Thumbnail for Musabaqoh Syarhil Quran   Peran Gen Z dalam Menentukan Masa Depan Bangsa by Abidan Channel

Musabaqoh Syarhil Quran Peran Gen Z dalam Menentukan Masa Depan Bangsa

Abidan Channel

12m 29s770 words~4 min read
Auto-Generated

[0:13]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[0:23]Alhamdulillahi rabbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiya wal mursalin. Nabiyina wa Habibana Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Dewan juri yang arif dan bijaksana, insan muda harapan bangsa, insan muda harapan pertiwi yang saya cintai. Menurut Daniel Golmen dalam buku multiple intelligence menyatakan, kecerdasan intelektual berperan 20% saja dalam kesuksesan seseorang. Sedangkan 80% kesuksesan dalam berbagai karir ditentukan oleh kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kondisi mampu memahami diri sendiri, kondisi mampu membedakan emosi serta pengetahuan tentang kekuatan dan juga kelemahan diri. Dengan kondisi psikologis seperti itu, keadaan jiwanya akan tetap terjaga, kondisi emosinya akan tetap terkendali sehingga menjadi pribadi yang berbudi pekerti dan berkarakter terpuji. Yang tentunya ini dibutuhkan untuk mengisi peran insani dan insan seperti inilah yang dibutuhkan oleh Nusa, bangsa, dan agama dalam menentukan arah masa depan bangsa. Namun sebaliknya, suatu bangsa akan rugi apabila generasi mudanya berilmu tinggi tapi tidak berkarakter terpuji. Nauzubillahiminzalik. Mengingat betapa pentingnya hal ini, maka peran genset dalam menentukan arah masa depan bangsa adalah topik yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Allah berfirman dalam Alquran surah Al-Kahfi ayat 13 yang berbunyi. Auzubillahiminasyaitonirojim.

[3:00]Bismillahirrohmanirrohim.

[3:16]Nahnu na qusu 'alaika nabahum bilhaqqi.

[3:37]Innahum fityatun amanu bi robbihim wa zidnahum huda.

[4:00]Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

[4:14]Dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

[4:34]Kami katakan kepadamu wahai Muhammad kisah mereka dengan sebenarnya.

[4:47]Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka. Pada ayat ini menguraikan kisah Ashabul Kahfi yang pada ayat-ayat sebelumnya sudah Allah sampaikan secara global. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa kisah ini mengandung suatu kebenaran. Dalam artian, cerita ini sesuai dengan kejadian, bukan sesuai dengan apa yang dikenal oleh bangsa Arab. Pada ayat ini pula terdapat sepenggal kisah yang penuh hikmah, yakni terdapat golongan pemuda-pemudi yang mencari perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam gua. Dan mereka tidur di dalam gua selama beratus-ratus tahun dan Allah membangunkan mereka. Dan ketika mereka bangun, ini adalah contoh nyata dari keajaiban dan rencana Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Melalui kisah ini, tentunya Allah sudah memiliki rencana yang sempurna bagi hambanya yang memiliki iman kepadanya. Bagi mereka yang bertakwa kepadanya, bagi mereka yang bekerja dengan bijaksana, maka Allah akan tunjukkan keajaiban dan rencana Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Insan muda harapan bangsa, insan muda harapan pertiwi yang saya cintai. Sebagai umat muslim, kita diberikan petunjuk untuk mengikuti arahan, petunjuk dari Al-Qur'an tentunya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam setiap aspek kehidupan kita termasuk dalam menentukan arah masa depan bangsa. Sebagai pemuda-pemudi Islam juga kita diingatkan untuk terus memilih jalan yang benar dan menghindari godaan yang sesat.

[7:11]Karena apa? Karena generasi Z saat ini yang hidup di era modern saat ini memiliki akses yang besar terhadap teknologi yang mampu mengalihkan fokus kita terhadap suatu hal yang seharusnya kita prioritaskan untuk menggapai ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Untuk menentukan arah masa depan bangsa pula, generasi muda perlu ilmu dan Allah menegaskan mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap umat muslim. Oleh karena itu, generasi Z saat ini perlu didorong untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan untuk mendapatkan bangsa tentunya untuk mengarahkan bangsa Indonesia ini. Hadirin Rahimakumullah. Allah berfirman dalam Alquran surah An-Nisa ayat 9 yang berbunyi. Bismillahirrahmanirrahim. Walyakhsyallaziina lawtaroku min kholfihim. min kholfihim dzurriyyatan dhi'aafan khofuu 'alaihim falyaqulullaha walyaquluu.

[9:07]Qulan sadida.

[9:17]Shodaqallahuladzim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

[9:41]Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang kiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka.

[9:59]Yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya.

[10:10]Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. Maha Benar Allah dengan segala firmannya. Menurut Imam Ibnu Katsir, ayat ini memiliki signifikansi dengan nasihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Saad bin Abi Waqqas agar senantiasa takut apabila meninggalkan ahli warisnya dalam keadaan lemah. Dan selebihnya ia berkata, sesungguhnya apabila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan mampu, itu lebih baik. Daripada kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan lemah tak berdaya sehingga menggantungkan hidupnya pada belas kasihan orang lain.

[11:18]Melalui ayat ini, Allah memerintahkan kepada kita agar senantiasa mampu membentuk ahli waris, mampu membentuk generasi Z yang berkarakter kuat. Fisiknya hebat, ilmunya padat dan akhlaknya hasanah. Insan muda harapan bangsa, insan muda harapan pertiwi yang saya cintai. Oleh karena itu, melalui mimbar membentuk ini, izinkan saya untuk mengingatkan kepada kawan-kawan semua. Marilah kita hiasi hidup ini dengan ilmu agar mudah, kita hiasi hidup ini dengan seni agar indah dan kita hiasi hidup ini dengan Alquran agar terarah. Sebab, hidup tanpa ilmu akan sukar, hidup tanpa seni akan kasar dan hidup tanpa Alquran akan tersasar. Akhirul kalam, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript