[0:00]Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ketemu lagi dengan saya, Suwardi dengan melalui channel saya Suwardi The Next Professor.
[0:13]Pada video kali ini kita akan melanjutkan video saya sebelumnya terkait dengan cara mudah menulis hasil wawancara dari hasil penelitian.
[0:26]Nah, untuk video kali ini kita akan berbicara bagaimana cara mudah menulis hasil observasi penelitian.
[0:35]Video ini saya buat karena ternyata dalam penelitian mahasiswa, terutama penelitian-penelitian yang menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif, itu banyak mahasiswa yang melakukan penelitian, baik mahasiswa S1, S2, bahkan ada mahasiswa S3 yang melakukan itu.
[0:58]Namun tidak disertai data observasi. Padahal sebenarnya dalam penulisan hasil penelitian kualitatif bukan hanya dengan menuliskan hasil wawancara, namun juga dengan menuliskan hasil observasi.
[1:17]Nah, untuk itulah video ini saya buat untuk membantu mahasiswa yang melakukan penelitian atau sementara menyusun hasil penelitian untuk menuliskan hasil observasi.
[1:29]Saya sudah buat videonya. Oke. Buat videonya. Saya sudah buat siapkan naskahnya, buatkan contohnya.
[1:41]Namun sebelum itu bagi teman-teman mahasiswa, teman-teman dosen atau teman-teman peneliti yang belum subscribe channel ini, silakan di-subscribe. Bagi yang suka, silakan di-like. Bagi yang ingin berkomentar, silakan dikomentari.
[1:57]Bagi yang ingin membagikan, jika video ini bermanfaat, silakan di-share. Baik.
[2:02]sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa video ini kelanjutan daripada video saya sebelumnya. Nah, anggaplah misalkan kita sudah melakukan penelitian dan kita ingin menjelaskan sesuatu aspek terkait misalkan ini seperti video saya sebelumnya.
[2:20]Kepemilikan modal sosial yang berbeda. Ada jaringan dengan pemerintah. Dan sudah kita tuliskan hasil wawancaranya. Jadi ini adalah hasil wawancara yang kita peroleh ya dengan informan S. Jadi kita pakai inisial, bisa pakai inisial, bisa pakai tulis langsung.
[2:42]Untuk penjelasan ini, bisa lihat di video saya terkait dengan cara mudah menulis hasil wawancara dari hasil penelitian.
[2:51]Nah. Ketika kita sudah menuliskan hasil wawancaranya, sebenarnya kita juga harus menuliskan hasil observasinya.
[3:00]Hasil observasi, karena dalam penelitian kualitatif biasanya penelitian itu menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda.
[3:10]Salah satunya bukan hanya dengan menggunakan wawancara, namun juga menggunakan observasi. Nah, pertanyaannya kemudian bagaimana menuliskan hasil observasi itu?
[3:20]Nah, menuliskan hasil observasi sebenarnya sangat mudah sekali dan sebenarnya mirip dengan penulisan hasil wawancara.
[3:30]Yang di atas ini adalah penulisan hasil wawancara, yang di bawahnya ini penulisan observasi. Perbedaannya hanya terletak dari sumber datanya.
[3:37]Kalau ini hasil wawancara didapatkan dari sumber data hasil wawancara, kalau ini hasil observasi didapatkan dari data hasil pengamatan peneliti. Nah, cuma yang perlu kita pahami bersama, pertama teknik penulisannya bisa kita mulai mengaitkan antara hasil wawancara yang kita temukan di awal dengan hasil observasi.
[4:00]Kata sambungnya bisa, misalkan hal tersebut sesuai dengan hasil observasi peneliti pada sekolah negeri, misalkan karena kebetulan saya meneliti sekolah negeri dan sekolah swasta di Kabupaten Bantaeng. Kita beri titik dua, baru kita tulis seperti ini.
[4:16]Sama dengan cara menulis hasil wawancara, dia juga diketik menggunakan spasi satu. Nah, sama ya. Nah.
[4:26]Selanjutnya yang kita perlu pahami, yang di belakang ini yang membedakan. Kalau yang di atas hasil wawancara, kita tuliskan hasil wawancara tanggal 5 Mei, misalkan, tahun 2020, misalkan, atau tahun 2022 ya, karena sekarang tahun 2022. Kita coba rubah tahun 2022.
[4:47]Nah, wawancaranya kita lakukan misalkan tanggal 5 Mei tahun 2022. Ini kalau hasil wawancara. Nah, kalau hasil observasi, maka di bawahnya kita tulis dalam kurung, observasi 5 Mei tahun 2022.
[5:01]Nah, ini catatannya, kalau observasinya yaitu ini ya, jika observasinya dilakukan dalam 1 hari. Jadi, anggaplah peneliti melakukan observasi terkait dengan itu, terkait dengan jaringan dengan pemerintah, kita lakukan observasi satu kali, maka penulisannya itu hanya menuliskan tanggal berapa Anda melakukan observasi, bulan berapa, dan tahun berapa.
[5:30]Maka cukup menulis seperti contoh di bawah ini. Jadi contohnya ini, jika Anda melakukan pengamatan atau observasi dilakukan hanya dalam waktu satu hari. Nah.
[5:42]Jika misalkan dengan kasus yang berbeda, ketika dilakukan dalam waktu beberapa hari, maka contohnya seperti ini penulisannya. Narasinya sama seperti yang di atas ini, narasinya sama. Anggaplah hasil observasinya sama. Cuma, observasi ini anggaplah dilakukan beberapa hari atau mungkin beberapa minggu.
[6:08]Maka penulisannya bukan lagi menggunakan observasi 5 Mei tahun 2022, namun kita berikan rentan khusus. Ada misalkan observasi tanggal 5, misalkan kalau kita lupa Mei, tanggal 5 sampai 15 Mei tahun 2022.
[6:24]Ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan data ini, data yang kita tulis ini, maka kita lakukan pengamatan mulai tanggal 5 Mei sampai 15 Mei. Jadi kurang lebih 10 hari, lebih satu minggu.
[6:40]Nah, ini yang membedakan antara hasil observasi yang di atas dengan hasil observasi di bawahnya. Jadi ini jika observasi yang kita lakukan itu kita lakukan dalam beberapa hari.
[6:53]Oke, saya perbesar lagi. Nah, bagaimana jika observasi yang kita lakukan itu dilakukan beberapa bulan?
[7:03]Karena ada yang melakukan ini. Biasanya kalau yang melakukan beberapa bulan, itu dilakukan oleh peneliti-peneliti yang biasanya jenjang magister ya.
[7:18]Nah, coba kita lihat. Jadi cara penulisannya juga sama seperti yang di atas. Yang membedakan adalah ini di bawahnya inisialnya.
[7:27]Inisial penulisannya, kita tulis misalkan observasinya kita lakukan, kalau misalkan beberapa bulan, berarti kita tinggal masukkan bulannya. Anggaplah observasi itu kita lakukan pada bulan Mei, kita lakukan juga bulan Juni, kita lakukan juga bulan Juli.
[7:41]Siapa tahu misalkan penelitiannya dilakukan selama 3 bulan, maka penulisannya seperti ini. Nah, makanya saya berikan catatan di sini, jika observasinya dilakukan dalam beberapa bulan, maka penulisannya juga di bawah sini beberapa bulan.
[8:00]Nah, kegiatan observasi seperti ini biasanya dilakukan untuk mahasiswa yang melakukan penelitian untuk karya ilmiah dalam bentuk tesis. Nah, untuk karya ilmiah berupa hasil pelagia dalam bentuk karya ilmiah skripsi, biasanya mahasiswa cukup melakukan observasi satu hari, seperti ini atau observasi dalam beberapa hari.
[8:26]Namun jika mau lebih bagus, ya, kita juga melakukan observasi beberapa bulan, karena penelitian skripsi itu pada umumnya itu dilakukan sebanyak dua bulan. Jadi bisa, kalau misalkan 2 bulan ya, Mei sampai Juni.
[8:44]Nah, kita tinggal berikan tanda datar seperti ini. Oke. Nah, bagaimana jika kita lakukan observasi itu dengan melakukan observasi beberapa tahun?
[8:56]Nah, cara penulisannya sama seperti yang tadi ya. Yang membedakan adalah penulisan tahunnya. Jadi bukan lagi menunjukkan kita tulis dari dari hari apa ke hari apa atau bulan berapa ke bulan berapa. Namun kita tuliskan saja observasinya mulai tahun berapa.
[9:16]Nah, observasi model ini biasanya ini dilakukan oleh peneliti-peneliti jenjang S3, karena peneliti-peneliti jenjang S3 itu atau jenjang doktor itu biasanya melakukan pengamatan itu sejak awal, mulai dari dia masuk kuliah sampai selesai.
[9:34]Karena memang biasanya penelitian-penelitian jenjang S3 itu biasa, by riset ya. Jadi dia melakukan penyusunan penelitian itu sejak mulai masuk kuliah.
[9:50]Jadi anggaplah kuliahnya dilakukan selama 3 tahun, maka biasanya proses pengamatannya juga dilakukan selama 3 tahun. Meskipun secara administratif, itu biasanya dilakukan hanya beberapa bulan.
[10:02]Namun substansinya biasanya dilakukan dalam waktu beberapa tahun. Nah, kurang lebih seperti itu penjelasan saya terkait dengan hasil observasi.
[10:16]Dan selanjutnya, ke depannya kita akan menjelaskan untuk video selanjutnya bagaimana mengaitkan antara hasil, apa ya, menuliskan hasil dokumentasi. Jadi ini juga perlu diketahui bahwa selain data wawancara, ada juga data observasi dan yang terakhir adalah ada data dokumentasi.
[12:30]Nah, untuk data dokumentasi bagaimana penulisannya? Kita akan nanti jelaskan pada video berikutnya. Terima kasih atas kesempatannya menonton video ini. Simak atau tunggu kembali video-video saya terkait dengan hasil penulisan hasil dokumentasi.
[12:48]Oke, terima kasih banyak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam The Next Profesor.



