[0:03]Alhamdulillah, alhamdulillah wa nastafiru wa nazubillah min syururi anfusina wa mina. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna sayyidina Muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli wa sallim wa barik ala sayyidina Muhammadin wa alihi wasabihi wa tabihum yaumiddin. Hadirin sidang Jumaah yang mudah-mudahan kita semua keluarga dan keturunan kita senantiasa dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala. Marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala tak hentinya karena tanpa terasa Allah sudah berikan kita kenikmatan lahir maupun batin, iman, Islam dan Ihsan, dan juga nikmat panjang umur sehat walafiat tanpa terasa. Kita diberikan umur panjang dipertemukan dengan salah satu bulan mulia Ashrul Haram yaitu Zulqadah. Salah satu dari empat bulan yang mulia dalam 12 bulan yang Allah ciptakan, ada empat bulan yang haram, empat bulan mulia yang Allah sebutkan dalam Quran, Zulqadah yang sedang kita jalani yang sudah tinggal sepekan lagi. Kemudian Zulhijah, Muharram, satu lagi tersendiri di bulan Rajab. Jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala. Tentunya ini adalah satu dari beribu nikmat yang Allah berikan kepada kita semuanya yang wajib kita syukuri. Apa yang Allah muliakan dan Rasulnya, maka kita pun juga harus memuliakannya. Karena Ramadan sudah Allah berikan kepada kita semuanya, Syawal sudah terlewati. Zulqadah Allah berikan kepada kita kenikmatan, sayang kepada kita, diberikan kesempatan untuk memperbanyak amaliah dan juga meningkatkan. Mudah-mudahan jamaah yang dirahmati Allah, segala amaliah kita yang sudah kita kerjakan, yang sedang kita kerjakan dan yang akan kita kerjakan semuanya mendapat ridho Allah subhanahu wa ta'ala. Maasyiral muslimin rahimakumullah, oleh karena itu, Zulqadah yang sudah kita lewati selama 20 hari ke belakang. Yang tersisa jangan sampai kita sia-siakan, jangan sampai berlalu begitu saja tidak ada nikmat yang gratis, karena semua yang Allah berikan itu adalah sebagai ujian buat kita semuanya untuk apa ke depannya. Dikasih umur panjang, sehat walafiat dipertemukan dengan Zulqadah. Allah sayang kepada kita, lalu apa yang bisa kita berikan buat Allah subhanahu wa ta'ala. Jangan sampai Allah berikan kemuliaan, umur panjang, ketemu dengan bulan haram, bulan mulia, tapi kita masih santai-santai saja. Tidak ada waktu buat santai buat kita semuanya, kita berpacu dengan waktu. Jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu, di khutbah yang singkat ini, Jumat yang singkat ini, Al-Fakir ingin mengajak buat saya pribadi khususnya dan buat kita semuanya, jemaah yang dirahmati Allah. Yuk, Zulqadah yang tinggal beberapa hari lagi dan Zulhijah yang mudah-mudahan Allah sampaikan, Muharram juga sampai ke sana oleh Allah subhanahu wa ta'ala dipertemukan. Kita jangan sampai disia-siakan. Kita persiapkan, kita manfaatkan semaksimal mungkin, mungkin Ramadan yang lalu kita masih kurang maksimal ibadahnya, Quran belum khatam, sedekah masih santai-santai saja. Maka jemaah yang dirahmati Allah, Allah sayang kepada kita dipertemukan dengan Zulqadah ini, bulan-bulan haram agar kita semuanya benar-benar sadar kembali, meningkatkan amaliyah. Jangan sampai kendor lagi setelah kita merawat ibadah kita di Tarbiyah selama Ramadan. Yang pertama jemaah yang dirahmati Allah yang harus kita lakukan di Zulqadah yang tersisa ini, Zulhijah insyaallah kita sampai ke sana dan Muharram. Yang pertama adalah qatratu syukrun, memperbanyak syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala, banyak bersyukur kepada Allah. Baik syukur kita dengan lisannya, dengan hatinya meyakini bahwa semua yang Allah titipkan kepada kita semuanya adalah titipan. Semuanya akan ditanya, dipertanggungjawabkan hadapan Allah, digunakan untuk apa dari mana untuk apa. Meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah dan yang tak kalah pentingnya syukur kita agar kita terima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, syukur kita adalah menggunakan semua kenikmatan yang Allah titipkan kepada kita, baik harta kah, fisik, sehat walafiat atau lisan atau harta jabatan adalah semata-mata untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Dengan harapan jemaah yang dirahmati Allah, kalau kita syukur kita dengan rukun tiga hal ini yang lisannya, hatinya, fisik kita dengan memperbanyak amal saleh, mudah-mudahan ini menjadi wasilah, Allah terima syukur kita di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Dan kalau syukur kita terima Allah, maka insyaallah nikmat yang sudah Allah berikan akan terus Allah berikan kepada kita semuanya. Yang kedua, akan ditambah nikmat-nikmat yang lainnya. Maasyiral muslimin rahimakumullah, kemudian yang kedua yang harus kita rawat bahkan kita tingkatkan di bulan-bulan haram ini jemaah yang dirahmati Allah, Zulqadah yang tinggal tersisa beberapa hari lagi. Zulhijah mudah-mudahan, Muharram juga sampai ke sana, mudah-mudahan Allah panjang umur kita. Yang kedua adalah qatratul a'malis sholihat, memperbanyak amal saleh, memperbanyak amal kebaikan, baik yang hablu minallah maupun hablu minannas, yang mahda maupun mahda, ritual ataupun sosial. Kenapa? Karena ulama mengatakan al-amaluhul a'malu ajran fil ashhurul hurum. Amal saleh yang dikerjakan di bulan-bulan haram tersebut, empat bulan haram tersebut termasuk Zulqadah ini, itu pahalanya dilipat gandakan dibanding bulan-bulan yang lainnya. Maka jemaah yang dirahmati Allah, kalau Allah panjang usia kita ketemu dengan Zulqadah, bulan haram ini, maka kita diberikan kesempatan kembali sama Allah. Ramadan yang kurang amalnya, Ramadan yang kurang tahajudnya, Ramadan yang kurang Qurannya, baca Qurannya, Ramadan yang sedekahnya kurang, maka diberikan kesempatan sama Allah. Agar apa? Agar amaliah kita ditingkatkan di bulan-bulan haram ini. Agar apa? Agar amaliah kita yang kurang bisa tertutup, amaliah kita yang bolong bisa keganti. Jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala, yuk jangan sampai Allah muliakan bulan haram, Rasul muliakan bulan haram, tapi kita santai-santai saja menganggap itu waktu yang biasa-biasa saja. Kalau memang kita makum umatnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, apa yang Allah muliakan, Rasul muliakan, maka kita pun juga harus ikut memuliakannya. Dengan apa? Memperbanyak amaliah saleh kita. Salat jemaahnya, fardu jemaahnya terus dirawat, jangan sampai ditinggal. Sebulan kita dididik, diratih, ditarbiyah berjemaah di masjid, tapi selepas Ramadan jangan kendor, jangan ditinggal. Quran yang sebelum Ramadan kita bisa khatam, mungkin sebelum Ramadan kita jarang baca Quran, tapi Ramadan bisa khatam Quran, maka selepas Ramadan Quran tetap dekat dengan hati kita. Jemaah yang dirahmati Allah, yuk kita perbanyak amal saleh, kita tingkatkan di bulan Zulqadah ini dan bulan-bulan haram tersebut yang Allah berikan kepada kita semuanya. Karena apa? Karena Allah sudah kasih kita sehat walafiat, umur panjang, ilmu bisa taklim, bisa bekerja. Maka jangan sampai kenikmatan yang Allah titipkan buat kita semuanya tidak bisa kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Maasyiral muslimin rahimakumullah. Di dalam surat An-Nahl ayat 97 Allah sampaikan bismillahirrahmanirrahim, man amilamin wa mukmin. Dan barang siapa yang beramal saleh dari laki-laki maupun perempuan dan dia beriman kepada Allah yakin bahwa semua amaliyahnya akan dicatat oleh Allah, akan dilihat oleh Allah, dicatat malaikat. Dan dia beriman kepada Allah, maka akan kami berikan mereka kehidupan yang baik, sejahtera. Jemaah yang dirahmati Allah, orang yang beriman kepada Allah dan keimanannya dibuktikan dengan ketaatan fisiknya, hatinya, lisannya taat kepada Allah, terus memperbanyak amal saleh termasuk bulan-bulan haram ini. Maka Allah berikan kehidupan yang baik sejahtera. Apa itu? Yang pertama dikasih rezeki yang halal. Yang kedua, pasti diberikan sifat qanaah, banyak bersyukur kepada Allah. Yang ketiga, yang tidak kalah pentingnya, orang yang beriman kepada Allah dan dia beramal saleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, yang ketiga Allah bimbing ia hidupnya untuk selalu beramal saleh. Nikmat buat mereka yang beriman dan keimanan dibuktikan dengan amal salehnya. Maasyiral muslimin rahimakumullah, kemudian yang ketiga, apa yang harus kita lakukan, kita jaga, kita rawat di bulan-bulan haram ini termasuk Zulqadah ini yang sudah tinggal sepekan lagi dan bulan Zulhijah ke depan.
[11:12]Jangan sampai kita apa namanya, sia-siakan apa yang harus kita persiapkan. Tentunya Ramadan sudah terlewat, Syawal sudah kita lewati. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, maka jika telah selesai satu urusan, maka bersungguh-sungguhlah untuk menyiapkan urusan yang lainnya. Apa itu? Di depan mata kita ada Idul Qurban. Kita tidak sempat haji, kita belum sempat umroh, maka yuk kita mengorbankan kecintaan kita kepada Allah dengan mengorbankan harta, sebagian harta yang kita cintai dengan Idul Kurban. Boleh kambing, boleh patungan sapinya dan sebagainya. Kenapa? Karena ibadah dengan lisan semuanya mampu, ibadah dengan hati semuanya mampu. Tapi ibadah dengan harta, semua bisa, semua punya, semua mampu, tapi belum tentu mau. Maka jemaah yang dirahmati Allah, jangan sampai belasan, puluhan tahun Allah kasih umur panjang, Allah kasih rezeki yang melimpah 11 tahun, belasan tahun, puluhan tahun. 11 bulan Allah kasih kesempatan menabung, tapi kita tidak pernah bisa berkurban. Jangan sampai juga harta kita dipertanggungjawabkan di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Jemaah yang dirahmati Allah, masih ada waktu tersisa, beberapa minggu lagi, beberapa pekan lagi. Jangan sampai tentunya, mudah-mudahan kita berharap Allah berikan kita rezeki yang cukup melimpah sehingga tahun ini kita bisa berkurban di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Tentunya dengan niat yang kuat, tekad yang kuat, ikhtiar kita sempurnakan dan yang keempat tentunya jangan lupa dengan aksi yang nyata menabung. Karena jamaah saya di Nur Huda Cilincing itu ada yang tahun ini bulan haji mestinya tahun 2024 dia haji, tapi dia bisa naik haji 2023, karena kuota haji tahun ini 224.000, tapi ada kuota tambahan 40.000. Satu KBIH ada 17 yang tersebut namanya, maka dipanggillah oleh pimpinan KBIH ini karena harus melunasi sisa apa dana jamaahnya 26 juta selama 6 jam. 17 atau 14 orang itu dalam KBIH itu ditanya oleh Pak Haji, siapa yang sanggup selama 6 jam bisa melunasi 26 juta. Yang lainnya pengusaha punya harta secara fisiknya dia mampu, tapi enggak sanggup 6 jam. Dari mana itu? Saya nabung Pak Kiai, selama 10 tahun setiap saya dagang saya celengin Rp20.000, Rp20.000, Rp20.000 10 tahun.
[14:07]Tidak pernah saya ambil Pak Kiai, sampai anak saya pun pinjam-pinjaman enggak saya kasih kalau enggak argen, enggak mepet. Tapi saya nabung buat niat saya, tekad saya, saya aksi nyata dengan menabung di tabungannya. Masyaallah subhanahu wa ta'ala, kita bisa ambil kesimpulan niat saja tidak cukup, tekad saja belum kuat. Doa ikhtiar tentunya sebagai penyempurna dan tentunya aksi yang nyata. Kalau kita pengen berkurban, doa yang kuat, ikhtiar yang sempurna dan kita tabung agar senggang beberapa minggu lagi. Yang mudah-mudahan dengan amaliah kita ini Allah berikan kemampuan bisa beramal saleh berkurban. Wallahualam bissawab.



