[0:06]Selamat malam para pendosa yang hadir di sini.
[0:13]Entah dosa secara pribadi maupun dosa sosial yang kalian lakukan sahabat-sahabat sekalian.
[0:23]Di tiga hari empat malam. Kalian ditempa dikasih ilmu dan dikasih pengetahuan. Namun apa adanya, kalian hanya tertawa dan bernyanyi saja. Sedikit pun pengetahuan tidak kalian dapatkan. Ketika diuji diuju. Diujung materi general review. Kalian tidak tahu apa-apa sama sekali. Entah itu dari ajaran Ahlussunah wal Jama'ah sejarah dari PKPMII bahkan nilai dasar pergerakan yang tidak kalian pahami. Lalu, apa yang kalian dapatkan selama 3 hari 4 malam di Balai Desa Banasari ini. Sahabat-sahabatku. Bahwa Ahlussunah Waljamaah beberapa tahun terakhir diinjak-injak oleh oknum-oknum, oleh organisasi-organisasi yang tidak bertanggung jawab. Ada tolol ulama diserang dari kanan dan kiri. Namun apa kabar kalian? Mari kita bersejarah bersama-sama hari ini bukan dengan tangan yang melingkar ini. Hibahkan diri kalian terhadap PMII. Relakan darah kalian untuk PMII dan perjuangkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini. Untuk meneruskan cita-cita perjuangan oleh deklarator Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Dan memperjuangkan cita-cita kemerdekaan bangsa kita saudara-saudaraku. Betapa bodohnya kalian, sejarah bangsa ini kalian tidak tahu, sejarah PMII kalian tidak tahu, nilai dasar pergerakan tidak tahu. Bahkan, maaf-maaf, kalian yang goblok di sini, saya sampaikan.
[2:27]Tentang sejarah bangsa, sejarah PMII. Itu adalah pengetahuan dasar yang harus kalian ketahui untuk memperjuangkan cita-cita kita. Lain lagi dengan dosa-dosa yang kalian lakukan setiap hari.
[2:49]Meminta uang jajan. Meminta uang kosmetik bagi kalangan perempuan. Apa cita-cita kalian? Bangsa ini tidak dilahirkan oleh makhluk cantik dan makhluk tampan. Tapi dilahirkan oleh perjuangan yang berdarah-darah.
[3:16]Lagu Indonesia Raya saya dengar tadi tidak ada yang tahu. Lalu kalian ini mau menjadi generasi bangsa yang seperti apa? Gadget yang kalian pegang, buku yang kalian lepas.
[3:36]Paket data yang kalian beli, dan ilmu pengetahuan yang kalian buang. Lantas, akan mengandalkan apa kalian sahabatku? Sementara kita diserang dari berbagai ilmu pengetahuan, kita diserang dari berbagai ideologi. NU dan negara kita sedang dalam krisis, kanan dan kiri. Bahkan tanah-tanah kita sudah dimiliki asing, kalian masih terdiam. Bangsa kita, tanah kita, tempat kita berdiri sebagian besar.Apa kabar kalian sahabat-sahabatku?
[4:19]Berbicara kedaulatan rakyat.Berbicara tangisan rakyat.Bertumbuh mesra dengan kasih setiap malam minggu dan setiap hari libur.Apa kabar kalian, sahabat-sahabatku? Sementara di luar sana masih ada anak kecil yang menangis di kolong jembatan, kalian terdiam. Sementara di luar sana masih ada nenek-nenek yang butuh tongkat dari suara kalian, kalian masih terdiam. Apa kabar sahabat-sahabatku? Sementara di luar sana, anaknya yang dirampas secara paksa kalian masih terdiam.
[5:02]Mana yang katanya pejuang? Mana yang katanya generasi bangsa? Kalian bungkam mulutnya. Sudah diketahui bahwa kalian adalah orang-orang yang minim intelektual dan minim pengetahuan. Sementara PMII ingin melahirkan generasi bangsa dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang termaktub di tujuan PMII. Namun apa, kalian sudah disuruh menghafal tujuan PMII secara seksama. Selama 3 hari 3 malam, 4 malam, kalian diterpa dan kalian dapatkan hanya adalah kegoblokan yang dilakukan secara berjamaah.
[5:51]Ketika diuji di general review, kalian kelimpungan, rukun iman, rukun Islam kalian tidak tahu. Maaf.
[6:05]Mari kita segera merefleksikan diri dan mari kita sadar-sadar bersama-sama. Bahwa bangsa ini dalam kondisi krisis, bahwa bangsa ini dalam kondisi terjepit. Mari kita bangkit saudara-saudaraku. Ambil buku kalian setelah pulang dari Mapaba ini, ambil ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya setelah kalian pulang dari Mapaba ini. Karena apa? Para pendiri NU, pendiri PMII akan menangis ketika pengetahuan kader-kadernya sangat minim. Para pendiri NU dan pendiri PMII akan menangis histeris ketika penerusnya hanya bisa ber euforia dengan kekasihnya. Sementara PMII dan bangsa ini belum kalian sentuh secara maksimal, kalian hanya sibuk bersetubuh dengan kekasihnya, kalian hanya sibuk bersetubuh dengan gadgetnya. Namun apa sahabat? Sebagian besar tanah di Sumenep sudah dimiliki.



