[0:01]Welcome to video pembelajaran seni rupa bersama Miss Ester Cute. Materi kita hari ini mengenai membuat hiasan dinding dengan bahan daun kering.
[0:17]dengan tujuan pembelajaran, yang pertama membuat desain seni rupa berupa hiasan dinding dengan bahan utama daun kering. Memilih jenis daun yang akan digunakan untuk membuat karya seni rupa hiasan dinding, memahami proses mengeringkan beberapa jenis daun untuk hiasan dinding. Yang terakhir mengaplikasikan desain menjadi karya seni rupa dengan medium yang telah dipilih.
[0:44]Penerapan prinsip-prinsip komposisi seni rupa dua dimensi menggunakan bahan alam daun, bunga, dan dahan kering diolah dalam suatu komposisi dekoratif yang dibuat menggunakan teknik mozaik.
[0:58]Yang pertama kita membahas komposisi. Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dalam seni rupa yang pertama ada kesatuan, yaitu unsur-unsur yang diutamakan melalui ukuran-ukuran, warna, letak dan perbedaan. Yang kedua, keseimbangan. Keseimbangan adalah kesesuaian materi-materi dari ukuran berat dan memberi tekanan pada stabilitas suatu komposisi dalam karya seni. Yang ketiga, harmoni atau keselarasan yaitu pemberdayaan ide-ide dan potensi bahan dan teknik tertentu dengan berpedoman pada aturan-aturan lokal, baik warna maupun bentuknya. Yang keempat ada proporsi. Setiap karya yang diciptakan memiliki perbandingan yang tepat baik dalam bentuk maupun perpaduan unsur-unsur seni rupa. Yang kelima ada irama. Irama adalah urutan atau perulangan yang teratur dari sebuah elemen atau unsur-unsur seni rupa, misalnya perulangan bentuk atau warna. Yang keenam ada intensity atau kesungguhan, yaitu memberi corak warna yang sesuai dengan karakter karya itu sendiri. Misalnya kesan dramatis, menyedihkan. Yang kedua ada seni dekoratif. Seni dekoratif adalah gambar hiasan yang memiliki pola atau motif tertentu. Tujuan gambar dekoratif adalah mempercantik ruangan atau menambahkan elemen dekoratif pada suatu ruangan. Pada dasarnya, gambar dekoratif mirip dengan gambar pola batik atau seni abstrak lainnya. Sebab, gambar dekoratif juga menonjolkan keanekaragaman pada pola tertentu. Ketiga, teknik mozaik. Teknik mozaik adalah sebuah karya yang dibuat dengan menempelkan berbagai potongan bahan yang lebih kecil, seperti pecahan kaca, keramik, sisa potongan kayu, atau sobekan kertas sehingga membentuk gambar yang indah. Potongan-potongan kecil tersebut dirapatkan menggunakan lem khusus sehingga terbentuk pola yang diinginkan.
[3:08]Teknik pembuatan mozaik. Teknik pembuatan mozaik adalah sebagai berikut. Yang pertama, metode langsung adalah teknik dengan menempelkan satu per satu potongan benda yang digunakan pada permukaan benda yang tiga dimensi. Yang kedua, metode tidak langsung adalah teknik dengan menyusun kepingan terlebih dahulu di suatu tempat kemudian diletakkan pada permukaan benda tiga dimensi. Yang ketiga, metode tidak langsung dua kali sama seperti metode tidak langsung, namun dengan dua kali pengerjaan sehingga setelah metode pertama selesai, kemudian dilanjut dengan menerapkan metode yang sama. Yang keempat ada proses pengeringan daun. Untuk mendapatkan daun kering sebagai bahan pembuatan kerajinan tentu diperlukan proses. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Yang pertama dipress dalam buku. Prosesnya yaitu memasukkan daun pada buku tebal. Biarkan daun tersebut disimpan dalam buku untuk kemudian ditunggu hingga mengering.
[4:08]Yang kedua digantung. Sebagaimana namanya yaitu menggantung daun-daun yang akan dikeringkan. Namun, sebaiknya lakukan cara ini di tempat dengan sistem ventilasi baik. Yang ketiga di lem. Pengeringan daun dengan cara mengelamnya yaitu langsung saja lem daun yang diinginkan dan biarkan mengering dengan sendirinya. Keempat menggunakan silika gel. Penyerapan kelembapan berupa silika gel juga dapat digunakan untuk mengeringkan daun. Caranya masukkan daun dan silika dalam wadah yang tertutup rapat. Yang kelima menggunakan alat pemanas. Alat pemanas seperti hair dryer sebenarnya juga bisa digunakan sebagai cara pengeringan daun. Yang kelima, alat dan bahan. Adapun bahannya yaitu tanaman kering, kertas karton 30 * 45 cm, kertas origami, lem kertas, daun kecil dan tipis, daun besar dan bertulang, dan alatnya ada gunting.
[5:12]Langkah-langkah pengerjaannya, yang pertama siapkan kertas karton. Boleh baru atau bekas dengan ukuran 30 * 45 cm. Kedua, buatlah sketsa rancangan sebagai pedoman siswa berkarya. Yang ketiga, siapkan kertas berwarna untuk melapisi kertas karton. Yang keempat, lapisi kertas karton dengan kertas berwarna agar terlihat lebih menarik. Kertas berwarna boleh baru atau kertas bekas majalah, kalender yang masih bersih. Yang kelima, siapkan daun kering berbagai ukuran dan karakter. Usahakan yang memiliki warna berbeda-beda agar menghasilkan komposisi yang menarik. Yang keenam, susunlah daun-daun kering atau bunga kering juga sesuai sketsa rancangan yang telah siswa buat. Yang ketujuh, rekatkan bunga-bunga tersebut ke karton dengan lem yang sesuai. Yang terakhir, komposisi bisa berbentuk figuratif atau nonfiguratif. Ini merupakan hasil karya hiasan dinding menggunakan bahan dasar daun. Nah, ini daunnya yang sudah dikeringkan.
[6:21]Sekian materi kita untuk hari ini. Thank you sampai jumpa pada video pembelajaran berikutnya. See you. Jangan lupa ya di-like, subscribe dan komen.



