[0:12]Innalhamdalillah. Nahmaduhu wanastainuhu wanastagfiruh. Wanauzubillahi min sururi anfusina wa sayyiati amalina. Mayahdihillah fala mudhillalah wa mayudhlil fala hadiyalah. Wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha haqqatuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Dan janganlah kalian mati kecuali dalam kondisi Islam. Ya ayyuhannasuttaqu robbakumulladzi kholaqakum min nafsi wahidah wa kholaqa minha zaujaha wa batssa minhuma rijalan katsiro wanisaa' wattaqullahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallahakana alaikum raqiba. Wahai umat manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian yang menciptakan kalian dari satu jiwa. Darinya Allah ciptakan pasangannya, dari keduanya Allah tebarkan umat manusia, lelaki dan wanita. Kita yang berada di tempat ini dari satu jiwa. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Jagalah tali silaturahim, jangan diputuskan. Ketahuilah sesungguhnya Allah itu mengawasi kalian semuanya. Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha waqulu qaulan sadida yuslih lakum a'malakum wa yaghfir lakum dzunubakum wa mayyuti'illah wa rasulahu faqad faza fauzan adzima. Wahai orang-orang yang beriman, yang dipanggil hanya yang beriman. Yang tidak beriman silakan tutup telinganya. Allah mengatakan bertakwalah kalian kepada Allah. Laksanakan perintah-Nya, jauhi larangan-Nya. Dan ucapkan ucapan yang benar. Barang siapa yang melakukan hal itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah akan perbaiki amalan kalian dan yang patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dialah manusia yang sukses dengan kesuksesan yang sebenarnya. Amma ba'du, fa inna asdaqal haditsi kitabullah. Wa khairal hadi hadi Muhammadin shallallahu alaihi wasallam wa syarral umuri muhdatsatuha wa kullu muhdatsatin bid'ah wa kullu bid'atin dhalalah wa kullu dhalalatin finnar. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. La ilaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma'asyiral muslimin wa zumratul mukminin rahimakumullah.
[3:59]Manusia adalah makhluk yang suka mencontoh. Yang mudah bagi dia meniru orang lain. Apabila dia melihat seorang hamba yang dia tokohkan, dia akan meniru segala tingkah laku perbuatannya. Bahkan seakan-akan ruh manusia yang dia contoh itu ada pada dirinya. Tapi sayangnya, kita berada di masa krisis suri tauladan, krisis panutan, krisis idola. Yang dijadikan panutan oleh banyak masyarakat adalah pecundang-pecundang. Manusia-manusia yang tidak membawa kepada kejayaan Islam, yang tidak meninggikan muru'ah negeri dan bangsa. Apalagi dapat mengajak ke dalam surga Allah Jalla Jalaluhu. Kita lihat yang ada di atas sini. Mereka yang dijadikan contoh, mereka yang dijadikan idola. Kita lihat bener-bener yang ada di pinggir jalan, kenapa dibuang? Untuk dimunculkan tokoh-tokoh, publik figur contoh-contoh di masyarakat. Mau dibawa kemana bangsa kita, masyarakat kita. Tatkala yang mereka contoh adalah manusia-manusia yang tidak akan memperbaiki dirinya, yang hanya mengumbar syahwat. Yang hanya akan membuat manusia tenggelam dalam arus yang tidak jelas menuju api neraka, na'udzubillah min dzalik. Jama'ah rahimakumullah, Allah telah mengutus para nabi untuk menjadi contoh bagi umat manusia. Allah berfirman kepada Baginda Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wasallam setelah menyebutkan nabi-nabi. Manusia-manusia pilihan yang Allah utus ke muka bumi ini, Ulaaika ladzina hadallah fabihudahum muhtadih. Mereka itu, manusia-manusia yang pantas dijadikan contoh. Yang Allah telah memberikan petunjuk kepada mereka, maka dengan petunjuk merekalah kalian berjalan, meniti dan meniti. Ahibbati fillah, hari ini. Hari ini umat Islam di berbagai penjuru dunia. Mereka melaksanakan salat Idul Adha, kemudian mereka berkorban. Sebagian berangkat haji, melempari jamarat, tawaf di rumah Allah, menyembelih kurban mereka. Siapa yang mereka contoh? Nabi Ibrahim Alaihissalam. Apakah manusia dengan sekedar wajahnya yang tampan, parasnya yang cantik. Jabatannya, kehebatannya bermain, pantas dijadikan contoh dan panutan? Wallahi Jama'ah, Nabi Ibrahim Alaihissalam, kapan beliau menjadi contoh? Setelah melalui ujian yang panjang sekali. Allah mengatakan, "Wa idzibtala Ibrahima Rabbuhu fi kalimatim fa atammahun. Qola inni ja'iluka linnasi imama." Ketika Allah menguji Nabi Ibrahim dengan kalimat-kalimat dengan fase-fase ujian yang panjang, setelah itu Nabi Ibrahim menyempurnakan ujian tersebut. Lalu Allah mengatakan kepada Nabi Ibrahim, "Inni ja'iluka linnasi imama." Aku jadikan engkau imam bagi umat manusia. Aku jadikan engkau panutan bagi umat manusia. Nabi Ibrahim tidak puas hanya dirinya yang jadi panutan. Dia meminta kepada Allah, "Wa min dzurriyati." Dan dari anak keturunanku ya Allah, jadikan mereka panutan bagi umat manusia. Allah mengatakan, "La yanaalu 'ahdil zholimin." Orang-orang zalim enggak bakal mendapatkan apa yang aku janjikan. Mereka tidak pantas untuk menjadi contoh. Contoh Nabi Ibrahim Alaihissalam. Beliau diuji sama Allah, mendapatkan orang tua yang musyrik. Mendapatkan kaum yang tidak suka sama dia, bapaknya mengusir dia, kaumnya berusaha untuk membunuh dia. Nabi Ibrahim dilemparkan ke api, bukan untuk mempertahankan jabatannya. Bukan untuk mempertahankan harta yang dia miliki. Dia siap dilemparkan ke dalam api hanya untuk mempertahankan la ilaha illallah. Engkau lihat, bagaimana pasukan dari kaumnya yang ingin membakar Nabi Ibrahim. Dia bikin api yang sangat besar untuk menunjukkan kepada umat manusia, kalau mereka bisa menyiksa Ibrahim. Kenapa mereka tidak bikin api unggun yang kecil, lemparkan Ibrahim ke sana. Tidak, mereka ingin menunjukkan arogansi mereka. Tatkala Nabi Ibrahim dilemparkan ke api dengan manjanik, dengan alat pelontar. Diriwayatkan datang Jibril menawarkan jasanya kepada Ibrahim. Lihat jama'ah, bagaimana imannya Nabi Ibrahim, bagaimana keyakinan Nabi Ibrahim. Dalam perjalanan dia dari alat pelontar menuju api, Jibril mengatakan, "Ya Ibrahim, ya Ibrahim, hal laka ilayya hajah? Ibrahim, engkau butuh bantuan aku?" Ibrahim mengatakan, "Amma ilaika fala." "Wa amma ilallahi fa na'am. Hasbunallah wa ni'mal wakil." Kalau sama engkau, aku enggak butuh. Ini pelajaran pertama dari Nabi Ibrahim. Engkau makhluk dan aku makhluk juga. Engkau tidak akan bisa berbuat kecuali Allah yang menentukan. Adapun kepada Allah, aku sekarang butuh bantuan Allah. Nabi Ibrahim mengatakan, "Hasbunallah wa ni'mal wakil." Cukup Allah buat aku. Sebaik-baiknya penolong itu Allah. Apa yang Allah lakukan? Allah mengirimkan hujan untuk mematikan itu api, Allah mengirim angin untuk memadamkan itu api, menurunkan es. La, Allah Rabbunnar, Allah pencipta api. Allah mengatakan, "Ya nar, ya nar, kuni bardan wasalaman ala Ibrahim." Wahai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan buat Nabi Ibrahim.
[11:36]Jema'ah tatkala seorang hamba menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Tidak ada urusan yang besar dalam dunia ini. Kita tidak hentinya mengatakan, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Dalam salat kita, kita memulai dengan Allahu Akbar, rukuk kita katakan Allahu Akbar, sujud kita katakan Allahu Akbar. Lalu kita masih takut menghadapi masalah. Aina imanuna, mana keyakinan kita sama Allahu Akbar? Hari ini imamnya memulai dengan tujuh takbir. Hari ini hari untuk membesarkan Allah. Bagaimana kita mengatakan Allahu Akbar kalau ternyata dalam hati kita masih ada ketergantungan kepada selain Allah Jalla Jalaluhu. Apakah selesai ujian Nabi Ibrahim? Belum selesai. Allah belum mengatakan, "Engkau jadi imam buat umat manusia." Belum. Beliau diuji, meninggalkan negerinya, hijrah. Apakah perjalanan hijrah Nabi Ibrahim landai, bertaburan mawar dan melati? La, bertaburan onta dan duri. Dalam perjalanan, istrinya ditawan oleh raja. Diuji sama Allah Jalla Jalaluhu. Selesai selamat dari ujian tersebut, bertahun-tahun Nabi Ibrahim enggak diberi anak. Beliau tak henti-hentinya mengatakan, "Rabbihabli minasholihin." Terus beliau minta anak sama Allah. Beliau tidak pernah mengatakan, "Ya Allah, aku ini Nabi-Mu, kenapa aku enggak dikasih anak?" Pelajaran bagi orang-orang yang lama doanya tak dikabulkan. Contoh Nabi Ibrahim. Dia sabar menanti dengan penuh keyakinan Allah bakal mengabulkan doanya. Karena Allah mengatakan, "Ud'uni astajiblakum." Kalian minta sama Aku, pasti Aku kabulkan. Apakah kita punya keyakinan tersebut seperti itu? Atau keyakinan kita sering mengadu kepada manusia, mengatakan, "Saya sudah bertahun-tahun berdoa, bertahun-tahun berusaha tapi enggak dikasih anak." Jema'ah, Nabi Ibrahim baru punya anak ketika umurnya hampir 100 tahun. Kemudian kita tidak akan mencontoh Nabi Ibrahim dalam kesabaran kita berdoa, memohon kepada Allah. Allah kabulkan doanya setelah puluhan tahun beliau berdoa. Jangan ada lagi yang mengatakan, "Aku sudah lima tahun Ustaz menikah, tapi aku belum dikasih anak." Tonggu sampai mati, terus berdoa. Jangan pernah putus asa memohon kepada Allah. Contoh pula Nabi Zakariya, ketika dia berdoa memohon kepada Allah putra. Dia mengatakan, "Robbi inni wahanal adzmu minni, washta'alarra'su syaiba, walam akum bidu'aika robbi syaqiya." Ya Allah, tulang punggungku sudah lemah, rambutku sudah beruban, Ya Allah. Dia ingin menunjukkan kepada Allah, sudah lama aku berdoa dan kondisiku seperti ini, Ya Allah. "Walam akumbidu'aika robbi syaqiya." Tapi ya Allah, aku tidak pernah merasa susah memohon kepada-Mu. Dia punya keyakinan Tuhannya adalah Rabbul alamin. Yang kalau kasih Allah tinggal mengatakan, "Kun." Fayakun. Kemudian Allah berikan putra kepada Nabi Ibrahim, Ismail. Bertahun-tahun, puluhan tahun ditunggu, ketika putranya datang. Apakah Nabi Ibrahim bisa menimang-nimang putranya? La, Allah suruh Nabi Ibrahim meletakkan putranya di Mekkah.
[16:03]Dari Palestina berangkat ke Mekkah, dibawa istri dan anak. Kenapa beliau melakukan itu? Allah ingin menguji Nabi Ibrahim. Apakah dia masih mencintai Allah lebih daripada kecintaannya kepada putranya? Jema'ah, jangan berpikir Nabi Ibrahim hanya menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim disuruh meninggalkan putranya di Mekkah, dihalangi untuk memandang anaknya. Berangkat Nabi Ibrahim, diletakkan di sana putra dan istrinya, Nabi Ibrahim bertolak. Tempat itu tidak ada manusia. "Biwadighairi dzizar'in." Enggak ada tumbuh-tumbuhan di sana. Yang ada hanya gunung-gunung, tidak ada air atau pohon mungkin untuk bernaung, satu pun enggak ada. Para wanita, contohlah Hajar, istrinya Nabi Ibrahim. Ketika ditinggal sama Nabi Ibrahim, dibekali air dan kurma, Nabi Ibrahim pergi. Hajar mengikuti Nabi Ibrahim sambil mengatakan, "Ya Ibrahim, ila man takiluna?" Wahai Ibrahim, kau titipkan kami kepada siapa di sini? Kami ini, kau titipkan kepada siapa? Nabi Ibrahim diam tidak mau menoleh ke belakang. Dia berjalan terus dengan kendaraannya, dikejar oleh Hajar. "Ya Ibrahim, ila man takiluna? Ibrahim, kau titipkan kami kepada siapa, Ibrahim?" Nabi Ibrahim diam, tidak menjawab. Bertanya lagi yang ketiga, "Ya Ibrahim, ila man takiluna? Ibrahim, kau titipkan kami kepada siapa, Ibrahim?" Nabi Ibrahim tidak menjawab. Hajar sadar, mungkin pertanyaan dia yang salah. Sebagai istri seorang Nabi, pertanyaan dia yang harus dirubah.
[18:19]Maka dia merubah pertanyaannya kepada Nabi Ibrahim, "Ya Ibrahim, Allah amara bikhaza?" Wahai Ibrahim, apakah Allah yang menyuruh engkau melakukan ini? Nabi Ibrahim mengatakan, "Na'am." Iya, Allah. Maka Hajar saat itu mengatakan, "Silakan engkau pergi. Allah tidak akan menelantarkan kami di sini, kalau Allah yang menyuruhmu, berangkatlah." Wallahi Jama'ah, diuji seperti itu Nabi Ibrahim. Selesai ujiannya, enggak berhenti. "Falamma balagha ma'ahu sa'ya." Ketika Nabi Ismail sudah remaja, Nabi Ibrahim datang ke Mekkah. Mengunjungi putranya, ibunya masih hidup. Dia datang mengunjungi putranya.
[19:15]Keesokan harinya, Nabi Ibrahim mengatakan kepada Nabi Ismail, "Ya bunayya, inni ara fil manam anni adzbahuk. Fandzur maza tara?"
[19:37]Wahai Ananda, aku bermalam, aku bermimpi semalam diriku menyembelih dirimu. Allah ingin menguji Nabi Ibrahim. Apakah masih ada di hati dia selain Allah? Jema'ah, Nabi Ibrahim ini khalir Rahman, khalir Rahman. Satu tingkatan kekasih yang paling tinggi. Dikatakan khalil karena tidak ada rongga di hatinya, kecuali di situ ada cinta Allah Jalla Jalaluhu. Tidak ada rongga di hatinya, di jantungnya yang mengalir di sana, kecuali ada cinta dan mahabbatullah di sana. Maka Allah menguji, apakah ada tempat anakmu di hatimu? Sehingga engkau tidak melaksanakan perintahku. Mungkin kita bertanya, "Ya Ismail, apa kata putranya?" "Ya Abati, ya Abati, if'al ma tu'mar. Satajiduni, satajiduni insha Allah minashobirin." Wahai Ayahanda, laksanakan yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kau mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar. Disembelih, disembelih. Allah gantikan domba. Hari ini, kita mencontoh Nabi Ibrahim, bukan menyembelih putra kita, bukan anak kita yang kita korbankan kepada Allah. Hanya sedikit dari harta kita dan hewan ternak. Tapi banyak di antara kita yang masih pelit untuk berkorban. Dia cari kambing yang paling kecil. Padahal dia bisa membeli seekor sapi. Rasul Shallallahu alaihi wasallam tatkala beliau tidak punya harta, beliau berkorban dua ekor kambing. Dua ekor kambing. Untuk beliau dan keluarga. Tatkala Allah membukakan pintu-pintu rezeki kepada Nabi Alaihi sholatu wasallam, di akhir hayatnya beliau menyembelih 100 ekor onta, jama'ah. Bisakah kita mengorbankan buat Allah apa yang kita cintai? Belajar dari Nabi Ibrahim, putranya dikorbankan. Ahibbati fillah, setelah perjuangan yang panjang Nabi Ibrahim membangun rumah Allah. Setelah itu baru beliau pantas dijadikan suri tauladan. Allah mengatakan, "Inni ja'iluka linnasi imama." Ahibbati fillah, pulang dari tempat ini tolong dibaca Surah Al-Mumtahanah. Baca Surah Al-Mumtahanah. Di situ Allah mengatakan, "Fakanat lakum uswatun hasanatun fi Ibrahim wal ladzina ma'ah." Telah ada panutan yang baik buat kalian di diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama Nabi Ibrahim.
[22:53]Para Nabi yang bersama Nabi Ibrahim, "Idz qalu liqaumihim inna bura'au minkum wa mimma ta'buduna min dunillah." Ketika mereka menyatakan, "Kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah." Baca, agar kita paham bagaimana contoh yang Allah berikan di diri Nabi Ibrahim buat kita. Aqulu qoli hadza wastaghfirullahu li walakum walisairil mukminina wal muslimat fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.
[23:32]Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu wassalamu ala sayyidil mursalin wa imamil muttaqin, qaidil ghurril muhajjalin. Sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. La ilaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Ma'asyiral muslimin wa zumratul mukminin rahimakumullah. Bagi para ayah, para bapak, ingatlah jadilah kalian panutan yang baik buat anak kalian. Tugas terbesar seorang ayah bukanlah kasih makan anaknya. Bukan berangkat pagi pulang sore hanya untuk memberikan bagian rezeki anaknya. La, tugas terbesar seorang ayah adalah menyelamatkan istri dan anak-anaknya dari api neraka. Bukan dari kelaparan, bukan dari perampokan, bukan dari gempa, bukan dari tsunami. Tapi dari api neraka. Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa ahlikum nara." Wahai orang-orang yang beriman, selamatkan diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. Jadilah contoh yang baik buat anak-anak. Kalian kalau tidak anak-anak kita akan mengidolakan orang-orang yang tidak pantas dijadikan idola. Ketahuilah bahwa manusia akan dikumpulkan dengan orang yang dia cintai. Kasihan anak-anak kita, tatkala idola-idola mereka orang-orang fasik, orang-orang kafir yang tidak pernah meletakkan keningnya di bumi Allah. Yang tidak mengajak umat manusia kepada Allah, bahkan mengajak umat manusia kepada setan dan iblis. Kita biarkan anak kita mencintai mereka atau bahkan orang tua yang mencontohkan hal itu. Rasul Shallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Yuhsyarul mar'u ma'a man ahabb." Manusia akan dikumpulkan dengan orang yang dia cintai. Untuk para wanita, untuk Ibu-ibu, untuk muda-mudi, dan untuk para remaja. Ketahuilah bahwasanya wanita itu madrasah sebelum sekolahan dibuka. Dia adalah madrasah sepanjang masa.
[26:13]Jangan malu untuk menyatakan bahwa dirinya tidak punya profesi di luar. Ketika ditanya, "Apa profesimu?" Katakan dengan sopan dan lantang, "Aku pencetak generasi masa depan." Masya Allah. Aku bukan yang menjadi pemuas nafsu lelaki. Aku bukan jadi orang-orang yang bekerja hanya untuk membangun rumahnya, tapi aku membangun negeri ini. Dan bagi para wanita, Rasul Shallallahu alaihi wasallam mengingatkan, "Uriitunnar." Pada waktu salat Id, beliau datang ke saf para wanita, dan kemudian oleh para ulama dikatakan itulah salah satu dalil khutbah yang kedua. Beliau mengatakan kepada para wanita, "Ya ma'syarannisa, tasaddaqna." Wahai para wanita, sedekah kalian. Keluarkan harta kalian, berderma lah kalian. Kenapa? "Fa inni ra'aitukunna aktsara ahlinnar." Aku melihat kebanyakan kalian adalah penghuni neraka. Seketika wanita itu terlalu cinta dengan harta. Lalu ada yang bertanya, "Walima ya Rasul?" Kenapa kebanyakan wanita penghuni neraka? "Yakfurnal 'asyir wa yakfurnal ihsan." Kebanyakan wanita itu kufur kepada suaminya. Tidak menerima suaminya, mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya. Tidak taat dan patuh kepada suaminya yang merupakan pintu surga buat dia. Kebaikan-kebaikan suaminya dilupakan oleh dia. "Law ahsanta ilaiha hudarrar." Kata Nabi Alaihi sholatu wasallam, "Andai kata engkau berbuat baik kepada wanita sepanjang tahun, tsumma ra'at minka syai'an." Kemudian perempuan itu melihat engkau melakukan kesalahan. Wanita mengatakan, "Ma ra'aitu minka khairan qat." Aku tidak pernah melihat kebaikanmu di dirimu. Hati-hati, selamatkan diri kalian dengan bersedekah. Buktikan kalau Allah lebih kalian cintai daripada duit kalian. Ibu-ibu datang ke saf wanita membawa sorban, para wanita melemparkan gelangnya, kalungnya diputuskan dilemparkan, cincinnya dilemparkan. Karena mereka tahu dunia ini fana. Ahibbati fillah, setelah ini yang mau berkorban, berkurbanlah. Yang mungkin kemarin kurban yang dia beli murah, kecil, masih ada waktu untuk membeli besok, lusa sampai Hari Tasyrik selesai. Berkurbanlah karena Allah dan tunjukkan kalau Allah lebih kita cintai dari semua yang ada di tempat ini. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar La ilaha illallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd. Jema'ah rahimakumullah, umat Islam yang ada di berbagai penjuru dunia yang mereka terkenal musibah. Jangan hanya mendoakan diri saja, doakan saudara-saudara kita yang ada di Lombok, yang ada di Palestina. Yang mereka mendapatkan musibah dan ujian yang kita tidak mendapatkannya. Allahumma lakalhamdu kullu, walakasyukru kullu, wailaikayurjaul amru kullu. Allahumma sholli wasallim ala Sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Allahummaghfir lilmukminina walmukminat, walmuslimina walmuslimat, al ahya minhum wal amwat. Innaka samiun qarib mujibudda'awat. Allahummannsur ikhwananal mustadh'afina fi kulli makan, Allahummannsur ikhwananal mustadh'afina fi kulli makan. Allahummannsurhum wa ayyidhum ya Rabbal alamin. Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana minladunka rahmah, innaka antal Wahhab. Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar. Wa Subhana Rabbika Rabbil Izzati Amma Yasifun, wa Salamun alal mursalin walhamdulillahirabbil alamin.



