[0:08]Sedinene I Belog keliling desa, saat pulang dia melintasi kuburan Di kuburan dia melihat mayat perempuan cantik I Belog berkata, "Hai gadis cantik, maukah kau menikah denganku?" Gadis itu diam, tak berikan jawaban Asyik, ternyata dia mau, aku ajak pulang sekarang ah! Jenazah gadis itu lalu dibawa pulang dan dibawa ke kamar Dia lalu menyampaikan kepada ibunya Bu, aku kawin dengan gadis cantik Aku sudah mencarikan ibu menantu Gadis darimana, apakah orang biasa atau berkasta? Tadi kudapatkan di kuburan Dimana dia sekarang? Ada di kamar, tengoklah menantumu! Usai ngobrol dengan ibunya, I Belog mengambil nasi dan lauk untuk calon istrinya Sesampai di kamar, makanan diletakkan di samping gadis itu Hai gadis, bangunlah! Makanlah, aku bawakan makanan! Lama I Belog menunggu di sana, namun gadis itu tak juga bangun Ternyata dia malu, aku tinggalkan saja dulu I Belog keluar kamar dan menutup pintu Dua ekor kucing masuk kamar dan makan ikan
[2:05]Ikan habis, kucing itu pun keluar kamar Tak lama kemudian, I Belog masuk kamar dan melihat makanan berantakan I Belog bergegas keluar kamar dan melapor kepada ibunya Ibu, istriku sudah mau makan, lauk habis, namun nasinya tidak I Belog kembali membawakan ikan untuk calon istrinya Sering I Belog menaruh ikan di samping gadis itu Setelah I Belog keluar kamar, kucing masuk kamar dan makan ikan, sering seperti itu Lama-lama mayat gadis itu membusuk dan bau Ibu I Belog berpikir, kenapa mantuku tak pernah keluar kamar, lebih baik cek dulu Ibu I Belog masuk kamar dan melihat jenazah membusuk Lalu dia keluar kamar dan mencari anaknya, I Belog Hai anakku, kenapa kau menyimpan mayat di dalam kamar? Kenapa ibu mengatakan istriku sudah mati? I Belog lalu dibawa ke kamar oleh ibunya He Belog, itu lihat, gadis itu sudah membusuk dan baunya menyengat! Ibu, kalau orang meninggal baunya memang busuk? Betul, orang sudah mati baunya menyengat hidung Kita apakan dia sekarang? Bawa dia ke sumur, buanglah! I Belog hanya diam, tak mau membantu ibunya menggotong mayat ke sumur Setelah membuang mayat ke sumur, ibunda I Belog kembali pulang Ibunya belum mandi sehingga bau jenazah masih menempel di badan I Belog berkata, "Kok ibu bau, pasti ibu sudah mati!" Omonganmu ngawur, ibu masih hidup dan sehat Bohong, ibu telah mati, akan aku buang ke dalam sumur I Belog menangkap ibunya dan digotong menuju sumur Ibunya teriak-teriak minta tolong tapi I Belog acuh dan melemparkan ibunya ke sumur Dikisahkan saat I Belog tinggal sendirian di rumahnya Tak ada yang buatkan makanan Saat kelaparan dia pergi ke pasar beli makanan Setelah perutnya kenyang, dia pulang Saat melamun, kentutnya keluar Busuk baunya Duh aku sudah mati, hanya dapat hidup sebentar di bumi ini Sambil berkata seperti itu, I Belog berlari dan melempar tubuhnya ke dalam sumur I Belog pun mati karena kebodohannya Sampunang lali, Like, subscribe lan komentar. Suksma



