Thumbnail for Tidak Ingin Lebih Hina Dari Binatang? Jaga Sholatmu!! Habib Bahar Bin Smith by Mutiara Inspirasi

Tidak Ingin Lebih Hina Dari Binatang? Jaga Sholatmu!! Habib Bahar Bin Smith

Mutiara Inspirasi

7m 31s858 words~5 min read
Auto-Generated

[0:06]Nabi Muhammad Isra wal Mi'raj, berjumpa dengan Allah, berjumpa dengan Azizul Wahhab, bila hijab untuk menerima satu perintah yang mulia. Satu perintah yang agung, satu perintah yang luar biasa yaitu sholat. Ketika Allah perintahkan zakat cukup melalui Al-Qur'an. Allah perintahkan Haji, cukup melalui Al-Qur'an. Allah perintahkan Jihad, cukup melalui Al-Qur'an. Allah perintahkan Puasa, cukup melalui Al-Qur'an. Allah perintahkan segala macam cukup melalui Al-Qur'an. Tapi ketika Allah perintahkan sholat tidak cukup melalui Quran. Allah undang langsung Nabi Muhammad untuk menerima itu perintah yang mulia. Sama kayak begini, seumpama saya mau suruh Arif cukup lewat telpon. "Rif ente begini-begini", "Rif ente pergi ke rumah Habib Umar Al-Aidid!" "Rif ente pergi ke pasar burung beli burung!", "Rif ente begini!" Tapi ketika Arif mau menerima satu perintah yang penting, gak cuma cukup lewat telpon. Rif ente datang sekarang ke pondok! PENTING. Begitu Allah SWT, ketika Allah perintahkan ini itu cukup, bukan berarti gak penting, penting juga. Tetapi yang paling penting dari seluruh amal ibadah itu adalah "SHOLAT". Asholatu ro'sul ibadah, sholat itu adalah kepalanya ibadah, pangkalnya ibadah, otaknya ibadah. Baik buruknya amal ibadah kamu, bagus rusaknya amal ibadah kamu tergantung dari sholat. Kalau sholat kamu bagus, sholat kamu baik, maka baik seluruh amal ibadah kamu. Tapi kalau sholat kamu rusak, sholat kamu hancur, sholat kamu bolong-bolong, sholat kamu rusak, sholat kamu hancur, sholat kamu buruk. Maka akan hancur, akan rusak, akan buruk seluruh amal ibadah kamu. Oleh karena itu juga betul-betul kamu punya sholat. Jangan sampai kamu lalai dalam sholatmu. Jaga betul-betul kamu punya sholat. Rosulullah sebelum wafat masih sempat berwasiat "Alaikumbissholat". "Alaikumbissholat", Nabi masih wasiat seperti itu. Nabi Muhammad, eh, jangankan saya dan kalian. Jangankan kita, saya ahli maksiat. Kamu juga ahli maksiat. Saya dan kalian, kita sama-sama ahli maksiat. Gak usah munafik-munafikan, saya ahli maksiat, kamu juga ahli maksiat. Jangankan kita yang ahli maksiat. Nabi Muhammad, Nabi Muhammad pasti masuk syurga. Bukan hanya pasti, tapi syurga Allah ciptakan untuk Nabi Muhammad. Syurga Allah ciptakan untuk Nabi. Apakah Nabi enak-enakan? Allaaaaa gak usah sholat, saya pasti masuk syurga. Gak usah puasa, ngapain capek-capek toh saya pasti masuk syurga. Apakah Nabi seperti itu? Enggak. Justru Nabi yang paling banyak sholatnya, padahal Nabi dijamin syurganya. Padahal Nabi Maksum, tapi Nabi sholat sampai kakinya bengkak. Saya dan kalian, kita siapa? Kamu dijamin masuk syurga? Kenapa kamu lalaikan sholat kamu? Saya dan kamu, kita pasti masuk syurga? Kok kita masih lalai dalam sholat? Takut kamu kepada Allah S.W.T. Jaga engkau punya sholat! Jangan sampai engkau lalai dari sholat! Jangankan lalai, jangankan kamu ninggalin sholat. Telat saja, telat Al Habib Umar Bin Abdurrahman Al Athos. Habib Umar, suatu waktu beliau punya anak wafat. Perhatikan betul-betul ini kisah! Habib Umar anaknya wafat. Ketika anaknya Habib Umar wafat, datang orang-orang takziah. Orang-orang datang takziah. Kata Habib Umar apa? Sungguh bagi kalian musibah agama adalah musibah yang enteng. Kata Habib Umar, Musibah Agama bagi kalian adalah musibah yang enteng. Bagiku kata Habib Umar, "Terlambat sholat Jamaah". Perhatikan kata beliau! Terlambat sholat jamaah bagiku itu lebih musibah daripada kematian anak-anakku. Ibu ibu, kalau anaknya mati? Sedih gak? Nangis? Iya. Nah Habib Umar anaknya mati, anaknya wafat. Sedih beliau, nangis beliau. Tapi kata beliau apa? Terlambat sholat jamaah itu lebih musibah daripada kematian anak-anakku. Kenapa? Ketika anakku mati, itu adalah musibah dunia. Sedangkan terlambat sholat adalah musibah agama. Itu cuma telat, musibah agama. Bagaimana jikalau meninggalkan sholat dengan sengaja. Makmurkan kamu punya masjid dengan sholat! Makmurkan kamu punya masjid dengan sujud! Jaga betul-betul kamu punya sholat! Jangan sampai kamu tinggalkan itu kamu punya sholat. Ada satu kisah. Ada seekor sapi. Itu sapi berkata seperti ini. Ya Allah, aku punya daging besar, aku punya daging banyak. Setidaknya aku masih lebih mulia dari seekor kambing. Kata kambing, Ya Allah biar aku kecil lebih kecil dari sapi, tapi dagingku bisa dimakan, Idul Adha aku dipotong. Setidaknya aku masih lebih mulia dari seekor ayam. Apa kata ayam? Ya Allah, walaupun aku lebih kecil dari kambing, tetapi badanku juga bisa dimakan, telurku juga bisa dimakan, sehat untuk orang, Subuh aku bangunkan orang-orang sholat. Setidaknya aku masih lebih mulia daripada seekor anjing. Apa kata anjing? Ya Allah memang saya ini gak bisa dimakan ya Allah. Saya najis, gak bisa dimakan, haram dimakan. Tetapi Ya Allah saya masih bermanfaat. Saya jaga rumahnya orang, saya jaga rumah-rumahnya orang. Dari maling, dari kejahatan, dari gangguan, dari keburukan. Setidaknya saya masih lebih mulia dari seekor babi. Apa kata babi? Ya memang saya ini syarr dabah. Saya binatang paling buruk, binatang paling hancur saya kata babi. Babi, makan kotorannya sendiri. Bapak babi zina sama anak perempuan babi. Ibu babi zina sama anak laki-laki babi. Pokoknya binatang paling buruk sudah itu babi. Tapi kata babi apa? Tetapi aku masih punya iman kepada Allah S.W.T. Setidaknya aku masih lebih mulia daripada orang-orang yang meninggalkan sholat 5 waktu dengan sengaja. Kalau kalian sengaja meninggalkan sholat lima waktu, bukan babi kalian, BUKAN! Tapi kalian lebih babi dari babi.

[7:05]Gak ada beda kamu sama Ahok kalau kamu gak sholat. Ahok sholat gak Ahok? Ahok sholat gak? GAK. Berarti kan babi? Nah kalau kamu gak sholat sama kamu babi juga.

[7:20]Yang membedakan kita dengan orang kafir apa? Sholat. Makanya jaga betul-betul kamu punya sholat! JAGA KAMU PUNYA SHOLAT!

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript