitu ya. Nah, contohnya di sini assume that on September 19, Iceburg Company borrowed cash from First National Bank by issuing a $4,000, 90-day, 15% note to the bank. The entry to record the issuance of the note and the cash proceeds is as follows. Jadi, untuk transaksi ini, maka jurnalnya adalah cash to notes payable senilai $4,000.
[8:41]Nah, kita tahu tadi kalau kita membeli secara kredit secara langsung nih ya, langsung kemudian bayar pakai notes payable, ya jurnalnya cash to notes payable senilai berapa? Kemudian pada saat kita membayar account payable menggunakan notes, maka account payable to notes payable. Nah, sekarang kemudian pada saat muncul transaksi pendanaan, maka cash to notes payable. Gitu ya, jurnalnya sangat mudah untuk notes payable ini. Pada saat membayar, maka bisa dilihat di sini akan ada interest expense muncul, ya.
[9:18]Notes payable to interest expense. Notes payable and interest expense to cash. Nah, yang berikutnya yang akan kita bahas adalah penggajian, terkait dengan penggajian. Nah, saat kita bicara tentang penggajian, penggajian ini juga tergolong dalam current liabilities karena akan dibayarkan dalam waktu yang kurang dari 1 tahun gitu ya.
[9:41]Nah, penggajian ini kemudian penting buat perusahaan ya, karena memang ini akan berhubungan dengan pajak. Kemudian, juga karena penggajian ini ini adalah bentuk penghasilan, maka pastinya kalau di Indonesia akan dikenai PPh ya atau pajak penghasilan gitu ya. Dan kenapa kok penting gitu ya? Karena memang good employee moral requires payroll to be paid timely and accurately. Coba kalau kalian misalnya bekerja di satu perusahaan kemudian gajinya ditangguhkan berbulan-bulan gitu ya, pasti employee-nya jadi enggak semangat buat bekerja gitu ya. Jadi memang perusahaan perlu banget memperhatikan penggajian mereka sehingga bisa membayarkan gajinya secara timely. Dan enggak cuman timely, tapi juga akurat dalam penghitungannya. Nah, apa saja yang kemudian mengurangi penghasilan dari karyawan? Nah, biasanya total earning dari employee untuk payroll period ini termasuk juga overtime pay ya, disebut dengan gross pay. Nah, kalau yang net pay gimana dong? Net pay itu artinya dari gross pay itu sudah disubstract atau dikurangi dengan one and more one or more deduction. Mostly more ya, enggak cuman satu aja deduction-nya. Contohnya apa deduction-nya ini? Contohnya adalah pajak ya, kemudian juga misalnya kalau di Indonesia ada untuk pensiunnya, kemudian juga untuk misalnya medical insurance. Nah, biasanya asuransi itu juga mengurangi nilai bersih dari nilai gross pay dari karyawan gitu ya. Karena medical insurance itu biasanya ada yang ditanggung perusahaan, ada juga yang ditanggung oleh karyawan itu sendiri. Termasuk pensiun juga seperti itu, ada yang ditanggung oleh perusahaan, ada juga yang ditanggung oleh karyawan itu sendiri. Nah, kalau kita bicara accounting system for payroll and payroll taxes. Nah, sistem ini harus dibangun sehingga desainnya itu bisa memberikan penghitungan yang akurat dan juga bisa menghitung secara timely itu tadi ya. Kemudian juga meet regularly requirement. Karena apa? Karena memang ada aturan-aturan yang misalnya upah minimum di satu wilayah dengan wilayah lainnya berbeda gitu ya. Jadi memang harus disesuaikan. Nah, kemudian juga memberikan useful data untuk decision making needs. Misalnya untuk satu karyawan ini apakah memang dia kontribusinya, ya kontribusinya sudah melebihi dari gaji yang dia terima ataukah memang dia memberikan kontribusi yang sesuai dengan gaji yang diberikan. Ya, itu provide useful data for management decision making needs. Kemudian meskipun ya ini berbeda ya, perusahaan satu dengan perusahaan lainnya ini memiliki sistem penggajian yang berbeda-beda, tapi mostly ada tiga hal ini yang pasti akan ada yang yang secara umum akan ada dalam sistem penggajian mereka. Yang pertama adalah payroll register, kemudian employees earning record dan payroll checks. Nah, yang pertama adalah payroll register. Payroll register di sini adalah kumpulan dari banyak karyawan ya. Kita lihat kemudian daftarnya secara umum dalam perusahaan siapa saja karyawan tetapnya, siapa saja karyawan tidak tetapnya, kemudian earning mereka berapa? Itu lengkap dalam bentuk kemudian list begitu ya, daftar ya, daftar atau register terkait dengan penggajian.
[13:40]Jadi mulai dari yang secara reguler itu apa saja termasuk apakah ada lemburnya dan apa saja deduction-nya dan berapa net-nya? Nah, kemudian employees earning record. Kalau tadi payroll register itu adalah rekapitulasi dari seluruh karyawan, maka employees earning record ini adalah untuk satu karyawan tapi kemudian detail. Ya, mulai dari bulan per bulan dari karyawan tersebut dia dapatnya berapa. Ya, kalau kita lihat di sini ini adalah employees earning record untuk John, dia adalah single gitu ya. Sama seperti yang di Indonesia, kita kemudian melihat apakah karyawan ini memiliki status kawin atau tidak kawin, kalau kawin dengan tanggungan berapa? Itu akan dituliskan di sini ya. Berikutnya adalah payroll check. Umumnya perusahaan saat ini hampir seluruh perusahaan semuanya mengirimkan gajinya karyawan itu menggunakan electronic fund transfer ya. Dan biasanya mereka punya bank yang khusus untuk menangani payroll mereka. Nah, kenapa kok mereka butuh bank untuk menangani payroll mereka? Karena di sini banyak sekali manfaatnya ya. Kemudian, kalau di sini kalau semuanya sudah diurusi sama bank, maka ada separate payroll bank account yang akan rekonsiliasi bank statement menjadi lebih simpel. Dan selain itu ya, ada control over payroll check ya. Nah, sehingga akan akan menghindarkan dari theft atau misuse. Coba kalau misalnya dulu yang masih menggunakan sistemnya menggunakan amplop ya, dimasukkin ke amplop, kemudian dibayarkan kepada karyawan ya. urusan penggajian ini semuanya diurus sama bagian keuangan gitu ya, tidak melalui transfer, maka sangat mungkin misalnya yang seharusnya dibayar Rp1 juta, keselip tinggal 950, atau tinggal 900.000 misalnya. Nah, ini contoh penyajian dari current liabilities di neraca ya. Current liabilities di situ kita lihat ada account payable, ada notes payable yang current portion. Kemudian juga ada salaries and wages payable and payroll tax payable, contohnya yang lain juga ada interest payable. Semuanya ditambahkan menjadi total current liabilities. Nah, kalau tadi kita bicara tentang account payable, kemudian current portion of long-term debt, atau secara umum itu adalah current liabilities gitu ya. Semua contoh dari current liabilities tadi itu jelas berapa nilainya dan kapan dibayarkannya. Nah, kalau kita bicara tentang contingent liabilities, contingent liabilities itu adalah kewajiban juga yang muncul dari kejadian di masa lampau. Namun, kemungkinan terjadinya di masa yang akan datang ini masih belum pasti. Apakah kita perlu membayar atau tidak? Coba kalau account payable tadi kan kita memang jelas perlu membayar kalau kita punya hutang, perlu membayar gitu kan kalau kita membeli secara kredit, maka kita akan perlu membayar di masa yang akan datang perlu membayar sesuai kesepakatan. Sama juga notes payable seperti itu. Jelas berapa nilainya, jelas kapan membayarnya. Tapi kalau contingent liabilities ini adalah muncul dari kejadian masa lalu yang mengakibatkan kita memiliki kewajiban masa kini yang kita belum tahu nih, apakah kita perlu membayar atau enggak di masa yang akan datang. Nah, contohnya ini adalah warranty ya. Kita perusahaan kita sebagai perusahaan kemudian memberikan memberikan garansi atas produk kita kepada customer gitu ya. Nah, enggak semua garansi akan diklaim ya kan? Nah, sehingga certain event ini occur in the future. Apakah ini memang ada akan terjadi atau tidak akan terjadi? Ini tidak jelas gitu ya, tidak jelas ya. Accounting untuk contingent liability ini depend on likelihood ya. Apakah memang dia dia di sini adalah probable atau dia possible atau dia remote? Dan juga measurement-nya, apakah memang dia bisa diestimasi atau tidak bisa diestimasi. Gitu ya. Jadi tergantung pada dua hal, yang pertama adalah kemungkinan terjadinya, dan kemudian juga tergantung pada pengukurannya, apakah memang bisa diestimasii atau tidak. Nah, apabila dia probable dan estimable, contohnya di sini adalah garansi yang tadi saya ceritakan, maka kita perlu kemudian mencatat adanya payable ini, gitu ya. Perlu dicatat dan perlu didisclose ya. Nah, bagaimana caranya? Caranya adalah kita mendebit expense dan mengkredit liability. Contohnya di sini ada company sold a product for $60,000 that includes a 36 months warranty for repairs ya. Nah, average cost of repairs over the warranty period ini secara historically ini adalah 5% of the sales price. Jadi biasanya dari sales price itu hanya 5% ini yang akan kemudian mengklaim garansi ya kan? Nah, maka bagaimana kemudian beneran ada klaim dari garansi ini ya? Kalau ada klaim dari garansi ini, maka kita akan kemudian mendebit kewajiban kita atau product warranty payable kepada cash atau supplies atau wages payable atau other accounts.
[19:48]Ya, contohnya misalnya kalian beli HP, kemudian kalian klaimkan garansinya, maka biasanya kan enggak dibayar pakai uang kan? Tapi dibayar pakai ya udah dibenerin LCD-nya atau dibenerin komponen yang rusak gitu ya. Jadi kalau di situ maka jurnalnya sama seperti yang di bawah. Product warranty payable to supplies atau product warranty payable to apa yang lainnya gitu ya, sesuai dengan jenisnya.
[20:19]Kalau memang kemudian ditukar dengan uang maka ya product warranty payable to cash. Yang selanjutnya adalah probable and not estimable. Kalau tadi probable and estimable itu itu wajib dicatat dan wajib didisclose ya. Kalau yang probable and not estimable, ya, maka ini perlu didisclose dalam catatan atas laporan keuangan. Sedangkan yang reasonably possible ya, ini juga perlu kemudian kita disclose. Yang remote bagaimana? Yang enggak mungkin kemudian terjadi dan juga kita enggak bisa mengestimasikan, maka yang enggak perlu kemudian kita catat. Enggak perlu kita buatkan jurnal, enggak perlu kita disclose gitu ya, enggak perlu kemudian kita tuliskan dalam catatan atas laporan keuangan. Oke, nah ini summary-nya ya untuk kontingensi yang probable dan estimable, maka perlu dicatat dalam jurnal dan didisclose ya. Kemudian yang probable tapi not estimable, maka didisclose aja. Yang reasonably possible, didisclose dan yang remote tidak perlu didisclose maupun direcord. Oke, ini adalah pembahasan yang terakhir ya untuk current liabilities. Sampai jumpa di topik yang berikutnya.



